NovelToon NovelToon
Karang Bolong Buana

Karang Bolong Buana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Di pesisir timur Kerajaan Pasir Langit, tepatnya di Kademangan Kerangilo, Kadipaten Pasirawan, ada gugusan batu karang purba yang disebut sebagai Karang Bolong Buana.
Gugusan karang itu memiliki lubang sempurna berdiameter satu depa seperti cincin raksasa. Saat purnama, lubang itu memancarkan cahaya biru redup.
Orang yang pertama yang menemukan keanehan Karang Bolong Buana adalah Purwasaga, putra Demang Bungi Pitam.
Saat berlatih di kala badai pada malam purnama total, Purwasaga tanpa sengaja terseret ombak dan masuk ke lubang bercahaya biru. Ketika si pemuda tersadar, ia sudah masuk ke Negeri Elindra, negerinya Bangsa Penjaga Biru yang bukan manusia.
Berdasarkan keterangan orang Elindra, Karang Bolong Buana terbuka setiap purnama sempurna. Jadi, Purwasaga harus menunggu sebulan lamanya untuk kembali ke alam manusia. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBB 16 Pelanggaran dan Hukuman

Wiiik wiiik wiiik!

Lolot yang kedua ini memiliki perawakan yang lebih besar dari lolot yang telah ditaklukkan oleh Pangeran Bebalon.

Sempat terkejut melihat ukurannya, tetapi Purwasaga tidak gentar. Dia berlari kencang di atas batu besar lalu berkelebat di udara sambil memanah.

Set!

Namun, jauh api dari panggang. Panahan Purwasaga meleset jauh. Semangatnya saja yang keren, tetapi eksekusinya terlalu mengecewakan.

Jleg! Bdak bdak bdak…!

Wiiik wiiik wiiik!

Setelah terbang mengudara, lolot besar itu mendarat di tanah bawah, lalu berlari liar sambil wik wik wik.

Meski terlihat seperti orang yang baru belajar memanah, tetapi Purwasaga dengan cekatan kembali mengisi ulang busurnya.

“Wuah!” pekik Purwasaga terkejut karena lolot yang diincarnya justru berlari kencang ke arahnya.

Yakin bahwa lolot itu akan terpanah sebelum tiba kepadanya, Purwasaga sempat mematung agar tenang dalam membidik.

Set! Tek!

Benar saja, panahan Purwasaga mengenai bahu lolot, tetapi itu bagian badan yang masih terlindungi oleh sisik tebal abu-abu. Panah Purwasaga terpental tanpa melukai lolot.

“Waw!” pekik Purwasaga terkejut karena lolot itu menyerangnya antara patukan paruh besarnya atau cakarannya.

Purwasaga cepat melempar tubuhnya untuk menghindari serangan lolot. Situasi itu bahkan membuat Pangeran Bebalon dan para pemburu berseragam terkejut.

Bret!

Purwasaga jatuh bergulingan, tetapi terdengar ada yang robek terkena cakaran lolot.

“Cepat kejar, Pur! Jangan sampai lepaaas!” Yang berteriak bukan Pangeran Bebalon, tetapi salah satu pemburu yang berdiri di mulut lubang.

Purwasaga yang tidak peduli apanya yang robek, cepat bangkit dan berlari kencang mengejar lolot.

“Hahaha!” tawa Pangeran Bebalon dan para pemburu berseragam karena melihat bokong Purwasaga yang terbuka.

Purwasaga memang tidak terluka oleh cakaran lolot, tetapi celananya robek lebar karena itulah yang terkena cakaran dan belum disadari olehnya. Untung saja dia sudah tidak mengikat kejantanannya dengan tali.

Meski Purwasaga telah menggunakan ilmu peringan tubuhnya dalam mengejar lolot, tetapi ternyata itu tidak cukup untuk lebih cepat. Purwasaga cepat memanah lagi.

Set!

Gagal. Anak panah Purwasaga meleset.

Wiiik wiiik wiiik!

Trak!

Kesal karena selalu meleset, pemuda berwajah bengkak itu akhirnya membuang busurnya.

Sambil terus berlari mengejar lolot yang sangat cepat, Purwasaga mengeluarkan ilmu Tinju Dingin Sunyi yang bertenaga es.

Sus sus sus…!

Purwasaga menghentakkan tinjunya yang menyala sinar kuning. Maka sinar-sinar hijau melesat menyerang lolot dari sisi belakang.

Beberapa kali sinar itu mengenai ruang kosong atau batu yang dilewati oleh lolot.

Wiiik…!

Lolot memekik panjang ketika satu sinar hijau mengenai perutnya. Namun, itu tidak cukup membuatnya berhenti berlari.

Purwasaga pun kian penasaran. Tanda keberhasilannya sudah terlihat. Ia yakin bisa menghentikan lolot besar itu.

Lolot sudah mendapat serangan rasa dingin yang tajam di area perut. Meski efeknya masih kecil, tetapi kristal es yang menempel itu memberi pengaruh yang mengurangi kecepatan lari lolot.

Sus sus sus…!

Wiiik…!

Blugk!

Kali ini berhasil.

Dua sinar hijau Purwasaga mengenai ujung satu kaki depan dan paha belakang. Lolot itu langsung memekik panjang untuk kedua kalinya seiring kepala burungnya tersungkur.

“Yes, yes, yes!” teriak Purwasaga kegirangan sambil menonjok angkasa berulang-ulang tanpa melesatkan sinar hijau. Ia meluapkan kegembiraannya tanpa maksud pamer berbahasa Inggris.

“Itu pelanggaran, Pangeran!” seru satu orang lelaki di bibir lubang dengan wajah menunjukkan protes kepada Pangeran Bebalon.

“Benar, itu pelanggaran, Pangeran!” teriak lelaki berseragam yang lain.

“Itu pelanggaran, Pur!” seru yang lain, kali ini kepada Purwasaga.

Purwasaga yang awalnya girang bukan main, jadi terkejut. Ia memandang kepada Pangeran Bebalon dan rekan pemburu lainnya. Para pemburu berseragam menunjukkan ekspresi tidak suka atas keberhasilan Purwasaga.

“Tenang! Tidak apa-apa, tidak apa-apa!” seru Pangeran Bebalon kepada para pemburu berseragam di atas sambil mengangkat tangan kanan.

Seruan Pangeran Bebalon itu sukses membuat mereka yang posisinya di atas berhenti memprotes. Sementara itu, Purwasaga masih bingung karena tidak tahu apa kesalahannya.

“Apa yang aku langgar? Ini bukan pertandingan,” pikir Purwasaga di dalam kepalanya.

Pangeran Bebalon lalu berjalan mendatangi lelaki manusia itu.

“Ada apa, Gusti Pangeran? Kesalahan apa yang aku lakukan?” tanya Purwasaga segera.

“Dalam perburuan di Negeri Elindra ada larangan tidak tertulis. Mangsa hanya boleh dibunuh atau ditaklukkan dengan senjata, bukan dengan kesaktian. Jikapun menggunakan kesaktian, kesaktian itu harus menyatu dengan senjata. Kini kau tahu pelanggaran apa yang dimaksud oleh para pemburu kita,” jelas Pangeran Bebalon.

“Kenapa aku tidak diberi tahu sebelumnya?” tanya Purwasaga berisi protes.

“Aku mengira kau sudah tahu aturan karena Noni Lintha juga ikut berburu,” kilah Pangeran Bebalon.

“Jika demikian, maafkan aku, Gusti Pangeran,” ucap Purwasaga sambil turun berlutut menjura hormat.

“Hukuman tetap harus dijatuhkan, Pangeran. Apa pun alasannya,” kata suara dari atas.

“Kurang ajar sekali mereka!” maki Purwasaga di dalam hati. Namun, ia berkata lain kepada sang pangeran, “Hamba tidak keberatan menjalani hukuman karena melakukan pelanggaran.”

“Sebenarnya tidak ada orang yang berhak memberikan hukuman selain Baginda Raja. Hanya, seorang pemburu memiliki jiwa kesatria yang tidak lari dari hukuman ketika melakukan pelanggaran,” kata Pangeran Bebalon.

“Hamba siap melaksanakan hukuman,” tandas Purwasaga demi menjaga harga dirinya.

“Hukumannya adalah mencari dan mendapatkan telur lolot tiga butir,” kata Pangeran.

Mendengar itu, Purwasaga langsung mendongak memandang Pangeran Bebalon.

“Apakah telurnya ada di dalam bukit ini juga?” tanya Purwasaga cepat.

“Tidak, tetapi di Bukit Telur Lolot. Bukit itu ada di tengah-tengah dari Bukit Seratus Lubang ini. Semua lolot yang hidup di daerah ini akan keluar di malam hari jika ingin bertelur dan bertelur di dalam Bukit Telur Lolot. Jadi kau harus mencari sendiri bukit itu,” kata Pangeran Bebalon.

Purwasaga lalu kembali berdiri. Sepertinya dia lelah berlutut terus.

“Tapi bisakah Gusti Pangeran menunjukkan yang mana Bukit Telur Lolot itu?” tanya Purwasaga.

“Tidak. Aku pun tidak tahu yang mana. Bukit Seratus Lubang selalu mengalami perubahan alam. Jadi, meskipun seorang pemburu pernah berburu di sini, dia akan menjadi seperti orang baru ketika datang lagi, karena pemandangan bukit-bukit akan berubah, terkhusus Bukit Telur Lolot. Kau harus mencari sendiri. Petunjuk terkuatnya bahwa posisi bukitnya ada di area tengah-tengah,” kata Pangeran Bebalon dengan sabar memberi penjelasan.

“Jadi aku harus mencari sendiri?” tanya Purwasaga lagi.

“Benar.”

“Apakah berbahaya, Gusti Pangeran?”

“Tentu tidak, apalagi bagi seorang pendekar sepertimu, Pur,” jawab Pangeran Bebalon. Dia jadi ikut menyebut Pur. “Namun, kau bisa melakukannya besok. Kita bermalam dulu di luar Bukit Seratus Lubang.”

“Baik, Gusti,” ucap Purwasaga.

“Nanti kau bisa minta petunjuk lebih banyak kepada istrimu,” kata Pangeran Bebalon.

“Baik, Gusti.”

Pangeran Bebalon lalu memandang ke para anak buahnya.

“Kalian turunlah dan urus kedua lolot ini!” perintah Pangeran Bebalon.

“Baik, Pangeran!” sahut para lelaki itu.

“Benahi celanamu, Pur!” perintah sang pangeran kembali beralih kepada Purwasaga.

Purwasaga agak terbeliak mendapat arahan seperti itu. Ia segera memeriksa celana gombrongnya.

“Hah! Robek?” pekik Purwasaga saat jari-jarinya menyentuh kulit bokongnya sendiri. Mau tidak percaya, tetapi faktanya bahwa celananya robek menganga.

Warna wajah dan gestur Purwasaga menunjukkan bahwa dia sedang memendam rasa malunya.

“Hahahak!” tawa Pangeran Bebalon melihat kepanikan Purwasaga dalam menyikapi perkara bokongnya. (RH)

1
rajes salam lubis
zonk udah kena suap,ciri khas warga +62
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
burung yang suka menggelitik sampai ketawa Kik Kik Kik 🤣🤣🤣😁😆
Om Rudi: burung apakah itu?
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wahhhh kendaraan yang di pakai cukur , pakai rem cakram om 🫢😃
Om Rudi: kayaknya 🤭
total 1 replies
rajes salam lubis
pinisirin
rajes salam lubis
alamak
rajes salam lubis
gak perlu di jelaskan la om,buang buang tenaga..bukan buang hajat y!
Om Rudi: 🤣🤣🤣 biar jumlah katanya cepat terpenuhi
total 1 replies
rajes salam lubis
terong ungunya y terang om
Om Rudi: heheheheh
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
oseng kates wae om dr pada kol wes lah mboh om mumet aq enek rendang enek oon
hahhhh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: iyo maosk zonk barang 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak handukan dulu om kan masih basah kuyup abis berenang 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: widihhhh 🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
terong dicabein maknyuzzz 🤤😂😂
Om Rudi: jiahahahah
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Selabak level berapa om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: pedes cukupan 😃😄
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
kalo pepatah negeri Konoha " walau bapak salah asal bahagia kita diam saja" 🤣🤣🤣😁😆🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: ok gas polll mpe jeboll 😂😂😂
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
nama singa jantannya siapa om 🤔🤔😆
Om Rudi: aduh, lupa Om kasih nama
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Ozeng Bazo lebih enak om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: minta tolong istri suruh masakin 😉
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
Azhmar itu bangsa Demit om
Om Rudi: Om juga belum tahu🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
hatiku gak sedalam itu lho Om. cukup dengan menyentuh dadaku, pasti Om dapatkan hatiku 🙄😘🤣
Om Rudi: hihihihi 🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ingat, Om. yg oon nya gak boleh nular ke authornya itu kan?😂
Om Rudi: kenapa?
total 1 replies
👣Sandaria🦋
asli ini pasangan kodok, Om🙄😂
Om Rudi: asli dong🤣🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
anak didiknya Rajes Salam pasti🙄
👣Sandaria🦋
plus tali pengikat burungnya kemarin 🤣
Om Rudi: Om mah sudah lupa, Mak Imut mah ingat aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!