Raspati adalah keturunan dari Yang Mulia Rajapati Bagaskara, yang merupakan keturunan terakhir yang mewarisi semua ilmu dan harta kekayaan yang ada didalam cincin ruang, dia hidup Alam Manusia yang hidup normal seperti manusia pada umumnya, perubahan hidupnya terjadi ketika mendapat hadiah cincin giok pada ulang tahunnya yang ke 10 pemberian ayahnya.
Sejak kecil hingga dia di didik dan di bimbing menjadi kultivator oleh seorang kakek yang berasal bukan dari Alam Manusia.. namanya Kelud yang merupakan bangsa Jin yang tinggal didalam cincin gioknya dia adalah seorang Kultivator terkuat di alamnya yaitu alam Jin atau Kultivator.
Kakek Kelud mengajarkan Raspati bagaimana mengolah tubuh sampai dia menjadi kultivator di dunia kultivator/alam Jin dan Pengusaha sukses di Alam Manusia, sedangkan di Alam Kultivator Raspatinya sebagai Penguasa Alam di dua Lapis Langit sebagai Mahadewa.
Pada season 1 ini menceritakan sedetail mungkin bagaimana Raspati memperoleh kekuatan.. jadi mohon sabar ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miaqih_Ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lulus Ujian Semester Akhir dan Ujian Skripsi (LULUS KULIAH)
Lalu Raspati memasukkan amplop yang berisi uang tersebut kedalam tas punggungnya kemudian dia pindahkan ke cincin ruangnya.
"Terimakasih nyonya atas kerjasamanya udah mau menerima koin emas dan perhiasan dari sana, jika kedepannya saya ingin menjual lagi bisakah saya datang ke sini lagi?" tanya Raspati berharap kerjasama kedepannya.
"Tentu saja bisa.. Mas Raspati akan kami terima dengan senang hati.. ini ada kartu nama saya ambil saja" kata si pemilik toko dengan antusias jika dia masih bisa membeli emas murni 24 karat darinya sambil memberikan kartu namanya dan Raspati pun menerima kartu nama tersebut dan menyimpannya.
Dia berharap kedepannya jika akan menjual koin emas lagi akan lebih mudah dengan menghubungi mereka dulu, semakin banyak kartu nama toko penjual emas semakin banyak pilihan buatnya untuk menjual koin emas lagi.
Setelah itu dia keluar dari toko emas itu dan melihat jam tangan menunjukkan pukul 12:45, "Waktunya makan siang nih.. ah mau coba makan siang di rumah makan yang sedikit mahal.. Sekali kali boleh lah mumpung punya uang banyak hehehehehe" gumamnya pelan.
Tak lama Raspati berjalan.. Dia melihat sebuah restoran yang terlihat mahal dan dia pun lalu masuk kedalamnya untuk memesan menu makan siangnya, setelah makan siang dia pergi ke terminal bus Blok M dan naik Bus jurusan ke arah rumahnya.
Sekitar 45 menit kurang sedikit dia pun sampai di rumahnya, sesampainya dirumah dia melihat bundanya sedang minum teh diteras depan rumah lalu bergegas masuk dan mengucapkan salam ke bundanya dan mencium tangannya.
"Sudah pulang nak.. kok cepat sekali, sudah makan siang belum.." sapa bundanya.
"Sudah Bun.. tadi makan siang di jalan Bun.. Hari ini urusan ku dah beres, Pati masuk ke kamar dulu Bun mau istirahat" jawabnya sambil tersenyum.
"Ya sudah istirahat lah" ujar bundanya.
Kemudian dia masuk ke rumah menuju kamarnya, didalam kamarnya dia duduk diatas kasur sambil mengeluarkan dua amplop coklat dari tas punggungnya, lalu menghitung lagi hasil me jual koin emas dan perhiasannya.
"Total dari hasil menjual 30 keping emas dan 1 perhiasan emas ini Rp 69.051.000.. Wuaaaah.. Tak kusangka.. Seumur hidup batu kali ini memiliki uang sebanyak ini.. Hahaha.. Baiklah dengan uang ini mudah mudahan cukup sebagai modal awal untuk memulai usaha Agribisnisku" Raspati berujar pelan sambil memasukkan uangnya kembali ke dalam dua amplop coklat lalu dipindahkan ke cincin ruangnya.
[Diawal tahun 90an uang sejumlah tersebut termasuk besar karena kebutuhan sandang pangan dan papan masih sangat murah jika dibandingkan sekarang.. 2024].
Setelah memasukkan kembali amplop yang berisi uang kedalam cincin ruangnya Raspati lalu membersihkan diri dan beristirahat sampai jam makan malam tiba.. Waktu pun berlalu seperti biasanya.
Seminggu pun berlalu yang mana hari harinya di isi oleh Raspati untuk selalu berlatih pengolahan tubuh dan memperlancar dalam menggunakan semua elemen yang dimiliki, dia berusaha menguasai nya serta mengendalikan elemen elemen yang dimilikinya dengan baik pada basis kultivasinya yang masih di Ranah Dasar tingkat Cakra Perunggu tahap awal 1.. di karena keterbatasan energi cakra yang ada di dunia ini dia belum mampu untuk meningkatkannya.
Hari pengumaman hasil sidang dan kelulusan pun tiba.. pagi ini dengan cuaca yang cerah matahari bersinar menggantikan gelapnya malam dengan suasana pagi yang cerah, suara burung liar bercicit riang diantara dahan pepohonan di sekitar komplek rumahnya, terlihat Raspati masih melakukan latihan olah tubuh dan tehnik pernapasannya.
Bundanya sedang memasak di dapur untuk membuat sarapan dan ayahnya duduk minum teh di pagi hari dengan setoples rengginang.. kudapan kesukaannya sambil memperhatikan Raspati yang tengah berlatih di halaman depan rumah.
Terlihat betapa harmonisnya kehidupan keluarga Ranggi Ikhwan Permana dipagi hari, tiba tiba "Ayah.. Patii... ayo masuk sini.. sarapan sudah siap" ujar Bundanya Raspati.
"Iya... " jawab Ayahnya Raspati.
"Oke Bun... sebentar ya mau beres beres dulu " jawab mereka serempak, sang ayah beranjak dari kursi depan teras menuju ruang makan dan Raspati bergegas kedalam begitu selesai latihannya.
Mereka pun sarapan dengan tenang di pagi hari yang indah ini, seperti biasa sehabis sarapan mereka pun ke ruang keluarga untuk berbincang sejenak setelah itu Raspati pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri lalu bersiap kekampusnya dan sang ayah berangkat kerja ke kantornya.
Raspati berpamitan pada Bundanya dan mencium tangannya sedangkan ayahnya mencium kening Bundanya dibalas oleh bundanya dengan mencium tangan ayahnya, lalu mereka pun keluar rumah dari rumah pergi menuju tujuan masing masing.
Namun sebelum meteka keluar dari rumah dan pergi ke tujuan masing masing, ayahnya bekata "Pati.. Berangkatnya bareng ayah saja pergi kekampusnya, kebetulan ayah lagi ada urusan sebentar ke kantor wilayah didekat kampus kamu".
'Waaah kebetulan banget Yah.. oke deh siip" Raspati dengan senang pun beranjak pergi ke mobil ayahnya setelah berpamitan pada Bundanya dan membukakan pintu gerbang rumah lalu masuk kedalam mobil setelah menutup pintu gerbang rumahnya.
"Hari ini pengumuman hasil ujian skripsi dan kelulusan mu kan..?" tanya ayahnya sambil menyetir menuju kamusnya.
"Iya Yah.. do'ain semoga Pati lulus ya yah.." ucap Raspati.
"Sudah pastilah.." jawab ayahnya sambil menepuk pundak Raspati dibangku mobil depan.
Sekitar 30 menit Raspati sampai didepan kampusnya dan turun dari mobil namun sebelumnya mencium tangan ayahnya sebagai anak yang Sholeh.
Setelah sampai di aula kampus sudah banyak mahasiswa yang berkumpul disana untuk melihat hasil sidang dan kelulusan ditempel pada papan pengumuman, dia melihat ke empat sahabatnya saling berpelukan dan tertawa riang melihat hasil sidang skripsi dan ujian kelulusan.
Raspati lalu berjalan menuju papan pengumuman hasil sidang skripsi dan ujian kelulusan.. dia melihat nama ke empat sahabatnya dan namanya sendiri tertera dipapan pengumuman itu, mereka pun bertemu dan saling berjabat tangan mengucapkan selamat satu sama lain.
"Selamat Bro.. Kita lulus!!! Yuhuuuuuuu!!!!" teriak mereka bersamaan sambil melempar tas yang mereka bawa keatas, setelah itu mereka merayakannya dengan pergi ke kantin tempat biasa mereka kumpul terus membeli makanan favorit mereka Bakwan Colek pakai saos sekaligus makan siang.
"Gus.. setelah lulus lu lanjut kuliah lagi ga atau langsung cari kerja?" tanya Raspati.
"Terus lu juga Tot.. Yud.. Man.." lanjutnya.
"Gue sih kayaknya pengin langsung kerja aje" jawab Bagus.
"Gue juga... sama gue juga ntar kalo kerjaannya bagus gue bisa lanjut kuliah lagi" jawab Yudi sama Arman.
"Kalo gue.. penginnye sih lanjut tapi disuruh sama bokap bantuin usaha dia dulu" jawab Arman.
"Nah lu sendiri gimana Ras.. lanjut kuliah yeh?" tanya mereka serempak.
"Yah.. Menurut kata hati sih penginnye rehat dulu terus mau bikin usaha sendiri gitu.. sesuai skripsi yang gue buat" jawab Raspati gamblang.
"Emang mau usaha dibidang apaan lu Ras.." tanya Gatot penasaran.
"Agribisnis.. modal udah ada tinggal cari lokasi aja yang pas" jawabnya santai.
"Agribisnis??? dalam hal apa Ras?" tanya Yudi.
"Semuanya lah Pertanian, Perkebunan dan Peternakan.. sekalian kasih kesempatan sama orang orang biar kerja sama gue" jawabnya lagi.
"Wiiiih aje gile mau jadi pengusaha lu yeh.. kalau boleh.. gue kerja sama elu aje deh Ras... hehehee" celetuk Bagus sambil menaik turunkan alisnya.
"Boleh boleh aja.. nanti yah kalo udah berjalan lumayan lancar, gue juga butuh orang yang paham dibidangnya juga kayak elu pade.. gue telpon deh nanti" ujar Raspati sambil ngunyah bacol yang ada dimulutnya.
"Bener yeh... Ntar kalo lu dah lancar usaha agribisnis calling gue lah.." ujar Bagus sambil nyengir dengan menggunakan tangannya membentuk telepon.
"Okeh okeh.. paling paling lu dah pada kerja semua hahaha.." sahut Raspati sambil nyengir.
Setelah lama ngobrol di kantin kampus mereka pada bubar kembali kerumah masing masing setelah melihat hasil ujian skripsi dan ujian kelulusan dan kumpul lagi pas Wisuda bulan depannya.
BERSAMBUNG...