Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
"Cukup! Aku mohon jangan bertengkar! Rey, aku melakukan ini atas keinginan ku sendiri, aku tidak ada pekerjaan lain jadi aku mengerjakan pekerjaan rumah karena kami memang belum mendapatkan pembantu sudah itu saja, aku tidak apa-apa,dan aku baik-baik saja!" jelas Naya yang kemudian dengan susah payah berdiri lalu berjalan pergi meningal kan mereka semua.
"Naya," Tunggu!" ucap Rey hendak mengejar Naya.
Namun Azka menahan Rey karena tau Samuel pasti akan tambah marah kepada Rey jika Rey berani menghampiri Naya.
"Sebaiknya tuan muda Rey pergi dulu, jangan membuat hubungan mu dan tuan muda Samuel berantakan," ucap Azka
"Semuanya memang sudah berantakan!" jawab Rey yang kemudian berjalan pergi dari rumah tersebut dengan tatapan kesal kepada Samuel.
Sementara Samuel tidak bisa mengatakan apa-apa, dia menatap kepergian Rey dari rumah nya dengan tatapan tidak percaya, ya dia tidak percaya kalau Rey akan sangat marah kepada nya, hubungan persaudaraan mereka pun kini sudah retak karena Naya, ya dia menganggap semua ini terjadi karena Naya.
"Perempuan itu, semua hal buruk menimpa ku karena dia, wanita sialan," batin Samuel sambil mengepalkan tangannya.
Beberapa menit kemudian, Samuel dan Azka memilih untuk pergi ke kantor saja, pastinya sudah memastikan bahwa Rey benar-benar pergi dari rumah nya.
Azka yang kebingungan dengan kejadian tadi pun mulai buka suara, sambil mengemudi mobil.
"Tuan muda, maaf jika aku lancang,tapi mengapa tuan muda sangat membenci nona muda? Bukan kah dia perempuan yang cantik dan baik?" ucap Azka sambil sesekali menoleh ke arah Samuel yang terlihat gusar.
"Jika kau mendengar kan apa yang aku ucapkan tadi, kau pasti tau mengapa aku membenci dia," ucap Samuel.
Setelah mendengar jawaban Samuel, Azka pun tak kuasa lagi angkat bicara, dia lebih memilih diam karena tidak ingin hal lain terjadi dia pun menyimpan kembali rasa penasaran nya.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di kantor, Samuel berjalan keluar dari mobil dan kemudian masuk ke dalam kantor dengan wajah datar, galak dan dingin seperti es.
Baru saja masuk kantor dia sudah di hampiri oleh seorang karyawan yang wajahnya terlihat sangat tegang.
"Tuan muda, maaf tunggu sebentar," ucap karyawan tersebut menghentikan langkah Samuel.
"Ada apa?" tanya Samuel dingin.
"Anu, itu di dalam ruangan anda, ada boss Robi,dia sudah menunggu anda sedari tadi," jelas karyawan nya Samuel.
"Papa ku? Apa yang dia katakan?" tanya Samuel mulai berdebar mendengar nama Robi di sebut oleh karyawan nya barusan.
"Tidak ada tuan, dia datang, menanyakan tuan muda dan masuk ke dalam ruang anda,"
Samuel yang mendengar itu tampa basa-basi lagi berlalu pergi dengan cepat menuju ruang kerja nya. Tidak butuh waktu lama,dia pun akhirnya tiba di ruangan tersebut,benar saja di dalam ruangan itu ada sang papa yang sedang duduk sambil memeriksa beberapa dokumen perusahaan yang sedang di kerjakan oleh Samuel.
"Pa, apa yang papa lakukan disini?" Tanya Samuel terlihat sedikit takut menghadapi sang papa, mengambil nafas saja rasanya cukup berat bagi Samuel yang saat ini berhadapan dengan papa nya yang jauh lebih galak itu.
Papa Robi melepaskan map ada di tangan nya, melihat ke arah Samuel dengan tatapan dingin nya.
"Mengapa aku tidak boleh mengunjungi mu? Ada hal yang ingin aku bicarakan, duduk lah,"
Ya sepertinya papa Robi ini adalah duplikat nya Samuel atau sebaliknya Samuel lah yang duplikat nya papa Robi kedua orang itu terlihat sangat mirip dan serupa, benar jika buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
Samuel pun duduk di berhadapan dengan sang papa, meskipun sedikit gelisah dia tetap memasang wajah santainya.
Kalau Samuel tidak takut dengan siapa pun termasuk mama nya, namun beda ketika dengan sang papa dia terlihat bungkam, entah itu karena sang papa adalah cerminan dari dirinya atau karena sangat menghormati papa nya.
"Sebelum nya kau tau kan bahwa Morgan sekarang sudah memiliki seorang anak?" tanya papa Robi dengan mata menatap lekat Samuel.
"Ya," Samuelmenjawab nya dengan sesingkat mungkin karena dia sejujurnya tidak mempedulikan hal itu.
"Jadi kau tau kan selanjutnya posisi mu bagaimana?"
"Posisi ku akan baik-baik saja,"
"Haha, kau ini keras kepala masih sama seperti dulu, jangan terlalu egois, buat dia melahirkan satu anak saja untuk mu jika kau mau posisi mu akan tetap baik-baik saja, karena ini sudah janji papa,papa tidak bisa membantu mu jika kau tidak melakukan apa yang papa perintah kan,"
Ya, semuanya jelas tau apa yang di ucapkan papa Robi barusan, ini adalah tentang harta warisan yang akan jatuh lebih banyak kepada anak yang sudah memberikan nya seorang cucu, ini adalah sebuah peraturan dalam keluarga yang tidak bisa di ganggu gugat.
"Aku tidak akan memiliki anak dari wanita itu,dia bukan wanita yang aku cintai," Ucap Samuel menatap papa nya dengan tatapan kesal setelah mengatakan demikian.
"Aku tidak peduli kau mencintai nya atau tidak, yang jelas hanya kau lah yang bisa menyelamatkan diri mu sendiri, apa kau mau perusahaan besar yang sudah aku berikan ini jatuh ke tangan Morgan? Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan mama ku nanti?" ucap sang papa lagi.
Papa Robi terlihat berusaha untuk membuat Samuel tidak menyerah dan terus berusaha agar apa yang seharusnya menjadi milik nya tetap menjadi milik nya, karena papa Robi tidak bisa mengubah peraturan atau perjanjian yang sudah di buat sendiri oleh dirinya.
"Kalau begitu, aku lebih baik punya anak dari wanita lain saja," jelas Samuel
Papa Robi terdiam, dia berfikir sebegitu bencinya kah Samuel kepada Naya sampai-sampai tidak mau menyentuh Naya dan memilih anak dari perempuan lain, hak ini tidak mungkin bisa di benarkan oleh nya karena itu akan merusak citra kelaurga mereka.
"Aku tidak setuju, aku tidak mau ada anak haram dalam kelaurga ini, apa kau tidak melihat apa yang aku lakukan kepada mama nya Morgan?"
Papa Robi tentu tidak mau apa yang sudah menimpa nya di masa lalu menimpa Samuel juga, dia benar-benar menyayangi putra pertama nya itu.
"Morgan juga anak haram pa," ucap Samuel sambil tersenyum miring.
"Karena itu jangan lakukan apa yang sudah aku lakukan, itu adalah kesalahan besar, suatu saat kau akan mengerti apa yang sudah aku katakan hari ini kepada mu, oh iya malam ini ada acara pemberian nama untuk keponakan mu, datang lah bersama Naya," ucap papa Robi berdiri dari duduknya sambil merapikan pakaian.
"Aku tidak mau datang," jawab Samuel.
"Aku tunggu,"
Seolah tidak mempedulikan keputusan Samuel,sang papa pun kemudian berjalan keluar dari ruangan itu dan pergi tampa berpamitan.
"Arghhhhh! Sialan!" Amuk Samuel sambil melemparkan barang-barang yang ada di sekitar nya.
Sudah sedari tadi dirinya menahan rasa kesal ini, dan akhirnya bisa melampiaskan setelah kepergian sang papa.
"Jika Aurel ada di sini, memiliki sepuluh anak pun aku tidak masalah! Tapi mengapa harus perempuan bodoh itu? Aku sangat membencinya!" lagi-lagi Samuel mengamuk melampiaskan segala amarah nya kepada seluruh barang yang ada di dalam ruangan kerja nya tersebut.
Semuanya tidak mudah bagi Samuel, karena dia masih sangat membenci Naya, mana mungkin dia bisa menyentuh Naya yang selama ini hanya dia jadikan pembantu di rumah nya.
Bersambung ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,