Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.
Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.
Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.
Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.
Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.
Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:
Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.
Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Kota yang Runtuh
BOOOm
Getaran dari runtuhnya Formasi Pelindung Kota Qinghe mengguncang seluruh kota.
Langit dipenuhi pecahan cahaya.
Potongan formasi yang hancur berubah menjadi hujan cahaya sebelum menghilang tertiup angin.
Sesaat kemudian...
Tembok utara ambruk.
Batu-batu sebesar kereta berjatuhan ke tanah.
Debu membumbung tinggi.
Raungan ribuan Binatang Iblis langsung menggema.
Mereka menerjang melalui celah tembok yang runtuh seperti banjir hitam.
"Masuk! Semua Binatang Iblis telah masuk!"
"Tidakkk!!! Kita semua akan mati!! "
Seekor Serigala Taring Besi Tingkat 2 melompat melewati reruntuhan.
Di belakangnya menyusul puluhan Serigala Taring Besi lainnya.
Beruang Kulit Baja menghantam rumah-rumah di dekat tembok hingga hancur berkeping-keping.
Jeritan penduduk memenuhi udara.
"Jangan berhenti!"
Feng Zhen mengangkat pedangnya.
"Tian Yu! Buka jalan!"
"Ya!"
Feng Tian Yu langsung melesat ke depan.
Pedangnya menebas seekor Serigala Taring Besi.
Sret!
Kepala binatang itu terbang.
Tanpa berhenti, ia memutar tubuh.
Tebasan kedua membelah seekor serigala lain yang menerjang dari samping.
"Yun He!"
"Aku siap!"
Feng Yun He mengeluarkan empat bendera formasi dari cincin penyimpanannya.
Tangannya bergerak cepat.
Keempat bendera menancap di empat sudut jalan.
"Formasi Penghalang!"
Cahaya kuning menyala.
Sebuah dinding cahaya muncul menutup gang sempit di belakang mereka.
Beberapa detik kemudian...
BOOM!
Lima Serigala Taring Besi menghantam formasi itu bersamaan.
Formasi berguncang hebat.
Retakan mulai muncul.
Yun He menggertakkan gigi.
"Aku hanya bisa menahan mereka sebentar!"
"Itu sudah cukup!"ucap Feng Zhen membawa anggota keluarga terus bergerak.
Bai Hu menggenggam tangan Feng Ling Yue erat-erat.
Suara tangisan memenuhi jalan.
Penduduk berlari ke segala arah.
Ada yang kehilangan anak.
Ada yang mencari orang tua.
Ada pula yang hanya membawa pakaian di badan.
Seekor Elang Angin Tingkat 1 menukik dari langit.
Targetnya, Seorang anak laki-laki yang terpisah dari ibunya.
"Tolong!"
Anak itu menangis histeris.
Elang itu sudah membuka cakarnya
"Tidak!" Feng Ling Yue langsung berlari , ia melompat dan Pedangnya berkelebat.
Sraaak!
Sayap kanan Elang Angin putus.
Binatang itu jatuh berguling di atas jalan.
Sebelum sempat bangkit...
Ling Yue menusukkan pedangnya ke lehernya.
Darah menyembur.
Elang itu mati seketika.
Ibu Anak itu segera datang memeluknya erat.
"Nona.. terima kasih..."
Ling Yue hanya mengangguk.
"Ayo pergi!"
Ia kembali berlari mengejar keluarganya.
Di sisi lain kota...
Luo Zhentian saat ini berusaha Memberi waktu kepada seluruh penduduk kota dengan menghadang Binatang Iblis Raksasa itu,, ia memuntahkan darah setelah hanya bertukar satu serangan , Pertarungannya melawan Binatang Iblis raksasa itu hanya berlangsung satu benturan.
Satu benturan itu...
Sudah membuat lengan kanannya mati rasa.
Binatang Iblis raksasa itu bahkan belum menggunakan teknik apa pun.
Ia hanya mengayunkan cakarnya.
Luo Zhentian menarik napas panjang.
"Kekuatan seperti ini bahkan mustahil dimiliki Binatang Iblis Tingkat Lima biasa."
Feng Jianhong mendarat di sampingnya.
Jubahnya robek.
Darah mengalir dari pelipisnya.
"Kita harus mengulur waktu selama mungkin."
"Berapapun harganya."
Luo Zhentian mengangguk.
"Selama penduduk berhasil keluar itu akan sepadan,"
Kedua kultivator Inti Emas itu saling berpandangan.
Tidak ada lagi kata-kata.
Mereka melesat bersamaan.
Pedang mereka menebas ke arah Binatang Iblis raksasa.
Langit kembali dipenuhi ledakan Qi.
Sementara itu...
Rombongan Keluarga Feng akhirnya mendekati jalan menuju Gerbang Selatan.
Namun...
Tiba-tiba...
ROOOAAARRR!!
Raungan keras menggema dari sisi kanan jalan.
Sebuah rumah dua lantai hancur diterjang tubuh raksasa.
Debu beterbangan.
Dari balik reruntuhan...
Seekor Beruang Kulit Baja Tingkat 3 keluar sambil menggeram.
Darah manusia masih menetes dari mulutnya.
Di belakangnya...
Lebih dari dua puluh Serigala Taring Besi Tingkat 2 mulai mengepung jalan.
Feng Tian Yu langsung berdiri di depan.
Pedangnya terangkat.
"Kita buka jalan!"
Yun He menggenggam empat bendera formasi terakhirnya.
Ling Yue menarik Bai Hu ke belakang.
"Bai Hu."
"Ya?" Bai Hu menoleh,
"Apa pun yang terjadi jangan lepaskan tangan Kakak."
Bai Hu mengangguk kuat.
"Aku tidak akan melepaskannya."
Ling Yue tersenyum.
"Bagus."
Namun tatapannya perlahan berubah serius.
Ia tahu pertempuran ini akan menjadi yang paling berat sejak perang dimulai.
Beruang Kulit Baja Tingkat 3 berdiri di tengah jalan.
Tubuhnya hampir memenuhi seluruh ruas jalan.
Kedua matanya memancarkan cahaya merah.
Di belakangnya, lebih dari dua puluh Serigala Taring Besi Tingkat 2 mulai menyebar, menutup seluruh jalan menuju Gerbang Selatan.
Suasana langsung membeku.
Feng Zhen menarik Bai Hu ke belakang.
"Bai Hu, tetap di belakang kakakmu."
"Baik, Ayah." jawab Bai Hu
Feng Tian Yu melangkah maju.
Pedangnya perlahan terangkat.
Tatapannya tidak pernah lepas dari Beruang Kulit Baja.
"Tidak ada jalan lain,, kita harus melawannya."
Yun He mengangguk.
"Kalau memutar jalan, kita akan bertemu kawanan lain."
Feng Jianhong belum datang.
Luo Zhentian masih bertarung di gerbang utara.
Saat ini...
Mereka hanya memiliki diri mereka sendiri.
Beruang Kulit Baja menggeram pelan.
menghantam tanah dengan kedua kaki depannya.
BOOOOM!!
Batu-batu jalan terangkat ke udara.
Puluhan Serigala Taring Besi langsung menerjang.
"Serang!"
Feng Tian Yu menjadi orang pertama yang bergerak.
Tubuhnya melesat seperti anak panah.
Pedangnya berkelebat.
Sret!
Seekor Serigala Taring Besi terbelah menjadi dua.
Ia tidak berhenti.
Tebasan kedua langsung memutus kepala serigala lain.
Darah membasahi jalan.
Namun empat serigala lain langsung mengepungnya.
Di sisi kiri.
Feng Ling Yue menghunus pedangnya.
Seekor Serigala Taring Besi melompat ke arahnya.
Ia memiringkan tubuh.
Taring binatang itu hanya menyentuh ujung bajunya.
Pedangnya langsung menusuk dari bawah.
Crak!
Bilah pedang menembus rahang serigala hingga ke otaknya.
Binatang itu roboh.
Namun dua ekor lainnya sudah datang.
Ling Yue memutar pedangnya.
Percikan Qi memenuhi udara.
Seekor serigala mundur dengan luka panjang di dada.
Serigala kedua berhasil mendekat.
Sret!
Cakarnya menggores lengan kiri Ling Yue.
Darah langsung mengalir.
"Kakak!"
Bai Hu berteriak.
Ling Yue tersenyum.
"Hanya luka kecil."
Ia kembali menyerang.
Sementara itu...
Yun He menancapkan enam bendera formasi.
"Bangkit!"
Cahaya kuning menyebar membentuk dinding tipis.
Serigala yang mencoba menerobos langsung terpental.
Namun...
Beruang Kulit Baja Tingkat 3 melangkah maju.
Ia mengangkat lengannya.
Kemudian memukul formasi itu.
BOOOOOM!!
Seluruh dinding cahaya berguncang hebat.
Yun He langsung memuntahkan darah.
"Terlalu kuat..."
Retakan memenuhi seluruh permukaan formasi.
Pukulan kedua datang.
PRANG!!
Formasi pecah.
Enam bendera formasi hancur menjadi serpihan Debu.
Yun He jatuh berlutut.
Wajahnya pucat.
"Yun He!"
Feng Zhen melompat.
Pedangnya menebas lengan Beruang Kulit Baja.
Craang!
Bilah pedang hanya meninggalkan bekas tipis.
Beruang itu membalas dengan satu ayunan.
Feng Zhen mengangkat pedangnya untuk menangkis.
BOOOOM!!
Tubuhnya terpental menghantam dinding rumah hingga ambruk.
"Tidak!!! Suamiku!"
Mei Lin menjerit.
Feng Zhen batuk keras.
Darah mengalir dari sudut bibirnya.
Namun ia memaksa berdiri kembali.
"Aku tidak apa-apa!"
Meski berkata demikian...
Kedua tangannya terus gemetar.
Benturan tadi hampir mematahkan tulang lengannya.
Bai Hu berdiri mematung.
Ia melihat ayahnya terdesak.
Ayah yang selama ini terlihat begitu kuat...
Kini bahkan kesulitan berdiri.
Tangannya perlahan mengepal.
"Kenapa..."
Ia menggigit bibirnya.
"Kenapa aku begitu lemah..."
Ia hanya bisa melihat.
Tidak mampu membantu siapa pun.
Di tengah kekacauan.
Beruang Kulit Baja kembali mengaum.
Ia mengangkat kedua kaki depannya.
Lalu menghantam tanah sekuat tenaga.
BOOOOOOM!!
Jalan batu retak.
Gelombang kejut menyapu segala arah.
Puluhan penduduk yang sedang mengungsi langsung terlempar.
Jeritan kembali memenuhi udara.
Bahkan Bai Hu ikut terpental beberapa meter.
"Kakak!"
Ia kehilangan keseimbangan.
Tubuh kecilnya berguling di atas jalan.
Debu menutupi pandangannya.
Saat ia kembali membuka mata...
Tangannya sudah tidak lagi menggenggam tangan Feng Ling Yue.
"Kakak?"
Bai Hu buru-buru bangkit.
Ia melihat ke kanan kiri.
Orang-orang berlarian.
Binatang Iblis mengamuk.
Namun...
Ling Yue sudah tidak berada di sampingnya.
Jantung Bai Hu berdetak semakin cepat.
"Kakak!"
Ia berteriak sekuat tenaga.
Tidak ada jawaban.
Di kejauhan...
Feng Ling Yue baru saja bangkit dari balik reruntuhan rumah.
Luka di lengannya semakin parah.
Namun begitu melihat Bai Hu berdiri sendirian di tengah jalan...
Wajahnya langsung berubah.
Karena dari belakang Bai Hu...
Seekor Serigala Taring Besi Tingkat 2 sedang melompat.
Taringnya sudah terbuka.
Jarak mereka kurang dari tiga langkah.
Seekor Serigala Taring Besi Tingkat 2 melompat ke arah Bai Hu.
Taringnya terbuka lebar.
Cakarnya mengarah lurus ke leher bocah itu.
Bai Hu menyadari dan langsung membeku.
Jarak mereka terlalu dekat.
Ia bahkan tidak sempat menghunus belati kecil di pinggangnya.
Saat itu Feng Ling Yue tidak menghiraukan lukanya ,, Ia melesat sekuat tenaga.
Yang ada di matanya hanya Bai Hu.
Dalam satu tarikan napas, ia berhasil mencapai Bai Hu.
"Lari! Ucap Ling Yue mendorong Bai Hu ke samping.
Sraaak!
Cakar Serigala Taring Besi menggores punggungnya.
Pakaian di punggung Ling Yue robek.
Darah menyembur membasahi jalan.
"Kakak!"
Bai Hu menjerit.
Ling Yue terjatuh beberapa langkah, tetapi masih menggenggam pedangnya.
Serigala itu kembali menerjang.
Ling Yue mengangkat pedangnya.
Trang!
Taring dan pedang bertabrakan.
Tubuh Ling Yue terdorong mundur.
Kedua kakinya meninggalkan bekas panjang di atas jalan.
"Kakak!"
Bai Hu hendak berlari.
Namun sebuah tangan menarik bahunya.
Itu Feng Zhen.
"Jangan mendekat!"
"Ayah! Kakak terluka!"
"Ayah tahu!"
Feng Zhen menggertakkan gigi.
Ia ingin menolong putrinya.
Tetapi saat itu juga Beruang Kulit Baja Tingkat 3 kembali mengamuk.
Raungannya mengguncang jalan.
Ia menghantam sebuah rumah hingga runtuh.
Puluhan batu beterbangan ke segala arah.
Penduduk yang sedang mengungsi kembali menjerit.
Feng Tian Yu berhasil membunuh dua Serigala Taring Besi.
Begitu melihat Ling Yue terluka, wajahnya langsung berubah.
"Ling Yue!"
Ia menerobos kepungan serigala.
Pedangnya bergerak semakin cepat.
Satu...
Dua...
Tiga...
Tiga Serigala Taring Besi tumbang dalam beberapa tarikan napas.
Namun jumlah musuh tidak berkurang.
Mereka terus berdatangan dari arah utara.
Ling Yue menggenggam pedangnya dengan kedua tangan.
Darah terus mengalir dari punggungnya.
Napasnya mulai berat.
Ia tersenyum kecil.
"Masih ingat apa yang Kakak bilang?"
Bai Hu mengangguk dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau ada bahaya..."
"tetap di belakang Kakak."
Ling Yue mengangguk pelan.
"Itu anak baik."
Seekor Serigala Taring Besi kembali menerjang.
Ling Yue memutar tubuh.
Pedangnya menusuk lurus ke tenggorokan binatang itu.
Crak!
Serigala tersebut roboh.
Namun pada saat yang sama...
Serigala lain menggigit betisnya.
Ling Yue mengerang.
Pedangnya hampir terlepas.
"Arrrrrrgghhhhh!"Feng Tian Yu Melesat cepat dengan napas memburu.
Pedangnya menebas kepala serigala itu hingga putus.
Ia segera menopang adiknya.
"Kau terluka parah."
Ling Yue menggeleng.
"Belum separah itu."
"Kau masih sempat bercanda?"
"Aku tidak bercanda."
Meski bibirnya tersenyum...
Wajahnya mulai pucat.
Yun He yang sejak tadi melindungi rombongan keluarga tiba-tiba berteriak.
"Kakak!"
Semua menoleh.
Dari ujung jalan...
Puluhan Serigala Taring Besi kembali bermunculan.
Di belakang mereka...
Tiga Beruang Kulit Baja Tingkat 2 berjalan berdampingan.
Tanah kembali bergetar.
Feng Zhen menarik napas panjang.
"Kalau terus di sini kita semua mati."
Ia menoleh kepada Feng Tian Yu.
"Bawa ibu dan Bai Hu ke Gerbang Selatan."
"Tapi Ayah..." ucap Tian Yu keberatan
"Aku, Yun He, dan Ling Yue akan menahan mereka."
"Tidak!"
Bai Hu langsung menggeleng.
"Aku tidak mau pergi!"
"Ayah Dan kakak harus ikut! "
Feng Zhen berlutut di depan Bai Hu.
Ia memegang kedua bahu putranya.
Tatapannya sangat tenang.
"Bai Hu ,Seorang laki-laki harus bertarung dan melindungi keluarganya."
Bai Hu menggigit bibir.
Air matanya mulai jatuh.
"Aku akan bertarung..."
"Tapi kau belum cukup kuat." ucap Feng Zhen
Kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk dada Bai Hu.
Ia ingin membantah.
Namun Ia tahu ayahnya benar.
Saat ini Ia bahkan tidak mampu melindungi dirinya sendiri.
Di kejauhan...
Raungan yang jauh lebih berat kembali menggema.
Seluruh Binatang Iblis tiba-tiba berhenti menyerang.
Mereka kembali menundukkan kepala.
Beruang Kulit Baja Tingkat 3 yang berada di tengah jalan bahkan mundur beberapa langkah.
Feng Zhen perlahan mengangkat kepala.
Wajahnya berubah pucat.
"Itu..."
Feng Tian Yu ikut menoleh.
Di balik kepulan debu...
Muncul bayangan raksasa yang telah mencapai tembok Kota Qinghe.
Setiap langkahnya membuat bangunan di sekitarnya runtuh.
Belum ada yang bisa melihat wujudnya dengan jelas karna debu yang begitu tebal.
Namun tekanan yang dipancarkannya...
Jauh melampaui semua Binatang Iblis yang telah mereka hadapi.
Feng Jianhong yang masih bertarung di kejauhan menoleh ke arah bayangan itu.
Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai...
Wajah Tetua Agung Keluarga Feng dipenuhi keputusasaan.
Ia menggenggam pedangnya erat.
Lalu berteriak sekuat tenaga hingga suaranya menggema di seluruh kota.
"SEMUA ORANG TINGGALKAN KOTA! JANGAN MENENGOK KE BELAKANG!"
Suara itu membuat seluruh anggota Keluarga Feng membeku.
Kalau Tetua Agung sampai mengeluarkan perintah seperti itu...
Berarti Kota Qinghe benar-benar sudah tidak dapat diselamatkan
Raungan Feng Jianhong menggema ke seluruh penjuru kota.
"SEMUA ORANG TINGGALKAN KOTA! JANGAN MENENGOK KE BELAKANG!"
Tidak ada lagi yang meragukan keadaan.
Kota Qinghe...
Benar-benar telah kalah.
Jeritan penduduk memenuhi jalan.
Ribuan orang berlari menuju Gerbang Selatan.
Gerobak terbalik.
Kuda-kuda mengamuk.
Anak-anak menangis sambil mencari orang tua mereka.
Di belakang mereka...
Raungan Binatang Iblis semakin dekat.
"Pergi!"
Feng Zhen berteriak.
"Tian Yu! Bawa mereka keluar!"
Feng Tian Yu menggertakkan giginya.
"Ayah!"
"Itu perintah!! Tidak ada waktu untuk berdebat"
Feng Tian Yu menarik Bai Hu.
"Ayo!"
Bai Hu menepis tangan kakaknya.
"Aku tidak mau!! Aku mau bersama Ayah!"
Feng Zhen menatap putra bungsunya.
Di tengah kekacauan itu...
Ia justru tersenyum.
Ia mengusap kepala Bai Hu seperti saat Bai Hu masih kecil.
"Dengarkan Ayah ,, Kau laki-laki Keluarga Feng."
"Mulai hari ini,kau harus belajar melindungi keluargamu."
Bai Hu menggigit bibir.
Air mata mulai memenuhi matanya.
"Ayah ikut..."
"Ayah akan menyusul."
Kalimat itu sederhana.
Namun Feng Tian Yu dan Ling Yue sama-sama tahu...
Belum tentu itu akan terjadi.
BOOOOOOM!!
Ledakan dahsyat kembali mengguncang kota.
Semua orang spontan menoleh.
Tembok utara...
Hancur.
Bukan hanya retak.
Seluruh bagian tembok sepanjang ratusan meter runtuh sekaligus.
Debu membumbung tinggi.
Puluhan penjaga ikut tertimbun reruntuhan.
Raungan ribuan Binatang Iblis langsung memenuhi celah yang terbuka.
Gelombang hitam mulai mengalir memasuki kota.
Han Yue menebas tiga Serigala Taring Besi sekaligus.
Darah membasahi tubuhnya.
Namun wajahnya dipenuhi keputusasaan.
"Terlalu banyak! Kita tidak bisa menahan mereka!"
Di sisi lain...
Luo Zhentian kembali terpental.
Tubuhnya menghantam menara pengawas hingga bangunan itu roboh.
Ia bangkit dengan susah payah.
Pedangnya retak.
Lengan kirinya terkulai.
Di depan dirinya Binatang Iblis Raksasa hanya menatap dingin.
Seolah memandang sekumpulan semut.
Luo Zhentian mengusap darah di sudut bibirnya.
"Jadi ,inilah kekuatan Binatang Iblis tingkat tinggi."
Di jalan utama.
Feng Zhen memandang langit.
Wajahnya berubah.
"Tidak..."
Ia langsung berteriak.
"SEMUA MENUNDUK!"
Semua anggota keluarga spontan merunduk.
Sesaat kemudian...
Bayangan hitam melintas di atas kepala mereka.
WUUUSSSHH!!
Angin kencang menyapu jalan.
Puluhan genteng rumah beterbangan.
Beberapa pohon tumbang.
Bai Hu mendongak.
Seekor burung raksasa sedang terbang rendah di atas kota.
Bentangan sayapnya menutupi sinar matahari.
Tubuhnya diselimuti bulu hitam.
Paruhnya berwarna emas.
Sepasang matanya tajam seperti pedang.
Di setiap kepakan sayap...
Puluhan bilah angin menghantam bangunan.
Rumah-rumah langsung runtuh.
Han Yue yang melihat dari kejauhan langsung membelalak.
"Itu...Rajawali Langit Hitam Tingkat Lima!"
Burung raksasa itu sama sekali tidak menyerang manusia.
Ia hanya terbang melintasi kota.
Namun...
Hembusan angin dari kepakan sayapnya saja...
Sudah cukup menghancurkan puluhan rumah.
Bai Hu memandang kota yang selama ini menjadi rumahnya.
Pasar tempat ia mencari keuntungan.
Jalan yang biasa ia lewati menuju Aula Alkimia.
Warung tempat ia membeli makanan.
Semuanya...
Hancur.
Tidak tersisa.
Ia merasa batu roh yang selama ini sangat berharga...
Tidak mampu membeli kembali semua itu.
Tangannya mengepal.
Sangat erat.
Sampai kukunya melukai telapak tangannya sendiri.
Tiba-tiba...
Yun He berteriak.
"Kakak!"
Seekor Beruang Kulit Baja Tingkat 3 menerjang dari samping.
Jaraknya terlalu dekat.
Feng Zhen langsung melompat menghadang.
"Pergi!"
Pedangnya bertemu cakar beruang.
BOOOOOOM!!
Gelombang kejut menghancurkan jalan batu.
Feng Zhen berhasil menahan serangan itu.
Namun tubuhnya terdorong puluhan langkah.
Darah mengalir dari kedua lengannya.
Beruang itu mengaum.
Kemudian kembali mengangkat cakarnya.
Tatapan Feng Zhen berubah tajam.
Ia tahu...
Kalau serangan berikutnya mengenai keluarganya...
Tidak akan ada yang selamat.
Ia menarik napas panjang.
Lalu berkata tanpa menoleh.
"Tian Yu Bawa ibu, Bai Hu, Yun He, dan Ling Yue keluar dari kota, jangan kembal"
Feng Tian Yu membeku.
"Ayah..."
"Ini perintah!!"
Suara Feng Zhen sangat tenang.
Semua orang memahami.
Feng Zhen telah mengambil keputusan.
Ling Yue menggigit bibir hingga berdarah.
Mei Lin menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Bai Hu memandang punggung ayahnya.
Punggung yang sejak kecil selalu membuatnya merasa aman.
Kini...
Punggung itu berdiri sendirian di depan Beruang Kulit Baja Tingkat 3.
Dan di belakang beruang itu...
Puluhan Binatang Iblis lainnya mulai berdatangan.
Bersambung
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut