NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TANGAN KANAN LUCIAN

Suasana pasar kembali riuh, kali ini dipenuhi oleh sorak-sorai dan tepuk tangan dari para pedagang yang selama ini selalu ditindas oleh ketiga preman tersebut.

"Nona Anda sangat pemberani!" sorak salah satu pria tua.

"Benar, Nona muda itu benar-benar luar biasa, aku ingin mengenal kan nya pada putra ku, siapa tahu mereka cocok dan berjodoh," ucap salah satu pedagang manisan, dengan mata berbinar.

"Sudah cantik, pintar beladiri pula, bener-bener mantu idaman," ucap yang lain nya.

Ara hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum kecil, mendengar orang-orang di pasar itu, dia merapikan kembali tatanan sayurnya di gerobak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Nah, mari kita lanjutkan jualannya. Tadi sampai di mana, Nyonya?" ucap Ara, kembali dengan wajah lugu nya.

Para warga pasar yang kagum berebut membeli kubis dan wortelnya hingga gerobak kosong.

Ara mengantongi koin-koin perak hasil jualannya dengan senyum puas, lalu segera mendorong gerobaknya pulang ke desa sebelum matahari semakin terik.

Sementara itu, di halaman belakang rumah Ara, Lucian baru saja menyelesaikan baris cangkulan terakhirnya.

Keringat bercucuran melewati otot-otot dada bidang nya, pria itu menyeka dahinya dengan punggung tangan, lalu menancapkan cangkul besi itu ke tanah dengan napas sedikit memburu.

"Sial, fisik serigalaku benar-benar belum pulih total," gumam Lucian, memegangi dadanya yang sempat berdenyut nyeri akibat sisa racun kemarin.

Tepat saat itu, langkah kaki cepat terdengar mendekat dari arah samping rumah.

Lucian langsung menoleh dengan tatapan waspada, tangan kanannya langsung bersiap mencabut cangkul untuk dijadikan senjata.

Patrik muncul dari balik semak-semak dengan wajah syok dan napas terengah-engah.

"Tuan Muda!" seru Patrik setengah berbisik, langsung berlari mendekat dan berlutut hormat di depan Lucian.

"Akhirnya saya menemukan Anda! Demi Dewa, Anda terluka parah, Tuan?" ucap Patrick, lega dan juga khawatir.

"Berdirilah, Patrik, jangan membuat keributan di sini," perintah Lucian dengan suara berat yang tertahan, matanya melirik ke arah rumah, memastikan tidak ada orang lain yang melihat.

Patrik segera bangkit, namun matanya melotot sempurna saat memperhatikan penampilan Tuan muda nya.

Seorang Duke Muda Alistair, panglima tertinggi militer yang ditakuti di ibu kota, kini berdiri bertelanjang dada di sebuah kebun sayur, memegang cangkul karatan, dan tubuhnya dipenuhi tanah.

"Tuan Muda, apa yang sedang Anda lakukan dengan alat tani itu? Dan tempat apa ini?" tanya Patrik benar-benar syok berat sampai mengucek matanya berkali-kali.

"Aku sedang menyamar, dan ini rumah penyelamatku," jawab Lucian datar, melepaskan pegangannya dari gagang cangkul.

"Penyelamat? Jadi orang desa di sini yang mengobati racun mematikan itu? Bagaimana bisa?" tanya Patrik, melotot kan matanya tidak percaya.

"Gadis yang tinggal di sini bukan gadis desa biasa. Aromanya... ah, lupakan, yang jelas lukaku sudah membaik," ucap Lucian, memotong kalimatnya sendiri saat teringat wangi tubuh Ara yang menenangkan.

"Lalu, bagaimana situasi di luar?" tanya Lucian, dingin.

"Pasukan bayaran yang menyergap Anda sudah kami bersihkan tanpa sisa, Tuan. Tapi masalahnya, kabar hilangnya Anda sudah bocor ke ibu kota. Tuan Besar Lucas sangat murka dan bersiap turun ke perbatasan jika Anda tidak kembali malam ini," lapor Patrik dengan wajah serius.

"Aku tidak bisa kembali begitu saja sebelum aku tahu siapa pengkhianat di dalam militer yang membocorkan rute perjalananku," ucap Lucian dengan, rahang mengeras.

"Lalu apa rencana Anda, Tuan Muda? Anda harus segera pergi dari tempat kumuh ini sebelum mata-mata musuh mengendus keberadaan Anda," usul Patrik, bersiap memanggil pasukan tim dua yang berjaga di pinggir hutan.

"Tidak. Aku akan tetap di sini untuk beberapa hari ke depan sampai kondisiku pulih seratus persen," jawab Lucian, menolak dengan tegas.

"Tapi Tuan Muda-"

"Tidak ada bantahan, Patrik! Dan ada satu hal lagi yang harus kamu ketahui," potong Lucian, menatap asisten kepercayaannya itu dengan kilatan mata emasnya yang misterius.

"Apa itu, Tuan?" tanya Patrik, memasang telinga baik-baik.

"Aku sudah menikah semalam," ucap Lucian santai.

"APA!? MENIKAH!?"

Patrik spontan berteriak kencang hingga suaranya melengking, membuat beberapa burung di pohon beterbangan karena terkejut.

Pria berambut cokelat itu langsung membekap mulutnya sendiri dengan mata yang hampir melompat keluar.

"Tu-Tuan Muda... Anda bercanda, kan? Menikah? Dengan siapa?" tanya Patrik bertubi-tubi dengan suara gemetar, merasa dunianya baru saja runtuh.

Bagaimana mungkin seorang penerus Duke Alistair menikah di tempat terpencil tanpa izin dari kediaman utama?

"Iya, gadis kebun yang galak. Namanya Ara," jawab Lucian, memalingkan wajahnya sambil mendengus pelan saat membayangkan wajah ketus istri dadakannya itu.

"Tutup mulutmu dan jangan sampai ayah atau ibuku tahu tentang hal ini, nanti aku sendiri yang akan memberi tahu mereka, di saat situasi di luar sana sudah aman," lanjut Lucian, dingin.

Patrik masih mematung, otaknya mendadak nge-blank memikirkan bagaimana reaksi Nyonya besar nya jika tahu anak sulungnya ini tiba-tiba pulang membawa menantu dari kebun kubis.

"Ba-baik, Tuan Muda, saya mengerti, saya akan menjaga rahasia ini dan tetap mengawasi area luar desa bersama pasukan," ucap Patrik akhirnya, membungkuk pasrah meski jiwanya masih terguncang.

"Bagus! Sekarang pergilah sebelum istri ku kembali, dan curiga," perintah Lucian sambil mengibaskan tangannya, mengusir Patrik.

Patrik mengangguk cepat, lalu bergerak mundur, berjalan pergi dari sana.

Tidak lama setelah Patrik pergi, terdengar suara gerobak kayu yang didorong memasuki halaman rumah.

Lucian segera merapikan posisinya, berdiri di dekat sumur seolah-olah dia telah bekerja keras seharian penuh.

Ceklekk

Pintu pagar bambu terbuka, dan Ara muncul sambil mendorong gerobaknya dengan wajah yang terlihat sangat segar, bahkan ada binar kepuasan di mata bulatnya.

"Oh, kamu sudah selesai mencangkul, Ian?" tanya Ara, menghentikan gerobaknya di bawah pohon.

"Wah, tidak disangka, hasil kerjamu rapi juga," ucap Ara, melirik ke arah tanah yang sudah gembur rapi.

"Sudah kubilang, aku ini cepat belajar, Nona kubis," jawab Lucian, berjalan mendekat sambil menerima ember kosong yang dibawa Ara.

"Bagaimana jualanmu di pasar? Kenapa cepat sekali pulang?" tanya Lucian, menatap wajah istri nya.

Ara tertawa kecil, sebuah tawa riang yang penuh kemenangan, menepuk kantong kain di pinggangnya yang bergemerincing penuh koin perak.

"Sangat lancar! Semua sayuranku habis tak tersisa. Malah tadi ada sedikit tontonan gratis di pasar," jawab Ara santai, berjalan menuju dapur tanpa menceritakan detail bahwa dia baru saja mematahkan hidung preman pasar.

Lucian menyipitkan matanya, indra penciumannya yang tajam mendadak menangkap aroma asing yang menempel pada baju Ara, itu bukan aroma sayur, melainkan aroma darah segar.

"Tontonan gratis apa?" tanya Lucian, mengekor di belakang Ara masuk ke dalam rumah.

"Hanya beberapa lalat pengganggu yang mencoba meminta uang keamanan, lalu mereka tidak sengaja terbentur tiang sampai pingsan," jawab Ara asal-asalan sambil menaruh kantong uangnya di atas meja dapur.

1
ryuka
araaa kanu mending jujurr 🤭🤭🤭🤭
kaylla salsabella
hayooo kok dia " nya mau di jodohkan🤣🤣
kaylla salsabella
cara nya gimana🤔🤔
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!