NovelToon NovelToon
Journey Of Love

Journey Of Love

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Basket / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: NurFitriAnisyah

Setiap kisah cinta mempunyai cerita sendiri, memiliki awal dan akhir yang berbeda, bukan? Setiap pasangan pasti ingin perjalanan cintanya berakhir bahagia,bukan? Tapi... pasti juga akan ada pasangan yang berakhir menyedihkan, iyakan?

Lalu bagaimana akhir dari perjalanan cinta Ketua Tim Basket dan Ratu Es sekolah?

ikuti kisah mereka dalam novel ku yang kedua.
'journey of love'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurFitriAnisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Melamar.

Pukul tujuh malam lewat lima belas menit keluarga Reno datang. Mereka benar-benar datang tepat waktu seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Ibu, Ayahku, dan ketiga Kakak ku menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Aku tidak ikut menyambut mereka karena Ibuku tadi menyuruhku membantu Bi Sri di dapur, membuat minuman dan mengambil sedikit makanan ringan.

Hatiku tiba-tiba saja berdesir sesaat Ibuku menyebut nama Arzil. Arzil? Mengapa Ibuku memanggil Reno dengan nama Arzil? Ya, Ibuku lebih dulu mengetahui bahwa Reno adalah Arzil dibanding aku. Ya, dia datang juga malam ini. Jantungku yang seolah tenang, kini menjadi berdebar dengan kencangnya. Kutarik napas dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan.

Dari ruang tamu, Ibuku memanggil namaku.

"Nana!!, Kesini sebentar. Temui dulu ini keluarga Bu Ayu!"

"Iya, sebentar Ma!." Sahutku sembari mengelapkan tanganku pada sebuah kain.

Aku bergegas melangkah menemui mereka diruang tamu. Sekali lagi Kutarik napas dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan.

Wajah yang pertama kali kulihat adalah wajah Bu Ayu, kemudian Paman Nero. Sambil melirik ke arah Reno yang duduk di sebelah Ayahnya. Kuraih tangan Bu Ayu lalu menyaliminya. Begitu juga pada Paman Nero dan ... Reno aku hanya tersenyum malu padanya.

Bu Ayu memuji penampilanku.

"Wah!! Malam ini Nana cantik sekali. Sudah tepat kami kesini."

Ucapan Bibi Ayu itu membuat aku ingin mencari lubang untuk bersembunyi, saking malunya.

"Ah, Bi Ayu bisa saja. Terimakasih atas pujiannya." Kataku sambil izin meminta diri. Aku ingat tadi aku sedang membantu Bi Sri dibelakang.

Mereka mengizinkan. Tiba-tiba saja mataku beradu pandang dengan Reno. Uh!! Bergetar rasanya hati ini, mengingat malam ini Reno ingin melamarku.

Di belakang, aku lanjutkan membuat minuman, dan menata kue-kue kering di atas piring yang tadi siang di buat Bi Sri dan Ibuku.

Samar-samar kudengar pembicaraan Ibu, Ayah, dan keluarga Paman Nero didepan. Biasalah, mereka mengenang masa lalu.

Sambil membawa masing-masing empat cangkir air teh hangat, Aku dan Bi Sri melangkah keruang tamu.

Bi Ayu, Paman Nero dan tanpa terkecuali Reno pun mengucapkan terimakasih padaku.

Aku memberikan senyum manisku pada Bi Ayu dan Paman Nero.

Reno? Aku malu untuk melihatnya sekarang, tapi, sebelum aku Aku kembali kebelakang aku melihat Reno dan tersenyum padanya. Reno juga membalas senyumku. Dengan perasaan yang tak menentu, yang pasti, perasaan senang itu tiba-tiba saja merasuki jiwaku.

Aku kembali kebelakang dan kuambil nampan yang berisi beberapa piring yang berisi kue-kue kering yang tadi sudah di tata oleh Bi Sri. Kusuguhkan pada mereka dan kembali kebelakang lagi.

Akhirnya Ibuku menyuruhku untuk tetap tinggal diruang tamu tapi aku menolaknya.

Kudengarkan dengan jelas perbincangan mereka dari ruang dapur. Sambil memainkan sebuah sendok.

Aku mendengar Paman Nero bersuara.

"Ya, tujuan kami datang kesini kan, selain untuk berkunjung, juga untuk membicarakan suatu hal yang sangat penting, menyangkut anak-anak kita. Walau usia mereka masih muda, tidak ada salahnya jika mereka di nikakan secara agama terlebih dahulu, dari pada menjadi zina di antara mereka, jika berpacaran."

"Saya hendak melamar putri kalian untuk anak laki-laki kami Reno. Untuk memenuhi janji yang kami buat dua tahun lalu, Bagaimana Pak, Bu?" Tanya Paman Nero mengakhiri ucapannya.

Meski aku sudah mengetahui tujuan keluarga Reno datang ke rumah malam ini, aku tetap saja terkejut dengan yang dikatakan Paman Nero. Dadaku sesak. Mulutku serasa keluh dibuatnya. Keringat dingin tiba-tiba saja membasahi sekujur tubuhku. Dengan hati yang berdebar-debar aku menantikan jawaban seperti apa yang akan Ayahku katakan padanya.

"Ya, kami sangat senang atas keinginan Bapak dan Ibu untuk menjadikan putri kami satu-satunya sebagai menantu. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bisa menjalin hubungan keluarga dengan Bapak dan Ibu. Dengan senang hati kami menerima pinangan Bapak dan ibu. Semoga ini menjadi langkah awal untuk kebaikan kita bersama."

"Aamiin!" Jawab mereka serentak.

Mendengar Ayah berkata seperti itu, dan di sambut dengan baik oleh semuanya. Membuat aku hatiku senang!! Ternyata Reno benar-benar menyukaiku. Jodoh memang benar-benar tidak bisa ditebak. Aku tidak menyangka bahwa jodohku adalah seseorang yang sebelumnya pernah hilang dalam hidupku, dan di kembalikan lagi oleh Tuhan agar menjadi pendamping hidupku.

Tapi, bagaimana dengan sifat-sifat Reno? Mesik aku sudah lama mengenalnya, tapi, apakah dia masih sama dengan dirinya dua tahun lalu?.

Ah! Setelah menikah nanti, kami akan sama-sama belajar sifat masing-masing. Oh Tuhan, senangnya hati ini. Tiba-tiba aku mendengar Ibuku memanggil namaku.

"Nana! kesini sebentar!"

Aduh!! Bagaimana ini? Aku panas dingin. Kakiku gemetar dan sulit digunakan untuk berjalan. Tapi mau tidak mau aku harus memenuhi panggilan Ibuku.

"Iya Ma, sebentar." Sahutku sambil menenangkan diri agar tidak nampak gugup dan malu. Kuberanikan diriku menatap wajah Reno, yang kini telah menjadi calon suamiku. Dia masih menunduk.

Sambil menenangkan diri aku duduk disamping Ibuku .

"Kamu sudah dengar, kan? Apa yang barusan kami bicarakan?" Tanya Ibuku sambil mengusap-usap bahuku. Aku hanya mengangguk pelan.

"Lalu bagaimana denganmu, Nak? Menerima tidak?"

Ingin rasanya aku langsung menjawab "Mau mau!!" Tapi aku malu.

Jadi kupilih untuk diam sejenak sambil menatap satu per satu wajah yang ada di ruangan ini, terutama Reno. Lalu aku bersuara.

"Dengan segala kerendahan hati, dan segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki, maka dengan menyebut nama Allah serta restu semua orang..." Kutarik napasku perlahan.

"Aku menerimanya." Lanjutku

Lega rasanya hati ini. Semua yang ada di ruangan ini tertawa bahagia. Tanpa terkecuali kecuali, Reno.

Setelah mengatakan hal tersebut, Aku melihat ke arahnya. Senyumnya tidak pernah hilang dari wajahnya, putihnya itu. Dia tersenyum ketika matanya bertemu pandang dengan Ibu dan Ayahku, serta dengan ketiga Kakaku.

Rasanya saat ini aku hanya ingin melewati malam yang indah ini bersama keluarga besarku.

Ayah, Ibu, Pak Andi, Bu Riska, serta ketiga Kakak ku, mulai membicarakan semua proses pertunangan. Aku sangat bahagia malam ini.

...~~~...

Persiapan pertunangan telah direncanakan. Dan prosesi pertunangan jatuh pada tanggal 24 April 2019. Yah ... Kami memilih tanggal waktu itu. Sebab, pada saat itu kami telah mengadakan upacara kelulusan, jadi, tidak akan menggangu ujian kelulusan kami, nantinya.

Akad dan pesta pernikahan akan diadakan bersama di JJN Hotel yang ada di Kota A.

Gaun pernikahan yang nantinya akan Aku dan Reno kenakan pun sudah ditetapkan.

Surat undangan juga telah dipilih dan akan segera disebarkan.

Setelah semua selesai dan beres dengan rapi, Reno dan keluarganya pamit pulang. Aku pun ikut mengantarkan mereka sampai di depan pintu. Senyum di wajah Reno tidak pernah hilang dari wajahnya bahkan sampai dia masuk kedalam mobil, Reno masih saja terus tersenyum padaku!

Setelah mereka pulang, aku langsung membereskan cangkir-cangkir dan piring-piring yang kotor diatas meja. Tiba-tiba Ibuku memberikan sebuah amplop putih padaku.

"Apa ini, Ma?"

"Surat dari calon suamimu."

...~~~...

1
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
reno suka bercanda ternyata cocok lah ma Raina 👀 moga jodoh
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
si ratu es bisa malu juga ternyata
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
wah akhirnya pdkt pertama nih kyknya semangt reno
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
owalah Reno suka Raina toh pantes nemuin td
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
wih jangan gitu nanti bisa" kamu suka nk basket
🤔 cerita apa ya ku penasaran
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
raina ketahuan lagi ngintipin reno ya....
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
eh siapa orang itu? masa bisa kebetulan sama kejadiannya sama reno. kaya deja vu dong
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
benar fokus sekolah dulu. lagipula baru juga kenal kan? mana bisa langsung suka
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
beritanya cepat ya.. anaknya belum masuk aja udah tau yg mana orangnya
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
iya pasti ngajak kenalan dong. nambah teman, sapa tau juga bisa lanjut ke hubungan yang lebih kan.. hehe
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
ya biarin aja salah sendiri jemput nya terlambat
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: PC aja
total 3 replies
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
kira kira apa ya yang akan di bicarakan reza pada ratna
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
ternyata Reni menyadari kalo Raina melihat nya dari balik jendela
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
kalo gak dapat tiket kasihan atuh si angga nungguin di luar gitu
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
bener harus fokus sekolah dulu kalo masalah cowok belakangan saja
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
ya seharusnya kamu bilang dulu lah jangan asal maksa gitu kalo sudah marah gitu kamu kan yang repot
🔵༄⃞⃟⚡santoszc❖🦚hiat
jadinya penasaran kan kenapa gak mau berurusan dengan namanya basket
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
namanya hampir mirip ya,sodarakah? arzil askara,reno askara?
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
kk yang baik yaa,enak tau di sayang sm kk2 yg pengertian 🤭🤣
🟢💜⃞⃟𝓛 ѕнα
itu ella mungkin sengaja biar nana bisa jalan sama reno,maybe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!