Seorang jendral besar dan ahli dalam berperang meninggal di bunuh oleh orang orang yang dendam padanya, seorang dewa membawanya ke dunia baru, dimana dunia itu baru saja lepas dari kegelapan.
Sebenarnya dia hanya ingin hidup tenang karena di kehidupan terdahulu sudah sangat lelah berperang, tapi ketika bertemu dengan seorang saint dari benua tengah yang mengatakan soal penglihatan nya pada dirinya, akhirnya dia memutuskan kembali terjun ke medan perang dan mengambil tahta demi orang orang terdekatnya, dia menjadi raja dan berjuang melawan kegelapan bersama sepuluh pahlawan yang di pilih dewa.
Bisakah dia mengambil tahtanya dari para lords yang menguasainya dan menghalau kegelapan dari utara ?
Genre : fantasy, drama, perang, 100% fiksi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dajo Gunz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
Sementara itu, di lautan lepas, Drac mendarat di kapal pedagang membawa Noah, setelah itu tubuh Drac mengeluarkan cahaya dan berubah menjadi kecil kemudian hinggap di kepala Auria. Ketika mendarat, Tel Iroth langsung menghampiri Noah,
“Siapa dia Auria-sama ?” Tanya Iroth.
“Oh dia suami Esme.....aku di minta oniichan membawa nya kesini...” Jawab Auria.
“Ah....jadi dia orangnya...” Balas Iroth.
“Selamat datang di kapal Noah-ossan...” Ujar Auria.
“I..iya...” Noah menjawab dengan kondisi yang masih gemetaran karena di bawa terbang oleh Drac.
Kemudian Auria membawa Noah masuk ke dalam, mereka bertemu dengan Myla, Lulu dan Casey yang berada di dalam kabin.
“Auria-chan, Rex mana ?” Tanya Lulu.
“Oniichan katanya mau mengambil pedang sekalian, sebab istana sudah di kuasai oleh Dustin-ossan...” Ujar Auria.
“Oh...berarti Hugo dan Valen sudah di sana ?” Tanya Myla.
“Eh...Valen ? maksudnya Valen-neesan ya Myla-neesama ?” Tanya Casey.
“Iya benar, sebelum kita berangkat, dia datang ke kapal bersama Hugo, benar kan Lulu...” Ujar Myla sambil menoleh melihat Lulu.
“Iya benar Casey, Valen-neesan kakak mu ya ?” Tanya Lulu.
“Iya...syukurlah dia selamat.....aku senang mendengarnya.” Jawab Casey.
“Lalu ada juga sepasang orang berambut silver...namanya aku lupa tapi....” Balas Auria.
“Eh...berambut silver ? Theo-niisan ? pasti Theo-niisan kan ?” Tanya Casey kepada Auria.
“Um....kayaknya iya deh, sebab aku dengan oniichan bilang sudah kenal karena mendengar cerita dari Casey-oneesan...” Jawab Auria.
“Dia benar Theodor-sama, Cassandra-sama.....dia selamat dan datang bersama seorang wanita bernama Gwendoline yang katanya adalah istrinya.” Tambah Noah menjelaskan.
“Oh kamu sudah bertemu dengan nya Noah ?” Tanya Casey.
“Sudah, aku sudah bertemu dengannya dan di jotos oleh Valentina-sama...” Jawab Noah sambil memegang pipinya.
“Syukurlah....syukurlah...kedua kakak ku selamat....syukurlah....” Casey langsung menitikkan air mata.
Auria mendekati Casey dan duduk di sebelahnya, Casey langsung memeluk Auria dan berterima kasih pada Auria. Myla dan Lulu yang melihat nya tersenyum, tiba tiba Esme datang membuka pintu dan membawa minuman ke dalam, “Prang.” Nampan dan gelas yang di bawanya terjatuh, Esme menutup mulutnya dan terkejut melihat Noah di depannya.
“Aku pulang Esme.....” Ujar Noah.
“Noah......”
Esme langsung berlari memeluk Noah yang membalas memeluknya dengan erat, kemudian Esme mengatakan kalau dia hamil kepada Noah yang terlihat senang dan memegang perut Esme. Casey menghapus air matanya dan menoleh melihat keduanya,
“Nah mulai sekarang, Noah dan Esme bukanlah pengawal dan pelayan, kalian adalah rakyat kerajaan baru dan sudah bukan budak lagi. Benarkan Myla-neesama, Lulu-neesama....” Ujar Casey.
“Benar, selamat bergabung ya Noah, Esme...” Ujar Myla sambil tersenyum.
Lulu berdiri kemudian memegang pundak Noah dan Esme, dia memejamkan mata dan berkomat kamit. Kemudian dia membuka mata dan tersenyum melihat keduanya,
“Aku berdoa supaya bayi di dalam kandungan nya sehat, begitu juga dengan ayah dan ibunya....sesuai dengan adat ku.” Ujar Lulu.
“Terima kasih Lulu-sama...” Esme langsung berlutut dengan satu kaki di depan Lulu.
“Baiklah, malam ini kita pesta di kapal....” Ujar Myla.
“Setuju....” Teriak Auria.
Tapi tiba tiba Iroth masuk ke dalam dan menutup pintunya, wajahnya terlihat panik dan nafasnya memburu,
“Lapor yang mulia semuanya, ada dua kapal laut yang mengejar kita dengan kecepatan luar biasa....” Ujar Iroth.
Mendengar laporan yang di katakan oleh Iroth, Myla dan Lulu berlari keluar ruangan bersama dengan Iroth, mereka berdiri di dek dan Iroth memberikan teropongnya. Myla melihat ke arah kapal yang mendekat menggunakan teropongnya, dia melihat bendera di kapal itu,
“House Levent....mereka mengejar kita....” Ujar Myla.
“Tambah kecepatan, mereka tidak boleh menyusul kita...” Teriak Lulu.
“Siap...” Teriak seluruh pelaut di dek.
Mereka langsung sibuk membentangkan layar dan banyak dari mereka turun ke bawah untuk mendayung. Karena kapal yang mereka tumpangi adalah kapal pedagang, maka tidak ada meriam di kapal itu, sebagian pasukan Tel Iroth berjaga di dek untuk menyambut kalau musuh merapat dan naik ke atas dek. Casey yang duduk di kursi roda menyusul keluar bersama Noah dan Esme, Auria juga ikut keluar bersama Drac yang ada di kepalanya. Mereka menghampiri Myla dan Lulu yang masih meneropong.
“Apa yang terjadi Myla-neesama ?” Tanya Casey.
“Kita di kejar.....yang mengejar house Levent.” Jawab Myla.
“Aku tenggelamkan mereka....yuk Drac....” Ujar Auria.
“Tunggu Auria-chan, lihat, mereka punya senjata panah besar yang bisa menembak ke udara, sepertinya mereka sudah siap menghadapi naga...” Balas Lulu.
“Kalau mereka sudah siap, berarti sejak awal mereka mengejar Drac dong...” Ujar Casey.
“Bisa jadi, sebaiknya Auria masuk ke dalam...” Tambah Myla.
“Uh...tapi mereka masa melihat ku ? kalau pun iya, tidak mungkin mereka bisa menyusul kita kan ?” Tanya Auria.
“Aku tidak tahu, tapi pasti ada yang memberitahu mereka...makanya mereka sudah siap dengan panah pembunuh naga mereka.” Jawab Myla.
“Jadi ada pengkhianat di kapal ini ?” Tanya Lulu.
Tiba tiba terdengar keributan di belakang mereka, ternyata banyak anak buah kapal membawa senjata kemudian memakai pakaian prajurit dengan lambang salah satu house dan mengepung mereka setelah membunuh beberapa prajurit Iroth. Seorang pria yang merupakan pedagang dan pemilik kapal menghampiri Myla, Lulu, Casey, Auria, Noah, Esme dan Iroth yang menjaga mereka.
“Mohon maaf, tapi mulai sekarang kalian adalah budak kami, terutama anak kecil dan naga itu...” Ujar pedagang itu.
“Kamu...kurang ajar kamu....” Teriak Iroth.
“Hmm...ternyata sejak awal kamu orang house Levent....begitu ya ?” Tanya Myla.
“Benar sekali, namaku Bradley....pekerjaan ku yang asli adalah pedagang budak dari house Levent...jadi kalian adalah komoditi ku...” Jawab Bradley.
“Begitu ya.....sepertinya kamu tidak tahu siapa kami....” Ujar Lulu.
“Hah...kalian hanyalah komoditi yang mempunyai ambisi besar...hahahaha, raja yang mengambil pedang di kerajaan Liberta, membuat ku tertawa saja...mana pria yang bisa terbang itu, aku akan menjualnya dengan mahal.” Ujar Bradley.
“Kurang ajar...akan ku buat mulutmu menelan semua kata katamu...” Teriak Iroth yang bersiap maju.
Lulu mengangkat tangannya, dia langsung berbisik di telinga Auria yang langsung tersenyum mendengarnya.
“Hehe...ok oneesan....Drac....” Ujar Auria.
Drac langsung berubah menjadi besar, “Groaaaaaaaar....” Raungan Drac yang keras langsung membahana, Bradley yang melihat naga besar berada di kapal langsung terkejut dan mundur, kemudian para pasukannya maju menyerang, tapi “Skriiiek.” Beberapa wyvern turun dari langit dan mendarat di kapal, sebagian dari mereka terbang menyambar para pasukan dan membawanya terbang.
“Apa ini ? wyvern ?” Teriak Bradley.
Myla mencabut pedangnya, Lulu memegang busurnya, Iroth dan Noah mencabut pedangnya, ke empatnya langsung maju menyerang prajurit house Levent yang di bawa oleh Bradley di atas kapal, dalam sekejap seluruh pasukan di kapal Bradley mati, para wyvern kembali terbang menuju kapal kapal di belakang, Auria menaiki Drac kemudian terbang menyusul para wyvern yang sudah menyerang tiga kapal di belakang.
Banyak prajurit yang melarikan diri dengan melompat keluar dari kapal jika terlihat di kejauhan, ballista salah satu kapal menembak mengenai seekor wyvern yang langsung jatuh ke laut dan mati. Drac yang melihat nya langsung menyemburkan nafasnya menghancurkan ballista itu sekaligus melubangi kapalnya. Dua buah kapal meledak dan tenggelam akibat tersembur nafas Drac yang panas itu. Sebuah kapal berniat berbalik untuk kembali ke benua tengah, tapi Drac dan para wyvern mendarat di dek menghabisi semua yang ada di dek. Akhirnya ketiga kapal house Levent hancur tanpa ada yang tersisa.
Myla, Lulu, Iroth dan Noah berjalan mendekat Bradley yang teruduk bersender di pintu kabin. Casey yang duduk di kursi roda di dorong oleh Esme mendekat ke belakang ke empatnya, Drac mendarat di dek dan Auria turun, kemudian Drac kembali menjadi kecil dan hinggap di kepala Auria, kemudian Auria juga mendekati Bradley,
“K..kurang ajar...kalian berani menentang lady Meredith, penguasa lautan....” Ujar Bradley.
“Huh...penguasa lautan ? kalian hanya perampok, pencuri, penculik kapal pedagang dan desa desa di tepi laut, masih berani bilang penguasa laut ? kalian bajak laut yang harus di basmi.” Balas Lulu.
“Padahal pulau tengkorak nya sudah hancur oleh Rex-oniichan waktu menolongku...” Celetuk Auria.
“A..apa ? tidak mungkin.” Tanya Bradley.
“Lalu dia mau di apakan ?” Tanya Noah.
“Buang saja ke laut...” Jawab Iroth.
“Jangan, turunkan sampan, lepaskan dia supaya kembali ke majikannya...sepertinya majikannya harus tahu kalau dia berurusan dengan siapa.” Ujar Myla.
“Aku setuju Myla-neesama....untuk peringatan kepada lady Meredith supaya jangan seenaknya saja di lautan dan mengirim pasukan ke benua selatan.” Tambah Casey.
Noah kemudian mengikat Bradley sedangkan Iroth turun ke bawah untuk melepaskan anak buah kapal yang di ikat oleh para prajurit house Levent, setelah itu, kapal kembali berlayar, para anak buah kapal meletakkan Bradley di sebuah sampan dan melemparkannya ke laut lepas,
“Hahaha...kalian akan menyesal melepaskan ku...lihat saja aku akan kembali.....”
Belum selesai Bradley berteriak, seekor ikan besar langsung melahap sampan berikut Bradley di dalamnya, kemudian ikan itu kembali masuk ke dalam air.
“Loh...” Gumam Myla, Lulu dan Casey yang melihat nya.
“Wah di makan ikan....” Ujar Auria.
“Berarti memang takdirnya hari ini mati di laut...” Ujar Noah.
“Hmm berarti perairan ini berbahaya....” Balas Iroth.
“Ikan tadi besar sekali.....” Tambah Esme.
Akhirnya mereka menatap lautan tempat Bradley yang menghilang, kemudian Myla dan Auria menunggangi Drac pergi ke pulau tengkorak yang di maksud oleh Bradley, ternyata di dalam pulau masih ada sisa sisa bajak laut dan pasukan house Levent, Drac memanggil kawanan wyvernnya dan menghancurkan markas bajak laut di pulau tengkorak itu. Setelah selesai dan kembali, beberapa jam kemudian, kapal berhasil mendarat dengan selamat di pelabuhan Al Nahar.