Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gue pastikan Tuan Andra akan menjadi milik gue
"Aaaaaarrrrgggghhhhhh!!"
Sagita melampiaskan kemarahannya dengan membanting dan melempar semua benda yang ada di kamarnya. Sebuah fakta yang baru dia dapatkan sangat membuat hancur hati dan perasaannya. Satria terpaksa menceritakan jika Andromeda sudah menikah karena didesak oleh Sagita.
Sagita yang awalnya tidak percaya dengan ucapan Satria akhirnya mempercayainya setelah melihat foto pernikahan yang ada di dalam handphone Satria. Bahkan tanpa sadar Sagita pun melemparkan handphone milik Satria hingga hancur berkeping-keping. Ternyata selama ini Sagita sudah ketinggalan informasi tentang pernikahan Andromeda yang tertutup dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja.
"Breng-sek kau Andra, beraninya menikah dengan wanita lain. Apa selama ini keberadaan ku disisimu tak pernah ada artinya untukmu hah!! Untuk apa kamu menyelamatkan hidupku jika kau lebih memilih wanita lain untuk dijadikan sebagai istri mu hah!!"
"Dengar...tak ada yang pantas menjadi istrimu selain diriku. Hanya aku yang pantas, Sagita!!! Bahkan wanita itu tak lebih cantik dan dewasa dibandingkan diriku!!"
. ...
"Aku akan merebut apa yang sudah seharusnya aku miliki. Kamu hanya milikku seorang Andromeda!!! Andromeda hanya milik Sagita dan sagita sangat mencintai Andromeda. Hahahaha!!!"
Pyaaarrrr
Sagita melemparkan vas bunga kearah cermin hingga pecah berkeping-keping. Dan sagita hanya tertawa saja melihat kekacauan yang terjadi di kamarnya. Dia sudah tidak peduli bagaimana hidupnya saat ini. Pecahan cermin berserakan di lantai dan sempat melukai kakinya saat Sagita melangkah ke ranjang miliknya.
"Gita!! Apa yang kau lakukan hah!!!" pekik Lukman terkejut melihat kondisi kamar Sagita yang sudah berantakan parah.
Satria memberitahu perihal Sagita yang sudah mengetahui jika Andromeda telah menikah. Satria sengaja memberi tahu Lukman karena pasti Sagita akan marah dan menjadikan isi kamarnya sebagai luapan emosinya.
Lukman mengepalkan tangannya dengan sangat kuat saat melihat jejak darah yang ada di lantai serta pecahan cermin yang berserakan. Lantas Lukman terlebih dahulu membersihkan pecahan cermin tersebut agar tidak melukainya dan Sagita.
Lukman pun membawa kotak P3K dan pembersih luka untuk mengobati luka yang ada pada telapak kaki Sagita karena menginjak pecahan cermin.
"Sampai kapan Lo bertindak bodoh seperti ini hah!!!" seru Lukman.
Hatinya sangat perih melihat diri Sagita yang hancur. Sudah berulang kali Lukman meminta Sagita untuk sadar diri dan tidak mengharapkan Andromeda menjadi miliknya.
"Ga usah ikut campur!! Lo dan mereka semua sama aja sudah membohongi gue. Gue tau Lo juga datang ke acara pernikahan Tuan muda dan tidak memberitahu gue semuanya. Gue seakan menjadi orang paling bodoh karena tidak tau jika pangeran penyelamat gue sudah mencampakkan gue begitu saja. Pantas semalam beberapa hari, Tuan Andra tidak datang ke markas . Ternyata dia tengah berbulan madu dengan istrinya," ungkap Sagita
Lukman terdiam, tetapi tangan nya masih berhati-hati membersihkan luka di kaki Sagita.
"Lo seharusnya dasar diri heh, kita itu beda status. Dia tuan muda dan Lo hanya seorang wanita yang kebetulan ditolong olehnya. Jadi jangan banyak bermimpi, ini bukan dunia novel online yang penuh kehaluan Sagita. Bangunlah dari mimpi Lo yang ga akan pernah terjadi," ujar Lukman.
"Ciihhhh ga usah Lo menceramahi gue. Harusnya Lo yang lebih sadar, bukankah Lo juga menyukai nona Aurora adiknya tuan Andra hah!! Memangnya pantas pria seperti menyukai tuan putri??" Ledek Sagita
Lukman mengepalkan tangannya, menyudahi untuk mengobati lukanya Sagita. Niat hati ingin membantu sahabatnya tetapi harga dirinya justru di rendahkan olehnya.
"Gua hanya sebatas menyukai dan mengagumi nona Aurora saja Git. Karena gue sadar dimana posisi gue. Tetapi gue bukan Lo yang terobsesi ingin menjadikan Tuan Muda Andra sebagai milik Lo," balas Lukman dengan jawaban menohok. Tapi Sagita tetap tak mau kalah.
"Hahahaha. Gue pastikan Tuan Andra akan menjadi milik gue. Dan tak ada wanita manapun yang pantas menjadi istri Tuan Muda Andromeda. Hanya gue, Sagita!!!" ucapnya penuh percaya diri.
"Sakit Lo Gita!! Gue udah memperingatkan diri Lo, jangan lewati batasan. Dan gue ga akan pernah ikut campur apalagi membantu jika Lo terlibat masalah dengan tuan muda Andra," ucap Lukman memperingatkan Sagita
"Dan Lo orang pertama yang akan gue singkirkan setelah gue menjadii Nyonya Andromeda!!!" pekik Sagita meluapkan emosinya.
Lukman meninggalkan Sagita begitu saja tanpa sempat membalut luka yang diderita olehnya. Hatinya terlanjur sakit dengan segala ucapannya yang begitu merendahkan Lukman.
Tak ada yang mengetahui jika perhatian Lukman selama ini dikarenakan dia menyayangi Sagita. Semua rekan kerjanya beranggapan jika hubungan Lukman dan Sagita adalah bersahabat. Hanya diri Lukman yang memendam perasaannya sendiri terhadap Sagita, tetapi mulai saat ini Lukman akan menguburnya dengan dalam karena tak ingin lagi merasakan sakit hati atas segala hinaan Sagita kepadanya.
.
.
.
Untung saja hari ini adalah weekend sehingga Andromeda dan Tania tidak perlu bangun pagi. Apalagi mereka baru bisa terlelap tidur pukul 02.00 dini hari setelah berbicara panjang lebar. Andromeda memeluk tubuh Tania begitu erat dan tidak melepaskannya sepanjang malam.
"Eeeuuuggghhhhh," lenguhan Tania, tubuhnya terasa kaku dan terkunci, pergerakannya terbatas.
Deru napas Andromeda yang teratur terdengar hingga ke telinganya, belum lagi hembusan napasnya terasa begitu hangat.
Tania berusaha merenggangkan tubuhnya tetapi Andromeda justru mempererat pelukannya. Membuat Tania semakin tak bisa bergerak. Meski tangan Andromeda terasa kebas dan kesemutan karena tertindih tubuh Tania sepanjang malam tetapi Andromeda sama sekali tidak peduli. Dia terus mendekap tubuh Tania sepanjang malam.
"Masih pagi istriku sayang, tidurlah sebentar lagi. Aku masih sangat mengantuk," ucap Andromeda dengan suara seraknya.
Selain kelelahan, Andromeda juga butuh cukup tidur. Terbiasa tidur sebelum jam sepuluh malam, membuat matanya begitu berat untuk terbuka.
Tania merasa hasrat alaminya udah di ujung tanduk dia tak bisa menahannya lebih lama lagi.
"Abang An, Tania udah kebelet nih. Please lepasin kalau enggak Tania ngompol nih disini!!" Seru Tania, hatinya sedikit kesal.
"Morning kiss dulu istriku, baru dilepaskan."
Andromeda mengambil kesempatan.
Kedua mata Tania yang awalnya masih begitu berat tiba -tiba terbuka dan melotot. Dia mendengus kesal, selalu saja bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Cup
Meskipun ogah -ogahan, Tania terpaksa mencium pipi Andromeda. Andromeda tersenyum tipis kemudian melepaskan tangannya yang melingkar di perut Tania. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Tania langsung berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan hasrat yang sudah dia tahan sejak tadi. Melihat tingkah Tania yang begitu polos, Andromeda tertawa ringan.
Di cermin Tania menatap wajahnya, bagian Mataya begitu bengkak dan pipinya sembab. Itu karena semalam dia menangisi hal bodoh. Pemikiran yang belum matang membuat Tania berpikiran buruk. Dia merasa bersalah telah menuduh yang macam-macam. Meski dirinya penasaran bagaimana rasanya berhubungan suami istri, Anya sudah mempengaruhi otaknya yang polos menjadi mesum.
"Aaahhh Anya bikin gue salah tingkah ighh..." gumam Tania sambil memegang kedua pipinya yang memanas.
Terlalu lama di dalam kamar mandi membuat Andromeda menyusulnya. Andromeda khawatir terjadi Sesuatu dengan Tania.
"Istriku, kamu baik-baik saja kah?? Kenapa lama sekali di dalam sana," tanya Andromeda cemas.
Tania terbangun dari lamunannya saat terdengar gedoran di pintu kamar mandi. Sekali lagi Tania memandang wajahnya yang sangat buruk hati ini, matanya bengkak persis hewan panda. Ahh ini sangat memalukan. Tania tidak siap untuk bertatapan dengan Andromeda, bisa-bisanya dia menjadi sumber lawakan di pagi hari.
Tania harus berpikir cepat, apa yang harus dia lakukan. Tidak bisa juga di berdiam di kamar mandi lebih lama lagi, bisa-bisanya pintunya Andra jebol.
Dia melihat sebotol masker di wastafel dan mulai mendapatkan ide cemerlang. Tania tersenyum bahagia.
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/