NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Tuan Gamma

Sekretaris Kesayangan Tuan Gamma

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Kehidupan di Kantor / Lari Saat Hamil / Selingkuh / Tamat
Popularitas:438.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Warning!! Novel ini tidak ada pengajaran apapun, hanya murni pemikiran author. Yang nggak suka boleh skip!!

*****
Karena kecerobohanya, Luna kehilangan keperawanan di tangan bos nya sendiri yang bernama Gamma Emiliano Johnson.

Pria mapan yang digandrungi banyak kaum hawa itu mencoba bertanggung jawab atas perbuatannya kepada Luna, tapi wanita itu justru menolak mentah-mentah karena Gamma sudah memiliki istri.

"Kau tidak perlu tanggung jawab, itu hanya bagian tubuh yang tidak penting bagiku." ~ Aluna Olivia.

"Kalau begitu, kita lanjutkan saja apa yang sudah terjadi." ~ Gamma Emiliano.

Bukannya menghentikan kesalahan, mereka justru meneruskan hubungan terlarang itu. Dan dari situlah Skandal Cinta mereka dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Clarissa Yang Licik.

Gamma sudah menghubungi beberapa pengacara yang pastinya sangat terkenal dalam menangani kasus seperti yang dialami Luna. Ia meminta pengacara itu datang ke Pulau Bintan karena saat ini kasusnya belum naik kedalam tahap yang lebih dalam, dan Luna pun masih menjadi saksi, belum sepenuhnya menjadi pelaku utama.

Namun, saat Gamma sudah menunggu pengacara yang dihubunginya, pengacara itu malah mengatakan tidak bisa menangani kasus Luna.

"Kenapa tidak bisa? Kau takut aku tidak akan membayar mu sesuai kesepakatan? Aku pasti membayarnya, bahkan aku bisa membayar mu 10 kali lipat," kata Gamma ingin sekali memaki pengacara itu, padahal sebelumnya mereka sudah bernegosiasi dan pengacara itu setuju, tapi kenapa sekarang tiba-tiba batal?

"Maaf Tuan, saya harus menangani kasus lain. Anda bisa mencari pengacara yang lebih baik dari saya, mohon maaf sekali lagi."

"Mati saja kau!" Teriak Gamma begitu emosi rasanya, sekarang ia harus mencari pengacara pengganti untuk Luna.

Gamma segera menghubungi beberapa kenalannya yang pernah menggunakan jasa pengacara, yang pastinya ia butuh cepat dan karena tidak ingin Luna di penjara lebih lama lagi. Selain itu hari ini jadwalnya cukup padat, ia harus datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian.

"Siapa, siapa yang bisa membantuku sekarang." Gamma bergumam-gumam pelan, ia memutar otaknya mengingat siapa orang yang sekiranya bisa ia mintai tolong.

"Ah iya, Paman Ferdy, dia pasti bisa membantuku." Gamma sedikit senang saat menemukan secercah harapan, ia baru teringat akan Pamannya yang bekerja sebagai pengacara, namanya pun sudah terkenal di beberapa kota.

Gamma mencari nomor Pamannya itu. Namun, belum juga ia menemukannya, terdapat panggilan masuk dari Mamanya. Gamma langsung mengangkatnya karena Mamanya ini juga jarang menghubunginya.

"Halo Ma?"

"Dimana kamu?"

"Gamma lagi ada pekerjaan diluar kota, ada apa?" Tanya Gamma, sedikit heran dengan nada bicara Mamanya yang tidak biasa.

"Pulang sekarang juga, kamu apakan Risa? Sudah tahu istri hamil, kenapa kamu malah menyakitinya? Keterlaluan kamu."

"Apa yang wanita itu katakan? Mama jangan tertipu dengan sikapnya yang sok polos. Aku akan memberitahu semuanya," kata Gamma mengepalkan tangannya, ia tidak tahu jika Clarissa sudah mendahuluinya dengan melapor kepada Mamanya.

"Mama bilang pulang sekarang, Risa udah cerita semuanya. Bisa-bisanya istri lagi hamil kamu malah selingkuh, kalau kamu nggak pulang, Mama bisa membuat para pengacara itu tidak ada yang mau mengambil kasusnya."

"Maksud Mama?" Gamma membesarkan matanya.

Apakah pengacara yang membatalkan kerjasama tadi karena ulah Mamanya juga?

"Kamu tahu maksud Mama, pulang sekarang atau Mama benar-benar akan melakukannya Gamma. Kamu tahu sendiri siapa Mama." Amalia langsung mematikan sambungan telepon itu setelah memberikan ancaman kepada putranya.

"Ma, dengarkan aku Ma. Ma!" Gamma berteriak-teriak memanggil Mamanya, namun tidak ada sahutan apapun.

"Brengsek! Clarissa ... kau benar-benar sudah melewati batas mu! Dasar ja la ng sialan! Aku pasti akan melenyapkan mu!" Sangking emosinya, Gamma sampai membanting apa saja yang ada didepannya. Ternyata Clarissa satu langkah lebih cepat darinya, wanita itu pasti sudah menghasut Mamanya dengan mengatakan hal yang tidak-tidak.

Baiklah, kalau begitu memang sudah waktunya kartu AS dikeluarkan.

******

Gamma pulang ke Jakarta dengan perasaan amarah yang tidak ditutupi lagi. Ia seperti ingin membunuh orang yang sekiranya akan menyenggol dirinya. Tujuannya saat ini yaitu rumah utama, dimana kedua orang tuanya sudah menunggunya.

Gamma sebenarnya tidak bisa tenang meninggalkan Luna sendirian di pulau Bintan, tapi masalah ini juga harus diselesaikan.

"Gamma, kesini kamu."

Begitu masuk ke ruang tamu, suara Papanya Emil sudah terdengar. Gamma mendesis pelan, ia menatap wanita yang kini tengah menjalankan trik menangisnya itu.

"Apa yang sudah wanita ini katakan?" Gamma berbicara seraya memandang lurus Clarissa, tatapannya sangat tajam seolah bisa membunuh wanita itu segera.

"Gamma, kenapa kau jadi seperti ini? Kau sudah berselingkuh dengan sekretaris mu sendiri?" kata Emil seperti tidak mengenali putranya sendiri, padahal Gamma dulu bukanlah pria yang kasar seperti sekarang.

"Lalu bagaimana dengan dia? Apa dia juga bercerita kalau sudah berselingkuh dengan banyak pria, bahkan dengan Arsen dia mau membuka kakinya, dasar wanita menjijikan!" Teriak Gamma begitu keras hingga terdengar sampai ke penjuru rumah itu.

"Gamma!" hardik Amalia. "Kenapa kau menjadi seperti ini? Risa sedang hamil dan kau malah menyalahkannya seperti ini?" sambungnya lagi terlihat penuh amarah.

"Hanya karena dia hamil bukan berarti semua perbuatannya harus dibenarkan. Mama lebih percaya padanya? Oke, aku bisa memberikan bukti kalau wanita ini memang berselingkuh," ucap Gamma tidak peduli sedang berbicara dengan siapa, yang jelas ia ingin membongkar kebusukan wanita sialan itu.

Clarissa menggelengkan kepalanya pelan, tangisnya kian menjadi-jadi didalam pelukan Ibu mertuanya.

"Ma, Risa udah bilang sama Mama. Gamma sekarang tidak mau mendengarkan ku lagi, Luna benar-benar sudah merubahnya Ma, dia bukan Gamma yang aku kenal," ucap Clarissa dengan akting menangisnya yang sangat hebat.

"Tutup mulutmu ja la ng! Bahkan sebelum aku mengenal Luna kau sudah bertingkah seperti itu!" Hardik Gamma meraih salah satu pajangan yang ada didekatnya lalu melemparkannya dengan keras keatas meja.

Prangggg!!!!

"Gamma!" Semua orang memekik kaget dengan sikap Gamma yang sangat emosional itu.

"Jaga sikapmu Gamma, Mama seperti tidak mengenalmu sekarang ini. Sekarang Mama minta, kamu minta maaf dengan Risa. Perbaiki hubungan kalian seperti dulu, Mama yakin kalian masih saling mencintai," ujar Amalia mengelus dadanya berkali-kali melihat melakukan putranya.

"Tidak akan! Aku akan tetap menceraikannya, kalau Mama memang bersikeras, baiklah, aku akan menunjukkan buktinya sekarang," kata Gamma mengambil ponselnya untuk menunjukkan foto dan video yang dikirimkan Harun padanya.

"Bukti apalagi Gamma? Kenapa kau masih belum mengakui juga, aku tidak keberatan meski kau sudah berselingkuh dengan Luna, aku akan memaafkan mu Gamma, kita bisa memperbaiki semuanya," kata Clarissa mencari simpati dari Ibu mertuanya.

"Bisakah kau hentikan itu? Kau sangat menjijikan," tukas Gamma begitu geram.

Gamma membuka galeri di ponselnya, mencari semua bukti yang sudah ia kumpulkan untuk menjatuhkan Clarissa. Namun, Gamma heran saat melihat tidak ada foto maupun video yang bisa ia tunjukkan kepada orang tuanya.

"Mana yang ingin kau tunjukkan? Jika benar Risa bersalah, Papa akan mendukungmu. Tapi jika kau yang bersalah, kau tahu apa yang akan Papa lakukan," kata Emil menunggu bukti yang akan ditunjukkan putranya, sebagai pihak netra, ia mencoba percaya Gamma juga.

"Tunggu dulu, aku menyimpannya disini, kenapa tidak ada." Gamma bergumam kebingungan, ia sangat yakin menyimpan bukti itu di ponselnya, tapi kenapa sekarang tidak ada?

"Sudahlah Gamma, hentikan ini semua. Apa kau tidak kasihan dengan kandungan istrimu?" ujar Amalia, bukannya tidak membela putranya, tapi saat ini hatinya sudah sangat senang karena akan segera mempunyai cucu setelah sekian lama.

"Dia bukan anakku, berapa kali aku harus mengatakan pada Mama? Dia bukan anakku," sergah Gamma semakin emosi saja rasanya.

"Kalau bukan anakmu anak siapa lagi Gamma? Apa kita perlu melakukan tes DNA?" ujar Clarissa menantang.

Gamma tidak menggubrisnya, ia fokus mencari bukti yang ia simpan, tapi tetap saja tidak ada. Gamma lalu teringat akan satu nama.

Harun, ya aku harus menghubunginya. Dia pasti masih menyimpan bukti itu.

Happy Reading.

TBC.

1
Anonim
Udah macam sinetron aja. Ga helas ceritanya. Cabut ah
Anonim
Ceo kok bodoh
Dini Mulyati
Luar biasa
Nadilla Al Zahira
gamma masa seorang ceo ngga punya asisten sih
Nocih Kurniasih
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: makasih banyak ya kakkk
total 1 replies
Yūmma Maeķa
Ceritanya kayak flm india thor🤣🤣
Nur Adam
smgt untk krya mu thor
Ig: @putriaayu_98: makasihhh kakak 😍
total 1 replies
Iffat Fatimah
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: makasihhh kakak 😍😍😍
total 1 replies
Nadhir Ove
menarikk
Ig: @putriaayu_98: terima kasih banyak kak 🥰
total 1 replies
Afternoon Honey
bagus ide ceritanya⭐👍
Ig: @putriaayu_98: mamaciw 😍
total 1 replies
Afternoon Honey
Luna jangan bodoh dan naif dong
Afternoon Honey
pengen nabok gamma 😡
Afternoon Honey
gamma doyan ups 🤭
eh awal bab so 🔥🔥🔥
Ig: @putriaayu_98: Wkwkwk awas ternoda
total 1 replies
Afternoon Honey
mulai membaca
Sunny Kwok
Luar biasa
Ig: @putriaayu_98: terima kasih banyak 🥰
total 1 replies
ike nuryanti
baru mulai baca
Ig: @putriaayu_98: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Mmh Astri
👍👍👍👍👍💪🙏🥰🥰🥰🥰🥰
Riskajuniasari Rohimi
kok isi nya orang tolol semua hahaa
Hartaty
astaga orang tua apa itu
Hartaty
waduh anak buah di clariissa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!