NovelToon NovelToon
Dendam Aqila

Dendam Aqila

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aqila Mahendra, seorang gadis cantik berusia 21 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota Jakarta. Ia bisa dibilang sebagai mahasiswi yang berprestasi di kampusnya, hal ini bisa di buktikan dengan beasiswa yang ia dapatkan dari tahun ke tahun hingga ia sampai di semester akhirnya.

Kemulusan hidupnya di dunia pendidikan tak sama dengan kemulusan hidupnya di dunia nyata. Hidup menjadi korban broken home bukanlah keinginannya, namun takdir sudah menuliskan kisah hidupnya sebagai seorang korban dari keegoisan sepasang suami istri yang sudah tak lagi sejalan, apalagi ada orang ketiga yang hadir di pernikahan mereka.

Selepas perceraian sang ayah dengan bundanya, Aqila tinggal bersama sang bunda dan keluarga barunya. Disaat tinggal bersama sang bunda malapetaka pun terjadi di dalam hidup Aqila.

Mau tau malapetaka apa yang terjadi di hidup Aqila?
Yuk simak ceritanya sampai selesai ya. Happy reading guys..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Tepat pukul 19:00, Aqilla telah selesai dengan pasien-pasiennya. Ia berjalan penuh semangat ke paviliun Tita.

"Selamat malam Tita," sapa Aqilla yang baru datang keruang rawat Tita.

Ia melihat Tita baru saja memakan makan sorenya. Aqilla merengutkan alisnya. Mengapa putri dari pria yang selalu menjadi superhero dalam hidupnya baru sempat memakan makanannya.

"Kok baru di makan?" Tanya Aqilla yang berjalan menghampiri Tita.

"Tadi mau makan di suapin Papi, tapi ditunggu-tunggu Papi gak datang," jawab Tita dengan wajah sedihnya.

"Aduh kasian anak Papi, mungkin Papi lagi sibuk hari ini sayang, jadi datangnya telat deh. Sekarang kan ada Tante Qilla, Tita mau di suapin gak sama Tante Qilla?" Tawar Aqilla pada Tita.

"Mau disuapin Tante, tapi boleh beli makanan di luar gak, yang ini sudah dingin Tante?" Balas Tita dengan permintaannya, masih dengan wajah sedihnya.

"Tentu sayang, Tante akan pesan makanan yang baru untuk kamu, kamu mau makan apa sayang?" Tanya Aqilla pada Tita yang malah melendotkan tubuhnya ke tubuh Aqilla.

"Chicken katsu Tante," jawab Tita dengan wajah berbinar.

"Ok. Tante pesan dulu ya. Sambil nunggu pesanan Tita datang, Tante mau bersih-bersih dulu, tubuh Tante sudah lengket?" Ucap Aqilla yang menunjukkan sebuah tas yang berisi dua setelan baju ganti untuknya pada Tita.

Tita tersenyum senang, melihat Aqilla sudah membawa baju ganti untuknya. Itu artinya Tante yang selama ini ia anggap sebagai ibunya akan menemaninya tidur di rumah sakit malam ini.

Tiga puluh menit berlalu, Tita dan Aqilla sudah menyantap pesanan makanan hingga habis. Dengan telaten Aqilla memberikan Tita obat yang harus di minum di malam hari.

Kini hanya ada Tita dan Aqilla di ruang rawat Tita. Bi Lastri sudah kembali ke rumah Dito untuk pertama kalinya setelah sekian lama ia menginap di rumah sakit selama Tita di rawat disana. Aqilla meminta Bi Lastri pulang ke rumah untuk beristirahat dan boleh kembali di esok hari ketika ia harus bekerja.

Malam ini Tita meminta Aqilla membacakan dongeng untuk menemaninya pergi tidur. Aqilla pun dengan senang hati membacakan dongeng si kancil yang ia cari di ponselnya. Bukannya tertidur Tita malah asyik tertawa mendengarkan dongeng jenaka itu.

"Tidur dong sayang, sudah malam nih," pinta Aqilla pada Tita.

"Tita takut, kalau Tita tidur Tante akan pergi ninggalin Tita sendirian." Ucap Tita yang menatap wajah Aqilla dengan tatapan sendunya.

"Tidak akan, Tita tidak akan Tante tinggal sendirian. Tante akan tidur di ranjang itu jika Tita sudah pergi tidur nanti."

"Kenapa Tante gak tidur sama Tita saja di sini, Tante?"

"Ranjang ini tak cukup untuk kita berdua, Tante takut Tita gak leluasa bergerak dan badannya jadi pegel-pegal karena berbagi ranjang dengan Tante, sayang."

"Ok Tante, tapi jangan tinggalkan Tita sampai Tita sembuh dan pulang kerumah ya?" Pinta Tita yang malah mengeratkan pelukkannya pada tubuh Aqilla yang selalu memberinya rasa nyaman.

"Iya sayang, Tante gak akan tinggalkan Tita sampai Tita sembuh dan pulang ke rumah." Jawab Aqilla yang kembali membuat Tita tersenyum.

Aqilla kembali membacakan dongeng pengantar tidur untuk Tita, hingga ia terlelap. Rasa kantuk karena lelah pun kini hinggap pada dirinya yang sudah seharian bekerja.

Ia ingin pindah dari ranjang tidur Tita. Namun matanya sudah terlanjur ingin terpejam. Ia putuskan untuk tetap berbaring di atas ranjang rumah sakit bersama Tita. Ia peluk tubuh Tita yang juga tengah memeluk erat tubuhnya.

Pemandangan yang begitu indah di lihat oleh Dito malam ini, ketika ia baru saja tiba di ruang rawat putrinya. Hari ini ia harus pergi keluar kota untuk mengecek proyek pembangunan yang sedang ia kerjakan.

Rasa lelah dan capenya seketika terobati mendapati pemandangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Awalnya ia hanya ingin menengok putrinya lalu kembali pulang ke apartemen, namun ia urungkan untuk kembali ke apartemen karena melihat wanita yang di cintainya berada bersama putrinya.

Di dekatinya ranjang tidur putrinya. Ia kecup pipi Tita yang terlihat begitu tirus.

"Selamat tidur sayang, maafkan Papi yang datang terlalu malam hari ini. Malam ini Papi akan menginap bersama calon ibu sambung mu untuk menemanimu." Ucap Dito di telinga Tita yang sudah tertidur pulas.

Di belainya rambut panjang putrinya yang selalu rontok jika disentuh. Dito pandangi telapak tangannya yang berisi rambut putrinya itu dalam suasana kamar yang temaram. Ia sedih melihat rambut indah putrinya yang terus rontok seperti ini.

"Kalau seperti ini terus kamu akan botak Nak," gumam Dito yang begitu lirih.

Digenggamnya tangan putri kecilnya dengan erat, ia hujani punggung tangan putri semata wayangnya dengan ciuman.

"Cepatlah sembuh sayang, Papi merindukan kecerian mu, kenapa harus kamu yang menderita penyakit ini? Kenapa bukan Papi saja, sayang?" pungkas Dito yang tak kuat menahan air matanya.

Ia menangis dalam gelap, hingga tak diketahui oleh siapapun. Sosok pria gagah yang terlihat kuat dan tegar kini mengeluarkan sisi rapuhnya ketika melihat putri semata wayang sakit keras. Putri yang hanya berjuang bersamanya untuk mendapatkan kesembuhan, sedang ibunya malah asyik dengan dunianya sendiri.

Setelah lelah menangis Dito pun memejamkan matanya. Ia masuk kedalam alam mimpinya dalam keadaan duduk di kursi dan menggengam tangan putrinya.

Tepat pukul satu dini hari, Aqilla terbangun karena kehausan. Tenggorokannya kering karena terlalu lama membacakan dongeng untuk Tita tadi. Ia pun turun perlahan dari ranjang tidurnya, agar Tita tak terbangun karenanya.

Dalam ke adaan gelap dan pencahayaan yang kurang, Aqilla mendekati meja untuk mengambil minum di dispenser yang tersedia di ruang rawat Tita. Beberapa teguk air mineral membuat tenggorokannya merasa segar.

Ia kembali merebahkan tubuhnya yang lelah, kali ini ia merebahkan tubuhnya di ranjang lain yang ada di ruangan itu, yang memang diperuntukkan untuk keluarga pasien yang sedang menunggu dan menemani pasien dirawat.

Aqilla belum menyadari jika di dalam ruang rawat Tita sudah ada Dito yang terbangun dari tidurnya karena suara air dispenser.

"Aghhh..." lenguh Aqilla ketika ia merasa ada sebuah tangan yang masuk ke dalam bajunya.

"Mas..." panggil Aqilla yang mengetahui Dito-lah yang melakukannya. Ia hapal betul dengan parfum yang di gunakan pria itu.

"Qilla, kepala ku penat sekali, hari ini aku lelah banyak pekerjaan yang harus ku urus, hingga aku melewatkan jam makan malam Tita yang harusnya bersama ku." Ucap Dito yang mengeluh seperti kebiasaannya dulu.

"Lantas kau mau apa Mas? Tita sudah makan malam bersama ku tadi, dia makan sampai nambah dua kali. Untung aku pesan lebih coba kalau tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi tadi kalau aku tak punya stok lebih, pasti dia akan bersedih."

"Aku mau kamu boleh kah hum?" Jawab Dito yang malah meremas bukit kembar yang terlihat makin menyembul.

"Bukankah kau bilang kau lelah tadi Mas, istirahatlah, kita bisa lakukan besok?" Tolak Aqilla yang malah membuat Dito mengangkat tubuhnya.

Kini posisi Aqilla berada di atas tubuh Dito. "Permainan kita akan buat Tita bangun Mas," ucap Aqilla dengan suara yang berbisik.

"Tidak akan, asal kau menahan suara jeritan kenikmatan mu. Ayo cepatlah Qilla hanya kau penawar rasa lelah ku." Pinta Dito dengan memohon.

1
Mama Gezkara
aku suka ceritanya kaaakkk
Orang Pinggiran
ceritanya bagus terus gimana kalau mau lanjut ngebacanya?🙏🙏
Ricka Monika
kisahnya drama banget 👍
Ricka Monika
wah Dito kayaknya mau bundir nih
Ricka Monika
apa yg di bilang td sm Bram,hellooo perbuatan mu itu salah tau salah besar😡
Ricka Monika
lah gak sadar diri,cermin mana cermin🪞
Ricka Monika
beh egois cinta tp menelantarkan istridi saat badai menghantam nya kalo gak ada Dito udah KO istrimua
Ricka Monika
jelaslah kau saja TDK mau menyelamatkan istrimu dr ortu mu yg gila itu, wajar dia melupakanmu bercerminlah🤧😡
Ricka Monika
istri orang hanya status tapi TDK di nafkahi sm Bram berarti sudah bisa dibilang bercerai Krn TDK di beri nafka lahir dan batin,
Ricka Monika
dendam Aqila terbayar sudah,tapi kenapa Dito tau ya Aqila melakukan balas dendam terhadap keluarganya 🤔dan anehnya si Dito Mala menyetujui tindakan Aqila hanya gara" puas dngn pelayanan Aqila di ranjang 🙄😏🤨
Ristieriswanharti
bener² nyesek
Ristieriswanharti
sebenarnya dito sudah mencintai qila
tp dia sadar hanya Bram yg di cintai qila
Ristieriswanharti
ini sebenarnya alurnya mau di bawa ke mana thor
kok kaya aneh gitu ya aq bacanya
Ristieriswanharti
sebenarnya aku ga mudeng blas alur ceritanya tapi udah terlanjur baca sampai disini nanggung kalo ga di terusin
Ristieriswanharti
owalah dasar qila goblok
bram kaya gitu masih mau saja
diminta untuk ninggalin wanitanya aja Masih pikir² ee masih mau aja sama bram
Ristieriswanharti
ini sebenarnya gimana si qila
Ristieriswanharti
cerita muter ga karuan
Ristieriswanharti
aq kok sebal dengan si Bram laki² gak punya ketegasan bisanya menangis menangis dan menangis serta meratap
egois ingin memiliki tanpa mau berusaha dengan cara yg benar
Ristieriswanharti
cerita ini kebanyakan pemeran jadi kadang pemeran lain sampai hilang gitu aja
Ristieriswanharti
ngeri yaa
mungkinkah dunia para bangsawan seperti itu di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!