Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menarik Perhatian Penatua Jiu
Dengan keanggunan seorang peri, Elysa melompati jendela dan menghilang ke dalam kegelapan malam, menyisakan keharuman melati yang samar di dalam kamar.
Huang kembali menutup jendelanya. Dia menatap langit-langit kamar dengan mata yang menyala ungu pekat. Kamar kayu yang sunyi itu mendadak dipenuhi oleh aura tekad yang membara.
Besok pagi, upacara pembagian mentor akan menjadi medan pertempuran barunya. Faksi Iblis, murid senior, atau siapa pun yang mencoba menjadikannya mangsa, harus bersiap menghadapi amarah dari warisan takdir yang terkubur di dalam tubuh seorang Lin Huang.
---
Fajar menyingsing, menyiram batu-batu putih Akademi Empat Jagat dengan cahaya keemasan yang megah. Alun-alun utama kini telah diubah menjadi arena melingkar yang sangat luas, dikelilingi oleh tribun bertingkat yang dipenuhi oleh ribuan murid senior. Atmosfer di tempat ini terasa begitu panas, dipenuhi oleh kepulan aura Qi dari berbagai ras yang saling bergesekan di udara.
Di tengah arena, seribu murid luar yang baru lolos—termasuk Huang—berdiri berbaris dengan rapi. Di hadapan mereka, di atas sebuah panggung melayang yang terbuat dari giok awan, duduk empat sosok luar biasa yang memancarkan wibawa absolut. Mereka adalah empat Kepala Mentor Akademi, para pendekar legendaris yang telah mencapai Ranah
Transformasi Dewa.
Huang mengedarkan pandangannya, mencari sosok yang disebutkan Elysa semalam. Di ujung kanan panggung giok, duduk seorang pria paruh baya dengan pakaian jubah abu-abu yang longgar dan berantakan. Di pinggangnya tergantung sebuah kendi arak dari labu kering, dan wajahnya tampak malas seolah tidak peduli dengan kemegahan di sekitarnya. Dialah Penatua Jiu.
"Upacara Pemilihan Mentor dan Penentuan Kelas, DIMULAI!" suara membahana dari penguji jubah abu-abu kemarin kembali menggelegar. "Setiap murid baru yang namanya dipanggil akan maju ke tengah arena. Para mentor atau perwakilan faksi akan memilih kalian berdasarkan potensi yang kalian tunjukkan di ujian pertama!"
Satu per satu nama dipanggil. Beberapa jenius dari keluarga bangsawan manusia langsung ditarik oleh faksi-faksi besar. Namun, ketegangan yang sesungguhnya baru pecah saat nama di peringkat sepuluh besar mulai disebut.
"Peringkat Keempat: Lin Huang, dari Kota Batas Awan. Maju!"
Huang melangkah tenang memisahkan diri dari barisan, berjalan ke tengah arena. Seketika itu juga, ribuan pasang mata di tribun langsung tertuju padanya. Pakaian kain hitamnya yang sederhana dan latar belakangnya yang berasal dari kota terpencil membuat banyak murid senior mencibir.
Namun, sebelum salah satu mentor dari panggung giok sempat berbicara, sebuah bayangan melompat turun dari tribun penonton faksi Iblis, mendarat dengan dentuman keras di tepi arena.
BUM!
Seorang pria bertubuh tegap dengan jubah hitam bersulam benang darah berdiri di sana. Di dahinya terdapat tanda tato kapak merah, dan aura Ranah Formasi Inti Tingkat Awal meledak dari tubuhnya, menekan udara di sekitar arena. Nama pria ini langsung membuat suasana tribun riuh.
"Itu Gu Mo! Murid Dalam senior dari faksi Gagak Hitam Benua Barat!" bisik salah satu murid baru dengan wajah memucat.
Gu Mo menatap Huang dengan tatapan dingin yang penuh dengan niat membunuh tersembunyi, persis seperti yang tertulis dalam gulungan informasi dari Elysa semalam.
"Para Mentor yang Agung," Gu Mo membungkuk hormat ke arah panggung giok, namun suaranya terdengar lantang ke seluruh arena. "Faksi Gagak Hitam kami tertarik dengan bakat fisik Lin Huang. Di ujian pertama, dia berhasil melumpuhkan adik seperguruan kami, Xing Ye. Berdasarkan hukum akademi tentang Hak Tantangan Faksi, kami meminta Lin Huang dimasukkan ke dalam faksi kami untuk 'dibimbing' secara khusus!"
Kata "dibimbing" yang diucapkan Gu Mo sarat akan ancaman. Semua orang tahu, jika seorang murid baru tanpa latar belakang masuk ke dalam faksi musuhnya, dia tidak akan bertahan hidup lebih dari sebulan.
Di tribun kehormatan Murid Dalam, Elysa yang mengenakan gaun perak menegang, tangannya mengepal kuat pada busur peraknya. Di sampingnya, Mu juga menggelengkan kepala pelan, merasa bahwa Huang berada dalam situasi yang sangat buntu.
Para mentor di panggung giok terdiam. Faksi Gagak Hitam memiliki pengaruh besar yang disokong oleh Ras Iblis Benua Barat, dan tidak ada mentor yang mau repot-repot memicu konflik demi seorang bocah manusia biasa dari kota pinggiran.
Gu Mo menyeringai penuh kemenangan. Dia menatap Huang seolah melihat seekor domba yang siap disembelih. "Bagaimana, Lin Huang? Apakah kau bersedia menerima bimbingan dari faksi kami, atau kau mau menolak dan menjadi pengecut di hari pertamamu?"
Huang berdiri tegak, wajahnya tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Dia mengingat daftar nama di benaknya, lalu menatap Gu Mo dengan senyum tipis yang penuh provokasi.
"Faksi Gagak Hitam?" Huang berbicara, suaranya terdengar santai namun bergema tajam. "Aku menghormati Xing Ye karena dia bertarung dengan jantan. Tapi melihatmu... sepertinya faksimu hanya berisi sekumpulan anjing penjilat yang suka menggonggong di depan umum."
GASPP!
Seluruh arena mendadak sunyi senyap. Tidak ada yang menyangka seorang murid baru di Ranah Fondasi Jiwa berani menghina seorang senior Ranah Formasi Inti di depan empat Kepala Mentor.
"Kau... CARI MATI!" raung Gu Mo murka. Qi kegelapannya meledak, membentuk bayangan kapak raksasa di atas kepalanya, siap menghancurkan Huang tanpa memedulikan aturan upacara.
Namun, sebelum kapak energi itu sempat menebas, sebuah suara tawa yang serak dan berbau alkohol tiba-tiba memotong dari atas panggung giok.
"Bwahaha! Mulut yang sangat tajam untuk seorang bocah! Aku suka gayamu!"
WUSH!
Sesosok bayangan abu-abu melesat turun, mendarat tepat di antara Huang dan Gu Mo. Hanya dengan lambaian lengan bajunya yang longgar, tekanan Qi Formasi Inti milik Gu Mo langsung hancur berkeping-keping seperti kaca yang dipukul martil.
Gu Mo terhuyung mundur beberapa langkah, wajahnya memucat saat melihat siapa yang berdiri di depannya.
Penatua Jiu.
Penatua Jiu meneguk arak dari kendinya, lalu menoleh ke arah Huang dengan mata yang berbinar jenaka. "Bocah, kau bilang faksi mereka seperti anjing penjilat. Lalu, bagaimana dengan tempatku? Aku tidak punya faksi mewah, hanya sebuah puncak gunung yang sepi dan banyak arak gratis. Kau tertarik menjadi murid langsungku?"
Tawaran itu bagai petir di siang bolong. Seorang Kepala Mentor Ranah Transformasi Dewa menawarkan posisi Murid Langsung kepada seorang murid luar yang baru masuk!
Huang tidak membuang peluang emas yang telah terbuka lebar di depan matanya ini. Dia segera berlutut satu lutut dan mengepalkan tangannya dengan hormat. "Murid Lin Huang, memberi hormat kepada Guru Jiu!"
"Bagus! Mulai hari ini, kau adalah muridku!" Penatua Jiu tertawa puas, lalu berbalik menatap Gu Mo dengan tatapan yang mendadak sedingin es, membuat sang senior Iblis itu gemetar ketakutan. "Gu Mo, kembali ke tempatmu. Jika faksi Gagak Hitam-mu ingin menyentuh muridku, suruh pemimpin faksimu datang sendiri menemuiku di Puncak Arak!"