Azizah Zarah mempunyai sahabat rasa pelayan yang seumuran dengannya bernama Ammar Raditsha.
Sedari kecil ia sudah melayani nona mudanya walaupun Azizah melarangnya.
Ammar di pungut oleh Burhan ayah Azizah dari jalanan ketika ia melarikan diri kejaran penculik yang mengejarnya.
Ammar tumbuh besar bersama Azizah hingga timbul rasa cinta di hati Azizah.
Namun sayang Ammar mencintai wanita lain yang berprofesi sebagai dokter, ia bernama Rika Putri.
Azizah memasang jebakan agar bisa menikah dengan Ammar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukatmi Endiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mereguk Cinta
Setelah mereguk kenikmatan bersama istri tercinta, Angga menatap wanita yang sudah merebut hatinya. Ia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi, beberapa saat kemudian ia selesai mandi, ia pun mengenakan baju kokohnya kembali dengan memakai sarung.
Dilihatnya pukul 17.00 ia membangunkan istrinya," Sayang, bangun dulu."
"Hem," Rika mengerjapkan mata mengusir rasa kantuknya.
"Jam berapa mas?" tanyanya dengan suara serak.
Ia pun duduk di ranjangnya lalu turun terasa tak nyaman untuk di buat bergerak.
"Yang bisa jalan," tanya Angga pada Rika, Rika mengangguk di lilit selimut di tubuh nya.
Ia pun berjalan dengan pelan sambil mulutnya mendesis merasakan sakit. tanpa bicara ia Angga menggendong istrinya ke kamar mandi didudukkan istri di closet dinyalakannya air panas dan mencampurkan dengan air dingin lalu di periksa temperaturnya dengan tangannya.
kemudian dia menuangkan aromaterapi, dilepaskan selimut di tubuh Rika di taruh di kaitan dinding, lalu di gendong dan dimasukan dalam bathup berisi air hangat, ia pun keluar sambil membawa selimut yang di pakai Rika.
Beberapa menit kemudian Angga mengetuk pintu kamar mandi lalu membukanya," Yang, bajunya aku taruh di sini ya...,"katanya sambil meletakan paper bag di kaitan dinding.
tak seberapa lama Rika pun selesai, ia membuka paper bag," Seperti ini lagi." gumamnya dalam hati, ia pun menghela nafas panjang. Ia pun akhirnya memakainya, terasa lebih panjang dari yang tadi, ini sebatas lutut. ia pun keluar dari kamar mandi dengan rasa malu.
"Sayang ke mari, aku sudah memesan makanan." Rika menghampiri Angga.
"Sini sayang aku bantu menyisir rambut mu," sambil mendudukannya di kursi meja rias, Angga menatap wajah ayu istri di cermin," Kamu cantik sekali sayang." Rika hanya tersenyum.
"Mas Angga apa gak ada baju selain ini," katanya sambil merajuk.
"kamu harus terbiasa dengan pakaian seperti itu sayang jika berada di kamar dengan ku aku menyukainya," katanya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mereka makan bersama di kamar hotel, ketika waktu magrib dan isya' mereka menunaikan ibadah sholatnya.
Sepanjang malam mereka mereguk kenikmatan di dalam kamar hotel hingga lelah pun menyambut untuk mengistirahatkan tubuh mereka. waktu subuh pun tiba mereka pun membersihkan diri bersuci lalu menunaikan Sholat subuh, setelah sholat subuh Angga meminta kembali pada sang istri dengan rayuan dahsyatnya.
Hari menunjukkan pukul 8.00 pagi sang istri tak sanggup bangun karena kelelahan, Angga pun membiarkan sang istri terlelap dalam tidurnya.
Pukul 11.00 siang Angga membangunkan sang istri," Sayang sudah siang bangun, apa kau tak lapar." Rika pun membuka mata yang masih terasa berat," jam berapa mas?"
"Jam 11.00 sayang, mau mandi apa makan dulu."
"Mandi dulu saja," katanya.
Sebentar mas siapkan airnya, Angga pergi ke kamar mandi tak lama kemudian dia kembali mengendong sang istri di bawah ke bathup. selama satu jam Rika berada di kamar mandi ia pun keluar telah memakai blush warna krem dan celana panjang bahan kain lembut yang disiapkan suami.
Angga menyosong istrinya lalu mengajak duduk di balkon. di sisirnya rambut indah istrinya.
"Makan yang banyak dari tadi pagi belum makan kan." kata Angga sambil tersenyum. Rika tak menjawab hanya mengangguk saja sambil terus melanjutkan aktivitas makannya.
Setelah selesai makan dan meneguk minum di gelas, terasa tenaganya pun pulih.
"Kapan kita pulang mas?"
"Sekarang, kalau kamu sudah bisa jalan, kalau belum kita tunda besok.
"Pulang sekarang aja mas, kalau di tunda besok aku kwatir badan ku tambah kurus kamu ajak itu, tapi gak kamu kasih makan mas aku," kata Rika sambil mengerucutkan bibirnya. Angga tergelak.
"Ini yo tak kasih makan dek, habis makan kamu yang tak makan dek," Angga tertawa di selah bicaranya.
"Kamu itu mas yang di pikirkan hanya itu saja mas, ini tadi badan aku aja sudah lemes karena kamu."
"iya..iya... maaf habis kamu bikin mas gak kuat dek.
Setelah sholat dhuhur mereka bersiap kembali ke rumah dengan mobil hotel mengantarkan mereka sampai rumah.
Di rumah mereka di sambut dengan sangat mesra oleh anggota keluarga. Mereka Bercanda, gelak tawa memenuhi ruang tengah," "Jangan menunda segera beri kami cucu lagi," kelakar Raka pada putra dan menantunya.
Ini lagi usaha dad, supaya kita cepat dapat yang imut seperti ini, ya Rafaza," kata Angga sambil mencowel pipi bayi Rafaza yang gembul. bayi yang berusia 2 minggu itu tersenyum.
"Kalian kapan berangkat bulan madu?
"empat hari lagi dad, karena dek Rika kan baru dapat cuti 4 hari ke depan."
"Rencana mau kemana nih? tanya Raka.
Dek Rika maunya ke Bali dad.
"Ini menantu mama kamu apain coba? Sampai pucat begini," kata Rima sambil menjewer telinga putranya.
Angga terkekeh," Maaf mam, habis gak tahan kalau dekat-dekat dengan dek Rika."
"Iya tapi gak gitu juga Ang, Awas ya kalau sampai kenapa-kenapa dengan menantu mama ya..., " kata Rima sambil bertolak pinggang.
Ammar tertawa," maklum ma, jomblo lama jadi gitu deh."
"Ha..ha...ha, kalau nikah senikmat ini kenapa nikahnya gak dari dulu-dulu aja ya dek, coba kita ketemunya dari dulu." kata Angga sambil ketawa."
"kalau dulu kamu bulan madu ke mana, nak?" tanya Rima pada Ammar.
" Di Hawai, ma," kata Ammar sambil tidur di pangkuan mama di sofa yang ia duduki bersama sang mama.
"Di Hawai, itu kan tempat di mana kamu hilang dulu fan," timpal Raka
"Iya Dad, ceritanya itu hadiah dari papa Dad, waktu kecil itu papa tanya nanti kalau kamu sudah besar dan sudah kerja punya uang banyak mau pergi ke mana? aku menunjuk sebuah pantai yang ada di Hawai, papa mengira kalau benar-benar aku ingin ke sana ternyata itu adalah ingatan bawah sadar ku saja." kata Ammar.
"Jadi Rafaza itu di buat di Hawai?" tanya Angga sambil mencowel-cowel pipi Rafaza, yang di cowel pun tidak terusik hanya menggelihat biasa.
"Enggak itu made in home," jawab Izah terkekeh.
"Jadi di sana gak berasil? tanya Angga antusias.
"Gimana bisa berhasil kalau mas Ammarnya pingsan setiap kali berada di tempat yang membuat teringat masa lalu tiba-tiba." kata Izah.
"Apa kau mengalami trauma nak? tanya Raka.
" Benar dad, setelah penculikan itu, mama dan papa Membawa ku ke psikiater."
"Maafkan, mama tak menjaga mu dengan baik sayang hingga kau di culik." kata Rima sambil mengelus rambut putranya.
"Semua sudah berlalu mam aku sekarang di sini bersama mu," kata Ammar sambil tersenyum.