NovelToon NovelToon
Aversion To You

Aversion To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan Aurora dengan Jonathan Carser—menjadi neraka saat ia menjadi korban pengkhianatan dan manipulasi.

Puncaknya, ia dipaksa menghadapi keraguan sang suami atas bayi laki-laki nya yang terlahir dengan paras begitu mirip dengan mantan kekasih masa lalunya, Braxley Valerio-Desmon.

Ketika kebenaran mulai terkuak dan Jonathan semakin brutal meluapkan amarahnya, Siapkah Aurora menghadapi kenyataan pahit, menerima kebenaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

019

Dinding beton tebal Lapas Kelas Satu bernuansa kelabu itu terasa begitu dingin dan mencekam.

Aroma lembap bercampur pembersih lantai yang menyengat memenuhi lorong-lorong sempit yang dikawal ketat oleh sipir bersenjata.

Suara dentang besi yang mengunci ruang-ruang isolasi terdengar konstan, menegaskan bahwa di tempat inilah kebebasan mati dan hukuman dimulai.

Di dalam ruang kunjungan berbatas kaca tebal yang buram, Jonathan Carser duduk terkulai di atas kursi besi yang dipatok mati ke lantai.

Pria yang dahulu selalu tampil dengan setelan jas seharga ribuan dolar itu kini terlihat begitu menyedihkan.

Pakaian tahanan berwarna oranye longgar membungkus tubuhnya yang kian tirus.

Rambutnya yang biasanya tersisir rapi kini kusut dan berantakan, sementara lingkaran hitam pekat mengitari kedua matanya yang memerah liar. Lingkaran hitam itu adalah saksi bisu atas malam-malam tanpa tidur yang dihabiskannya dalam rasa frustrasi, amarah, dan kekalahan yang membakar jiwanya dari dalam.

Klek.

Pintu besi di seberang kaca terbuka. Seorang wanita melangkah masuk dengan langkah perlahan, memecah keheningan ruangan yang pengap.

Wanita itu adalah Brenda—asisten pribadi yang selama satu tahun terakhir menjadi wanita simpanannya di balik layar saat Aurora masih berstatus sebagai istri sah Jonathan.

Brenda mengenakan pakaian serba hitam yang longgar dengan kacamata hitam besar yang menutupi separuh wajah cantiknya yang kini tampak pucat dan kelelahan.

Jonathan mendongak. Manik matanya yang menyala oleh dengki menatap wanita yang baru saja duduk di kursi di balik kaca tebal tersebut.

"Brenda..." suara Jonathan meluncur parau melalui intercom kecil yang menghubungkan kedua sisi kaca. "Kenapa kau baru datang sekarang, huh?! Di mana pengacara-pengacara baru yang kusuruh panggil?! Kenapa bandingku ditolak lagi?!"

Brenda tidak langsung menjawab. Jemari tangannya yang gemetar perlahan melepas kacamata hitamnya, memperlihatkan mata yang sembap dan kusam akibat menangis berturut-turut. Wanita itu menatap Jonathan dengan pandangan yang bercampur antara keputusasaan, ketakutan, dan sisa-sisa rasa cinta yang kini terasa beracun.

"Tidak ada pengacara lagi, Jonathan..." bisik Brenda melalui gagang telepon intercom, suaranya pecah oleh isakan tipis. "Tidak ada satu pun firma hukum di kota ini yang berani mengambil kasusmu. Keluarga Desmon telah mengunci seluruh akses. Aset Carser Corporation habis disita, dan ayahmu... ibumu melarikan diri ke luar negeri tanpa membawamu."

Brak!

Jonathan menghantamkan kepalan tangannya ke meja besi di depannya, membuat sipir di sudut ruangan menegurnya dengan bentakan keras.

"Bajingan penakut!" maki Jonathan dengan urat-urat leher yang menegang tegang. "Semua orang meninggalkanku! Semua orang mengkhianatiku!"

"Jonathan, dengarkan aku dulu..." Brenda memotong, tangannya mengusap perutnya yang masih tampak rata di balik gaun hitam longgarnya.

Napas wanita itu tertahan, ada tremor hebat saat ia memberanikan diri menatap mata pria yang dicintainya itu. "Aku ke sini... bukan hanya untuk memberitahukan hal itu."

Jonathan memicingkan matanya tajam, tidak sabar dan penuh prasangka. "Lalu untuk apa lagi?! Kau juga mau meminta uang dariku yang sudah habis ini, huh?!"

Brenda menggelengkan kepalanya dengan air mata yang menetes membasahi pipinya. Tangannya yang mengusap perut kian erat.

"Aku hamil, Jonathan..." bisik Brenda parau. "Dua minggu lalu aku melakukan tes. Di dalam rahimku... ada anakmu. Anak kita."

Keheningan yang mencekam seketika melingkupi ruang kunjungan itu.

Jonathan mematung di tempatnya. Kalimat Brenda bagaikan petir yang menyambar otaknya yang sedang membusuk oleh dendam.

Pria itu menatap perut Brenda, lalu beralih menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Tidak ada binar kebahagiaan seorang ayah. Tidak ada rasa haru atau kehangatan. Yang terpancar dari manik mata Jonathan hanyalah kejijikan, keheranan, dan kegilaan yang kian pekat.

"Anak?" gumam Jonathan, lalu tiba-tiba sebuah tawa sumbang yang gila meluncur dari tenggorokannya. "Hahaha! Anak?! Kau bilang kau hamil anakku di saat aku sedang membusuk di dalam sel penjaraku sendiri?!"

"Jonathan, ini anakmu!" teriak Brenda panik melalui telepon, air matanya kian deras mengalir. "Aku menyayangimu! Aku bertaruh segalanya untuk bersamamu saat kau masih bersama Aurora! Tapi sekarang... kita tidak punya apa-apa lagi! Bagaimana dengan masa depan anak ini?!"

Tawa gila Jonathan seketika berhenti. Wajahnya berubah menjadi begitu dingin, begitu kelam dan iblis, hingga membuat Brenda merinding ketakutan di balik kaca.

"Masa depan?" bisik Jonathan dengan nada yang sangat beracun, menempelkan wajah tirusnya ke kaca tebal yang memisahkan mereka. "Kau bicara soal masa depan di tempat seperti ini, Brenda?!"

Jonathan mengepalkan tangannya di kaca, matanya menyala-nyala memancarkan kebinatangan yang tak lagi terkontrol.

"Dengarkan aku, Brenda!" bentak Jonathan, suaranya menggelegar dipenuhi oleh kebencian mutlak yang mendalam pada satu nama. "Seluruh hidupku hancur! Namaku, kekayaanku, dan kehormatanku diratakan hingga ke tanah oleh Braxley Valerio-Desmon! Pria bajingan itu merebut Aurora, merebut status, dan menjebloskan ku ke dalam neraka ini!"

"Jonathan, cukup... pikirkan bayi ini—"

"Aku tidak peduli dengan bayi itu!" jerit Jonathan tanpa ampun, memotong kata-kata Brenda dengan kejejikan yang dingin. "Kau pikir aku peduli pada benih yang lahir di saat aku menjadi pecundang seperti ini?! Kau pikir aku peduli pada wanita simpanan seperti dirimu saat nama Carser sudah menjadi sampah di mata dunia?!"

Kata-kata Jonathan bagaikan pisau beracun yang menghantam dada Brenda hingga hancur berkeping-keping. Wanita itu memegang dadanya, menangis histeris mendengar pria yang dibelanya mati-matian tega menginjak-injak janin di dalam rahimnya sendiri.

Namun Jonathan tidak lagi memiliki akal sehat. Dendam dan kegilaannya telah mengambil alih seluruh jiwa dan pikirannya. Pria itu menatap lurus ke depan dengan pandangan liar yang membakar.

"Braxley Desmon... Aurora..." bisik Jonathan dengan nada penuh kutukan yang mengerikan. "Kalian pikir kalian sudah menang, huh?! Kalian pikir kalian bisa hidup bahagia di atas penderitaanku dan kehancuranku?!"

Jonathan tertawa lagi—sebuah tawa dingin dan serak yang terdengar bagaikan rintihan iblis dari dasar neraka.

"Demi Tuhan..." sumpah Jonathan dengan matanya yang mendelik lebar, menatap bayangan dirinya sendiri di kaca yang buram. "Atas nama Tuhan dan seluruh penderitaan yang kurasakan di dalam penjara ini... kalian akan mendapatkan yang setimpal atas kehancuranku!"

Jonathan mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Brenda dengan pandangan mengancam yang membuat bulu kuduk wanita itu berdiri.

"Sampaikan ini pada mereka jika kau punya kesempatan, Brenda..." bisik Jonathan penuh racun. "Pernikahan mewah mereka, tawa mereka, dan keluarga bahagia yang sedang mereka bangun di atas reruntuhan hidupku... semuanya akan dibayar mahal! Sumpahku akan terus mengikuti mereka! Dinding-dinding penjara ini tidak akan bisa menghentikan kutukanku untuk menghancurkan dinasti Desmon!"

"Kau... kau sudah gila, Jonathan!" tangis Brenda pecah, ia berdiri dari kursinya dan melempar gagang telepon intercom ke meja. "Kau benar-benar monster yang sudah gila!"

"Ya! Aku gila karena mereka!" jerit Jonathan hysteris saat dua sipir penjara langsung memegang kedua tangannya dan menariknya paksa berdiri dari kursi.

Meskipun tubuhnya diseret mundur oleh para sipir menuju lorong sel yang gelap, Jonathan terus berontak, melontarkan kutukan dan jeritan kebencian yang bergema memantul di seluruh dinding beton penjara tersebut.

"Kalian tidak akan pernah tenang, Braxley! Aurora! Dengarkan aku! Kalian tidak akan pernah bahagia! Darah dan kehancuranku akan menjadi bayang-bayang yang meracuni hidup kalian sampai mati!" jerit Jonathan liar hingga pintu besi isolasi membentur menutup suaranya.

Di luar ruang kunjungan, Brenda terduduk di atas lantai marmer yang dingin. Wanita itu meremas perutnya yang berisi benih dari seorang pria yang telah hancur oleh dendamnya sendiri.

Air mata penyesalannya menetes tanpa henti, menyadari bahwa ia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya pada sosok monster yang kini tinggal menunggu pembusukan di balik sel tahanan.

Dendam kelam dari balik jeruji besi itu telah terucap—sebuah sumpah keputusasaan dari musuh yang telah rata dengan tanah, menandai bahwa meskipun kegelapan mencoba menyumpahi cahaya, takdir agung dinasti Desmon di luar sana telah siap menyambut kemenangan mutlak mereka.

1
Astrid Kucrit
lyn,cuma kamu yang draco inginkan
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak🙏🏻
total 1 replies
Siti Kamisah Hasnul
Linzy ternyata anak Jonathan...wahhhhh...kacau ini
Rosdianah 🌷: jangan kacau dulu kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
gak nyangka udah di tahap baca ceritanya anaknya AJ brarti si braxley ini cucunya vexana sama landon 🤣
Rosdianah 🌷: hehe iya kak, kembarannya Braxton disebelah kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
jonathan harus di kasih pelajaran tambahan nih 🤣🤣🤣tuh orang gak ada takut nya
😔
Rosdianah 🌷: Wajib digoyeng 🤣🤭
total 1 replies
Ainun Mahya
nggk up nih kak?
Rosdianah 🌷: huhu besok author Double Up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
vote meluncur🤭🤭
Rosdianah 🌷: uhuy ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
widieww....braxley tipe2 blackflag banget gak sih🤔🤣😂
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
selamat thor udah meluncur karya baru lagi🥳🥳🥳
makin prokdutif banget thor bulan ini udh baru lgi muncul🥳
Rosdianah 🌷: Huhu🫶 Ma'aciww kak, Dan ma'aciww juga asas setiap Jejak Nya selama ini. semoga cerita nya. happy reading 🥰
total 1 replies
Hennyy exo
wow karya mu emang bagus thor
Rosdianah 🌷: ma'aciw kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!