NovelToon NovelToon
Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Siti Fatimah

ALANGKAH BAIKNYA JANGAN DIBACA KARENA JUDUL INI HANYA PELATIHAN PERTAMA KALI AKU BELAJAR NULIS, TYPO DAN PUEBINYA MASIH AMBURADUL

Hati yang sudah terlanjur rapuh akan sangat sulit untuk bisa disembuhkan. Wajah yang dulunya dipenuhi dengan kebahagiaan dan keceriaan, kini yang tersisa hanyalah penderitaan dan air mata yang terus menggaliri dari kedua sudut matanya. Siapa sangka kejadian pertemuan tak sengaja dengan seseorang yang tidak ia kenal, akan jadi bencana baru dan awal baru bagi kehidupannya nanti.

* * * * * * * *
Kenapa hidupku harus se menderita ini, jika kebanyakan orang bisa merasakan apa arti itu kebahagiaan, kenapa hanya aku orang yang harus merasakan penderitaan ini. Hidup bersama dengan Mama tiri sama halnya dengan hidup didalam jeruji besi, tidak ada kasih sayang yang ia tunjukkan padaku, yang ada hanyalah siksaan dan hinaan yang ia tunjukkan padaku setiap harinya. Untuk apa aku hidup jika pada kenyataannya kehidupan bahagia ti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34.

" Selamat pagi sayang?" ucap Sandra yang tiba-tiba merangkul pundak Richard dari belakang.

"Apa yang dilakukan wanita licik ini, tahan Richard untuk saat ini kamu harus tahan emosi dan amarah kamu ke dia. Ingat masih ada kasus yang belum terpecahkan, jadi berpura-pura lah menjadi Richard yang dulu, Richard yang selalu emosi dan terlihat bodoh dimatanya,"batin Richard yang mengepal tangannya.

"Sayang kamu kok diam sih aku kan sedang berbicara denganmu?"tanya Sandra lagi.

"Maaf sayang aku terkejut tadi makanya aku belum sempat mengatakan apa-apa?"balas Richard yang tanpa mau berbasa-basi.

"Sayang, ponsel aku kemaren dijambret oleh seseorang jadinya sekarang aku tidak punya ponsel buat alat berkomunikasi lagi?"

"Kamu dijambret, tapi kamu tidak terluka kan?"

"Kamu tenang saja aku tidak terluka sedikit pun kok. Karena penjambret itu hanya merampas ponselku saja."

"Ya sudah kalau gitu kamu jangan pikirkan soal itu, nanti kita kita beli yang lebih mahal lagi ya."

"Kamu serius sayang?"

"Iya aku serius."

"Terima kasih ya sayang kamu itu memang Suami yang paling pengertian,"balas Sandra dengan mengecup pipi Richard.

"Iya aku memang Suami yang paling pengertian. Dan kamu Istri yang tidak tahu diri dan bermuka ular!"batin Richard dengan menunjukkan senyuman sinisnya.

Dalam pembicaraan mereka yang hendak akan melakukan sarapan pagi. Tiba-tiba suara ketokan pintu terdengar dari luar pintu.

"Sayang siapa yang mengetok pintu pagi-pagi gini apa kamu ada tamu?"tanya Sandra dengan ekpresi wajah penasaran.

"Biar saya yang membukanya Tuan?"timpal Bibik lalu Bibik berjalan menuju pintu depan.

Cklekk.

"Maaf kalian cari siapa ya?"tanya Bibik pada ketiga petugas laki-laki berkumis cukup tebal.

"Maaf apa benar ini dari kediaman Tuan Richard?"tanya salah satu dari seseorang itu.

"Iya benar ini kediaman Tuan Richard, kenapa?"tanyanya lagi.

"Bisa panggilkan beliau?"perintah salah satu petugas.

"Baik saya akan panggilkan, mohon tunggu sebentar!"

"Baiklah!"

.

.

"Maaf Tuan ada beberapa petugas yang mencari Tuan.?"ucap Bibik yang menghampiri Richard disalah satu kursi meja makan.

"Petugas, kamu sedang memangil beberapa petugas sayang?"tanya Sandra.

"Iya aku memang memangilnya kamu kan tahu kalau sekarang itu lagi musimnya demam berdarah, jadi aku sengaja menyuruh mereka untuk menyemprot desinfektan pada seluruh ruangan Rumah ini apa lagi melihat wajah kamu kemaren ada bekas gigitan nyamuk dan bentolan merah, jadi aku takut kalau kamu harus menggalami luka gigitan lagi jika aku tidak segera memangil petugas kesini,"cela Richard.

"Sayang kamu itu romantis Banget sih, aku jadi terharu?"ucap Sandra yang mulai tersipu malu.

"Kenapa setiap kali melihat mereka mesra seperti ini kenapa hatiku rasanya jadi sakit ya? Apa mungkin perlahan-lahan aku sudah mulai menaruh perasaan kepadanya? Apa keinginanku yang juga ingin diperlakukan dengan lembut dan penuh dengan perhatian apa semua itu hanya akan jadi mimpi, mimpi yang tidak akan pernah tercapai."

Batin Resya dengan raut wajah yang terlihat sedih, air matanya yang rasanya ingin terjatuh tapi ia tahan dengan perasaan sedikit terluka akhirnya tanpa berkata mau pun mengatakan sesuatu ia memutuskan untuk pergi, Resya yang baru saja akan pergi meninggalkan tempat ini. Tiba-tiba Richard menarik tangan Istrinya dan menghalanginya.

"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi, kita semua akan pergi jadi jangan ada niatan untuk pergi kemanapun,"tegas Richard pada Resya.

"Ya sudah karena kita sudah sarapan, gimana kalau sekarang kita pergi dan refreshing kan diri dulu, gimana apa kamu setuju sayang?" ucap Richard yang melihat kearah Sandra dan sesekali ia melirik kearah Resya.

"Itu ide yang bagus sayang, sudah lama kita tidak liburan jadi aku setuju sama ide yang kamu rencanakan saat ini."

"Baiklah kalau gitu kalian bersiaplah dan kemasi barang-barang yang hendak akan kalian bawa nanti. Sekarang aku ingin menemui petugas itu untuk menunggunya terlebih dulu."

"Baiklah."

Giliran mereka semua yang pada sibuk berkemas diri. Richard menghampiri para petugas yang ternyata mereka semua adalah anak buah yang ditugaskan oleh Richard sendiri.

"Tuan gimana penyamaran kita, genius bukan?"ucap Gibran dengan memainkan kumis palsunya.

"Iya aku akui kalian memanglah genius sekarang. Dan sekarang aku sudah berhasil mengalihkan perhatian mereka semua untuk meninggalkan Rumah ini, jadi laksanakan tugas yang saya perintah dan ingat jangan sampai gagal!"tegas Richard pada ketiga anak buahnya.

"Baik Tuan kita tidak akan gagal sekarang, tapi nanti kita boleh kan menyusul Tuan ke tempat wisata?"ucap Reza dengan menaikkan mengedipkan aliasnya.

"Baiklah kalian boleh menyusulnya nanti, tapi ingat laksanakan dengan benar tugas yang saya perintahkan ini."

"Siap Tuan."

Mendengar suara langkahan kaki seseorang yang menuju kearah mereka. Richard memulai lagi aktingnya.

"Baiklah Pak kalau kalian semua sudah mengerti dengan apa yang saya katakan tadi, jika kalian sudah selesai cepat kabari saya."

"Baik Tuan kita akan mengabari Tuan nanti?"

"Nyonya ini Bibik sudah membawa semua barang-barang milik Nyonya?"ucap Bibik.

"Baiklah cepat masukkan ke bagasi mobil sekarang!"perintah Sandra tiba-tiba Richard langsung memotong pembicaraannya.

"Tunggu!"

"Ada apa sayang?"

"Mendingan kamu masukkan semua koper-koper kamu kedalam bagasi Mobil kamu. Apa kamu lupa Mobilku platnya bisa terdeteksi, jadi jika aku mengunakannya yang aku takutkan ada Polisi yang akan mengetahui keberadaan ku nanti, jadi kamu mengerti kan?" cengkal Richard.

"Astaga iya aku lupa, baiklah Bik cepat masukkan kedalam bagasi mobilku aja."

"Baik Nyonya!"

Rupanya penyamaran yang dilakukan para anak buah Richard berhasil tanpa ada rasa kecurigaan yang dirasakan oleh mereka semua. Bergegas mereka mulai memasuki Mobil dan melajukan laju kendaraannya.

Dan tidak sampai menempuh jarak sekitar 2 jam tak lama mereka telah sampai disalah satu Hotel Permata Indah yang dimana Hotel tersebut sudah mendapat predikat Hotel termegah lantaran kualitasnya sangat mewah, ditambah lagi dengan adanya beberapa fasilitas yang sudah terpampang nyata disana.

Setelah memesan dua kamar Hotel, Richard akhirnya berhasil merasa lega dan meletakkan koper Sandra di ruangan tersebut.

"Akhirnya kita sampai juga di Hotel ini,"ucap Richard dengan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang, dia pun kembali bangkit setelah ia ingat akan rencananya.

"Astaga aku baru minggat ponselku tertinggal di dalam Mobil aku ambil dulu ya sayang?"

"Baiklah apa kamu inggin aku temani kamu?" tawar Sandra.

"Tidak perlu aku hanya sebentar kok nanti aku juga akan kembali."

"Baiklah kalau gitu jangan lama-lama ya?"

"Iya hanya sebentar saja kok."

Richard sudah keluar dari kamar dirinya sudah ada didalam mobil tersebut.

"Rencanaku untuk menjebak mereka semua sudah berhasil terlaksana, sekarang giliranku untuk menjalankan misi ini untuk meletakkan alat pengintai ini, tapi dimana aku harus menaruhnya? Jika aku taruh diatas mau pun didepan, Sandra pasti akan tau jadi kemana aku harus meletakkan alat ini agar dia tidak mencurigai mau pun mengetahuinya?"

Sembari berfikir dan mencari tempat yang cocok buat meletakkan alat ini, pandangan Richard yang tadinya hanya terus berputar ke segala arah akhirnya tak lama pandangannya tertuju pada salah satu titik tempat yang terbilang cukup sempit dan gelap, tapi masih ada ruang untuk bisa meletakkan barang yang ukurannya hanya seukuran botol aqua bahkan alat ini lebih kecil dari ukuran botol tersebut.

Dengan warna yang hitam dan berukuran sangat kecil jadi akan menyusahkan bagi seseorang untuk mengetahui apa alat itu.

Dengan hanya perlu menempelkannya pada batang besi. Otomatis alat itu akan tertempel dan merekat dengan sendirinya pada alat HDleans lantaran ada magnet yang mampu untuk menarik gaya gravitasi ketika sedang bersentuhan dengan batang besi yang sudah bersentuhan tersebut.

Berhasil merekat dalam satu sama lain. Richard hanya perlu menonaktifkan huruf On yang nantinya data tersebut otomatis akan menyala secara langsung dan tersambung lewat jaringan ponsel Richard sendiri.

"Misi selesai!"ucap Richard yang akhirnya merasa lega dia bisa menjalankan semua secara rencana, menggambil benda pipih yang berada di sakunya dan menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.

📞 "Gibran gimana apa disana rencana bisa berjalan sesuai rencana?"

📞" Tuan tenang saja kita sudah berhasil memasangkan alat itu mulai dari sudut ruangan sampai ke bagian ruangan yang lainnya. Bahkan kita juga memasangkan perekam suara khusus untuk bagikan kamar mandi, kan tidak mungkin kalau kamar itu kita kasih CCTV juga bukannya itu sudah melanggar peraturan bukan?"

📞" Ia benar sekali. Baguslah kalau ternyata kalian bisa bekerja tambah lebih baik sekarang, ingat jika kalian sudah berhasil memasangkan semuanya kabari aku lagi ya.

📞" Baik Tuan nanti kita akan kabari Tuan lagi. Ya sudah kalau gitu saya matikan dulu ya?"

📞 "Baiklah."

BERSAMBUNG.

1
christina paya wan
jengkel jg dgn kebodohan resya nih..
Siti Fatimah: Sabar ya kak 😊
total 1 replies
christina paya wan
Resya yg bodoh..
Bintang Timur
crtnya rumit bikn pusing
Bintang Timur
hahaha/Facepalm/
Rini Astria
Luar biasa
Rini Astria
Kecewa
Hasma Hajar
kak,kata2nya terulang trs jd bosan bacax.jd aku lewatin aj kalimat2 yg sama
Siti Fatimah: Iya kak gak papa soalnya blm sempet aku revisi
total 1 replies
Hasma Hajar
ceritanya terulang trs
Saenab
Richard di butakan oleh cinta dia tdk tau klu istrix ad main SM alex
Aliya Jazila
lanjut thor
Siti Fatimah: Siap kak 😊
total 1 replies
Saenab
tercatat Sandra kaki tanganx Alex dasar penjahat
Siti Fatimah: Terima kasih atas dukungannya kak 🥰
total 1 replies
Hasunah Setiadi
lumayan
Siti Fatimah
Makanya baca dulu balasan aku yg tadi kak, ini novel lama aku blm sempat aku revisi. Dan ini juga dari thn 2020 publisnya soalnya masih sibuk garap yg baru, niat kakak membaca tapi mlh bikin penulis mlh down jadi jika memang tidak ada niatan buat baca alangkah baiknya stop baca juga gak papa sekali lagi terima kasih atas sarannya
Nurliana Saragih
Aish,,,makin ngawur nih, dalam Islam gak ada yang namanya di kremasi baru di makamkan!!!
😡😡😡
Nurliana Saragih
Baru kali ini aku baca novel cerita tentang Mafia yang bodoh!!!
Masak hanya karena mata dia memilih bunuh diri, emang kemampuan Mafia Kejam nya sampe mana?!
😤😤😤
Makin kesini makin gak ngawur!!!
Nurliana Saragih
Di ulang lagi kata2 nya?!
Nurliana Saragih
Gak kreatif kali Thor, kenapa terlalu banyak kalimat yang di ulang?!
😤😤😤
Siti Fatimah: Kan sudah aku bilang judul ini aku menulis baru pertama kali kak, blm lagi judul ini blm aku kontrak alhasil nulis aku cuma sebagai pelatihan jadi maaf kalau banyak yg kurang memuaskan dan masih banyak typonya
total 1 replies
Nurliana Saragih
Kenapa Bab ini di ulang lagi dari Bab sebelumnya?!
😤😤😤
Siti Fatimah: Maaf kak itu lagi mode kehabisan ide blm lagi kejar jum'kat alhasil ya gitu Terpaksa ngulang babnya
total 1 replies
Nurliana Saragih
Punya Richard telur yang sudah pecah 2 di tambah telur punya Gibran 2 jadi 4 kan, sayang kalo di sia - sia'in, enaknya di apain ya?!
🤣🤣🤣
Nurliana Saragih
Mantap tendangan mautnya Resya, pecahlah telurnya Richard?!
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!