NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Dari Petualangannya

Setelah keluar dari goa yang berada di atas sebuah bukit yang cukup tinggi dan di bawahnya terlihat hamparan pepohonan seperti sebuah hutan lebat yang sangat luas. Serta udara di sekitarnya terasa sangat segar dan adem mesti pun matahari terlihat sudah berada di atas kepala.

Sambil berjalan menjauhi mulut goa tadi, ia pun mencoba mencari jalan untuk turun dari tebing yang cukup tinggi dan selalu memperhatikan area di sekitarnya untuk berjaga-jaga. Lalu ia pun terus berjalan turun dari bukit tersebut, dan tiba-tiba ia mendengar suara segerombolan orang seperti sedang bersorak dan bernyanyi.

Suara itu serasa semakin terdengar keras dan mendekat menuju ke arahnya. Karna merasa takut, ia pun segera mencari sebuah batu besar untuk tempat ia bersembunyi. Dari balik batu besar itulah ia melihat rombongan para pemburu yang sedang memikul hasil buruannya berjalan menyusuri sebuah jalan yang menuju ke arah hutan.

Semua rombongan pemburu tadi terlihat primitif, berbadan tegap namun tidak begitu besar. Tidak mengenakan baju dan hanya memakai lilitan semacam kulit binatang untuk menutupi bagian depan dan belang dari pinggang sampai ke lutut.

Memakai ikat kepala yang juga dari kulit hewan.

Mereka masing-masing terlihat membawa senjata berburu yang berbeda-beda, seperti tombak panjang, pedang pendek, panah, sumpit dan juga perisai dari kayu berbentuk persegi panjang.

Tanpa bergerak dan menimbulkan suara sedikit pun, Ipul masih tetap bersembunyi di balik batu besar sembari mengintip dan menunggu mereka berjalan menjauh dari tempat ia bersembunyi.

Setelah dirasa mereka telah jauh dan dirasa tempat disekitarnya benar-benar sudah aman, ia pun keluar dari persembunyiannya. Dengan tetap memperhatikan sekelilingnya, ia terus berjalan perlahan menggunakan jalan yang di lalui rombongan pemburu tadi untuk turun dari bukit menuju ke hutan yang ada di bawahnya.

Setelah sampai di bawah, ia Masih tetap berjalan perlahan mengikuti jejak-jejak para pemburu tadi. Dan akhirnya ia pun melihat sebuah permukiman yang mungkin itu adalah perkampungan para pemburu tadi.

Dengan sangat berhati-hati ia mencoba berjalan mendekati perkampungan kecil itu, dengan cepat ia bergerak mencari tempat untuk bersembunyi agar dapat memantau mereka dari kejauhan.

Karena perkampungan itu masih berada tidak jauh dari bukit tempat ia keluar tadi, Ipul pun memutuskan untuk mencari tempat persembunyian yang dirasa aman serta tinggi agar mudah melihat seluruh aktifitas yang ada di perkampungan tersebut.

Setelah dirasa tempat itu cukup aman ia pun bergegas masuk di cela dua bebatuan besar yang di baliknya terdapat lubang yang menyerupai goa, namun sangat kecil yang terbentuk karna pengikisan air yang jatuh dari atas bukit.

Di tempat itulah ia dapat melihat semua yang ada di perkampungan itu, dan di situ jugalah ia akan bermalam jika memungkinkan. Karna merasa perbekalan yang di bawanya cukup untuknya melewati malam ini, jadi ia merasa tidak perlu menghidupkan api untuk membakar makanan.

Hanya yang ia cemaskan jika tidak ada api unggun bagaimana caranya iya tidak kedinginan saat malam hari nanti. Lalu ia pun mencoba untuk membuat selimut dari kulit hewan yang berbulu tebal untuk nantinya ia pakai melawan rasa dingin saat malam hari.

Akhirnya persiapan untuknya nanti malam sudah siap dan ia pun aman dari udara malam yang dingin nantinya di sekitar tempat itu.

Setelah beristirahat sebentar di tempat ia bersembunyi, tak terasa hari pun mulai senja.

Semua orang yang ada di kampung itu terlihat sangat sibuk menyiapkan sesuatu di sore itu.

Seperti akan mempersiapkan sebuah upacara adat, mereka membuat semacam tempat pembakaran dari kayu-kayu kering yang disusun menyerupai tempat yang biasa dipakai untuk membakar mayat orang yang sudah meninggal.

Mereka pun juga mempersiapkan hasil buruannya yang sudah di bersihkan dan siap untuk di panggang. Serta terlihat juga ada beberapa makanan dan sesajian lain yang begitu banyak yang sudah mereka siapkan.

Dengan menggunakan teropong di jaman itu, Ipul bisa lebih leluasa melihat dari jauh apa yang mereka lakukan.

Hari pun mulai memasuki senja dan mereka pun mulai menghidupkan api untuk penerangan seluruh kampung. Dan mereka pun terlihat sudah mulai melakukan upacara pembakaran jenazah tersebut. Lalu jasad tersebut mereka letakan di atas tumpukan kayu beralaskan kulit hewan kering, dan mungkin akan mulai di bakar setelah matahari terbenam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!