NovelToon NovelToon
Mbak Mafianya Mas CEO

Mbak Mafianya Mas CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Contest / Mafia / Chicklit
Popularitas:629k
Nilai: 4.9
Nama Author: Coretan Pena

Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.

Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.

Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.

Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.

Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.

Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.

Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANTON

Lisa sedang berada di kantor polisi menjenguk Darel sambil menceritakan apa yang sekarang terjadi pada Gita.

"Muka kamu kenapa ditekuk gitu? ada masalah?" tanya Darel yang melihat mimik muka Lisa sangat menunjukkan kesedihan.

"Gita mas." 1 bulir air mata lolos begitu saja dari mata Lisa mengingat penuturàn dokter tentang apa yang sekarang Gita alami.

"Gita kenapa ma? Gita baik-baik saja kan?" tanya Darel mulai panik dengan raut wajah Lisa yang lebih sedih lagi bahkan sekarang air mata itu semakin deras mengalir dipipi Lisa.

"Gita terkena PTSD mas,mama harus gimana?" ucap Lisa masih sambil menangis.

"Gangguan stres pascatrauma? kok bisa sampai terkena itu? emang Gita ngalamin kejadian apa sampai dia trauma?"

"kejadian dia yang disiksa Adit sama orang Beyond waktu itu dan penangkapan mas Darel itu bikin Gita trauma, Gita menyalahkan dirinya atas penangkapan mas,Gita mikir itu semua salah dia mas,mama harus gimana?"

"Ini semua salah papa ma,kalau saja papa gak nyelakain Lea dan papa larang Gita jebak Lea pasti gak gini jadinya, maafin papa."Darel menunduk dan tanpa terasa 1 bulir air mata jatuh kepipinya.

Lisa menggenggam tangan Darel yang ada didepannya. "Sekarang bukan waktunya kita mikirin salah siapa tapi yang harus kita pikirin gimana caranya kita bikin Gita sembuh dan kita jangan pernah main-main sama Lea lagi karna pasti orang beyond sama Cat yang maju." Ucap Lisa sembari mengelus tangan suaminya.

"Iya papa nyesel main-main sama Lea,dianya memang lemah tapi bekingannya bukan orang sembarangan,papa dimasukin penjara doang aja udah syukur dari pada dibunuh,mereka bukan orang yang bakal mikirin dosa kalau sudah benci sama orang."

"Iya intinya kita jangan ngusik siapapun yang bersangkutan sama Beyond ataupun Cat termasuk perusahaan Cat."

"Ngomong-ngomong masalah perusahaan gimana keadaan perusahaan papa ma?" Lisa kembali menunduk.

"Ada apa ma? jujur aja gpp."

"Pertama mama gak punya kemampuan mimpin perusahaan pa, kedua mama sibuk mikirin Gita, perusahaan agak turun pa,apalagi dengan kondisi nama papa yang benar-benar sudah jelek dimata public,banyak client yang mutus kontrak juga,mama gak bisa mempertahankan perusahaan pa,maaf." Jelas Lisa masih sambil menangis.

Sekarang gantian Darel yang menggenggam dan mengelus tangan Lisa. "Mama gak salah,ini sudah resiko papa,mungkin memang umur perusahaan papa cuma sampai sini doang."

"Maafin mama pa."

"Udah gpp ma, papa ikhlas." Senyum palsu tersungging dari bibir Darel untuk menutupi kehancuran hatinya membayangkan perjuangannnya selama ini harus hancur begitu saja.

"Waktu besuk sudah habis,mari kita kembali kedalam pak." Ucap Polisi yang dari tadi mengawasi mereka.

Darel dibawa masuk polisi tanpa menunggu persetujuan dari Darel ataupun Lisa.

Setelah Darel kembali masuk ke sel,Lisa pergi dari kantor polisi menuju rumah sakit tempat dimana Ara dirawat.

"Gimana Hen keadaan Ara?" tanya Lisa setelah masuk keruangan Ara.

"Seperti yang lo lihat masih kaya gitu,besok kalau kondisinya tetep kaya gitu gue bakal pindahin dia ke RSJ." Jelas Darel dengan menatap Ara yang tertidur dengan tangan dan kaki yang dirantai sama ranjangnya.

Kondisi Ara sangat parah sekarang,tanpa ada yang memicupun Ara bisa tiba-tiba ngamuk dan menyakiti dirinya sendiri, badan Ara penuh dengan luka hasil cakaran dia sendiri.

Sampai sekarang Ara masih menggumamkan kata "Pembunuh" dan "Aku harus mati" tanpa Hendri tau asal usul kata-kata itu dari mana.

Teror itu masih terus berlangsung hanya sekarang yang mendapat telfon ataupun chat hanya Hendri karna Ara sudah tak mungkin memegang hp dengan kondisi dia sekarang.

"Hen,lo udah tau siapa pelaku dibalik semua teror yang nyerang lo,gue curiga pasti orang yang bikin Ara kaya gini ada hubungannnya sama dia juga.

"Gue udah nyuruh detective nyari siapa yang udah lakuin ini tapi nihil gak ada hasil,lama-lama gue juga bisa ikut setres kalau gini terus." Ucap Hendri sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Lo gak usah perduliin chat ataupun telfon orang itu,biarin aja."

"Gimana mau dibiarin kalau 1x dia chat pasti bakal ada ratusan chat susulan,gue udah ganti nomor bahkan sampai ganti hp masih aja dia bisa tau nomor gue."

"Lo curiga sama Beyond ataupun Cat ngak?"

"Ngak mungkin mereka kayaknya,ngapain mereka neror gue sama Ara?"

"Lo gak inget Ara udah fitnah Lea sampai bikin Lea dicekek Fano,lo pikir Beyond dan Cat bakal cukup dengan hanya bikin Ara dipenjara dan di benci keluarga Brista doang?"

"Kalau sampai bener ini ada hubungannya sama Beyond dan Cat gue udah gak bisa berkutik lagi. Gue gpp kalau mereka bikin gue bangkrut asal janngan bikin Ara kaya gini,gue kasihan sama dia."

Ara sedari tadi terus memberontak setelah bangun tapi kata yang keluar dari mulutnya bukannya minta tolong tapi tetap dengan kata pembunuh dan Aku harus mati.

Andai tangan dan kakinya tidak dirantai pasti dia sudah mencakar dan memukuli badannya.

"PEMBUNUH."

"AKU HARUS MATI." Ara berteriak sangat kencang membuat Lisa dan Darel kaget dan langsung menghampiri Ara.

Hendri mengelus kepala Ara untuk sekedar menenangkannya. "Ara sayang tenang jangan kaya gini,kamu bukann pembunuh sayang."

"PRMBUNUH,AKU PEMBUNUH,AKU HARUS MATI."

"Gue panggil dokter dulu,udah gue pencet tombolnya ngak dateng-datrng." Lisa keluar kamar dan mencari dokter sedangkan Hendri masih terus berusaha menenangkan Ara.

Dokter masuk dan menyuntikkan obat penenang pada Ara,barulah Ara bisa tenang dan tidur.

"Pak,kita harus bawa anak bapak ke RSJ,kondisinya semakin parah,kalau dia terus disini saya takut kondisinya akan lebih buruk lagi."

"Yasudah dok saya juga gak ada pilihan lain." Jawab Hendri pasrah.

"Baik saya akan mengurus pemindahannya,silahkan bapak urus administrasinya!"

"Bsik dok."

KRING KRING

Hp Lisa berdering,dia menyingkir untyk mengangkat telfon dari pembantunya. "Halo bi ada apa?"

"Non Gita ngamuk lagi bu."

******

Fano masih ngalamun,dia sempat melakukan upaya bunuh diri tapi gagal karna ketahuan Fanya.

Fanya,Fano dan Rendra sedang berada didepan rumah Lea untuk menemui Lea dan meminta maaf.

Mereka sudah diusir sama orang Beyond dan Cat tapi mereka tetep menerobos masuk,tepat saat mereka masuk Lea keluar rumah membawa nampan berisi kopi.

Nampan ditangan Lea jatuh dan Lea berteriak histeris membuat semua penghuni rumah keluar.

"PERGI,GUE GAK MAU MATI."

"PERGI."

Fano maju tapi teriakan Lea malah semakin kenceng. " PERGI"

Desi keluar dan langsung memeluk Lea. "Sayang tenang jangan gini,gak ada yang bakal bunuh kamu,mama mohon kamu tenang."

"Lea masih mau hidup ma."Lea menangis dipelukan mamanya.

"Jenni, Zidan tolong bawa Lea masuk!" pinta Zoe dengan tatapan penuh amarah menatap Fano.

Jenni dan Zidan langsung membawa Lea dan Desi masuk tanpa memperdulikan keluarganya.

"Puas lo bikin trauma Lea balik ha,puas lo." Zoe sudah sangat marah tapi dia masih bisa mengontrol emosinya.

"Maaf,gue cuma mau minta maaf."ucap Fano.

"Saya mohon maafin Fano." Rendra memohon pada Zoe dan Jebi walau dia tau itu percuma saja.

"Setelah jadi kaya gini baru kalian minta maaf haa, kemaren kemana aja?" Jebi tak kalah emosi.

"Mending sekarang kalian pergi,sebelum kita berdua kehabisan kesabaran."

"Zoe ijinin gue minta maaf sama Lea."

"Lo gak lihat tadi,baru lihat muka lo doang aja Lea langsung histeris kaya gitu."

"Kasih gue kesempatan 1x aja biar gue bisa minta maaf sama Lea."

"Gak ada kesempatan 1x,lo udah sia-siain kesempatan dari gue."

"Seret mereka keluar dan kalau mereka datang lagi jangan pernah kasih mereka masuk,kalau mereka maksa hajar aja." Suruh Jebi pada anak buahnya.

Anak buah Jebi langsung menyeret ketiga orang itu keluar. "Lepasin gue,gue cuma mau minta maaf sama Lea." Anak buah Jebi tetap menyeret mereka keluar tanpa mendengarkan teriakan Fano.

Didalam rumah Lea menangis sesenggukan sampai mukanya merah masih sambil memeluk mamanya yang sekarang ikut menangis juga.

"Lea udah jangan takut ya kak Fano udah pergi." Ucap Jenni berusaha menenangkan Lea.

"Lea takut ma,Lea gak mau mati ma,Lea masih mau hidup,Lea masih mau bahagiain mama."

"Iya sayang mama tau, Udah jangan diingat ya, Anton udah meninggal sayang janngan kamu ingat lagi,dia udah dapat balasannya."

"Mama tapi Anton tadi datang ma,Lea takut."

'Anton siapa lagi?' batin Jenni.

"Tadi Fano sayang bukan Anton."

"Tadi Anton ma."

"Zoe menarik Lea agar menghadapnya. "Lea lupain Anton,dia udah mati ditangan kita,tolong lupain dia,mana lea Queen of mafia,mana Lea yang ditakutin banyak orang ha,mana Lea,jangan lemah gue mohon."

Jenni dan Zidan bengong mendengar apa yang diucapkan Zoe barusan dan lebih terkejut lagi dengan apa yang Lea ucapkan.

"Gue mau bunuh orang lagi Zoe." ucap Lea dengan tatapan membunuh membuat Jenni dan Zidan selain bingung juga takut."

*********((((((((()))))))))*********₩

...BERSAMBUNG...

1
Dewi Agustin
Luar biasa
Jalitong Jalitong
thot cerita mu kok gitu,,,masa seorang mafia gug peka,,,di kasih makanan gug curiga sama sekali,,padhal pda saat fano dan ayah nya dia langsung thu klau miniman fano di kasih obat,,,
Jalitong Jalitong
thor kayak aneh dengan judul nya,,,kta2 mbak sama mas kan yg ada du indonesia,,,tpi di cerita ini kok di paris,,,trus ngomong nua lo sama gua,,itukan aneh,,
Cintiyakusuma ningrum
bagus kk seruh juga cerita nya
Rhinduku Ghenio
cerita terlalu kesana sini ribet.. bingung saya bacanya..
elena
ceritanya bagus
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️
Desi Lahat
lanjut thor
Eliya riyanti
astaga gita kanibal gitu
Syahrudin
tolong di ubah sedikit alur ceritany berilah sedikit kebahagiaan buat mew dan keluarganya, jgn trs"an sedih
Syahrudin
sy sgt stju thor, kanjut dg semangat💪💪💪
Syahrudin
wah si fano gada kapok"nya y, ktnya bucib sama dea tp mlh berani bawa cewe kedpn dea, cari manpus lu fan
Syahrudin
lanjut kk
G
lanjut trus thooorrrrrrr
Juwairiyah Abdul Ghoni
kok aku tdk bisa lanjut baca cerita ini ya... apa ada yg salah
Juwairiyah Abdul Ghoni
jangan lama2 liburnya, lanjut cerita selanjutnya, smangat
Juwairiyah Abdul Ghoni
monoton
Juwairiyah Abdul Ghoni
ceritanya sangat menarik, cuma monoton dan membosankan
Heria Wita
lanjut dan semangat ya thor
Maulai7
awalnya pura pura tp lama lama lupa dengan kepura-puraannya..
nur afnyar
yg penting pembacanya ngk ikutan gila 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!