NovelToon NovelToon
Beautiful And Handsome

Beautiful And Handsome

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Bad Boy / Tamat
Popularitas:345.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Agustina

Beautiful girl dan Handsome boy
dua geng yang selalu mendapatkan perhatian dari para murid SMA Nusantara.

#####

Beautiful girl adalah geng yang terdiri dari 6 gadis cantik yaitu :
( Dinda, Fanya, Maya, Aulia, Cika, jesika )

Mereka ini adalah murid baru dari SMA Nusantara, karna sebuah tantangan mereka harus berpenampilan cupu dan mereka juga harus menyembunyikan identitas mereka.

Geng ini juga geng yang memiliki anggota yang sangat jahil, mereka selalu memiliki ide cerdik di kepala cantik mereka untuk menjahili seseorang.

Bawahannya saja jahil apa lagi pemimpinnya?


#####

Handsome boy adalah geng yang terdiri dari 6 laki-laki tampan yaitu :
( Hendri, Fandi, Dafit, Dafa, Faris, Marsel )

Mereka adalah murid laki-laki SMA Nusantara yang sangat di idam-idamkan oleh para murid perempuan disana.


#####

Namun bukan hanya geng disekolah saja, kedua geng ini juga masuk ke dalam geng mafia yang sangat terkenal di dunia bawah.

Dan jangan lupakan dengan kejahilan-kejahilan yang akan mereka buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. senyuman

"Hen, lo kenapa? Perasaan sekarang lo jadi sering diem deh? Lo punya masalah?" Tanya Marsel pada Hendri yang sebari tadi hanya diam tak menyahuti candaan para sahabatnya.

Hendri memang mempunyai sifat yang dingin, namaun sifatnya yang dingin itu hanya muncul saat bersama dengan orang lain, dan sifatnya akan lebih menghangat bila dengan para sahabatnya. Dan sekarang ini Hendri lebih sering diam dan melamun, mungkin ini terjadi semenjak kejadian Dinda yang masuk ke BK.

"Gak pa-pa," jawabnya dengan singkat dan dingin.

"Lo tau gak? Lo itu sekarang jadi dingin banget sama kita. Lo juga sering gelamaun, sebenarnya lo tuh kenapa sih?" tanya Dafa yang juga binggung dengan perilaku Hendri yang berubah jadi dinggin ke pada mereka.

"Gue udah bilang'kan, gue gak pa-pa!" sentak Hendri yang mulai tersulut emosi, namuan dia masih berusaha untuk menahan ya.

"Kalau lo emang punya masalah lo bisa cerita sama kita. Dan sebaiknya lo bisa lebih terbuka sama kita, supaya kita juga bisa bantu lo, kalau lo emang ada masalah," jelas Faris pada Hendri.

Hendri menatap Faris dengan senyumnya yang terasa meremehkan. "Sebaiknya cerita? cih," ucap Hendri yang meremehkan ucapan Faris barusan.

Mendapatkan tanggapan seperti itu dari Hendri membuat Faris tersulut emosinya. "Maksud lo apa bilang gitu hah?!" emosi Faris yang geram dengan jawaban Hendri.

Hendri memalaingkan wajahnya, "Cih, terserah," ucapnya acuh.

"Lo tuh keterlaluan banget ya Hen?!" ucap Faris emosi.

"Emang kenapa kalau gue keterlaluan? Lo mau ngajar gue? Sini cepat ajar?" tantang Hendri yang membuat yang lainya merasa aneh dengan kelakuan Hendri

Sedangkan Faris yang sudah tersulut emosinya, membuat tanganya tersa gatal ingin melayangkan ber-berapa bokeman kepada Hendri di wajahnya yang tampan.

Faris sudah bersiap melayangkan bokeman ya pada Hendri, dia mencekal kerah seragam Hendri yang sedang duduk tepat di hadapannya.

Hendri pun tak mau kalah, dia juga ikut mencekal kerah seragam milik Faris dan bersiap menghajarnya.

Sebelum Faris dan Hendri akan melayangkan tinjunya, sebuah suara masuk ke Indra pendengaran mereka yang membut mereka menghentikan gerakannya.

"Halo semuanya," sapa Dinda dengan ceria dan penuh semangat saat mendatangi meja mereka, dengan di belakangnya yang di ikuti oleh para sahabatnya.

"Kalian tadi lagi ngapain sih, kok tadi pada megangin kerah masing-masing?" tanya Dinda yang merasa aneh karena tadi saat ia masuk ke dalam kantin ia melihat kalau Hendri dan Faris saling memandang satu sama lainnya, dan juga saling memegang kerah seragam masing-masing.

Dinda sama sekali tidak memiliki ke curiga kalau tadi mereka berdua sedang bertengkar, dia hanya berfikir mungkin mereka sedang melakukan hal itu untuk menggantikan tos mungkin, atau itu adalah bagian dari tos mereka, pria kan memang suka begitu, fikir Dinda tidak mencurigai mereka berdua.

"Gak pa-pa kok, tadi kita itu cuman sekedar yaaaa....biasa lah bercanda gitu," jawab Faris berusaha untuk meyakinkan Dinda kalau tadi itu tidak terjadi apa-apa, namuan pandanganya masih tajam yang tertuju pada Hendri.

"Beneran kak?" tanya Dinda pada Hendri yang tatapannya masih tajam menatap ke arah Faris.

"Iya," jawabnya singkat dengan dingin.

Semau sahabat Dinda sudah duduk di samping para pasangan mereka, sedangkan Dinda dia duduk di antara Hendri dan Faris yang masih saling bertatapan dengan tajam.

Dinda duduk dengan menopang dagunya dengan kedua tangannya, tersenyum manis semanis yang dia bisa. "Kalian lucu banget sih," ucapnya dengan gemas.

Sontak saja ucapan Dinda barusan membuat yang lainnya termasuk Hendri dan Faris langsung menatap ke arah Dinda yang sedang menopang dagu sambil tersenyum manis.

Senyuman manis milik Dinda tersebut membuat susana yang awalnya terasa tegang menjadi menghangat.

Sungguh, senyuman manis Dinda memanglah obat yang paling di butuhkan semua orang, yang bisa membuat hati siapapun menjadi menghangat saat melihatnya, namuan kenap 'mereka' selalu saja berusaha untuk menghilangkan senyuman manis milikmu Din? Senyuman yang selalu membuat hati siapapun menjadi hangat di saat hati yang mereka miliki sedang kedinginan, batin Dafa saat melihat senyuman manis Dinda.

Senyuman itu lah yang ingin kakak jaga Din, kakak seudah berjanji kalau senyuman itu tidak akan pudar sampai kapanpun, dan kakak akan berusaha untuk menepati janji itu, cukup sekali Kakaka melakukan kesalahan, dan itu tidak akan pernah terjadi lagi, batin Faris.

Cih, senyuman itu, senyuman yang membuat gue egois seperti ini, karena senyuman itu gue jadi ingin memilikinya sendiri, tanpa mau berbagi dengan yang lain, egois memang, tapi lo yang ngebuat gue jadi kayak gini, batin Hendri.

Dinda memiringkan kepalanya, namun dirinya yang awalnya menopang dagu berpindah jadi menopang pipinya dengan satu tangan. "Hey, kenapa kalian pada diam?" tanah Dinda saat melihat yang lainya terdiam.

"Ke hipnotis," jawab Marsel enteng, namun masih dengan pandangan yang tertuju pada Dinda, yang lainya pun melakukan hal yang sama, yaitu menatap lekat wajah Dinda yang sangat indah dengan senyuman di wajahnya.

"Apa? Ke hipnotis?" tanya Dinda. "Terhipnotis kenapa?" tanya Dinda lagi.

"Karena senyuman lo," jawab mereka dengan kompak namaun masih dengan nada yang rendah.

Seketika tawa Dinda pun pecah karena jawaban yang dia dapat barusan, yang membuat yang lainya langsung tersadar dari lamunan mereka.

"Kenapa ketawa?" tanya Jesika binggung.

"Ya karena laucu lah, hahahaha," tawa Dinda yang tidak bias dia hentikan.

"Iya tapi lucu kenapa? Perasaan gak ada yang lucu," tanya Fanya.

"Hahahaha, tadi itu gue ketawa karena kakak Marsel bilang kalau kalain terhipnotis sama senyuman gue," ucap Dinda masih dengan tawa yang tak mau nerhenti.

"Lah emang kenapa?" tanya Marsel binggung.

"Ya aneh aja, masak cuman gara-gara senyum Aja kalian terhipnotis," ucap Dinda yang menyampaikan keanehannya pada yang lainnya.

"Ya emang kenapa? gak boleh?" tanya Maya.

"Apa? Jadi kalain serius?" tanya Dinda yang yang nada yang sedikit tinggi karena terlalu terkejut.

Mereka semua menggunakan kepala mereka sebagai jawaban, mereka memang tidak berbohong karena senyuman Dinda memang membuat semua orang seperti terhipnotis karena mereka merasakan hangat di hati mereka saat melihat senyuman manis Dinda barusan.

"Wah-wah, sepertinya kapan-kapan gue harus coba ini di jalan deh," ucap Dinda dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tek percaya.

"Coba di jalan? Maksudnya, lo mau coba itu di jalan supaya nanti banyak cowok yang suka sama Lo?" tanya Hendri dengan nada yang tidak suka dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Dinda.

"Is, nggak lah. Gue itu mau coba cara hipnotis ini supaya nanti banyak yang ke hipnotis dan nati mereka mau nurutin apa yang gue mau, contohnya ngasih gue uang mungkin? Kan enak uangnya bisa baut beli kosmetik baru," jawab Dinda dengan entengnya tanpa merasa ada beban.

"Dinda," sentak semuanya.

"Apa?" tanya Dinda seperti menantang namaun itu sangat imut di mata mereka.

Tak ada jawaban dari yang lainya, mereka hanya menatap tajam pada Dinda, yang membuat Dinda langsung cemberut di buatnya.

"Iya-iya maaf, tadi cuman bercanda," ucap Dinda, namuan yang lainya masih saja menatap Dinda dengan tajam. "Serius dah, tadi itu gue cuman bercanda," ucap Dinda lagi sambil menunjukan kedua jarinya.

Faris yang merasa tidak tahan dengan tingkah Dinda yang menggemaskan itu, membuatnya mengulurkan tangannya untuk mengusap puncak kepala Dinda.

"Iya-iya, kita tau kalau lo itu cuman bercanda," ucap Faris.

Brukkkk.

Hendri yang melihat adegan tersebut membuat hatinya memanas seketika, dengan marah dia menggebrak meja dan beranjak meninggalkan bangkunya.

Belum sempat dirinya beranjak, tangan kanannya sudah di cekal oleh tangan Dinda. "Kakak mau ke mana?" tanya Dinda dengan lembut saat pandangan mereka bertemu.

"Udah Din lepasin tangan lo, biyarin dia pergi!" perintah Faris.

Dinda menatap Hendri, lalu dia memalaingkan wajahnya menatap Faris, saat dirinya menatap Faris dirinya mendapatkan kode dari Faris bahwa dirinya harus melepaskan genggaman tangan ya.

Dinda berbalik lagi menatap Hendri yang sudah memalingkan wajahnya tidak mau menatap Dinda. Dengan berat hati Dinda melepaskan genggaman tersebut, sehingga bisa membuat Hendri bisa pergi dari sana.

Dinda terus saja menatap punggung Hendri yang semakin menjauh dari hadapannya, sungguh entah mengapa ada rasa tidak tega di harinya, dia ingin menggenggam tangan tersebut tanpa mau melepaskannya, namaun Dinda tidak bisa, dia harus melepaskannya demi menjaga sebuah hati yang selama ini sudah ia jaga selalu.

Maaf, batinya merasa bersalah terhadap Hendri.

________

Sesuai permintaan kemarin di grup, sekarang aku up lagi.

Kemarin kalian di grup kan minta 2 episode, tapi aku gak tau nanti yang satu lagi bisa di buat apa nggak, kita tunggu aja lah ya.

Selamat bergabung di grup semuanya.

1
F̸ͭi̸ͣq̸ͧz̸ ᴬᴿ
kok sama ceritanya ya kayak novel barumu 🤔
baby mochi 🥰
lma ga up .. jd lpa sm crtany 😁
A.A♛࿐: gk papa baca dari awal aja hihihi 😂 makasih udah mampir
total 1 replies
Rsna Rsna_
up dong kak dri dlu mati penasaran tau kk
jjmnnna
kok nggk pernah up lagi thor??
jjmnnna
tim A
Istriny Jungwhan😌
A thor
Nabilla Dewi Romadhona
maaf nih thor itu kristan atau kristen
Nur Niyati
next
Ayoe WM
.
Putri Dwi Utari
Lanjut Thor Sampe Tammat 🙏😉🙆 Selalu Up Setiap Hari
elly etta
tim A
Rigawati10
A lanjut
Ina Dagonala
tim A thor
Tukang Cilok🤤
tik c😌
A.A♛࿐: gk ada ahlak nih adik gue_-
total 1 replies
Wa
Tim a
✨MR.ARF✨
Tim A Thor,
Zaa
A thor!
septii..
Tim B thor
(HIATUS)Sibuk📚study
tim A thor
Risnawati 31
udah berhenti yah ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!