NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

​Isak tangis Tyche mereda perlahan, disusul oleh helaan napas panjang yang melepaskan beban berat selama dua tahun terakhir. Wanita berambut bob itu menghapus sisa air mata di pipinya, lalu mengangkat kepala, membalas genggaman tangan Percy dengan senyuman tulus yang sudah lama hilang dari wajahnya.

​"Jangan ucapkan terima kasih, darling" bisik Tyche parau namun tegas. "Aku hanya menjaga apa yang menjadi milik kita. Dan... selamat datang kembali di neraka yang indah ini."

​Percy terkekeh pelan, tawa pertama yang lolos dari bibirnya setelah terbangun dari tidur panjang. Ia tahu persis apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu. Di balik kemegahan mansion Sterling yang tampak sempurna dari luar, tempat ini tetaplah sebuah sangkar besi yang dikuasai oleh seorang singa posesif bernama Hades.

​Ceklek.

​Pintu kamar utama terbuka perlahan. Hades melangkah masuk dengan langkah mantap. Panggilan Zoom darurat dengan para dewan direksi global tampaknya telah berakhir lebih cepat dari perkiraan, atau mungkin ketidaksabaran pria itu telah memaksa para petinggi korporasi untuk menutup rapat rapat lebih awal.

​Manik mata kelabu Hades langsung mengunci sosok Percy yang duduk bersandar di ranjang, sementara Tyche dengan sigap menarik tangannya dan pergi meninggalkan kamar tersebut.

​Hades mendekat tanpa memperdulikan siapapun di ruangan itu. Ia langsung mendudukkan diri di tepi ranjang, menangkup wajah Percy dengan kedua tangannya, lalu mendaratkan ciuman dalam dan penuh kepemilikan di bibir istrinya sebuah ciuman yang menegaskan bahwa tidak ada satu detik pun dalam dua tahun terakhir di mana ia melupakan wanita ini.

​Percy membalas ciuman itu, merasakan kehangatan yang mendominasi seluruh indranya.

​Ketika Hades akhirnya melepaskan ciumannya, ia menatap tajam manik mata amber Percy, lalu melirik sekilas ke arah balita Zeus yang masih terlelap lelap di sisi ranjang.

​"Rapat selesai," ucap Hades rendah, suaranya sarat akan kelegaan yang mengerikan. "Sekarang, tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita dari singgasana ini. Dunia kembali berada di bawah kaki kita, Percy."

​Percy menatap suaminya dengan senyuman tipis penuh kemenangan.

Malam menyelimuti kota Manhattan dengan kilau lampu-lampu pencakar langit yang membentang luas di balik jendela kaca besar ruang makan mansion Sterling. Meja makan panjang berbalut taplak kain hitam elegan itu kini kembali hidup. Untuk pertama kalinya setelah dua tahun, formasi keluarga itu utuh Hades duduk di ujung meja dengan wibawa mutlaknya, Percy berada di sisi kanannya dengan manik mata amber yang memancarkan kembali kekuasaan, dan si kecil Zeus duduk di kursi khususnya, sibuk dengan makanannya didampingi pengasuh.

​Di seberang mereka, Tyche Vance menikmati potongan hidangannya dalam keheningan yang nyaman. Wanita berambut bob itu mengenakan setelan jas wanita bergaya kasual, menandakan bahwa ia sudah kembali pada persona profesionalnya.

​Suasana makan malam yang tenang itu akhirnya dipecahkan oleh suara sendok yang beradu dengan piring porselen. Tyche meletakkan alat makannya perlahan, lalu mendongak menatap pasangan suami istri di hadapannya.

​"Hades, Percy," ucap Tyche membuka suara, nada bicaranya terdengar santai namun tegas. "Masa-masa penjagaan daruratku di mansion ini sudah selesai. Ratu kalian sudah bangun, dan singa kecil ini sudah punya cukup banyak akal untuk membuat para pengawal kewalahan sendiri."

​Hades menghentikan gerakannya, menaikkan sebelah alisnya menatap sang sepupu dengan tatapan menilai. "Kau ingin pergi dari benteng ini?" tanya Hades datar, suaranya mengandung nada posesif khas keluarga Sterling terhadap orang-orang terdekat mereka.

​Tyche tersenyum miring, menggelengkan kepalanya pelan. "Bukan pergi dari keluarga, Hades. Aku hanya akan kembali ke penthouse ku sendiri di pusat kota. Sudah saatnya aku kembali fokus sepenuhnya pada butik haute couture ku yang terbengkalai selama dua tahun belakangan karena aku terlalu sibuk menjadi pengasuh bayaran di sini."

​Percy, yang sedang memotong makanannya, menghentikan gerakannya dan menatap Tyche lekat-lekat. Ia tahu betul betapa berbakat dan ambisiusnya sahabatnya itu di dunia mode global. Dua tahun lalu, butik mewah milik Tyche di Fifth Avenue sempat ditinggalkan begitu saja demi membantu mengamankan benteng Sterling dan menjaga Zeus.

​"Kau yakin, Tyche?" tanya Percy lembut, manik mata ambernya menyelami ekspresi sahabatnya. "Pintu mansion ini akan selalu terbuka jika kau ingin kembali kapan pun."

​Tyche mengangguk mantap, secercah binar antusiasme kembali terpancar di manik matanya. "Sangat yakin, darling. Aku rindu bau kain sutra impor, rindu pameran busana internasional, dan kurasa... dunia fashion Manhattan sudah terlalu lama tertidur tanpa sentuhanku."

​Hades mendengus pelan, meski sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis tanda persetujuan. Bagi penguasa imperium itu, kebebasan Tyche adalah harga yang wajar dibayar untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa rencana pelarian tersembunyi yang bersarang di kepala sang partner in crime istrinya itu.

​"Lakukan sesukamu, Tyche," ujar Hades final. "Tapi fasilitas keamanan di penthouse mu tetap berada di bawah kendali jaringan Sterling."

​Tyche mendengus jenaka, mengangkat gelas kristalnya yang berisi anggur merah. "Tentu saja, Tuan Sterling. Aku tidak akan pernah meragukan paranoia tingkat tinggimu itu."

Keesokan paginya, suasana di penthouse mewah milik Tyche Vance yang terletak di jantung Manhattan terasa sangat kontras dengan benteng mansion Sterling yang kelaparan akan kekuasaan. Tempat itu dipenuhi oleh cahaya matahari pagi yang menembus jendela kaca lantai dari langit-langit, menyinari gulungan kain sutra impor, sketsa gaun-gaun haute couture bertebaran di atas meja kerja, dan aroma parfum mewah yang mendefinisikan identitas sang pemilik.

​Tyche berdiri di depan cermin besar ruang kerjanya, merapikan potongan rambut bob nya yang tajam. Setelah dua tahun hidup di dalam bayang-bayang penjagaan ketat, senjata, dan ketegangan keluarga Sterling, kembali ke dunianya sendiri terasa seperti menghirup udara segar yang memabukkan.

​Ponsel di atas meja kerjanya berdering nyaring. Layar menunjukkan nama Percy.

​Tyche langsung menyambungkan panggilan tersebut dengan speaker, sementara tangannya tetap sibuk melipat sketsa desain terbaru untuk koleksi musim gugur butiknya.

​"Halo, Ratu Manhattan," sapa Tyche riang, nada bicaranya penuh dengan energi yang sudah lama hilang. "Ada apa pagi-pagi meneleponku? Jangan bilang Hades sudah membuatmu bosan di hari pertama kepulanganmu."

​Dari seberang sambungan, tawa renyah Percy terdengar jelas sebuah suara yang membawa kembali kenangan masa lalu mereka.

​"Tentu saja tidak," jawab Percy dengan nada geli. "Hades justru sedang sibuk memperketat seluruh akses keluar masuk mansion seolah aku bisa kabur lagi. Aku hanya menelepon untuk memastikan apakah sahabatku ini sudah tenggelam di antara tumpukan kain dan tidak kelaparan di penthouse barunya."

​Tyche mendengus pelan, tersenyum lebar. "Aku baik-baik saja, darling. Justru aku sedang menyiapkan koleksi comeback terbesar yang akan membuat seluruh sosialita Manhattan melongo. Butikku akan kembali merajai Fifth Avenue minggu depan."

​"Bagus," balas Percy mantap, manik mata ambernya di ujung sana menyiratkan dukungan penuh. "Kirimkan undangan VVIP pertamanya ke mansion. Hades dan aku akan datang melihat bagaimana kau menaklukkan dunia dengan jarum jahitmu."

​Sambungan pun terputus dengan gelak tawa dari kedua sahabat itu. Tyche meletakkan ponselnya, menatap lurus ke arah jendela besar yang memperlihatkan kesibukan kota di bawah sana. Lembaran hidup baru telah dimulai bagi Percy di singgasananya yang gelap, dan bagi Tyche di atas panggung mode yang berkilau.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!