NovelToon NovelToon
Mencintai Istri Pria Lain

Mencintai Istri Pria Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

"Kenapa kau suka sekali ikut campur dengan urusan pribadiku?"

"Karena aku sedang mencari celah untuk mendekatimu dan merebut dirimu dari suamimu yang brengsek itu," jawab Hansel blak-blakan.

Jatuh cinta pada seorang gadis bukanlah hal yang memalukan. Tapi bagaimana jika ternyata kau jatuh cinta pada seorang wanita yang berstatus sebagai istri dari pria lain?

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Hansel Abraham. Hansel jatuh cinta pada Hanni, perawat pribadinya yang saat ini menyandang status sebagai istri dari Raymond Damara.

Langkah apa yang akhirnya akan diambil oleh seorang Hansel Abraham?
Apakah Hansel akan merelakan Hanni tetap bersama Raymond?
Atau Hansel akan menggunakan segala cara untuk merebut Hanni dari pelukan Raymond?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAU HAMIL?

Di kantor Raymond,

"Apa kau belum mendapat cuti lagi?" Tanya Raymond berharap.

Pria itu sedang menelepon Hanni sekarang.

"Aku minta maaf, Ray,"

"Baikah, tak apa. Jaga kesehatanmu dan segera hubungi aku jika kau sudah bisa mengambil cuti," pesan Raymond akhirnya dengan nada kecewa.

"Iya. Kau juga jaga kesehatan. Aku mencintaimu, bye"

"Aku juga mencintaimu, Hanni. Bye!" Pungkas Raymond seasaat sebelum menutup teleponnya pada Hanni.

Pria itu menarik nafas panjang dan melemparkan pandangannya ke jebdela besar yang ada di ruangannya.

Sudah hampir dua bulan Raymond belum bertemu Hanni lagi.

Ceklek!

Pintu ruangan Raymond dibuka dari luar.

Renata masuk membawa kotak makan siang untuk Raymond.

"Hai, Ray! Kenapa murung?" Sapa Renata seraya menaruh kotak bekal di atas meja kerja Raymond.

Raymond mendekat ke arah Renata dan mencium singkat bibir istrinya tersebut. Tak bisa dipungkiri, jika selama dua bulan ini hubungan Renata dan Raymond memang semakin dekat. Pasangan itu seolah lupa pada janji mereka untuk tidak saling menyentuh dan menaruh rasa.

Raymond dan Renata sudah terjebak dalam permainan mereka. Saat ini, Raymond benar-benar dilema dengan perasaan dan hatinya.

Disatu sisi, Raymond masih mencintai Hanni. Tapi di sisi lain, Raymond juga merasa sudah terpikat dengan cinta dari Renata.

Sebagai pria normal yang sudah menikah, Raymond tidak lagi bisa menahan hasratnya pada Renata. Dan Renata yang memang sudah mencintai Raymond sejak dulu, selalu pasrah dan seakan memberi ruang saat Raymond mencumbunya.

Entah kenapa semuanya jadi serumit ini.

Bagaimana Raymond akan menjelaskan pada Hanni nantinya? Raymond tidak mau menyakiti Hanni maupun Renata.

Tapi saat ini Raymond sedang menyakiti hati kedua wanita itu.

"Ray!" Tepukan dari Renata segera membuat semua lamunan Raymond menjadi buyar.

"Maaf aku melamun," Raymond mengusap wajahnya sendiri berulang kali.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Renata ingin tahu.

"Tidak ada," jawab Raymond berdusta.

"Kau sedang memikirkan Hanni?" Tebak Renata yang seolah tahu isi hati Raymond.

Raymond menatap Renata. Rasa bersalah segera memenuhi dadanya.

"Aku hanya tidak tahu bagaimana akan menjelaskan pada Hanni tentang hubungan rumit ini. Aku benar-benar tidak ingin menyakiti kamu ataupun Hanni," lirih Raymond yang suaranya terdengar memelas.

"Bukan sepenuhnya salahmu. Aku yang sudah mengingkari janjiku pada Hanni. Seharusnya aku membuang jauh perasaanku padamu-"

"Ssst!" Raymond meletakkan jari telunjuknya di bibir Renata.

"Kita saling mencintai dan membutuhkan sekarang. Jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri," ucap Raymond lembut. Pria itu segera meraup Renata ke dalam pelukannya.

****

Hanni mendorong kursi roda Hansel keluar dari lift.

Tujuan mereka sekarang adalah ruang fisioterapi. Hari ini, tuan muda Hansel memang ada jadwal terapi.

Tak butuh waktu lama, dan keduanya sudah tiba di ruang fisioterapi. Suasana masih sepi. Dokter Abi sepertinya belum tiba.

"Hans, apa aku boleh minta izin," ucap Hanni sedikit ragu.

"Kau mau kemana memangnya?" Tanya Hansel memasang raut curiga.

"Aku mau ke klinik obgyn," jawab Hanni takut-takut.

Hansel mengernyitkan kedua alisnya.

"Maksudku, mumpung kita lagi di rumah sakit, selagi menunggu terapimu selesai, aku akan bertemu dokter kandungan dulu," ucap Hanni lagi seakan mengoreksi kalimat sebelumnya.

"Apa kau hamil?" Tebak Hansel yang wajahnya berubah jadi masam.

"Tidak!" Jawab Hanni cepat dan tegas.

"Lalu kenapa kau ingin menemui dokter kandungan kalau memang kau tidak hamil?" Sergah Hansel masih dengan raut wajah yang masam.

"Aku hanya ingin melakukan check up alat kontrasepsi yang aku pakai," jawab Hanni merendahkan nada bicaranya.

"Apa katamu barusan?" Hansel mengernyitkan kedua alisnya.

"Aku ingin memeriksakan posisi alat kontrasepsi yang aku pakai. Karena belakangan ini perutku sering terasa sakit dan tak nyaman," jawab Hanni panjang lebar mengesampingkan rasa malunya.

Hansel menahan tawanya.

"Kau memakai alat kontrasepsi?" Tanya Hansel dengan seringai mengejek.

"Apa masalahnya? Ini bukan hal yang memalukan," sergah Hanni membela diri.

"Kau wanita dewasa dan sudah menikah, Hanni! Lalu kenapa kau memakai alat kontrasepsi? Apa kemiskinan membuatmu takut memiliki anak?" Cecar Hansel masih dengan nada mengejek.

Hanni hanya diam dan tidak menyahut. Tentu saja Hanni punya alasan kuat kenapa dirinya memilih untuk menunda kehamilan selama dua tahun menikah dengan Raymond.

"Statusmu saat ini hanyalah istri siri dari Raymond, Hanni. Ibu ingin kamu menunda memiliki momongan dulu karena hal itu akan semakin membuat rumit hubunganmu dengan Raymond"

"Restu dari orang tua Raymond juga belum kamu peroleh. Ibu bukannya berprasangka buruk, tapi orang tua Raymond bisa saja memisahkan kalian kapanpun. Jika kamu punya anak sekarang, bagaimana masa depan anakmu kelak?"

"Tunggulah sampai Raymond meresmikan hubungan kalian. Setelah itu kamu bisa mulai merencanakan untuk memiliki momongan,"

Pesan serta nasehat dari bu Halimah sejenak kembali terngiang di benak Hanni. Status pernikahan Hanni dan Raymond yang masih dibawah tangan, adalah alasan kuat Hanni menunda momongan hingga kini.

"Hanni!" Tergur Hansel yang langsung membuat lamunan Hanni menjadi buyar.

"Sedang memikirkan suami miskinmu?" tebak Hansel dengan nada mengejek.

"Jangan sok tahu!" Sahut Hanni ketus. Wanita itu menatap tajam ke arah Hansel yang tidak berhenti mengejeknya sedari tadi.

"Halo, Hans! Kau sudah datang?" Sapaan dari dokter Abi mencairkan ketegangan diantara Hansel dan Hanni.

"Kau terlambat, Abi. Aku pasien istimewamu. Seharusnya kau tidak membuatku menunggu seperti ini," gerutu Hansel memasang wajah kesal.

Dokter Abi tergelak.

"Baiklah, Tuan muda Hansel. Saya dokter Abi meminta maaf atas keterlambatan ini. Ada kondisi darurat di bawah, jadi aku terlambat datang," tutur dokter Abi mengemukakan alasan.

"Kau senang sekarang, karena aku sudah minta maaf?" Imbuh dokter Abi lagi.

Hansel hanya berdecak dan tidak menyahut. Pria itu menyodorkan sebuah kartu pada Hanni.

"Bawa ini dan pergilah periksa!" Ujar Hansel dengan nada dingin.

Hanni segera mengambil kartu yang disodorkan Hansel.

"Apa ini?" Tanya Hanni tak mengerti.

"Tunjukkan saja di bagian pendaftaran! Jadi kau akan langsung bertemu dokter dan tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengantre," jelas Hansel menjawab kebingungan Hanni.

"Terima kasih, Hans," ucap Hanni tulus.

Hansel hanya mengangguk samar.

"Aku pergi dulu," pamit Hanni sebelum akhirnya keluar dari ruang terapi.

Kini hanya tinggal Hansel dan dokter Abi.

"Apa Hanni sakit?" Tanya dokter Abi penasaran.

"Tidak. Aku hanya menyuruhnya check up kesehatan karena semalam dia bersin-bersin dan tidak berhenti," jawab Hansel berbohong.

"Mungkin perawatmu itu alergi. Alergi pada tuan muda pemarah dan emosional," sahut dokter Abi berkelakar.

"Lucu sekali guyonanmu, Abi," timpal Hansel menyindir.

"Bisa kita mulai sekarang terapinya?" Tanya Hansel lagi, kali ini dengan nada ketus.

Pria itu berusaha bangkit berdiri dari kursi rodanya.

"Hey, Bung! Kau sudah berhasil berdiri," dokter Abi terlihat senang.

"Jangan katakan ini pada Hanni!" Pesan Hansel yang sekarang berusaha untuk berjalan seraya berpegangan pada walker fisioterapi

"Baiklah, pelan-pelan! Kau tidak bisa langsung memaksanya, Hans!" Dokter Abi membimbing Hansel dengan sabar.

"Tapi ngomong-ngomong, kenapa aku tidak boleh mengatakan pada Hanni kalau kau sudah bisa berdiri sekarang? Apa kau takut perawatmu itu akan minta berhenti jika tahu kau sudah sembuh?" Tebak Abi yang langsung membuat Hansel mendengus tak percaya.

"Kau memang temanku yang paling menyebalkan. Kau selalu bisa menebak isi pikiranku," sahut Hansel frustasi.

Dokter Abi tergelak.

"Kau jatuh cinta pada Hanni?" Tebak dokter Abi sekali lagi.

"Tidak! Aku hanya suka mengusili perawat polos itu. Makanya aku tidak mau dia berhenti dengan cepat," sanggah Hansel mencari alasan.

"Tidak perlu membohongi hatimu sendiri, Bung! Jatuh cinta bukanlah sebuah hal yang memalukan," dokter Abi menepuk punggung Hansel.

"Tentu saja memalukan jika jatuh cinta pada seorang wanita yang sudah bersuami," Hansel tersenyum kecut.

"Tunggu!"

"Maksudmu kelakarmu waktu itu yang mengatakan kalau Hanni sudah punya suami benar adanya?" Cecar Dokter Abi memasang raut wajah tak percaya.

"Kau pikir aku mengada-ada? Tentu saja itu benar," sergah Hansel dengan nada meninggi.

Dokter Abi ganti memasang raut wajah prihatin.

"Hansel yang malang!"

"Diamlah!" Sahut Hansel kesal.

.

.

.

Terima kasih readers yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
lantol
raymon serakah
syh 03
Luar biasa
inayah machmud
Hanni ga inget kalo sudah lepas kb.
inayah machmud
😭😭😭😭😭
Titik Novrianti
emang bodoh bin goblok lh si hanni ini
sintesa destania
sumpah ku menangisssss
sintesa destania
dan kenapa aku manengis tersedu sedu sekali😭😭😭
sintesa destania
kok aku sakit hati ya
Sri Wahyuni
💪💪💪👍👍👍💐💐🌼🌼🌻🌻💗💗❤💐🌼💐💐
minarni 0714
Luar biasa
inayah machmud
calon anak mu lagi protes Hansel karena kelaparan. 🤭😂😂😂😂😂
inayah machmud
gimana Hani gak hamil orang kamu garap sampai pagi.
Vien Habib
Luar biasa
Lilisdayanti
nyimak dulu 🤭🤭 aahhhh apa ya judul nya ko aqu ga perhatikan tadi 🤭🤭
Lilisdayanti
iyakah,,ber alibi kebanyakan tipu daya 🤭
ayu nuraini maulina
Hans bego
ayu nuraini maulina
ap Hans g ingat pas anu2 sama hani
ayu nuraini maulina
11 12 Kaka beradik sama2 keras
ayu nuraini maulina
tensi naik hans
ayu nuraini maulina
elo ng suami goblok yg masih d ketek ortumu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!