NovelToon NovelToon
Mantan Ratu Pembunuh

Mantan Ratu Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Joice 758

Dulu ia dipanggil Ratu Pembunuh. Kini ia hanya Laras, wanita biasa yang bersembunyi di desa terpencil.

Ia berjanji takkan pernah mengangkat senjata lagi. Namun kedatangan Dika, laki-laki yang membawa rahasia serupa, mengubah segalanya. Di antara hamparan hijau dan sungai jernih, benih cinta tumbuh di tanah yang dulu subur oleh dendam. Antara melupakan masa lalu atau kembali menjadi sosok yang ditakuti—Laras harus memilih: bertahan hidup, atau berani mencintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joice 758, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Bisikan Hati yang Tak Berani Diucap

Matahari baru saja terbit di ufuk timur, menyelinap di sela-sela pucuk pohon kelapa dan menyinari atap rumah kayu itu dengan cahaya keemasan yang lembut. Udara pagi terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan bunga-bunga yang mekar di halaman. Laras sudah bangun lebih awal, duduk diam di teras sambil menatap jauh ke arah jalan setapak yang membelah sawah. Di tangannya, ia menggenggam sebuah bungkusan kain tua yang sudah kusam—satu-satunya barang peninggalan masa lalu yang sempat ia bawa saat melarikan diri lima tahun silam.

Langkah kaki pelan terdengar mendekat. Dika muncul dari balik pintu, membawa dua cangkir teh hangat. Ia meletakkannya di meja kayu kecil di antara mereka, lalu duduk di sisi lain dengan tenang, tidak memaksa bicara lebih dulu. Ia paham betul bahwa di dalam hati wanita itu kini sedang bergemuruh banyak pertanyaan dan kenangan yang lama terkubur.

"Kau sudah memutuskannya sepenuhnya?" tanya Dika akhirnya, suaranya rendah namun tegas, seolah ingin memastikan tekad itu tidak goyah sedikit pun.

Laras mengangguk perlahan, jari-jarinya mengusap permukaan kain kasar itu. "Aku tidak bisa terus lari selamanya, Dika. Selama kebenaran itu masih tersembunyi, selama orang yang berkhianat itu masih berjalan bebas dengan kedok mulia, aku tidak akan pernah benar-benar tenang. Dan... aku tidak mau bahagia di sini dengan membawa beban yang bisa berbahaya bagi desa ini suatu hari nanti."

Ia membuka bungkusan itu perlahan. Di dalamnya terlihat sebilah belati kecil dengan gagang berukir naga yang rumit, serta selembar peta tua yang sebagian sudutnya sudah hangus terbakar. Di sela lipatan peta itu terselip juga selembar surat yang tulisannya sudah mulai pudar terbawa waktu—surat terakhir yang diterimanya sebelum semuanya berubah menjadi kekacauan berdarah.

"Aku ingat betul hari itu," bisik Laras, matanya menatap jauh seolah kembali melihat pemandangan mengerikan di masa lalu. "Istana terbakar, orang-orang yang aku percaya menusuk dari belakang, dan semua orang mengira aku yang melakukan pengkhianatan itu. Padahal... aku hanya korban dari permainan kekuasaan yang kotor."

Dika menatapnya dengan pandangan penuh pengertian. "Kau tidak sendirian lagi kali ini. Ingat itu. Apa pun yang terjadi, aku akan ada di sisimu. Desa ini pun akan mendukungmu, karena mereka sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya."

Laras menoleh, menatap mata teduh pria itu. Rasa takut yang selama ini menggerogoti hatinya perlahan luruh digantikan rasa hangat dan kekuatan baru yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Di sini, di desa kecil yang damai ini, ia tidak lagi menjadi Ratu Pembunuh yang ditakuti dan diburu. Ia adalah Laras—wanita biasa yang menemukan kembali makna hidup, kepercayaan, dan kasih sayang yang tulus.

"Besok pagi kita berangkat," ucapnya tegas, lalu melipat kembali barang-barang itu dan menyimpannya dengan hati-hati. "Sebelum menghadapi musuh utama, ada satu tempat yang harus aku kunjungi dulu. Tempat di mana segalanya bermula... dan di mana jawaban atas semua teka-teki itu tersembunyi."

Dika tersenyum lebar, senyum yang penuh keyakinan. Ia mengulurkan tangannya, dan tanpa ragu sedikit pun, Laras menyambutnya. Genggaman itu terasa kuat, hangat, dan penuh janji untuk menghadapi segala hal yang akan datang bersama-sama.

Di kejauhan, suara warga desa mulai terdengar bersahutan, tanda kehidupan baru yang kembali berjalan seperti biasa. Namun bagi mereka berdua, hari ini adalah awal dari perjalanan baru yang akan mengubah segalanya selamanya.

 Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!