Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Ia tidak segera merakit alat pancingnya, melainkan menutup matanya dan memanggil Sistem.
"Sistem, aku sudah berada di perairan laut lepas yang dalam dan tidak terjamah."
"Lakukan Check-in harian di lokasi ini sekarang juga."
Amir memberikan perintah dengan harapan besar mendapatkan hadiah yang lebih fantastis dari kemarin.
Layar transparan biru langsung muncul di depan wajahnya dan mulai berkedip memindai area sekitar.
[Ding!]
[Proses Check-in sedang berlangsung, menganalisis kualitas lokasi pemancingan laut dalam]
[Analisis selesai. Lokasi: Laut Lepas Zona Biru]
[Selamat, Tuan berhasil melakukan Check-in harian kedua]
[Mendapatkan Hadiah: Kacamata Tembus Pandang Laut Item Aktif dan 300 Poin Sistem]
[Item Kacamata Tembus Pandang Laut telah dimasukkan ke dalam Inventaris Tuan]
Mata Amir langsung terbuka lebar membaca nama hadiah yang sangat luar biasa aneh dan menjanjikan itu.
"Kacamata Tembus Pandang Laut, apakah fungsinya sama seperti yang ada di film fiksi ilmiah?"
Amir segera membuka menu Inventaris dan melihat ikon kacamata hitam bergaya sporty.
[Kacamata Tembus Pandang Laut]
[Deskripsi: Kacamata magis yang memungkinkan penggunanya menembus kegelapan dan kedalaman air laut dari atas permukaan hingga radius lima ratus meter]
[Efek: Tuan bisa melihat jelas letak ikan besar, rintangan karang, atau harta karun tersembunyi di dasar laut dengan sangat akurat]
[Durasi Penggunaan: Tiga jam per hari]
Nafas Amir menjadi sedikit memburu membaca deskripsi item tersebut yang sangat overpowered.
"Dengan kacamata ini, aku tidak perlu memancing membabi buta mengandalkan insting semata."
"Aku bisa langsung mengincar lokasi tepat di mana monster laut atau barang berharga itu berada."
Amir tidak membuang waktu lagi dan segera mengeluarkan kacamata itu dari inventaris.
Wush.
Kacamata hitam yang sangat ringan dan elegan itu muncul secara magis di tangannya.
Ia memakainya perlahan dan seketika itu juga pandangannya pada permukaan air laut berubah total.
Permukaan air yang memantulkan sinar matahari kini tidak lagi menyilaukan mata Amir.
Ia bisa melihat tembus lurus ke dasar laut yang sangat dalam layaknya melihat menembus udara kosong.
Terumbu karang raksasa dengan berbagai warna, ratusan ikan kecil yang berenang bergerombol, dan rongga-rongga gelap di dasar laut terlihat sangat jelas di matanya.
"Ini sungguh gila, aku merasa seperti menjadi dewa penguasa lautan dengan kacamata ini!"
Amir bergumam kagum sambil menyapu pandangannya ke seluruh penjuru laut di sekitar perahunya.
Tiba-tiba, mata Amir terpaku pada sebuah objek aneh yang bersinar redup di sela-sela karang raksasa sejauh dua ratus meter ke arah barat.
Bentuknya tidak seperti ikan atau terumbu karang biasa, melainkan sedikit kotak dan ditumbuhi lumut tebal.
"Benda apa itu yang bersinar di bawah sana, kelihatannya bukan ikan sama sekali."
"Aku harus memancingnya naik untuk melihat wujud aslinya."
Amir segera mengambil joran Poseidon Pro miliknya dan mulai merakitnya dengan cekatan.
Ia tidak menggunakan Umpan Pelet Dewa hari ini karena ia mengincar benda mati di dasar laut, bukan ikan yang akan menyambar umpan berbau amis.
Ia mengambil Kail Keberuntungan Tingkat Rendah dari inventarisnya dan mengikatnya kuat di ujung senar lautnya.
Alih-alih umpan hidup, ia hanya mengaitkan timah pemberat besi berukuran besar agar kailnya bisa turun lurus dan cepat.
"Semoga saja kail magis ini bisa mengait kuat pada benda misterius itu dan mengangkatnya tanpa merusaknya."
Amir berdiri di ujung perahunya dan mengayunkan joran karbon mahal itu dengan sangat kuat.
Syuut!
Timah pemberat dan kail perak itu melesat melengkung jauh di udara membelah hembusan angin laut.
Plup.
Pelampungnya mendarat sangat sempurna tepat di titik koordinat yang ia lihat melalui kacamatanya tadi.
Timah itu meluncur deras menarik senar nilonnya menukik tajam ke dasar laut dalam.
Amir terus mengawasi pergerakan kailnya dari atas perahu dengan pandangan tajam layaknya elang.
"Turun terus, sedikit lagi ke kiri, ya pas sekali di sela-sela karang itu."
Amir bergumam mengatur uluran senarnya dengan sangat akurat sesuai instruksi matanya.
Klak.
Senar pancing Amir berhenti meluncur, menandakan timah pemberatnya sudah membentur sesuatu yang keras di dasar karang.
Amir menarik jorannya ke atas secara mendadak dengan sekuat tenaga lengannya.
Srek!
Kail Keberuntungan Tingkat Rendah itu dengan ajaib menancap sangat kuat pada rongga benda kotak misterius tersebut.
"Kena kau!"
Amir langsung memutar gagang reel SeaMaster 9000 nya dengan kecepatan penuh tanpa ampun.
Reel raksasa itu berputar sangat halus namun bertenaga menarik beban super berat dari dasar laut.
"Ya ampun, berat sekali benda ini, jauh lebih berat dari ikan Lele Mekong kemarin!"
Amir mengertakkan giginya menahan beban yang membuat otot lengannya kembali tegang luar biasa.
Untungnya, joran karbon fiber yang baru saja dibelinya itu sama sekali tidak melengkung berbahaya dan reelnya sangat kuat menahan gesekan.
Ia terus menarik gulungan senarnya tanpa henti selama lebih dari dua puluh menit.
Benda kotak yang ditumbuhi lumut tebal itu mulai terlihat samar-samar naik menembus permukaan air biru.
Byar!
Air menyembur ke segala arah saat benda aneh itu ditarik paksa keluar dari dalam lautan.
Amir mengulurkan tangan kirinya dan menyeret benda itu dengan kasar ke atas geladak perahu kayunya.
Brak!
Benda itu mendarat cukup keras menimbulkan suara benturan yang membuat perahu Amir sedikit bergoyang.
Amir melepas kacamata magisnya dan mengusap keringat di dahinya dengan lengan kemeja.
Ia berlutut mendekati benda yang ternyata berbentuk seperti sebuah kotak kayu berukir yang sudah sangat lapuk.
Sebagian sisi kotaknya sudah hancur dimakan air laut dan tertutup tiram serta teritip karang yang tajam.
"Kotak kayu misterius di dasar laut, ini sangat mirip dengan peti harta karun bajak laut di film-film tua."
Amir bergumam dengan jantung yang berdegup sangat kencang.
Ia mengambil pisau lipat dari tas pancingnya dan mulai mencungkil cangkang tiram yang menyegel tutup kotak lapuk tersebut.
Krak.
Tutup kayu yang sudah rapuh itu hancur terbelah dua oleh tenaga congkelan Amir yang sangat kuat berkat ilmu bela dirinya.
Isi di dalam kotak itu seketika membuat nafas Amir terhenti sesaat.
Di dalam kotak kayu yang busuk itu, tergeletak belasan batangan logam berwarna kuning keemasan yang masih memancarkan kilau murni.
Air laut yang menetes dari batangan itu tidak mampu menutupi kemewahan warna aslinya yang sangat pekat.
"Emas batangan murni di dasar laut!"
"Ini benar-benar harta karun peninggalan kapal dagang kuno yang tenggelam di masa lalu!"
Amir memungut satu batangan emas itu dan merasakan bobotnya yang sangat padat dan berat di telapak tangannya.
Ding!
Suara pemberitahuan dari Sistem tiba-tiba berbunyi sangat nyaring di telinganya.
[Selamat, Tuan berhasil memancing Item Non-Organik Kuno: Peti Emas Batangan VOC]
[Tingkat Kelangkaan: Epik]
[Apakah Tuan ingin menukarkan item ini ke Sistem secara langsung seharga 100.000 Poin, atau menjualnya di pasar gelap dunia nyata?]
Amir tertawa lepas bagaikan orang gila di tengah lautan yang sepi itu.
"Seratus ribu poin itu sama dengan satu miliar rupiah tunai, ini sungguh kekayaan yang sangat instan dan gila."
"Tunggu, jika aku menukarkannya pada Sistem, apakah ada jejak pajak atau kecurigaan dari pihak bank?"
Amir bertanya pada Sistem untuk memastikan keamanan finansialnya.
[Tuan tidak perlu khawatir, Sistem memiliki protokol pencucian uang sempurna tingkat dewa]
[Uang hasil penukaran akan ditransfer langsung ke rekening Tuan sebagai keuntungan investasi saham luar negeri yang sah dan seratus persen bebas dari pajak dan kecurigaan otoritas negara]
"Bagus sekali, ini jauh lebih aman daripada aku menjual emas batangan kuno tanpa sertifikat di pasar gelap."
"Sistem, tukarkan seluruh peti emas ini sekarang juga!"
[Terkonfirmasi]
[Menukarkan Item Peti Emas Batangan VOC. Menambahkan 100.000 Poin]
[Sisa Saldo Poin Tuan Rumah saat ini adalah 100.350 Poin]
Dalam sekejap mata, peti kayu lapuk beserta seluruh isinya yang bernilai fantastis itu lenyap dari atas geladak perahu seolah tidak pernah ada.
Amir kembali menatap hamparan laut biru dengan senyum kemenangan yang sangat mengerikan.
Dulu ia dihina karena miskin dan tidak berguna, namun hari ini ia telah mengumpulkan uang miliaran rupiah hanya dalam hitungan menit berkat bantuan magis.
"Keluarga Siska pasti akan sangat terkejut jika mereka tahu uang yang selama ini mereka puja bisa kudapatkan hanya dengan sekali tarik di laut."
"Tunggu saja kehancuran mental kalian saat melihatku nanti, ini baru pemanasan awal."
Amir mengepalkan tangannya kuat-kuat, merencanakan balas dendam elegan yang akan menghancurkan kewarasan mantan istrinya hingga ke akar-akarnya.