Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: Kesepakatan Nyawa
Waktu seolah berhenti di pelataran Rumah Lelang Kekaisaran. Ribuan mata dari kejauhan menyaksikan pertarungan itu tanpa berani bersuara.
Naga air raksasa yang dibentuk dari hujan dan Qi Ouyang Lie menerjang seperti gunung runtuh. Tombak peraknya berputar di ujung naga dan mengarah tepat ke jantung Lin Xuan.
Lin Xuan hanya melayangkan satu tinju. Tanpa bayangan naga atau harimau.
Hanya kepalan tangan yang diselimuti Api Teratai Bumi Terdalam. Api itu telah dipadatkan hingga berubah dari biru kehijauan menjadi putih menyilaukan.
Boooom!
Saat tinju dan tombak bertabrakan, naga air raksasa itu langsung menguap.
Panas Api Teratai Bumi Terdalam begitu dahsyat hingga hujan yang menyentuhnya berubah menjadi uap. Ledakan uap menyapu pelataran dan menghancurkan kereta serta pepohonan di sekitarnya.
Namun gelombang itu berhenti tepat di depan Rumah Lelang. Lin Xuan sengaja mengendalikan kekuatannya agar Xiao Ya dan Master Yan tetap aman.
Di tengah kabut panas terdengar suara logam retak.
Trang!
Tombak perak Ouyang Lie hancur. Ujung hingga gagangnya meleleh dalam sekejap.
Tinju Lin Xuan terus melaju.
Perisai Qi Ouyang Lie pecah. Tinju itu menghantam dadanya dengan kekuatan yang tak terbendung.
"Uhhkk!"
Mata Ouyang Lie terbelalak. Tulang rusuknya remuk dan jantungnya hangus oleh sisa Api Teratai Bumi Terdalam.
Lin Xuan menarik tinjunya. Tubuh Pemimpin Ouyang jatuh berlutut di hadapannya.
Hujan di pelataran bahkan tak sempat menyentuh tanah. Setiap tetes langsung menguap oleh panas yang tersisa.
Ouyang Lie menatap luka di dadanya lalu menatap pemuda di hadapannya. Enam belas tahun. Tanpa setetes darah pun di tubuhnya.
"S-siapa... kau sebenarnya?" Darah hitam mengalir dari bibirnya. "Bocah dari Kota Awan Merah... mustahil memiliki kekuatan seperti ini..."
Lin Xuan menatapnya tanpa emosi.
"Di kehidupan sebelumnya, orang memanggilku Kaisar Suci."
Ia berhenti sejenak.
"Namun bagimu, aku hanyalah dewa kematian yang datang menagih nyawa."
Mata Ouyang Lie dipenuhi ketakutan. Sebelum sempat berkata apa-apa, tubuhnya roboh.
Api putih membakar mayatnya hingga tersisa abu.
Keluarga Ouyang telah musnah.
Salah satu dari Tiga Keluarga Besar Ibukota Langit Angin lenyap dalam satu malam.
Kabut panas perlahan menipis.
Ribuan orang yang menyaksikan dari kejauhan terdiam. Darah dan abu memenuhi pelataran. Di tengah semuanya, Lin Xuan berdiri tenang sambil menepuk debu dari lengan jubahnya.
Klek.
Pintu Rumah Lelang terbuka. Master Yan dan Xiao Ya segera berlari keluar. Xiao Ya langsung memeluk lengan Lin Xuan dengan mata berkaca-kaca. Master Yan justru berlutut di tengah genangan air.
"T-Tuan Muda Lin. Dewa Alkemis. Anda benar-benar memusnahkan Keluarga Ouyang seorang diri!"
Master Yan gemetar antara kagum dan takut.
Kehancuran Keluarga Ouyang berarti kekuasaan di Ibukota akan segera berubah. Dan pemuda di hadapannya jelas akan menjadi salah satu penguasa baru.
"Master Yan."
Lin Xuan tetap menatap gerbang Ibukota.
"Keluarga Ouyang sudah kehilangan seluruh kekuatannya. Kediaman mereka pasti kosong. Kirim orang ke sana sekarang."
"Untuk apa, Tuan Muda?"
"Segel perbendaharaan mereka."
Tatapan Lin Xuan menjadi dingin.
"Ambil tiga puluh persen untuk Rumah Lelang sebagai ganti rugi. Sisanya kirim ke kediamanku besok pagi."
Master Yan menelan ludah. Menyentuh harta Keluarga Ouyang sama saja dengan merampas kekayaan salah satu keluarga besar Ibukota.
Namun, setelah melihat nasib Ouyang Lie, ia tak berani membantah.
"Baik, Tuan Muda! Saya akan berangkat malam ini."
Saat Master Yan mulai memberi perintah, terdengar langkah kaki dari tangga.
Su Yue'er datang bersama Paman Qin.
Paman Qin yang berada di Pembentukan Fondasi tanpa sadar berjalan setengah langkah di belakang Su Yue'er. Ia menundukkan kepala saat bertemu pandangan Lin Xuan.
Instingnya mengatakan bahwa pemuda ini mampu merenggut nyawanya dalam sekejap.
"Tuan Muda Lin."
Su Yue'er tak lagi bersikap dingin. Suaranya dipenuhi hormat dan sedikit keraguan.
Ia melirik abu Ouyang Lie.
"Kekuatan Anda sungguh mengagumkan. Keluarga Ouyang memang pantas menerima hukuman. Namun tindakan Anda malam ini pasti akan mengguncang seluruh Kekaisaran."
Lin Xuan menatap gadis berjubah putih itu.
Sekilas saja, ia sudah melihat Qi di dalam tubuh Su Yue'er yang semakin kacau.
"Kekaisaran mau terguncang atau runtuh bukan urusanku," jawab Lin Xuan datar. Tatapannya beralih ke perut Su Yue'er. "Yang harus kau khawatirkan adalah Dantianmu. Kutukan Yin Es-mu semakin parah. Segel teratai dari guruku mulai retak. Kau pasti meminum ramuan dingin untuk meredakan rasa sakit, bukan?"
Su Yue'er tersentak. Wajahnya memerah karena terkejut. "K-kau... benar-benar murid Senior Xuan? Beliau memberitahumu?"
"Guru tidak menyembunyikan apa pun dariku." Lin Xuan berbohong tanpa berkedip. "Beliau berkata kau hanya punya waktu dua minggu setelah segelnya pecah. Satu-satunya cara menyelamatkanmu adalah Pil Yang Sejati."
Harapan kembali muncul di mata Su Yue'er. Ia segera membungkuk hormat.
"Tuan Muda Lin, tolong sampaikan kepada Senior Xuan bahwa Keluarga Su bersedia membayar berapa pun harganya. Kami memiliki banyak ramuan berunsur Yang di perbendaharaan."
"Ramuan biasa tidak cukup." Lin Xuan menggelengkan kepalanya. "Untuk melawan Kutukan Yin Es, obatnya harus memiliki kekuatan yang setara. Aku membutuhkan Jantung Buah Matahari dan Api Surgawi. Jika tidak ada, Api Binatang Buas Tingkat 5 juga bisa digunakan."
Paman Qin mengerutkan kening. "Jantung Buah Matahari? Benda itu sangat langka. Di Ibukota, hanya Perbendaharaan Terlarang Asosiasi Alkemis Pusat yang memilikinya. Bahkan Keluarga Su tidak mampu membelinya."
"Tepat." Lin Xuan tersenyum tipis. "Itulah alasan aku membutuhkan Keluarga Su."
Su Yue'er menatap Lin Xuan penuh harap. "Tuan Muda Lin, apa maksud Anda?"
"Tiga hari lagi, Asosiasi Alkemis mengadakan Turnamen Alkemis Tahunan. Pemenangnya akan mendapat hak memilih satu harta dari Perbendaharaan Terlarang."
Tatapan Lin Xuan menjadi tajam. "Aku membutuhkan kuota rekomendasi khusus dari Keluarga Su agar bisa langsung masuk babak utama. Jika kalian memberiku kuota itu, aku akan memenangkan turnamen dan mengambil Jantung Buah Matahari. Guruku akan menggunakannya untuk meracik Pil Yang Sejati."
Ia menatap Su Yue'er lekat-lekat.
"Anggap saja nyawamu kutukar dengan kuota itu."
Su Yue'er dan Paman Qin terdiam.
Seorang pemuda enam belas tahun hendak menantang para alkemis jenius dari seluruh Kekaisaran. Namun, setelah melihat tiga puluh Pil Sembilan Cincin dan kekuatannya yang sanggup membantai para kultivator Pembentukan Fondasi, keraguan mereka lenyap.
"Baik." Su Yue'er mengangguk tegas. "Keluarga Su akan menyerahkan kuota rekomendasi kami kepadamu. Nyawaku kupercayakan padamu dan Senior Xuan."
"Keputusan yang tepat."
Lin Xuan berbalik. "Urus pendaftarannya besok. Malam ini aku ingin beristirahat."
Ia berjalan pergi bersama Xiao Ya.
Di belakang mereka, Master Yan segera memimpin para penjaga menuju kediaman Keluarga Ouyang yang kini tanpa perlindungan.
Malam itu, kekuasaan Ibukota Langit Angin berubah arah.
Nama Lin Xuan mulai dikenal sebagai sosok yang tak boleh disentuh. Namun, badai yang lebih besar baru akan dimulai di dunia Alkimia.