NovelToon NovelToon
Gadis Bercadar Jodoh Gangster

Gadis Bercadar Jodoh Gangster

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kyure Aamz

Maulana Nevan Ganendra, para sahabatnya sering menyebut lelaki itu dengan sebutan gangster penyayang Bunda. Nevan selalu berhasil membuat orang terkena mental hanya dengan kata-katanya, mulutnya sangat licin seperti lantai yang baru saja di pel.

Tidak ada hari tanpa julit, ibarat kata pepatah hidup Nevan itu seperti sayur tanpa garam jika tidak julit. Sudah galak, julit, tak punya hati pula, lengkap sudah hidup Nevan. Semua berawal saat Nevan mendapat sebuah tantangan konyol untuk menikahi gadis bercadar bernama Nazma.

Nevan memanggil gadis itu dengan sebutan Nanaz, seorang gadis yang hidupnya penuh dengan masalah dan jauh dari kata bahagia.

°°°

"Berhenti kayak gini Nevan, sikap kamu bikin aku kelihatan semakin rendah di mata orang-orang." Air mata Nazma lolos begitu saja. "Boleh aku minta sesuatu."

"Apa?" Nevan seakan terhipnotis dengan tatapan Nazma.

"Jangan bilang aku sok jual mahal lagi, sakit dengernya. Aku emang miskin, tapi orang miskin juga punya harga diri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyure Aamz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Berulah lagi

Gigi Nevan mengerat kala melihat video kotor yang baru saja berputar, ia tidak menyangka jika Aji akan segila ini. Didalam video itu, Zee di rendahkan oleh beberapa anak buah Aji. Zee di perlakuan seperti seorang wanita yang samasekali tidak berharga.

[Gue bakal sebarin video itu, kalau lo nggak mau ikutin mau gue.]

[Serahin istri lo itu, dan lo bisa ambil Zee.]

"Sinting nih orang." Nevan tertawa, benar-benar tak habis pikir. "Gimana bisa gue nyelametin orang yang udah khianatin gue?"

'Zee cuma masa lalu, sekarang cuma ada Nanaz yang bener-bener harus gue jaga.' Nevan berusaha tidak peduli dengan Zee.

'Ajinomoto pasti cuma mau mancing gue, bikin ribet aja tuh orang. Dia pikir gue bakal lebih milih Zee dan nyerahin Nanaz gitu aja ... mustahil!'

"Tapi ...." Nevan menggantung ucapannya.

Ada satu hal yang begitu mengganjal di pikiran Nevan.

***

Saat berada di kamar, hati Nevan masih saja gelisah. Padahal lelaki itu baru saja mandi, tapi kepalanya tak kunjung dingin. Kini Nevan duduk di atas tempat tidur sambil bersandar pada punggung kasur, berharap Zee akan segera hilang dari pikirannya.

'Apa gue terlalu jahat, gimana bisa gue biarin Zee gitu aja?'

'Hampir setahun lebih, dia udah nggak penting lagi buat gue.'

'Tapi gue pernah suka sama dia ....' Nevan mulai dilema.

'Apa gue harus nyerahin Nanaz ke Aji cuma demi Zee?'

"Aissshhh!" Nevan melempar asal bantal ke lantai, ia merasa sangat kesal. "Mau lo apa sih?!"

Nazma yang duduk di kursi belajar tampak terkejut, pasalnya bantal yang di lempar oleh Nevan kebetulan terjatuh di dekat Nazma.

"A-aku nggak mau apa-apa." Nazma mengira jika Nevan marah padanya.

Nevan tersadar, ia lantas berdecak pelan dengan wajah yang terlihat galak. "Bukan lo!"

"Maksudnya?" Nazma menatap Nevan dengan raut wajah tidak mengerti.

"Gue nggak ngomong sama lo, diem! Gue pusing, jangan nanya-nanya lagi!" semprot Nevan.

Nevan perlahan membaringkan tubuhnya, lalu menutup wajahnya dengan bantal. Kelemotan Nazma membuat Nevan semakin kesal, masalah Ando belum selesai tapi Aji mendadak muncul dengan masalah baru.

Nazma yang tidak mengerti apapun hanya bisa diam, Nazma tidak akan aman jika bertanya-tanya disaat Nevan sedang berada dalam mode tarzan. Namun jika Nazma lihat-lihat, sepertinya ada suatu hal yang mengusik pikiran Nevan, atau mungkin lelaki itu sedang ada masalah.

"Nevan ...." Nazma berjalan ke arah tempat tidur sambil membawa bantal yang tadi sempat terjatuh, ia lalu duduk di pinggiran tempat tidur.

"Lo nggak bakal bisa bantu." Nevan seakan tahu apa yang akan dikatakan oleh Nazma.

"Tapi kamu bisa cerita ke aku, siapa tahu itu bisa ngurangin beban kamu."

"Males, gue lagi kesel Nanaz!" Nevan menyingkirkan bantal dari wajahnya. "Kalau kesel biasanya gue main panahan, lebih seru lagi kalau yang jadi targetnya manusia."

Seketika Nazma langsung merasa ngeri, kejam sekali Nevan ini. "O-oh gitu."

"Mau?" Nevan mengubah posisinya menjadi duduk.

"Mau apa?" tanya Nazma.

"Jadi target gue," balas Nevan.

Nazma mengerjap pelan, hanya orang tidak waras yang bisa menyerahkan dirinya sebagai mangsa tanpa berpikir dua kali. Membayangkan anak panah melayang saja sudah membuat bulu kuduk merinding, mau menolak tapi takut Nevan tersinggung.

"Gini, bukannya aku nggak mau. Tapi Nevan, anak panah itu bahaya. Gini-gini, kamu jangan salah paham dulu. Aku---"

"Bilang aja nggak mau, nggak usah ribet!" sergah Nevan. "Berbelit-belit, makin bikin gue pusing."

"Kalau misal aku mau jadi target, kamu bakal seneng?" Sepertinya Nazma sudah kehilangan akal.

Nevan mengangkat tangannya membuat Nazma sedikit menjauh dan memejamkan matanya, ternyata Nevan hanya ingin mengelus kepalanya. Nazma sedikit lega, Nazma kira mau digampar tapi ternyata cuma dielus. Suudzon memang perbuatan yang tidak baik.

"Obidient cat." [Kucing penurut] Nevan lalu menurunkan tangannya kembali. 'Mana mungkin gue jadiin dia target, pakek acara nawarin diri lagi. Nurut banget, kek kucing.'

"Hah?" Nazma tidak mengerti arti dari kata-kata yang di ucapkan oleh Nevan.

"Hah?" Nevan menirukan ucapan Nazma dengan raut wajah malas.

Nazma terdiam, mendadak ada satu pertanyaan yang terlintas di otaknya. "Emm, sebelumnya kamu pasti pernah suka seseorang kan?"

"Hem." Wajah Nevan semakin malas.

Nazma tersenyum, betapa beruntungnya gadis yang disukai oleh Nevan. "Dia pasti cantik."

Nevan tampak berpikir. "Iya, nggak kayak lo jelek."

Ucapan Nevan tidak tanggung-tanggung membuat Nazma tidak bisa menyangkal, tentu saja Nazma cukup sadar diri.

"Selera gue sekarang, besok, nanti, selamanya, itu yang jelek-jelek. Jadi jangan cantik, biar gue suka terus sama lo."

Terdengar suara notifikasi dari ponsel Nevan, membuat lelaki itu mau tidak mau harus mengambil ponselnya yang berada di atas laci. Untuk kesekian kalinya Aji kembali berulah.

[Gue kasih waktu dua hari buat mikir. Serahin istri lo itu, dan Zee nggak perlu menderita lagi]

***

Calvin dan Jeno sibuk menyantap beberapa kue buatan bunda Sean, berbeda dengan Iqbal yang sedang memonopoli satu toples berisi malkist abon. Tadinya toples itu penuh, tapi perlahan isi dalam toples itu berkurang.

"Enak Yan." Iqbal menyengir lebar dengan mulut yang penuh dengan malkist.

"Sering-sering kayak gini Yan." Calvin menepuk bahu Sean, lelaki itu begitu tak tahu malu. "Bungkus boleh nggak sih? Kresek mana kresek?"

"Nggak tahu malu." Jeno menoyor kepala Calvin. "Gue juga mau bungkus."

"Hidup tante Nasya!" Iqbal mengepalkan tangannya di udara.

Calvin mengikuti apa yang dilakukan oleh Iqbal. "Hidup! Mau dong Yan di angkat jadi adek lo."

"Mau nikah sama Risa lo? Nggak pantes!" Jeno menentang keras. "Sawan entar adek nya si Sean kalau punya jodoh modelan kayak lo."

Sean menghela nafas pelan, sepertinya bundanya terlalu baik hingga para sahabat kampretnya selalu betah berlama-lama di rumahnya. Risa adalah adik Sean yang masih kelas 6 sd, tahun depan dia akan masuk smp.

"Risa masih sd." Sean tidak terlalu menganggap serius ucapan mereka.

"Gue suka berondong kok Yan." Calvin menepuk dadanya sambil tersenyum lebar.

"Berondong itu buat cowok!" semprot Jeno.

Calvin terdiam sejenak. "Kalau cewek?"

"Berinding," sahut Iqbal.

"Astagfirullah Iqbal malkist, berinding nggak tuh." Jeno tertawa ngakak.

Sean geleng-geleng kepala, receh sekali mereka ini. Sean harap bundanya tidak sering-sering membuatkan banyak makanan untuk mereka, seharusnya malam hari seperti ini mereka berada di rumah dan belajar.

"Harusnya Epan ikutan nih biar makin rame," ujar Calvin.

"Kalau bisa kita ngumpulnya di rumah Nevan, di sana makanannya lebih banyak." Jeno menyuarakan ide konyolnya.

"Setuju! Asal ada maklist abon!" Bukan Iqbal jika tidak suka malkist.

"Udah diem, makan." Sean menunjuk makanan di depannya. "Habis itu pulang."

Ponsel Sean tiba-tiba berdering, ternyata panggilan itu berasal dari Nevan. Sean langsung menggeser tombol hijau, lelaki itu diam cukup lama dan mendengarkan Nevan yang sedang membahas tentang suatu hal.

"Lo nggak bisa kayak gitu." Sean berusaha terlihat tenang.

"....."

"Van ... Van---"

Panggilan terputus begitu saja membuat Sean terlihat kesal, lelaki itu sudah tidak bisa mempertahankan wajah tenangnya.

"Kenapa?" Calvin terlihat begitu penasaran.

"Temen lo gila, dia mau ngorbanin Nazma cuma demi Zee." Sean mencoba untuk menghubungi Sean, namun panggilan nya tidak terhubung.

***

Nevan sengaja mematikan data di ponselnya agar Sean berhenti menghubunginya, lelaki itu berjalan ke ruang tengah diikuti oleh Nazma yang berjalan di belakangnya. Nevan duduk di samping Arthan dan langsung merangkul adiknya itu.

"Tuyul kok nonton tuyul." Nevan menatap televisi yang menampilkan acara Upin & Ipin.

"Apa sih." Arthan berusaha menyingkirkan tangan Nevan, namun tidak bisa.

"Oke, gue salah waktu itu." Nevan mulai serius. "Gue lebih galak ke lo dan nggak galak ke Ale, bukan berarti gue nggak sayang sama lo."

Arthan menutup kedua telinganya. "Nyenyenye, nggak dengel."

"Emak gue sama emaknya Ale itu beda, kalau emak gue sama lo kan nggak beda. Sikap gue ke lo itu spesial tahu, gue sayang banget sama lo."

"Pleeeetttt!" Tentu saja Arthan tidak percaya dengan bualan Nevan.

Nevan yang biasanya bermulut kejam bin pedas, tiba-tiba mengeluarkan kata-kata manis. Orang-orang pasti mengira jika Nevan sedang kerasukan jin baik, Nevan mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Aplikasi yang pertama dituju oleh Nevan adalah kamera.

"Ayo foto, lo nggak pengen foto sama gue? Punya abang ganteng gini, rugi kalau nggak di ajak foto." Nevan mengambil beberapa selfie foto dirinya dengan Arthan.

"Althan belom siap tahu, jangan langsung jeplet dong!" protes Arthan.

"Makannya pose yang keren." Nevan menyerahkan ponselnya pada Nazma. "Tolong fotoin."

Nazma mengangguk dan mengambil ponsel itu, Nazma berhasil menjepret beberapa foto. Mulai dari Nevan yang menarik pelan kedua pipi Arthan, hingga Arthan dan Nevan yang menunjukkan tangan dengan gaya metal.

"Udah, jangan ngambek lagi. Gue tuh ngajarin lo biar lo nggak baperan, harus jadi cowok berani ... no baper-baper." Nevan mengangkat tangannya. "Tos dulu."

Arthan langsung menepukkan telapak tangannya pada telapak tangan Nevan. "Oke Mas Yul."

Melihat kakak beradik itu membuat Nazma tersenyum, ia senang Nevan dan Arthan sudah kembali berbaikan.

"Nanaz, ayo ikutan foto," ajak Nevan.

"Aku fotoin kalian aja, aku nggak suka foto." Bagaimana bisa Nazma yang jelek seperti ini foto dengan Nevan.

"Udah ayo." Nevan menarik pelan tangan Nazma.

Nazma akhirnya ikut berfoto, ketiga orang itu mengambil foto dengan kamera depan. Arthan berada di tengah antara Nevan dan Nazma, satu tangan Nevan merangkul Nazma. Sementara yang satunya lagi ia gunakan untuk memegang ponsel.

'Sorry Nanaz.' Nevan melirik sekilas Nazma yang sedang tersenyum.

Bersambung....

1
Ayna_Muthmainnah_
lanjutin kisah Mikaela dong🙏
Tetsuro Kuroo
Luar biasa
Diana Diana
Kecewa
Diana Diana
BAGUS BGT WALLAHI!😭🫶🏻
AWAL' TUH YA SAYA UDA EMOSI BGT,EH,TBTB ADA HAL YG BIKIN HAPPY YG BUAT SAYA NGA JADI EMOSI🙄🤌🏻,DAN ITU KEREN BGT THOR😭😔💯
SAYA KASI BINTANG 5 KARNA BAGUS POLL💯
SEMANGATT THORR,DITUNGGU KARYA SELANJUTNYAA💕😚🫶🏻
Neng Sum
lanjut
Sarah Yuniani
semoga semakin banyak yang mampir ya thor ...
ini kisah nikah muda ..
nikah muda tidak menghalangi kesuksesan kalian .. percaya deh
Sarah Yuniani
luar biasa thor ..
nikah muda tidak menghalangi kalian untuk sukses !!!
Sarah Yuniani
ganti aku kamu lah van ..
Sarah Yuniani
dan ternyata para artis cuma bekerja ..
dan pekerjaan mereka mengharuskan bersentuhan dengan lawan jenis ..
Na'udzubillah
Sarah Yuniani
super sekali thor ...
pacaran haram !!!
Sarah Yuniani
nah benerr tuhh
Sarah Yuniani
author bikin salting dehhh
Sarah Yuniani
ketuss amat van .. tapi romantis ❤️
Sarah Yuniani
nevan sama nazma suami istri tapi amburadul 😂
Sarah Yuniani
ini masih pada SMA tapi masalah nya udah tingkat tinggi ..
lanjutkan kak
Sarah Yuniani
masih SMA ya .. kalo ngomong udah nikah , apa gak dikeluarin dari sekolah tuh ??
Sarah Yuniani
penasaran
Sarah Yuniani
kupikir ini cerita dikampus ... ternyata anak SMA ...
Sakirin
seru lo kak
Atik R@hma
Tak kira udah end,Alhmdulillah masih😘🤩💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!