NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Di luar kamar, Rafka menatap ponselnya. Tangan dia gemetar, panggilan dari Kinanti tidak dia angkat. Untuk pertama kalinya, ia menolak panggilan wanita itu.

Rafka menatap pintu kamar yang tertutup, lalu ke arah ruang tamu. Gita yang masih mewarnai sendirian di sana.

Penyesalan menghantamnya telak. Dia sadar telah kehilangan sesuatu yang paling berharga. Kali ini, tidak ada hadiah, tidak ada janji, tidak ada kata maaf yang cukup untuk mengembalikannya.

Rumah itu masih berdiri. Keluarganya masih ada di dalamnya. Namun, kehangatannya telah pergi entah ke mana.

Ponsel Rafka kembali berdering. Kali ini nama "Bulan" yang tertulis di layar. Jarang-jarang adiknya menghubungi terlebih dahulu, kecuali sedang menginginkan sesuatu darinya.

“Ada apa, Bulan?” tanya Rafka.

“Mas, ibu jatuh di kamar mandi. Ayah juga malah mendadak lemas. Aku tidak bisa menggotong ibu sendirian," jawab Bulan diseberang sana dengan nada yang panik.

“Tenanglah. Mas segera ke sana," balas Rafka.

Di waktu yang bersamaan, Kirana terpaku menatap deretan angka di buku tabungan itu. Matanya bergerak pelan, menghitung ulang dengan jari yang mulai bergetar.

Satu bulan, bua bulan, tiga bulan, dan empat bulan. Transaksi di tabungannya kosong. Tidak ada penambahan sama sekali selama itu.

Padahal mereka sudah sepakat kalau setiap bulan, dua juta rupiah harus masuk ke tabungan bersama. Uang yang dikumpulkan dengan sabar, dengan pengorbanan, demi satu tujuan sederhana, membeli mobil agar Gita tak lagi kehujanan setiap kali mereka pergi.

“Empat bulan ...,” bisik Kirana lirih, napasnya tercekat. “Empat bulan tidak ada satu rupiah pun.”

Dada Kirana terasa ditekan sesuatu yang berat. Bukan hanya soal uang. Tapi soal kebohongan yang perlahan menyingkap wajah aslinya.

“Kenapa Mas Rafka tidak menabungkan uangnya?”

Pertanyaan itu menggantung, lalu berubah menjadi tuduhan yang menyesakkan.

“Atau jangan-jangan ....”

Kirana menelan ludah.

“Uangnya habis untuk Mbak Kinanti dan Ara?”

Bayangan itu membuat perutnya melilit. Kirana teringat wajah Kinanti yang selalu terlihat terawat, penampilan yang rapi, wangi, dan penuh percaya diri. Kakak kandungnya sendiri. Orang yang seharusnya menjadi tempat aman, bukan sumber luka.

Kirana menutup buku tabungan dengan hentakan kecil. Tangannya mengepal, kukunya menekan telapak sendiri sampai terasa perih. Geram, marah, dan hancur bercampur menjadi satu.

Dia bangkit dari duduknya, melangkah keluar kamar dengan langkah cepat.

Mata Kirana mencari-cari sosok Rafka. Jantungnya berdegup keras, seolah bersiap meledak. Belum sempat ia membuka mulut, suara Rafka lebih dulu memotong.

“Sayang!” Suara pria itu terdengar panik. Rafka muncul sambil meraih kunci motor di atas meja rias. Wajahnya tegang, gerakannya tergesa.

“Ibu jatuh di kamar mandi. Aku harus bawa beliau ke rumah sakit sekarang.”

Kirana membeku.

“Kamu tunggu di rumah, ya,” lanjut Rafka cepat, sudah mengenakan jaket. “Kasihan Gita kalau ditinggal sendirian.”

Kalimat itu terdengar seperti perintah. Bukan permintaan. Bukan diskusi. Mulut Kirana terbuka, tetapi tak ada suara yang keluar. Tenggorokannya kering. Semua pertanyaan tentang uang, tentang kebohongan, tentang tabungan yang tidak bertambah selama empat bulan belakangan. Suara dia seakan tertelan kenyataan lain yang sama menyakitkannya.

Rafka bahkan tidak menatap Kirana lama. Setelah satu anggukan singkat, pria itu sudah melangkah pergi.

Pintu kamar tertutup.

Kirana berdiri sendirian di ruang tamu yang terasa semakin luas dan dingin.

“Mas ....” Suaranya nyaris tak terdengar. “Kamu bahkan tidak bertanya aku kenapa kelihatan pucat.”

Air mata menggenang di matanya, tetapi tidak jatuh. Ada luka yang terlalu dalam untuk sekadar menangis.

“Dia bukan Rafka yang dulu,” batin Kirana pahit.

“Bukan pria yang enam tahun lalu menggenggam tanganku sambil berjanji akan jujur dan setia.”

Sementara itu, di tempat lain, Kinanti berjalan mondar-mandir di kamar kost-nya. Ponsel di tangannya kembali gelap setelah panggilan itu tak kunjung terjawab. Untuk kesekian kalinya.

“Kenapa sih nggak diangkat?” gerutunya kesal. “Biasanya juga selalu cepat.”

Sejak siang, ada sesuatu yang terasa janggal. Rafka menolak makan siang bersamanya. Tidak menjemput seperti biasa. Bahkan hanya membalas pesan seperlunya.

Kinanti mendengus, lalu duduk di tepi ranjang. Matanya menyipit, senyum tipis perlahan muncul, senyum yang penuh perhitungan.

“Kalau begitu, aku akan beri dia kejutan. Pasti dia tidak akan bisa menolak,” gumam Kinanti pelan.

Wanita itu berdiri, menyiapkan ponsel, lalu mengatur kamera. Gerakannya santai, seolah sudah terbiasa. Kinanti tahu betul sisi mana dari dirinya yang selalu membuat Rafka tak mampu berpaling. Ekspresi yang lembut, tatapan yang manja, suara yang dibuat rendah dan mendayu.

Rekaman dimulai.

“Mas ....” Suara Kinanti dibuat lirih, penuh isyarat. “Aku lagi pengin dimanja.”

Kinanti tersenyum tipis, memiringkan kepala, memainkan gestur yang selama ini berhasil menjerat. Tidak ada kata-kata kasar. Tidak perlu. Kinanti tahu, imajinasi Rafka akan bekerja dengan sendirinya.

Video itu ia kirim, lalu ia bersandar sambil menunggu, yakin pesan itu takkan diabaikan lama.

Rafka baru bisa menghela napas panjang ketika jam dinding rumah sakit menunjukkan pukul sepuluh malam. Ibunya sudah sadar, kondisinya stabil. Hanya kelelahan dan tekanan darah yang turun. Namun entah kenapa, rasa lega itu tidak benar-benar sampai ke hatinya.

Sepanjang perjalanan pulang, wajah Kirana terlintas di benaknya. Tatapan kosong istrinya sebelum ia pergi. Diam yang terasa lebih menyakitkan daripada amarah.

Sesampainya di rumah, suasana sunyi menyambut. Lampu kamar Gita menyala redup. Dari celah pintu, ia melihat Kirana tertidur di samping putri mereka, memeluk Gita erat—seolah takut kehilangan.

Rafka berdiri lama di ambang pintu. Dadanya terasa sesak.

“Aku sudah sejauh ini, ya?” bisiknya pada diri sendiri.

Rafka melangkah ke kamar tamu, merebahkan tubuh tanpa tenaga. Tangannya meraih ponsel. Puluhan panggilan tak terjawab dari satu nama membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

Kinanti.

Satu video masuk.

Rafka ragu sejenak, lalu menekannya. Layar ponsel menyala, menampilkan sosok yang sudah terlalu terlarang. Napasnya tertahan. Ada dorongan kuat yang bercampur rasa bersalah, tetapi tetap saja jari-jarinya tidak menghentikan video itu.

“Apa yang sudah aku lakukan,” gumam Rafka, tetapi matanya tetap terpaku.

Setelah layar kembali gelap, Rafka memejamkan mata, mengusap wajahnya kasar. Di satu sisi rumah, istrinya tidur dengan luka yang ia ciptakan. Di sisi lain, godaan yang terus ia pelihara menunggu untuk kembali direngkuh.

“Besok ....” ucap Rafka lirih, lebih kepada dirinya sendiri. “Aku harus membereskan semuanya.”

Rafka tahu, itu bukan janji, melainkan kebohongan baru yang ia ucapkan demi menenangkan nurani yang semakin rapuh.

1
Tamirah
Anak masih kecil saja sdh tahu arti selingkuhan dan yg membuat kecewa Karena ayah nya selingkuh dgn Tante nya sendiri.Kalau didunia nyata akan menjadi sebuah trauma pada Gita dikala dia sdh usia remaja gak percaya pada laki laki,semua laki-laki kelakuan nya spt papanya.
Tamirah
Tetap lah semangat mengais rezeki sendiri tanpa ada perhatian dari suami,bila saat nya tiba untuk berpisah dgn suami mu kamu sdh siap dgn apa yg telah kamu rencanakan untuk menapak masa depan dgn anakmu.
Tamirah
Kalau aku setelah merekam dan foto mereka,keluar dan menampar suami dan kakaknya biar tahu rasa tertangkap basah urusan anak belakangan... .! Siapa yg sanggup melihat Suami dan sang kakak didepan mata intim terang terangan.
Tamirah
Kirana ingin membuktikan bahwa dugaan kakak nya berselingkuh dgn suami nya adalah benar, kalau ituu benar lebih baik bercerai saja. Karena suami selingkuh dgn kakak sendiri sangat lah menyakitkan. Lebih baik bergelar janda wong usia masih muda, banyak pria setia diluar sana.
Tamirah
Baik Rafka mau pun Kinanti pasangan yg cocok sama sama luknut nya..yg satu Masih punya istri dane anak yg satu janda ku punya Anak, urat malunya dah putus.Hukum alam pasti berlaku *tabur tuai*
Kale
sumber kehancuran ya kinanti bu,bukan dari rafka,,klau kinan gk ngasih obat perangsang,gk bkl terjadi,,kinanti itu jin Dasim
Kale
lebih mudah dikabulkn cerai,kalau kinanti memvideo adegan panasnya sama arfa,terus dikirimkn ke kirana,,dia ingat kirana sakit hati,,salah besar,malah mmpermudah kirana gugat cerai
Kale
lihat suami selingkuh dng orang lain yg tidak kita kenal,itu sakitnya sampai ke ulu hati,,apalagi selingkuh dng kakak kandung sendiri,sakitnya laksana nyawa tercabut kluar, sakitnya gk bisa dijabarkn,,,
pisah ki,,hempaskn dua penghianat itu,,
park jum
ceritanya pasaran semua
park jum
enak bener ya anak sipelakor
Miranti 09
ternyata kirana merebut calon suami orang😄nggk beda jauh sama kinanti
Miranti 09
pasti kirana lngsng merasa di atas angin itu dapat cogan kaya ini msih perjaka lgi😄
Miranti 09
pasti kirana lngsng mau itu di lamar algara.. munafik jga🤭
Miranti 09
bisa nggk yaaah klau misal sehabis cerai gitu fokus aja sama diri sendiri&anak nggk usah lngsng dekat sama laki" lain.. jdi malas baca aaaah nda seru cerita nya karna blum lama cerai lngsng dekat sama laki" lain kya kebelet nikah gitu🙏
SHLDC’s Company
Luar biasa
Jetva
ANAK YG KAU BANGGAKAN TERNYATA JALANG KELAS KAKAP..
Jetva
Pa mereka ga tau klo Kknanti otu bejad..??🙄
Jetva
Apa mereka ga tau o Kinanti itu bejad..??
Jetva
Pak Ramli ditikung paaaak....🤣🤣..iblos betina beraksi...🤣🤣
Jetva
Ortu tau ga sih..klo anaknya itu sangat bejad...apa baru tau aza belakangan..?? Kirana lama menderita tp dia bertahan utk kumpulkan bukti perselingkuhan kk ama suaminya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!