NovelToon NovelToon
Cinta Pertama

Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:149.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nikma

Semua orang pasti memiliki Cinta Pertama..
Kapan waktunya kita tak dapat menentukannya..

Seperti yang dialami Intan , gadis remaja yang kini baru merasakan cinta pertamanya di sekolah menengah pertama..

Bagas kakak kelas Intan, sosok yang selalu membuat jantung Intan berdebar lebih cepat dari biasanya..

Dari sinilah perjalanan cinta Intan di mulai..

Bagaimana kah, kelanjutan kisah cinta pertamanya? akan kah terbalas? ataukah sebaliknya??..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan-Jalan (2)

Waktu bisakah berhenti seperti ini untuk sejenak saja?

Aku masih ingin seperti ini lebih lama lagi bersama kak Bagas.

Dalam dekapan Bagas, Intan merasa hangat dan nyaman. Bahkan, ia seperti terlupa bahwa sekarang ia sedang didalam bioskop yang tengah memutar film horor. Bagi Intan, ia merasa hanya bersama Bagas saja.

Saat suara mengagetkan muncul dari film, Intan dengan reflek memeluk Bagas yang memang sudah mendekapnya. Ia menyembunyikan wajahnya dibalik bahu Bagas. Bagas sendiripun tak melepaskan tangan Intan yang memeluk tubuhnya dengan erat, ia sendiri semakin mendekap Intan ke tubuhnya.

Hangatnya ... Aku merasa aman.. Intan

Film terus berputar seiring waktu yang terus bergulir. Tanpa sadar Intan tertidur dalam dekapan Bagas. Kehangatan yang dirasakannya membuatnya nyaman terlebih ia memejamkan mata dalam waktu yang lama, tak heran jika ia tertidur.

Setelah 2 jam berlalu, film pun berakhir. Lampu bioskop sudah menyala, tapi itu tak juga membangunkan Intan dari tidurnya, ia merasa sangat nyaman dengan posisinya saat itu.

(Duh, Intan keenakan😋)

Pengunjung pun satu-persatu meninggalan ruang bioskop. Banyak dari mereka yang menatap Bagas dan Intan sambil menahan tawa. Bagas sedikit malu, ia menatap Intan yang masih pulas dalam tidurnya. Ia jadi tak tega untuk membangunkan gadis itu.

Setelah ruang bioskop hanya tersisa mereka berdua, Bagas mencoba membangunkan Intan, karna bagaimanapun tak enak jika ia didalam ruangan sepi berdua saja dengan Intan, bisa-bisa akan ada satpam yang menangkap mereka, mengira mereka melakukan hal yang tak senonoh.

Bagas, menyentuh kepala Intan lembut sambil merapikan rambut Intan yang sedikit berantakan menghalangi wajahnya.

"Intan." panggil Bagas lembut, sambil menyentuh pipi Intan perlahan.

"Hmm ..." gumam Intan pelan, sambil sedikit menggeliat. Tapi tak kunjung membuka matanya. Bagas tersenyum geli melihatnya.

"Kamu gak mau bangun? Bioskopnya sudah sepi." ucap Bagas lagi.

"........." beberapa detik Intan tak menyahut, Intan samar-samar mendengar perkataan Bagas itu. Ia berusaha mencerna apa yang ia dengar.

"Ahhhhh" teriak Intan sambil berdiri, ia menutup mulutnya karna terlalu syok. Ia baru teringat, bahwa ia bukan sedang tidur siang di rumah, tapi di bioskop dan dalam pelukan Bagas.

A-Apa.. A-Apa yang aku lakukan?!

Ba-Bagaimana aku bisa ketiduran?!

Da-Dan dalam pelukan kak Bagas!!!!!!!

Ahhhh!!!!! Intan Bodoh banget sih😫😱

"Hahahahaha" , tawa Bagas pecah melihat reaksi Intan yang terlihat sangat terkejut dan itu terlihat lucu bagi Bagas.

Intan tak bisa berkata-kata. Ia menunduk malu.

Mati aku.. Bagaimana ini?!

Intan berteriak dalam hati. Ia bingung apa yang harus ia ia lakukan, bahkan untuk berkata saja ia seperti tak memiliki tenaga.

Bumi bisakah kau telan aku sekarang?!😭

Bagas yang melihat Intan menunduk malu pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke Intan. Ia sedikit membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Intan. Sedangkan Intan, sekarang semakin terkejut bahkan ia sudah seperti papan kayu yang kaku.

A-Apa yang mau kak Bagas lakuin?

Kenapa mendekat begini?! Duh jantungku mau keluar!!

.

.

"Tenang saja kamu gak ngiler kok." ucap Bagas pelan ditelinga Intan, kemudian ia menepuk kepala Intan pelan.

Mendengar itu Intan pun mendongak menatap Bagas dengan terkejut, saat mata mereka bertemu, Intan merasa malu bukan main. Ia pun berlari keluar bioskop meninggalkan Bagas yang masih tertawa.

Bagas pun segera menyusul Intan keluar. Ketika diluar bioskop Bagas tak dapat melihat Intan. Ia mencari Intan dan akhirnya ia melihat Intan sudah berjalan sangat jauh didepan. Bagas tersenyum geli melihatnya, ia berlari mengejar Intan, setelah langkahnya sejajar dengan Intan, Bagas langsung menarik tangan Intan untuk mengikutinya.

Intan sangat terkejut saat tangannya digenggam Bagas, terlebih Bagas menariknya.

Kak Bagas mau bawa aku kemana lagi?

Saat Intan tengah kebingungan akan dibawa kemana ia oleh Bagas, langkah mereka berhenti disalah satu kafe dalam mall itu. Intan menatap kafe itu bingung.

"Kita makan dulu yaa. Aku lapar dan kamu harus mentraktirku karna aku sudah melindungimu selama 2 jam tadi." ucap Bagas sambil tersenyum menggoda. Seketika Intan kembali merasa malu dan ia yakin wajahnya kini pasti memerah.

Bagas kembali menariknya untuk masuk ke dalam kafe, setelah memesan makanan, terjadilah kesunyian diantara mereka. Intan terus menunduk dan tak berani menatap Bagas. Dia meremas kedua tangannya dibawah meja. Bagas, terus menatap Intan yang masih terlihat malu. Menurutnya menarik untuk melihat Intan seperti itu.

Kak Bagas kenapa liatin aku terus? Aku harus mengatakan sesuatu. Tapi, apa yang bisa aku katakan saat ini.

"Maaf" ucap Intan pelan nyaris tak terdengar.

Tak ada kata lain yang bisa terpikirkan saat ini selain maaf. Bagaimanapun hampir 2 jam ia meminjam bahu Bagas, entah apakah lelaki itu merasa pegal atau tidak. Intan terlalu malu.

"Kenapa minta maaf?" tanya Bagas bingung. Walaupun Intan mengucapkannya dengan sangat pelan, tapi Bagas masih bisa mendengarnya. Ia cukup terkejut, saat Intan meminta maaf padanya.

"Ka-Kakak, pasti ca-capek aku jadikan bantal. Maaf." ucap Intan masih terus menunduk. Ia terlalu malu untuk menatap Bagas.

"Ya agak capek sih. Tapi, tenang aja aku masih bisa tahan." ucap Bagas lembut, menenangkan Intan.

"Ta-tapi" ucap Intan masih merasa tak enak, sekarang ia berani menatap wajah Bagas.

"Anggap aja sebagai ucapan terima kasih karna uda nemenin aku lihat film tadi." ucap Bagas lagi, sambil tersenyum lembut ke arah Intan.

Obrolan mereka terhenti saat makanan pesanan mereka sudah diantarkan.

"Sekarang makan yang banyak ya adik kecil." ucap Bagas sambil tersemyum menggoda.

Mendengar itu Intan merasa sedikit jengkel.

"Aku bukan adik kecil!!" seru Intan tak terima, ia memanyunkan mulutnya kesal.

"Hahaha ... Iya-iya. Sudah sekarang makan dulu biar cepet besar" jawab Bagas sambil tertawa melihat kekesalan Intan.

Akhirnya, suasana diantara mereka mencair kembali. Mereka menikmati makanan mereka, sambil sesekali mengobrol. Dan tentu saja Bagas yang masih terus menggodanya.

"Nih, adik kecilku makannya belepotan" ucap Bagas sambil membersihkan sudut mulut Intan yang belepotan dengan tissu.

"Ihh. Apa'an sih kak!" ucap Intan malu bercampur kesal. Ia tak mau dianggap adik kecil oleh Bagas.

.

.

Setelah makan, mereka segera menuju ke salah satu toko buku terbesar di mall itu. Mereka berjalan menyusuri rak buku kesukaan mereka, mencari novel baru yang menarik minat mereka.

"Horor lagi?" tanya Intan saat melihat buku yang dipilih Bagas.

"Yup. Aku baca sinopsisnya keren, jadi penasaran." ucap Bagas santai.

"kamu?" sambungnya lagi.

"Ehm ... Adadeh" ,awab Intan menyembunyikan buku pilihannya dibalik punggunya. Ia merasa malu jika ketahuan membeli novel romantis.

"Yauda deh, kelihatannya adik kecilku uda tumbuh dewasa" ucap Bagas sambil tersenyum geli kemudian berjalan ke arah kasir.

Mendengar itu Intan pun menahan malu, ternyata Bagas bisa menebak buku apa yang dibelinya.

.

.

Setelah membeli buku mereka memutuskan untuk segera pulang, karna hari sudah beranjak sore. Dan Intan sudah janji pada sang ayah bahwa ia tak akan pulang malam.

Bagas, mengantar Intan ke halte bus seperti sebelumnya. Intan masih belum mau untuk diantar Bagas sampai rumah.

"Makasih untuk hari ini yaa. Lain kali, kita keluar jalan bareng lagi?" tawar Bagas saat Intan sudah turun dari motornya.

"Makasih kembali. Tentu saja kalau kakak mau." ucap Intan senang.

"Baiklah sepakat, lain kali kita keluar lagi. Tapi, gak lagi lihat film horor." ucap Bagas kembali menggoda Intan.

"Kak Bagas!! Uda deh godain aku." ucap Intan sebal.

"Okok. Adik kecilnya marah. Kalau begitu aku pulang dulu yaa" ucap Bagas, sambil bersiap untuk pergi.

"Jangan panggil aku adik kecil.!!!" seru Intan, tapi hanya mendapat tawa dari Bagas, kemudian Bagas pun melambaikan tangannya lalu melajukan motornya untuk pulang.

Intan membalas lambaian tangan Bagas. Setelah Bagas menghilang ia pun berjalan pulang.

Hari ini , kembali tak akan aku lupa.

Kak Bagas , setelah hari ini perasaanku semakin bertambah pada kakak.

Aku sangat-sangat menyukai kakak.

Apakah kakak memiliki perasaan yang sama padaku?

.

.

.

Bersambung..

1
Zalfa Ayu
cinta pertama seseorang 2
Nikma: Hehe, iya kak . Cinta terbaik season 2 nya. cuss kalau mau baca. hehehe..
atau kalau mau baca novel baruku juga boleh kak, Kesayangan Tuan Sempurna. hehehe😊🤭
total 1 replies
Cen
bahasanya terlalu dewasa untuk anak kelas 7, imajinasi boleh tapi harus realistis thor
harusnya tokohnya sudah SMA minimal kelas 9 lah
Nikma: hehe.. iya kak, ada bbrp yg komen sama ...
maaf, ini karya pertama author, jadi author belom bisa bener² nempatin yg pas seseuai karakternya ..
Makasih buat masukannya ya kak🤗
total 1 replies
tyas pudiastuti
terlalu banya promo dan selingan mengganggu a luar cerita
Nikma: halo kak, salam kenal ...
maaf ya kak, buat gak nyaman. itu author promo soalnya karyanya dah lama tamat jadi author promoin karya baru buat reader lama yang ngikutin author. ini juga saran dari pihak NT nya😊🙏
total 1 replies
Priskha
ini bnr ta thor anak br kls 7 slias kls 1 SMP tp cara ngomongnya spt org dewasa
Priskha
ini msh pelajar SMP kok ceritanya spt org dewasa ya
Nikma: Kalau boleh tau sebelah mananya kak?
Hmm. Maaf kalo gak sesuai, karna author juga masih belajar nulis🙏
total 1 replies
zien
Semangat 💗💗🌹🌹
zien
semangat 💗💗
Isma Aji
Ditunggu dukungan nya🤗
Fira Ummu Arfi
pembaca setia hadirrrr..

sukaaa ceritanyaaa thorrr 😍

tinggalin jejak juga yaaa di novelku ASIYAH AKHIR ZAMAN 😊
🌻Ruby Kejora
lile disini💗
🌻Ruby Kejora
2 like mendarat...maaf baru mampir hari ini.semangat terus thor
🌻Ruby Kejora
2 like mendarat
mari qt slg dukung. like balik novel q

the thunder's love
🌻Ruby Kejora
3 like mendarat...maaf br berkunjung
Eva Santi Lubis
hai thor aku datang lagi
mari saling mendukung terimakasih
🌻Ruby Kejora
like mendart
🌻Ruby Kejora
like mendarat d karya mu yg manis thor
🌻Ruby Kejora
like mendarat ya thor
🌻Ruby Kejora
q datang thor
Perjuangan cinta Tuan Muda
hai hai aq comeback give 10 like for u. feedback please
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk ke novelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatangan kalian.

Terima kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!