NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Tatapan yang Berubah

Sinar matahari pagi yang hangat mulai menembus tiras jendela yang tipis, mengusir sisa-sisa kegelapan badai semalam. Suasana di dalam kamar tidur anak itu kini terasa jauh lebih tenang. Harum minyak telon yang hangat berbaur dengan udara pagi yang segar.

Arka terbangun dari tidurnya di sofa kecil sudut ruangan dengan leher yang terasa agak kaku. Ia segera menegakkan duduknya, ingatan tentang kepanikan sepertiga malam lalu langsung menghantam kesadarannya. Mata elangnya bergerak cepat, mengarah ke ranjang kecil di tengah ruangan.

Kenzie sudah tertidur dengan napas yang teratur dan tenang. Wajahnya tidak lagi merah padam oleh demam. Namun, pemandangan di samping ranjanglah yang membuat gerakan Arka seketika terhenti.

Nayara masih di sana. Wanita itu tertidur dalam posisi duduk bersimpuh di lantai, dengan kepala yang disandarkan di tepi kasur. Kedua tangannya yang mungil masih setia menggenggam erat tangan kecil Kenzie, seolah berjaga-jaga agar anak itu tidak tergelincir kembali ke dalam mimpi buruknya. Rambut panjang Naya yang terurai menyelimuti sebagian wajah pucatnya yang kelelahan.

Arka menurunkan kakinya dari sofa, melangkah tanpa alas kaki dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Ia berdiri tepat di samping Naya, menundukkan wajahnya untuk mengamati wanita yang statusnya masih menjadi teka-teki di dalam hatinya sendiri.

Ada rasa bersalah yang teramat sangat menyergap dada Arka. Semalaman wanita ini tidak tidur, tidak mengeluh, dan menjaga anaknya dengan ketulusan yang murni. Arka mengulurkan tangannya perlahan, berniat merapikan anak rambut yang menutupi pipi Naya. Namun, sebelum jemarinya menyentuh kulit wanita itu, kelopak mata Naya bergerak pelan.

Naya mengerutkan keningnya, lalu perlahan membuka sepasang mata bulatnya yang jernih. Begitu kesadarannya pulih, hal pertama yang ia lakukan bukanlah merenggangkan ototnya yang kaku atau mengeluh kesakitan, melainkan langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi Kenzie.

"Panasnya sudah turun ...," gumam Naya lirih, suaranya terdengar serak khas orang bangun tidur.

Naya mendongak dan terkejut menemukan Arka sedang berdiri tepat di hadapannya sambil menatapnya lekat-lekat. Secepat kilat, Naya menguasai dirinya. Ia segera melepaskan genggaman tangannya dari Kenzie, lalu bangkit berdiri dengan tenang meskipun kakinya sempat kesemutan.

"Maaf, Tuan Arka. Saya ketiduran di sini," ucap Naya, suaranya kembali formal, mencoba membangun kembali jarak profesional di antara mereka.

Namun, sebelum Arka sempat menjawab, Kenzie menggeliat pelan di atas kasurnya. Bocah itu membuka matanya, mengerjap-ngerjap menatap langit-langit kamar sebelum menoleh ke arah samping ranjang.

"Mama ...," panggil Kenzie, suaranya sudah kembali ceria dan bertenaga.

Naya seketika melupakan keberadaan Arka. Ia langsung menundukkan tubuhnya, menyejajarkan wajahnya dengan Kenzie. Sebuah senyuman yang sangat tulus, hangat, dan begitu memesona terukir di bibir pucat Naya. Senyuman murni yang belum pernah ia tunjukkan kepada siapa pun di rumah ini.

"Pagi, Jagoan Mama," bisik Naya lembut, mengusap pipi Kenzie dengan penuh kasih sayang. "Gimana badannya? Sudah enakan?"

"Sudah! Kenzie sudah tidak pusing lagi. Lapar, Ma," sahut Kenzie manja, langsung melingkarkan lengannya di leher Naya dan mengecup pipi wanita itu dengan gemas.

Naya terkekeh pelan, sebuah suara tawa yang begitu renyah dan menenangkan. "Anak pintar. Kalau sudah lapar, artinya Kenzie sudah sembuh. Mama ambilkan bubur hangat dulu ya di bawah?"

Arka yang berdiri di samping mereka mendadak merasakan debaran yang sangat aneh di dalam dadanya. Jantungnya berpacu liar, berdegup kencang dengan ritme yang tidak beraturan. Pemandangan Naya yang tersenyum tulus dengan sisa-sisa wajah lelahnya, dipadukan dengan tawa renyah yang memenuhi kamar itu, entah bagaimana terasa begitu indah di mata Arka. Debaran ini ... adalah sesuatu yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Bahkan tidak pada mantan istrinya dulu.

Arka terpaku, matanya terkunci pada garis senyum Naya yang tampak berkilau diterpa cahaya matahari pagi. Ada dorongan kuat di dalam dirinya untuk terus menatap wajah itu, untuk ikut tersenyum bersamanya, dan untuk merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya sebagai seorang istri yang sesungguhnya.

*Jangan bodoh, Arkananta!*

Sebuah suara dingin di dalam kepalanya mendadak berteriak, menampar kesadaran Arka dengan keras. Pria itu tersentak, buru-buru memalingkan wajahnya ke arah jendela, memutus kontak mata dengan Naya secara paksa. Napasnya agak memburu, mencoba meredam gejolak aneh yang baru saja mengacaukan logikanya.

*Dia hanya pekerja. Pernikahan ini hanya kontrak dua tahun di atas kertas. Jangan libatkan perasaan konyol ini,* batin Arka memperingatkan dirinya sendiri dengan kejam. Ia mengingat kembali poin keempat yang ia buat dengan tangannya sendiri. Jatuh cinta pada Naya adalah sebuah kesalahan besar yang akan merusak semua rencananya.

"Ehem," Arka berdeham kaku, mencoba mengembalikan suaranya agar kembali datar dan berwibawa. "Biar pelayan saja yang mengantar buburnya ke atas, Naya. Kamu ... kembalilah ke kamarmu. Bersihkan dirimu dan istirahat. Wajahmu berantakan sekali."

Naya tertegun sejenak mendengar perubahan nada bicara Arka yang mendadak kembali dingin dan kaku, sangat kontras dengan kelembutan yang pria itu tunjukkan beberapa jam yang lalu di sepertiga malam. Namun, sebagai wanita yang tenang menghanyutkan, Naya tidak memprotes atau terlihat tersinggung. Ia mengangguk paham. Naya tahu persis, pria di depannya ini sedang berusaha membangun kembali benteng pembatas yang sempat runtuh semalam.

"Baik, Tuan Arka. Saya permisi dulu," jawab Naya tenang. Ia memberikan kecupan singkat di kening Kenzie. "Mama mandi dulu ya, Sayang. Nanti Mama kembali lagi."

"Iya, Mama!" sahut Kenzie riang.

Naya berbalik, melangkah dengan anggun menuju pintu penghubung kamarnya tanpa menoleh lagi ke arah Arka.

Arka hanya bisa menatap punggung Naya yang menghilang di balik pintu kayu putih itu. Begitu pintu tertutup, Arka mengembuskan napasnya dengan berat, menyugar rambutnya yang berantakan dengan frustrasi. Ia melirik tangannya yang sempat gemetar.

Suasana di dalam rumah ini perlahan-lahan mulai berubah, dan Arka tahu, musuh terbesar yang harus ia hadapi sekarang bukan lagi Clarissa atau Tante Sandra, melainkan hatinya sendiri yang mulai goyah oleh kekuatan sunyi seorang Nayara.

Bersambung...

1
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sugiharti Rusli
sekarang tinggal nanti Arka saja sih yang buat keputusan besar tentang hubungan dirinya dan Naya, apa akan seperti tertera dalam kontrak yang seperti mereka sepakati dulu,,,
Laila Umroh
baru ngerti kalau kaka author punya karya baru...
Sugiharti Rusli
dan bagaimana Naya mendidik dan merawat Kenzie dengan pemahaman" baru tentang hidup dan Kenzie bahagia kala bersama Naya,,,
Sugiharti Rusli
dan Kenzie begitu cepat hatinya terpaut pada Naya tanpa pdkt sebelumnya kan,,,
Sugiharti Rusli
apalagi bisa terlihat dengan kasat mata bagaimana Naya memperlakukan Kenzie selayaknya ibu teehadap anaknya,,,
Sugiharti Rusli
pada waktunya kertas kontrak itu akan kalah oleh tatapan polos Kenzie sih yah,,,
Sugiharti Rusli
entah kalo suatu saat Kenzie tahu kalo sanga mama ga akan bersama mereka lagi karena sebuah kesepakatan yah, kasihan sih dengan mentalnya nanti,,,
Sugiharti Rusli
tapi beriring berjalannya waktu, malah Kenzie mendapat nilai baru dan juga sangat mencintai dan menerima Naya sebagai ibunya,,,
Sugiharti Rusli
kalo yang jadi istri Arka bukanlah seorang Nayara, mungkin kedok pernikahan kontrak mereka sudah terbongkar sejak awal yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi si Clarissa memiliki dugaan kalo Arka menikahi Naya bukan karena cinta, dan itu betul sih tujuan utamanya hak asuh putranya,,,
Sugiharti Rusli
meski dia memang melakukan pernikahan kontrak dengan Naya demi hak asuh Kenzie, tapi di perjalanan malah banyak hal tak terduga,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya di sini si Arka yang sangat diuntungkan dengan memperistri Naya yah
dyah EkaPratiwi
Naya 😍
NAYLA DWI
ok
Nandi Ni
dibalik kesulitan terbentang kemudahan,semoga ketulusan hatinya mampu menghantarkan pada kebahagiaan.
Nandi Ni
emang diluar nurul pemikiran Naya ini
Herman Lim
ga sabar lihat kehancuran mereka
Naufal Affiq
buat clarisa gak bisa ngomong lagi ya mommy,buat mereka kalah dalm persidangan,dan naya penenangnya
Mamah Nisa
di depan kenzie kok manggilnya tuan arka....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!