NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar¹⁶

    "Aku kira kau itu hebat, ternyata hanya dimainkan orang lalu dibuang begitu saja."

    Lin Zhi Du membanting koran ke wajah Lin Ling, lalu meludah dengan keras. Raut wajahnya tampak sangat kesal.

    Lin Ling secara refleks meringkuk.

    Beberapa hari terakhir ini, ia sudah benar-benar ketakutan karena sering dipukuli.

    "Jadi, sebenarnya bisa atau tidak kau menghubungi Tuan Muda keluarga Xue? Bagaimanapun juga, sebelumnya kalian bukan orang asing. Bahkan, pernah dianggap saudara. Masa dia benar-benar tidak peduli padamu sama sekali?"

    Sambil berbicara, mata Lin Zhi Du menyapu tubuh Lin Ling dari atas ke bawah.

    Jika Tuan Muda keluarga Xue itu benar-benar tidak mau mengurusnya lagi, maka ia harus mempertimbangkan berapa nilai putri cantik yang tanpa ia besarkan ini.

    Muda, cantik, dan sebelumnya adalah nona besar keluarga kaya. Pasti banyak orang yang menyukainya.

    "Dia pasti dibatasi untuk menghubungiku. Asal... asal aku bisa bertemu dengannya.."

    Xue Mo tidak boleh bertunangan.

    Setidaknya, sebelum dirinya menemukan jalan keluar yang sesuai, ia tidak boleh bertunangan.

    Jika tidak, bukankah dirinya akan berubah menjadi orang ketiga?

    "Lalu bagaimana caranya aku bisa membuat Tuan Muda itu bertemu denganmu?"

    Lin Zhi Du mengusap keningnya dengan kesal. Namun tiba-tiba, seolah-olah ia mendapat sebuah ide.

    "Belum tentu tidak bisa. Aku akan menyuruh orang mengawasi. Tuan Muda itu pasti tetap keluar rumah, bukan?"

    Setelah mengatakan itu, ia segera keluar dengan tergesa-gesa. Seolah takut kesempatan yang sudah di tangan itu terbang begitu saja.

    Tentu saja, ia tidak lupa mengunci pintu. Mencegah Lin Ling melarikan diri.

    Tak lama setelah Lin Zhi Du pergi, terdengar suara berdesir di luar pintu. Tak lama kemudian, pintu yang terkunci itu terbuka, dan sesosok tubuh kurus masuk dengan diam-diam.

    Rambut panjang kusam yang kekuningan, pakaian usang, serta mata yang keruh akibat bertahun-tahun mabuk minuman keras.

    Itu adalah ibu kandungnya.

    Melihat Lin Ling terikat, ibu Lin mengumpat dengan keras, "Binatang terkutuk!"

    Ia segera maju dan melepaskan ikatan di tangan dan kaki Lin Ling.

    "Apakah dia memukulmu lagi? Aku sudah mengikutinya beberapa hari ini. Baru kali ini mendapat kesempatan masuk. Cepat pergi. Dia bukan manusia. Menjauhlah sejauh mungkin. Kalau perlu, pergi ke luar negeri saja. Sampai dia benar-benar tidak bisa menemukanmu."

    Sambil berbicara, ia mengeluarkan sebuah kartu ATM dari dadanya dan menyerahkannya kepada Lin Ling.

    "Ini dulu diberikan oleh keluarga Xue kepadaku. Katanya itu uang nafkah untuk Lin... Xue Yao. Di dalamnya ada dua juta. Cukup untuk biaya hidupmu kedepan. Ambil ini dan cepat pergi."

    Lin Ling memegang kartu itu dengan linglung. Setelah beberapa saat, dengan suara serak ia bertanya, "Kenapa ibu datang menyelamatkanku? Bukankah dulu ibu juga..."

    Saat ia kembali ke sisi ibunya, ia pun pernah dipukul.

    Ibu Lin melirik ke arah pintu dengan gugup, takut Lin Zhi Du tiba-tiba kembali.

    "Kau bodoh? Kau ini anak kandungku. Mana mungkin aku tidak berharap yang terbaik untukmu? Kalau aku tidak bersikap begitu, bagaimana mungkin keluarga Xue mau menerimamu kembali? Setelah kau kembali ke keluarga Xue, meski hanya sedikit rezeki yang jatuh dari sela jari mereka, itu tetap jauh lebih baik daripada hidup bersamaku."

    Lalu, mengapa dulu ia begitu kejam memukuli Xue Yao?

    Sejak kecil hingga dewasa, ia tidak pernah menunjukkan sedikit pun rasa ibu, padahal itu anak kandungnya sendiri.

    Tiba-tiba, mata Lin Ling membelalak.

    "Ibu tahu bahwa Xue Yao buka anak kandung ibu?!"

    Ibu Lin terkejut, tampaknya tidak menyangka Lin Ling bisa menebaknya secepat itu.

    "Sudahlah, jangan dibicarakan lagi. Kalau Lin Zhi Du kembali, kau benar-benar tidak akan bisa pergi."

    Namun Lin Ling terdiam sejenak, lalu perlahan menggeleng.

    "Aku tidak akan pergi."

    Tadi sebelum pergi, Lin Zhi Du mengatakan akan menyuruh orang mengawasi Xue Mo, mencari kesempatan agar dirinya bisa bertemu dengannya.

    Meski pria itu bajingan, memang punya banyak kenalan dari berbagai kalangan.

    Jika ia pergi sekarang, hanya mengandalkan dirinya sendiri, mustahil ia bisa melakukannya.

    Bahkan, mungkin baru mendekati kawasan vila Shanse saja, ia sudah ketahuan.

    Kartu ATM dua juta yang ada di tangannya terasa ringan. Lin Ling tahu, uang itu sama sekali tidak cukup baginya.

    Setelah mencicipi kemewahan dunia, bagaimana mungkin ia rela kembali menjadi orang biasa?

    Seperti kata Lin Zhi Du, meski tidak bisa kembali ke keluarga Xue dan tidak lagi menjadi nona besar, uang yang bisa diperas dari Xue Mo sudah cukup untuk menjamin hidupnya seumur hidup.

    Terlebih lagi, jika ada bantuan Xue Mo. Ia juga bisa menyingkirkan Lin Zhi Du, si brengsek itu.

    Lin Zhi Du memang sulit dihadapi, tetapi ia tahu bahwa keluarga Xue yang berada di puncak piramida kekuasaan, menyingkirkannya tidak lebih sulit dari pada meremukkan seekor semut.

    "Kau gila, Ling! Lin Zhi Du itu penjahat keji. Kalau kau tidak pergi, cepat atau lambat kau akan dipukuli sampai mati!"

    Ibu Lin berusaha keras menarik Lin Ling, tetapi tangannya ditepis kasar.

    "Aku tidak pergi. Untuk kembali ke keluarga Xue, aku tidak bisa lepas dari Lin Zhi Du. Dia memanfaatkanku, dan aku pun memanfaatkannya. Jangan datang mencariku lagi. Bukankah dia juga pernah memukul ibu? Ambil kembali kartu ini. Pergilah ke kota lain dan hiduplah dengan tenang."

    setelah itu, ia menyelipkan kembali kartu tersebut ke tangan Ibu Lin.

    Ibu Lin menggenggam kartu itu, menatap keteguhan di mata Lin Ling. Setelah lama, ia hanya terisak pelan.

    "Kau akan menyesal."

    Lin Zhi Du sama sekali tidak sesederhana yang Lin Ling bayangkan.

    Namun Lin Ling sudah bertekad dan tidak lagi mempedulikannya.

    Akhirnya, Ibu Lin kembali mengikat tali yang terjatuh ke lantai, mengembalikan semuanya seperti semula saat ia masuk.

    Hanya saja, melihat caranya mengikat tali dengan cekatan, Lin Ling merasa heran dan tampa sadar bertanya, "Simpul ini belum pernah kulihat sebelumnya. Bagaimana ibu bisa mengikatnya? Apakah Lin Zhi Du yang mengajarinya? Dan tadi, bagaimana ibu membuka pintu yang terkunci itu? Sebenarnya, dulu ibu bekerja sebagai apa?"

    Ia pernah melihat laporan penyelidikan keluarga Xue tentang pasangan keluarga Lin. Disana tertulis bahwa mereka tidak pernah memiliki pekerjaan tetap dan hanya hidup dari pekerjaan serabutan.

    Lalu mengapa ibunya bisa membuka kunci?

    Ibu Lin tetap diam. Pada akhirnya, ia hanya menyebutkan serangkaian nomor telepon.

    "Ini nomor baruku. Aku membuatnya dengan identitas orang lain. Lin Zhi Du tidak akan menyadarinya. Kalau kau suatu hari ingin pergi, hubungi aku. Aku akan datang mencarimu."

    Namun Lin Ling menggeleng.

    "Aku tidak akan pergi. Jika aku tidak mendapatkan apa yang kuinginkan, aku lebih baik mati disini dari pada hidup sebagai orang biasa yang seumur hidup hanya bekerja keras demi makan dan pakaian."

    Ibu Lin menatap putrinya, menatap mata itu mata yang begitu mirip dengan Lin Zhi Du. Pada akhirnya, ia hanya menghela napas.

   "Namun di dunia ini, kebanyakan orang memang hanyalah orang biasa."

    Ibu Lin pergi. Lin Ling bersandar di sofa, mengingat kembali kalimat terakhir itu.

    Setelah lama, ia berbisik pelan, "Namun aku sama sekali tidak ingin menjadi orang biasa."

    Setengah bulan kemudian, kurang dari satu bulan sebelum jamuan pertunangan keluarga Xue dan keluarga Qu, Xue Mo yang sudah lama tidak keluar rumah akhirnya diizinkan oleh ibunya untuk pergi.

    Hari ini, ia akan menuju sebuah studio busana privat. Disana, Qu Ning mengajaknya bersama-sama memilih pakaian untuk jamuan pertunangan.

    Xue Mo tidak mengerti mengapa Qu Ning tidak langsung menyuruh orang mengantarkannya ke rumah.

    Namun itu tidak penting. Ia hanya berharap pertunangan itu segera terlaksana, agar ibunya berhenti menyasar Lin Ling.

    Studio itu segera tiba, tetapi Qu Ning belum datang.

    Ia membuka ponsel dan melihat pesan yang dikirim Qu Ning beberapa menit sebelumnya. Jalanan macet, kemungkinan akan terlambat sekitar setengah jam.

    Pemilik studio juga sedang berada di mobil Qu Ning. Ia terlebih dahulu pergi ke kediaman keluarga Qu untuk membahas detail selera busana.

    Xue Mo mengerutkan kening dengan tidak sabar, tetapi tetap membalas pesan itu dengan sopan.

    Saat itulah, asisten kecil yang disediakan studio datang untuk menuangkan air. Tanpa sengaja, air itu tumpah mengenai pakaian Xue Mo.

    "Maaf Tuan Muda Xue, sungguh minta maaf. Bagimana kalau... Bagaimana kalau anda mengganti pakaian dulu? Bos kami sudah menyiapkan beberapa set pakaian dengan ukuran yang sesuai. Anda bisa langsung mencobanya sekarang."

    Xue Mo semakin kesal. Ia berdiri dan berjalan menuju ruang ganti di bagian dalam.

    Begitu ia masuk, sebuah tubuh lembut langsung menempel padanya.

    "Kakak Mo!"

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!