Ini kisah tentang pernikahan Leta dan Ken sequel novel (Cinta Sejati Sang CEO).
Setelah menikah dengan Ken, kehidupan Leta berubah drastis, perlahan rasa cinta mulai tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Leta mulai melupakan cinta pertamanya, dan menerima Ken sebagai suaminya. Lalu? Akankah Raymond melepaskan Leta begitu saja? atau justru dia berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Leta dengan Ken? Penasaran! Ikuti terus kisah pernikahan mereka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal
Ken kembali memberikan kecupan di leher sang istri, dan menyesapnya dalam meninggalkan bekas merah keunguan seperti yang di lakukannya tadi. Tidak hanya itu, Ken pun perlahan mulai menjelajahi setiap inci yang ada pada tubuh istrinya tersebut, membuat Leta secara perlahan menikmati aksi nakalnya itu. Bahkan Leta mulai memejamkan kedua bola matanya sambil sesekali mengeluarkan suara ******* yang membuat Ken semakin bersemangat dalam melakukan aksi nakalnya itu. Apalagi saat ini tongkat saktinya sudah berdiri tegak seperti tiang listrik.
Ken mulai menghentikan aksinya, lalu ia menatap lekat wajah sang istri yang terlihat sangat menggoda dengan deru nafas yang tak beraturan akibat ulahnya barusan. "Cantik sekali." Batin Ken seraya mengecup kening sang istri dengan lembut. Setelah itu Ken pun mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja putih yang di kenakan oleh istrinya tersebut, hingga kancing kemeja itu terlepas semuanya dan menampilkan bra berwarna hitam yang menutupi bagian sensitif milik istrinya yang terlihat sangat berisi dan juga sangat pas di genggaman tangannya.
Tangan Ken seketika terhenti, tatapan matanya kini mulai tertuju pada bagian sensitif sang istri, sesekali ia menelan salivanya dengan susah payah. Pemandangan yang ada di hadapannya kini benar-benar terlihat sangat indah, meskipun dua gundukan kembar itu masih tertutupi oleh bra berwarna hitam, tetapi belahannya terlihat sangat jelas dan terlihat begitu menggoda.
Menyadari kancing kemejanya sudah terlepas semua, Leta pun perlahan mulai membuka kedua bola matanya, dan segera menutupi bagian sensitifnya itu dengan kedua tangannya, membuat Ken langsung menatap dirinya. "Untuk apa di tutupi sayang, bukankah sekarang ini milikku." Bisik Ken dengan nada suaranya yang semakin berat, bahkan nafasnya saja sudah mulai tak beraturan membuat Leta merasa malu sekaligus merinding mendengar bisikkan suaminya tersebut.
"Ken, bisakah kita melakukannya di rumah saja." Lirih Leta dengan tatapan mata penuh harap.
Ken yang saat ini sudah di selimuti oleh kabut gairahnya pun tentu saja menolak permintaan istrinya tersebut. Bahkan tangannya mulai meraih kedua tangan sang istri yang menghalangi pemandangan indah di hadapannya itu. "NO, baby. Aku ingin melakukannya di sini sekarang juga." Ucap Ken penuh dengan penekanan.
Leta yang mendengar ucapan suaminya pun hanya bisa pasrah, karena seberapa pun ia berusaha untuk menolaknya, itu akan tetap sia-sia saja.
Ken kembali memandangi dua gundukkan kembar yang masih terhalang oleh bra berwarna hitam itu, ia kembali menelan salivanya dengan kasar. Perlahan tangannya pun mulai mencari pengait bra yang berada di belakangnya. Dengan susah payah Ken pun mencoba untuk melepaskan pengait bra tersebut, namun sayangnya pengait bra sialan itu sangat susah untuk di lepaskan membuat Ken mendengus kesal.
"Sialan, kenapa sangat susah sekali melepaskannya? Bikin kesal saja." Ucap Ken dengan pelan namun masih dapat di dengar oleh istrinya. Leta hanya diam saja, ia sama sekali tidak mau membantu sang suami untuk melepaskan pengait branya tersebut, sehingga membuat Ken kembali berusaha sendiri untuk melepaskannya. Ketika usahanya akan berhasil, tiba-tiba saja pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.
Tok... Tok... Tok...
Ken menggeram kesal, ia menatap istrinya lalu menatap pintu menyebalkan itu, namun ia sama sekali tidak berniat untuk memerintah si pengetuk pintu sialan itu untuk masuk.
"Ken ada seseorang, kamu minggir." Ucap Leta terlihat gugup. Dan tanpa basa-basi Leta pun langsung mendorong tubuh Ken dengan sekuat tenaganya, ia kembali mengancingkan kemeja putihnya, lalu menatap sang suami yang terlihat sangat frustasi.
"Bukankah sudah ku bilang, kita melakukannya di rumah saja, jangan di sini." Sambung Leta sedikit merasa kasihan ketika ia melihat wajah frustasi suaminya tersebut.
Bersambung.
kualatkan jadi kesandung kursi yg tidak bersalah
seth memang bodoh.kelakuan bos yg ditiru