Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan Baru
Dentang sendok beradu dengan garpu dan piring membuat ramai suasana meja makan yang terasa kaku.
Selesai makan, mama Sean membereskan meja makan seperti biasa dibantu para asisten rumah tangga.
"Kita ke ruang kerja, termasuk kamu Marina," ucap tegas dari bibir pria yang sudah termakan usia itu.
"Saya Pah?" sahut mama Sean.
"Betul," tuan Rahardjo berjalan ke ruangan besar yang berada di samping kamar utama.
Tuan Abimanyu dan Sean mengikuti tanpa banyak kata. Mama Sean menyusul belakangan.
"Ada yang penting Pah?" tanya ulang tuan Abimanyu.
"Duduk lah kalian bertiga," suruh tuan Rahardjo dengan mimik serius.
Ketiganya duduk dengan teratur dan rapi.
"Abimanyu, jangan kira dengan diamnya orang tua ini tak tahu sepak terjang kamu akhir-akhir ini," tegas tuan Rahardjo.
"Apa maksud papa?" sahut Abimanyu.
"Dan kamu Marina, kenapa kamu bodoh sekali? Membiarkan suami kamu bersama wanita lain?" Marina menatap tak percaya mendengar ucapan tuan Rahardjo yang ternyata telah mengetahui hal yang ditutupi nya.
"Sean Rahardjo, sebagai penerus keluarga ini. Kamu harusnya bisa bertindak tegas. Kelakuan papa mu itu sama sekali tak patut kamu contoh," kata tuan Rahardjo kecewa.
"Opa sudah tua, harusnya perusahaan kalian lah penerusnya. Tapi melihat kenyataan ini, opa jadi ragu memberikannya pada kalian, terutama kamu Abimanyu," lanjut Opa Rahardjo.
"Malam ini, aku undang kalian. Awalnya untuk merayakan keberhasilan Sean mendapatkan proyek besar bagi perusahaan. Tapi siang tadi, papa mendapatkan kenyataan yang membuat papa kecewa," tandas tuan Rahardjo yang tak sengaja melihat Abimanyu bersama Yola di perusahaan setelah menemui Sean.
"Pah, jangan percaya dengan gosip murahan," bantah tuan Abimanyu yang tak ingin gagal mendapat hak waris begitu saja.
"Pah, keluarga kita baik-baik saja. Iya kan Mah? Sean?" tuan Abimanyu berharap Sean dan Marina membantunya mencari alasan.
"Iya Pah, kita baik-baik saja," imbuh Marina menjelaskan. Marina sengaja mengatakan semua itu untuk kebaikan papa mertua yang mengidap penyakit jantung.
"Sean?" panggil tuan Abimanyu.
"Tidak Opa... Hubungan mereka tidak baik-baik saja. Dan dugaan Opa benar adanya, papa selingkuh dengan karyawati yang waktu akan dipecat Opa. Tapi dihalangi oleh tuan Abimanyu," seru Sean.
'Aku harus memanfaatkan kehidupan kedua ini dengan baik. Jika pada akhirnya papa pilih wanita itu, maka papa tak ada kesempatan untuk menindas aku dan mama,' batin Sean bergejolak.
"Sean, apa yang kamu katakan?" sela Abimanyu.
"Aku mengatakan kenyataan yang sebenarnya Pah," bahas Sean.
Plaaakkk... Tuan Rahardjo menampar keras Abimanyu.
"Jangan kira papa tak ada bukti Abimanyu," pria tua itu meledak emosi nya.
Marina menahan sang mertua, "Dan kamu Marina, dulu orang tuamu menitipkan kamu ke papa. Papa harus bilang apa ke mereka saat bertemu nanti. Menjagamu saja papa tak becus," keluh tuan Rahardjo.
Orang tua Marina adalah teman kuliah tuan Rahardjo. Karena dekat, mereka menjodohkan putra putri nya dan membangun usaha bersama. Hingga kedua orang tua Marina dipanggil duluan oleh yang Kuasa.
"Pah,...," Marina kesusahan menahan badan tuan Rahardjo yang mulai limbung dan kesulitan bernafas.
"Opa," Sean membantu mama nya menahan tubuh tuan Rahardjo.
"Kita ke rumah sakit," seru tuan Abimanyu.
"Pah, dokter bilang papa jangan terlalu emosi," lanjut Abimanyu.
Tuan Rahardjo memegang dada kiri yang berasa nyeri.
"Di...diam kamu Abimanyu," suruh tuan Rahardjo lirih.
"Pah, apa tak ada lagi yang ingin papa katakan? Hak waris misalnya?" bisik tuan Abimanyu di telinga tuan Rahardjo.
Tuan Rahardjo melotot marah ke putra yang tak tahu diri itu.
Sean menarik bahu Abimanyu. Sean tahu jika tuan Rahardjo terprovokasi oleh ucapan Abimanyu hingga tak bisa menguasai emosi nya.
"Apaan sih Sean? Papa cuman mau bantu opa kamu," kata tuan Abimanyu.
"Mau bantu atau mempercepat kepergian Opa?" tegas Sean. Tuan Abimanyu masih berusaha mendekati papa nya.
"Diam di situ Pah!" suruh Sean dan Abimanyu pun menghentikan langkah nya.
"Aku bawa opa ke rumah sakit," kata Sean.
"Dengerin Sean, jika terjadi sesuatu pada opa. Maka kamu musti bertanggung jawab," ucap Abimanyu. Bukan tak mendengar, tapi tak perduli. Sean melangkah ke pintu utama sambil memapah tuan Rahardjo.
Seakan ambigu, Sean mengalami hal yang sama dalam situasi berbeda
Jika sebelumnya tuan Rahardjo mengalami gagal jantung karena situasi perusahaan yang rugi besar, saat ini tuan Rahardjo mengalami serangan karena mengetahui kondisi tuan Abimanyu yang tak setia.
.
Tuhan berkehendak lain, beberapa jam masuk ICCU dan dipasang berbagai alat bantu, tuan Rahardjo menghembuskan nafas terakhir.
Sean terduduk lemas di sandaran kursi depan ruangan rawat opa nya.
Tuan Abimanyu datang tergesa. Meski ada guratan kesedihan yang terlihat, tapi Sean melihatnya lebih ke arah kelegaan yang tak bisa ditutupi.
"Sean, dimana jenazah opa?" Abimanyu menggoyang bahu putranya itu
Sean menunjukkan dengan arah mata nya.
Marina yang datang bersama Abimanyu, hanya dapat memeluk Sean untuk menguatkan sang putra. Air mata luruh di pipi Sean. Meski kadang keras dalam mendidik nya, Sean sangat menyayangi tuan Rahardjo.
.
Beberapa hari pasca kematian tuan Rahardjo, duduklah keluarga kecil tuan Abimanyu di ruang keluarga kediaman rumah utama.
"Duduk lah! Ada yang ingin papa bicarakan dengan kalian berdua," suruh tuan Abimanyu kepada Sean dan Marina.
"Meski tanpa Opa, perusahaan harus tetap jalan. Dan sekarang di pundak papa lah amanah itu bermuara. Jadi, mau tak mau papa harus menjalankan amanah opa kamu. Untuk menjaga perusahaan tetap stabil akan ada perombakan besar-besaran di perusahaan terkait hal ini," kata tuan Abimanyu.
"Dan kamu Marina, sebaiknya saham kepunyaan kamu serahkan saja kepadaku buat aku kelola.Toh selama ini kamu hanyalah ibu rumah tangga. Paham apa kamu tentang ini semua? Kamu tinggal terima beres saja, mendapatkan deviden sesuai hak kamu tiap tahun," lanjut tuan Abimanyu berjanji.
Saham mama Sean didapat karena turunan dari kepemilikan orang tua nya.
"Apalagi saham mu di sana tak banyak," pertegas tuan Abimanyu.
"Tunggu!" beberapa pria masuk ke ruangan besar di kediaman utama itu.
"Selamat siang tuan Abimanyu, tuan muda Sean dan nyonya Marina. Saya Anton, pengacara tuan Rahardjo," sapa salah satu nya.
Sean menatap pria, yang sepertinya juga menjadi asisten tuan Dirga itu.
'Ada apa ini sebenarnya?' tanya Sean dalam batin.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To be continued
Happy reading best 💖
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.