Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengecut
"Ma, Naura mana?" tanya Adiwijaya sambil menyesap kopinya, karena pria itu tidak melihat anaknya sejak tadi, "Apa anak itu kabur lagi?"
"Papa." tegur sang istri tidak terima dengan tuduhan suaminya.
"Naura ada di dalam kamarnya, Papa bisa cek jika tidak percaya,"
"Baguslah, Papa pikir ada seseorang yang berniat membantunya kabur, ingat Ma, jangan coba-coba." ancam Adi dengan tegas
"Sampai kapan Papa akan mengurungnya?"
"Sampai anak itu sadar yang telah dia lakukan itu salah, dan dia juga sadar bahwa hidup ini tidak seindah didalam khayalannya, jika suka ok, jika tidak suka bisa sesuka hatinya, habis manis sepah dibuang,"
"Pa!!!" Tegur sang istri yang masih tidak terima dengan ucapan Suaminya
"Minggu depan Alvin akan datang menjemputnya,"
"Alvin?"
"Ya, Papa akan mengirimnya untuk tinggal bersama dengan Alvin sementara waktu hingga nanti dia kembali untuk acara lamaran."
lagi sang istri terkejut mendengar ucapan suaminya."Lamaran?"ucap Santi membulatkan matanya.
"Kamu enggak salah Pa, Naura itu masih kecil,"
Jelas saja wanita itu protes Naura baru tahun lalu menanggalkan putih abu-abu, dan kini dia akan menikah, dengan cara kuno lagi, perjodohan.
"Iya," sahut Adi dengan santai tidak menanggapi kekesalan istrinya.
"Pa, dengan siapa Papa mau menikah kan Naura?"
"Nanti juga Mama tau, yang penting tugas Mama sekarang jaga Naura baik-baik."
"Pa, ini enggak adil, kasihan Naura."
"Papa melakukan ini juga demi kebaikan Naura." Adiwijaya menatap istrinya sekilas lalu fokus pada surat kabar di tangannya.
Karena kesal, Santi menarik koran tersebut, dan memaksa suaminya melihat wajahnya, "Aku tidak setuju," tegas wanita itu
"Papa tidak minta persetujuan Mama, Papa cuma kasih tau,"
"Mama tau Papa marah dan kesal, tapi please Pa, bukan seperti ini caranya menghukum Naura."
Adi Wijaya mengangkat tangannya, Santi hanya bisa diam dan menekan semua amarahnya, wanita itu tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh suaminya. Dengan perasaan kesal dia pergi meninggalkan suaminya.
*
"Pagi tuan,"
"Ya.."
"Saat ini nona Naura sedang di kurung oleh orangtuanya, dan dalam waktu dekat, nona akan di jodohkan.
"Dijodohkan? mana bisa" bantah Dewa tidak terima.
"Aku akan menemui orangtuanya,"
Dewa pulang ke rumah orangtuanya dan meminta bantuan Papanya,
"Pa, tolong Dewa, Pa!" Santi memohon pada Suaminya yang sejak tadi diam, sedikitpun tidak menanggapi ocehan anaknya.
"yang di lakukan Adiwijaya benar Ma, pernikahan mereka tidak sah,"
"Papa mau tanya, untuk apa kamu ngotot ingin Naura kembali?"
"Aku...aku belum menemukan siapa yang membayarnya untuk menggagalkan pernikahan ku,"
"Hanya itu?"
"Lalu apalagi?" bantah Dewa tidak suka
"Jika hanya itu, Papa bisa menyewa detektif yang cukup handal dan terpercaya, dalam waktu 2x 24 jam, Papa bisa tau siapa pelakunya. Tanpa kamu report mengejar gadis itu,"
"Tapi..."
"Pa!!!"
Dewa dan ibunya bicara bersamaan.
"Papa tidak akan membantumu kali ini, kau yqng berbuat kesalahan jadi kau yang harus bertanggung jawab, Papa tidak mau kamu melakukan kesalahan yang sama, cukup satu kali kamu membohongi Papa."
"Semuanya sudah berlalu, dan gadis itu tidak hamil, dan aku, wky bahkan tidak melakukan apapun padanya,"
"Baguslah, karena jika sampai itu terjadi kasihan Naura. Papa rasa semuanya susah jelas, jadi lupakan dia. Cobalah untuk menata hidup mu, cari wanita yang mau menikah denganmu, yang tulus, baik dan sayang padamu,"
"Pa..."
"Yang aku katakan semuanya benar Ma, anak kesayangan mu ini sudah memaksa gadis dibawah umur menikah, dan kau tau hukumannya sangat berat."
"Bahkan Papa malu jika orang tau akan kelakuan puteramu ini, dia seorang pengecut."
"Aku akan memperjuangkannya sendiri," sahut Dewa dengan penuh kemarahan.
"Baguslah, dan cobalah untuk bersikap dewasa, dan pikirkan mengapa kau bertahan?
Masih banyak gadis lain diluar sana yang cantik dan menarik, mungkin lebih cantik dari Naura, dan Papa yakin mereka dengan senang hati mau menikah denganmu,"
Setelah bicara Atmaja pergi meninggalkan anak dan istri nya.
Ditempat lain Seseorang tersemyum lebar dan duduk sambil memegang ponselnya dan menghubungi seseorang,
"Ya halo"
"Semua berjalan sesuai rencana"
"Baguslah, aku ingin lihat, apa yang bisa dia lakukan sekarang.
Tetap lakukan pengawasan dan sampaikan informasi sekecil apapun."
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...