NovelToon NovelToon
ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:287.3k
Nilai: 5
Nama Author: 01Khaira Lubna

Raisa, gadis cantik berusia dua puluh tahun terpaksa harus kehilangan kesuciannya demi menyelamatkan nyawa sang adik. Sang adik yang sedari kecil mengidap kanker butuh biaya banyak untuk menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya.

Waktu itu Raisa tidak punya pilihan lain lagi, ia terpaksa mengadaikan dirinya kepada seorang CEO tampan untuk mendapatkan uang yang banyak. Uang itu akan ia pergunakan untuk mengobati sang adik. Orang tua mereka sudah meninggal, kerasnya hidup sudah Raisa jalani sedari belia, hingga sekarang saat dirinya sudah benar-benar lelah dan tak punya pilihan lain lagi ia lebih memilih menjadi simpanan CEO dengan jaminan hidup yang terjamin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Tiupan angin menerpa rambut Raisa, membuat rambut panjang tergerai nya berterbangan di bawa angin dan mengeluarkan suara desauan yang lumayan mengganggu pendengaran, tapi hal itu jauh lebih menenangkan bagi Raisa di bandingkan ia harus tetap tinggal di rumah sang suami, tinggal satu atap dengan kedua orang tua sang suami yang tak menyukainya itu rasanya sungguh menyakitkan.

''Itu tadi rumah siapa Raisa?'' setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Imam bersuara. Tatapan matanya fokus ke depan, melihat jalanan yang akan ia lalui. Ia membawa motor dengan Raisa duduk di belakang nya.

''Itu ... Rumah Tuan Hendrick, Mas.'' Raisa menjawab jujur. Kedua tangannya berpegangan pada ujung baju yang di pakai Imam, Raisa takut terjatuh dari atas motor karena kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.

''Kamu beberapa hari ini tinggal sama dia?'' tanya Imam lagi dengan nada suara yang begitu lembut.

''Em iya, aku bekerja di sana, tapi sekarang aku memilih keluar dari rumahnya, karena aku ingin kembali ke kontrakan dan supaya aku bisa lebih leluasa untuk mengunjungi makam Yumna,'' jawab Raisa lagi. Ia masih menyembunyikan tentang hubungan nya dengan Hendrick yang sebenarnya.

''Apa Hendrick tidak marah kamu keluar dari rumahnya?''

''Tidak,''

''Ya sudah, kamu sebaiknya memang harus tinggal di kontrakan Raisa, supaya aku dan Mama bisa memperhatikan kamu. Untuk soal makan dan biaya hidup mu, kamu tidak usah memikirkan itu, karena aku berjanji, aku yang akan memenuhi kebutuhan sehari-hari kamu.''

''Mas Imam enggak usah repot-repot, aku masih ada uang pegangan kok Mas. Terimakasih ya Mas, karena Mas sudah mau menjemput aku.'' Ucap Raisa lagi. Raisa masih memegang black card milik Hendrick, jadi untuk urusan kebutuhan nya sehari-hari ia tidak perlu khawatir. Bahkan Raisa sudah punya rencana untuk pulang kampung, ia ingin merebut kembali rumah orangtuanya yang di ambil oleh sang tante.

''Mas tidak merasa direpotkan Raisa, Mas senang bisa melakukan sesuatu untukmu. Jadi kamu jangan merasa tidak enakan. Iya, sama-sama Raisa.''

''Sekali lagi terimakasih banyak Mas.''

''Iya. Kita mampir dulu di warung depan, ya, kita makan siang di sana,'' tawar Imam. Tadi saat Raisa akan menaiki motornya, ia melihat wajah Raisa sedikit lemas dan pucat, makanya Imam menawarkan Raisa untuk makan, agar tubuh Raisa kembali cerah dan bertenaga. Imam telah berpikir yang tidak-tidak, Imam menduga kalau Raisa tidak di perlukan dengan baik selama tinggal di rumah Hendrick, dan ia tidak akan membiarkan Raisa kembali ke rumah Hendrick lagi.

''Iya, Mas.''

Setelah tiba di depan sebuah warung yang menjual berbagai macam aneka makanan, Imam menghentikan laju motornya, ia memarkirkan motornya di depan warung, setelah itu mereka berjalan berdampingan memasuki warung. Begitu masuk ke dalam warung, Raisa merasa sedikit mual mencium aroma masakan yang berbahan dasar daging. Ia lalu berjalan ke sudut ruangan, mencari tempat duduk yang jauh dari makanan. Imam pun mengikuti nya.

''Kamu mau pesan apa?'' tanya Imam, mereka sudah duduk di kursi. Dia dan Raisa membaca buku menu.

''Aku mau pesan seblak kuah saja Mas, aku pengen yang level pedes banget, kalau minumnya aku pengen jus jeruk saja,'' jawab Raisa lancar, entahlah rasanya ia ingin menyantap makanan yang berkuah, pedas dan asam. Mendengar itu, membuat Imam menyipitkan matanya, lalu ia berkata lagi.

''Kamu yakin dengan pesanan mu?''

''Yakin Mas.''

''Apa kamu tidak takut sakit perut?''

''Tidak.'' Jawab Raisa singkat dan yakin. Setelah itu Imam berjalan ke depan untuk menyampaikan kepada pemilik warung tentang makanan yang di pesan olehnya dan Raisa.

1
Rahelyas Rahel
knpa s raisy g nunggu d tlp aja sih kan jd ktauan deh
Rahelyas Rahel
hadeeh ngapain juga d omongin klw aku sih mndingn diam aja yg penting kbutuhn d penuhi dan sikapnya lembut terserah s hendrik mau ngapa2in d blakangku...hehe
Boonen Colektion
masih bersambung itu
Farida Deka
Luar biasa
eenmangung
ceritax udah tamat tp endingx kurang bagus
Enung Samsiah
jadi Surserrrrrr,,,,,
Anisa
katakan sesuatu bosan
Anisa
lanjut Thor lagi seru serunya ni
Anisa
lanjut Thor
Kris Biantoro
nanggung
jy
next
Sumi Narita
cari dimana lanjutqnnya thor
Yethi Hirnawati
wah nanggung cerita nya thor di lanjut thor
Hosniyah Niyah
sangat bagus ceritax🥰🥰🥰
Partini Maesa
kok udah ada tulisan karya udah tamat gmn ini
Partini Maesa
kok raisa gx blng tadi tlpn
Partini Maesa
gawat.geger gedhen iki
Partini Maesa
feeling aku yg dijodohkan dgn hendrik mungkin raiso bkn anggia
Partini Maesa
aku setuju klo raiso pindah rmh.ayo dong hendrik raiso dibeliin rmh yg kecil ato apartemen yg sederhana aja.klo dilnjutin raiso makin trtekan kasian kan
Yuli Anti
lanjut,nanggung ni😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!