Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Pesan misterius
Art Lia segera membuang semua kue dan roti itu ke tempat sampah seperti yang di perintahkan majikannya. Salah seorang art ada yang bertanya apa yang sedang dia lakukan sampai majikan mereka marah-marah seperti itu. Dia bercerita soal kue ini mau disimpan dimana dan malah menyuruhnya membuangnya. Kedua orang art ini merasa heran kenapa kue-kue yang baru saja di beli ini malah dibuang. Tapi mereka juga paham karena memiliki majikan yang kerjanya suka marah-marah. Hampir setiap hari majikannya marah-marah tampa sebab dan alasan yang jelas.
Mereka memang sudah lama bekerja di rumah ini tapi baru belum genap satu bulan istri majikannya ini kembali dari luar negri dan tinggal dirumah tempat mereka berkerja. Karena sudah cukup lama bekerja disini jadi mereka mencoba untuk mengerti bahwa istri majikannya memang pemarah.
Kita tinggalkan Lia dan beralih ke dr.Banyu yang tengah sibuk di Rumah Sakit dengan pasien-pasienya.
"Dokter ini pasien terakhir ya untuk hari ini, untuk besok sudah full jadwalnya sudah saya kirim di ponsel dokter."
"Oke baik, terima kasih suster setelah ini saya visit dilantai berapa?"
"Ada dilantai lima dokter semua ada tiga orang dan dilantai enam ada dua orang."
" Baiklah persilahkan pasien terakhir masuk ya."
Pasien terakhir hari ini nomer dua puluh, masuk untuk konsultasi dengan Banyu. Banyu dikenal sebagai dokter yang ramah, teliti dan handal maka dari itu pasienya cukup banyak setiap hari. Untuk bisa bekerja secara maksimal Banyu membatasi setiap hari maksimal dua puluh orang saja.
Baru saja Banyu selesai dengan pasiennya tiba-tiba ponselnya berbunyi. Banyu segera menjawabnya ternyata ada panggilan untuk operasi darurat. Dia segera bergegas karena operasi akan segera dimulai tiga puluh menit lagi. Banyu segera berganti baju untuk bersiap melakukan operasi kali ini. Kira-kira diperlukan waktu dua jam untuk menyelesaikan operasi kali ini berjalan dengan lancar dan pasien dapat tertolong.
Setelah berganti baju dr.Banyu segera visit ke kamar pasien-pasiennya yang tadi sempat tertunda. Dan setelah itu Banyu kembali keruanganya untuk istirahat sejenak sebelum dia berpindah ke Rumah Sakit yang lain.
"Bipbip...", ponsel Banyu berdering.
Banyu membukannya dan ternyata nomor tidak dikenal. Isinya cuma menuliskan tiga kata saja BANYU TOLONG AKU. Karena nomer tersebut tidak di kenal Banyu langsung menghapusnya dan menggap hanya orang iseng yang mengirimkannya.
Karena waktu sudah sore Banyu segera bergegas menuju mobilnya yang sudah menunggu didepan lobi Rumah Sakit dan bergegas pindah ke Rumah Sakit lain tempat Banyu praktek. Tak lupa dijalan dia mengirimkan pesan kepada istrinya jika dia sudah pindah ke Rumah Sakit. Jenar yang sudah membaca pesan suaminya langsung membalasnya dengan pesan hati-hati dr.Banyu ditunggu untuk makan malam dirumah. Tapi Banyu kembali membalas akan memberi kabar lagi nanti, semoga saja bisa pulang tepat waktu.
Sampai di Rumah Sakit seperti biasa absen lalu masuk ke ruang poli yang pasien-pasienya juga sudah menunggu. Satu per satu pasien masuk untuk konsultasi dengan dokter kepercayaan mereka tentunya. Banyu baru selesai sekitar pukul tujuh malam. Sebari menunggu dia mengirimkan pesan untuk Jenar jika sepertinya dia akan pulang terlambat. Ia juga meminta Jenar untuk tidak menunggunya makan.
Ditengah-tengah dia mengirim pesan untuk Jenar tiba-tiba ada pesan masuk lagi yang isinya sama persis seperti pesan tanpa mana tadi. Karena masih tidak menghiraukannya Banyu kembali menghapusnya lagi. Dia masih mengira ini adalah perbuatan orang iseng semata. Setelah selesai semua Banyu segera bergagas untuk pulang. Mobilnya sudah menunggu didepan, Banyu masuk dan duduk di belakang. Karena hari ini cukup melelahkan. Selama perjalan Banyu ingin istirahat sejenak memejamkan matanya. Bahkan sewaktu ponselnya bunyi saja hampir tidak ia dengar, sampai supirnya membangunkan.
Karena sudah biasa supirnya tau nada dering apa yang Banyu gunakan jika itu dari Rumah Sakit. Dan benar saja baru saja sepuluh menit keluar dari halaman RS, Banyu meminta supirnya kembali ke RS karena ada situasi darurat. Banyu meminta supirnya mengirim kabar kerumah jika dia akan pulang terlambat. Banyu berlari menuju ruang operasi karena pasienya harus segera dilakukan tindakan secepatnya untuk menyelamatkannya.
Supir sudah mengirimkan pesan kepada Jenar yang memberitahu ada operasi darurat sehingga Banyu akan pulang terlambat. Jenar sudah terbiasa dengan hal ini, setiap supir Banyu yang mengirim pesan berarti ada keadaan darurat yang membuat Banyu telat pulang. Jenar sebenarnya sudah menyiapkan makanan untuk suaminya jika pulang nanti. Terpaksa dia harus menyuruh art nya untuk memasukanya di kulkas nanti malam jika suaminya ingin makan Jenar bisa memanaskannya.
Jenar kekamar Bagas untuk mengucapkan selamat malam dan memberikan ciuman selamat tidur. Setelah mematikan lampu kamarnya Jenar duduk di pentri kesukaanya sambil menulis dan membaca resep-resep cake dan juga kue. Dia ingin selalu belajar hal-hal baru dan selalu mengikuti perkembangan per bankingan. Sambil minum secangkir kopi.
Jenar sudah mengantuk dan memutuskan untuk masuk kekamarnya dan tidak menunggu sampai suaminya pulang.
Benar saja Banyu sampai di rumah hampir tengah malam. Dia berhati-hati agar tidak membangunkan istrinya yang sudah tertidur pulas. Tapi Jenar sudah terbiasa jika suaminya pulang pasti dia akan terbangun.
"Mas...sudah pulang, jam berapa ini."
"Hey...kebangun ya maaf ya, ini sudah tengah malam tidur lagi aja, aku bersih-bersih sebentar lalu tidur."
"Mas gak mau makan dulu."
"Tadi sudah makan setekah sekesai operasi sama teman-teman."
"Oh, mau aku bikinin minum apa gitu."
"Gak usah, bobok saja tunggu sebentar nanti aku susul."
Banyu segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu menyusul istrinya tidur diranjang. Hari yang melelahkan tempat ternyamanya adalah pulang dan tidur berama istri tercinta dapat mengobati semua lelahnya hari ini.
Bersambung.....
Halo semua para pembaca aku ucapkan terima kasih yang telah meluangkan waktunya untuk membaca novel aku si penulis amatir. Semoga suka dam jangan lupa like nya dan tinggalkan komen untuk aku.