Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: KERIBUTAN DI KEDAI
Saat Anaya dan Marvel sedang asyik menikmati es krim pilihan mereka di salah satu meja sudut, pintu kedai mendadak terbuka.
Clara bersama gengnya melangkah masuk. Pandangan Clara seketika terkunci pada sosok Anaya yang sedang menyendok es krim bersama seorang laki-laki berwajah tampan yang usianya jelas berada di atas mereka.
Dengan seulas senyum licik yang terukir di wajahnya, Clara melangkah lebar mendekati meja Anaya dengan maksud ingin mempermalukan gadis mungil itu di depan umum.
“Heh, dasar jalang kecil! Setelah kecentilan mendekati Devan, sekarang kau malah mendekati laki-laki yang lebih dewasa?” ucap Clara tiba-tiba di samping meja Anaya dengan suara lantang sengaja memancing perhatian.
Tanpa aba-aba, Clara yang melihat segelas minuman dingin di atas meja Anaya langsung menyambarnya, lalu menyiramkan air tersebut tepat ke atas kepala Anaya.
Byurr!
Anaya yang tersentak kaget akibat guyuran air dingin itu sontak langsung berdiri dari kursinya.
Seragam sekolahnya basah kuyup. Dengan wajah bingung dan rambut yang meneteskan air, ia menoleh ke arah Clara.
“Kenapa siram-siram Naya?” tanyanya kesal dengan bibir mengerucut, jiwanya benar-benar tidak paham kenapa orang ini selalu berbuat jahat padanya.
“Apa maksud mu menyiram adik saya dan mengatainya dengan sebutan jalang, huh?!” geram Marvel, langsung bangkit berdiri dari kursinya. Tubuh tingganya yang tegap seketika memancarkan aura pekat nan teramat mengintimidasi.
“Siapa kau yang berani-beraninya menyakiti Princess keluarga Wicaksono?!” ucap Marvel lagi dengan nada suara rendah yang teramat menyeramkan.
Mendengar nama marga raksasa 'Wicaksono' disebut, orang-orang di dalam kedai es krim seketika langsung kasak-kusuk berbisik tegang.
Namun, Clara yang dibutakan oleh rasa dendam akibat insiden ruang BK kemarin justru mendengus meremehkan.
“Alah! Kau ini paling hanya sugar daddy-nya saja, kan? Anak kampungan berpenampilan miskin ini tidak mungkin anak dari keluarga terpandang sekelas Wicaksono!” ucap Clara masih dengan nada sombong yang melangit.
Marvel menyunggingkan sebuah senyuman miring yang teramat dingin menatap kegilaan gadis di hadapannya.
“Apa kehancuran dan kebangkrutan perusahaan keluargamu masih belum cukup?” tanya Marvel dengan nada berbisik namun menusuk.
“Atau... kau ingin sekalian saya buat seluruh aset keluargamu rata dengan tanah?”
Mendengar ancaman mutlak dari pemuda berwajah tembok itu, seisi kedai es krim mendadak hening senyap. Mereka semua langsung menyadari bahwa pria dewasa di depan mereka adalah Tuan Muda Wicaksono yang asli.
Clara yang mendengar fakta mengerikan tersebut seketika membeku. Tubuhnya mendadak menegang kaku dan wajahnya pucat pasi. Ketakutan yang amat sangat menjalar ke seluruh tubuhnya.
Tanpa melontarkan kata maaf, Clara langsung berbalik dan pergi meninggalkan kedai begitu saja bersama kedua temannya.
Tak berselang lama setelah kepergian geng Clara, pintu kedai kembali berdenting. Devan melangkah masuk dengan dahi yang berkerut dalam.
Kebetulan yang sangat mengejutkan, ia berniat membelikan es krim titipan adiknya di kedai langganan ini, namun matanya justru langsung menangkap keberadaan Anaya.
Melihat kondisi Anaya yang tampak basah di dalam ruangan, dahi Devan mengernyit tajam. Langkah kakinya bergerak cepat mendekati meja.
“Ada apa, Bang?” tanya Devan langsung pada Marvel dengan raut cemas yang tidak bisa disembunyikan.
Belum sempat Marvel membuka suara untuk menjawab, pertanyaan polos dari bibir mungil Anaya justru sukses membuat Devan terkejut bukan main.
“Abang... jalang itu artinya apa?” tanya Naya menatap lurus ke arah Devan dengan mata bulatnya yang jernih tanpa dosa.
Mendengar kelinci kecilnya melontarkan kata kasar yang teramat kotor itu, membuat Devan terkejut. Kilatan amarah langsung menyala di matanya.
“Bang? Siapa yang mengajarinya kata itu?” panggil Devan penuh tuntutan pada Marvel.
Melihat tubuh mungil Naya yang mulai gemetaran kedinginan karena embusan AC ruangan berpadu dengan pakaiannya yang basah, Devan dengan cekatan langsung melepas jaket OSIS tebal yang ia kenakan. Tanpa memedulikan gengsinya lagi, ia memakaikan jaket besar itu ke tubuh Naya, membungkusnya dengan hangat.
“Lo lihat cewek gila yang baru saja keluar dari kedai ini tadi?” tanya Marvel dengan suara yang sarat akan amarah yang membara. Devan pun mengangguk tegas.
“Dia yang menyiram dan mengatai Anaya jalang,” jawab Marvel dengan sorot mata tajam yang siap membunuh.
Devan yang mendengar konfirmasi itu seketika dikuasai oleh rasa geram yang luar biasa kepada Clara. Kedua belah tangannya mengepal sangat kuat di sisi tubuh hingga urat-uratnya menegang. Di dalam hatinya, sang Ketua OSIS bersumpah tidak akan pernah melepaskan Clara begitu saja.
# HAI GUYSSS ✨#
GIMANA NIH CERITA DI BAB 25..
PASTI SERU BANGET KAN!!
STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.
THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰
HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜