"Apa sekarang kamu puas?! Kamu saat itu memutuskan aku begitu saja dan sekarang kamu menikahi aku untuk menjadi istri ke dua. Bukan, tepatnya istri simpanan! Aku membencimu Arsen!" ucap Kinar
"Aku akan buktikan keseriusanku padamu bahwa kamu akan aku jadikan istri satu-satunya untukku, tidak apa-apa kamu membenciku, karena benci dan cinta beda tipis." ucap Arsen
Kinar yang mencintai mantan kekasih dan sekaligus suaminya itu begitu mudah, lalu bagai mana kisah rumah tangga mereka?
Apa yakin Arsen bisa menceraikan istri pertamanya yang memang wanita pilihan orang tuanya? Atau Kinar tetap selamanya akan menjadi istri ke dua dari Arsen?
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 33 Cacian Alex
Arsen berkali-kali menghela nafas berat, lukanya juga tidak ingin di obati, hatinya sakit saat mengingat kemarahan adiknya, ia juga tidak ingin menjadi lelaki pengecut, tapi kata-kata Tiara membuat ia hanya bisa diam.
Arsen tidak ingin ancaman Tiara yang akan membunuh istri ke duanya menjadi kenyataan.
Arsen tau Tiara selama ini selalu baik, tapi ia tidak tau sifat asli Tiara seperti apa. Arsen sekarang memutuskan untuk pulang, di kantor juga percuma ia tidak fokus untuk bekerja.
Saat Arsen keluar dari ruangannya para meneger membungkuk dengan sedikit bingung.
Mereka berpikir kalau atasannya itu saat masuk ke dalam ruangannya baik-baik saja, tapi setelah keluar dari ruangannya kenapa atasannya ada bekas 3 pukulan, itu lah yang mereka bingungkan.
Setelah Arsen memasuki life, para meneger itu langsung berkumpul.
"Pak Arsen kenapa iya?
"Tidak tau, perasaan saat pak Arsen masuk ruangannya baik-baik saja, kenapa jadi babak belur begitu iya?"
"Aku tidak tau."
"Tapi sepertinya yang melakukan itu adalah Alex, adiknya pak Arsen, siapa lagi coba kalau bukan Alex? Tidak ada yang berani memukul pak Arsen kalau bukan Alex."
"Tapi apa masalahnya?"
"Kalian itu di gajih untuk kerja! Bukan untuk bergosip!"
Suara tegas dari Arini membuat semua meneger menunduk takut.
"Iya bu."
Mereka langsung kembali ke meja masing-masing.
Arini langsung memasuki life sambil menggeleng pelan, ia juga memang sangat penasaran apa yang membuat Alex begitu emosi hingga memukul atasannya, tapi sayang ia tidak bisa mendengar ucapan apa pun dari percakapan mereka, karena ruangan atasannya kedap suara, ia hanya tau Alex masuk tanpa permisi dengan wajah yang sangat emosi.
Arsen langsung melajukan mobilnya untuk pulang, pikirannya pening saat mengingat adiknya memberi waktu hanya 5 bulan.
Walau pun waktu yang di berikan adiknya memang cukup lama bagi ia, tapi ia tidak bisa secepatnya mengenalkan Kinar pada keluarganya, ia takut Kinar di caci maki, apa lagi memang ia yang salah, ia yang sangat egois ingin memiliki Kinar, hingga masalahnya menjadi rumit.
Arsen sampai di rumah istri ke duanya, ia langsung masuk ke dalam rumah sambil mencari keberadaan istri ke duanya.
Arsen melihat istri ke duanya yang sedang memberi makan ikan-ikan di kolam, ia berjalan pelan agar istri ke duanya tidak menyadari ia datang, tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari istri ke duanya.
"Menurutmu apa aku salah mencintai suamiku? Pasti jawabannya salah, suamiku masih suami orang, aku saja yang egois mencintainya, seharusnya tidak usah, agar tidak ada hati yang terluka."
Semua kata yang di ucapkan istri ke duanya membuat ia menghela nafas barat, istri ke duanya tidak salah, tapi ia yang salah dan egois karena telah menjadikan Kinar istri ke dua.
Bahkan sampai sekarang Arsen masih saja belum bertindak untuk memasukan Kinar ke dalam keluarganya.
"Maafkan aku Kin, kamu tidak salah apa-apa, tapi aku yang salah, aku yang sangat egois, benar kata Alex, lelaki pengecut sepertiku seharusnya tidak perlu hidup lagi." batin Arsen
Setelsh itu Arsen langsung mendekati istri ke duanya , ia langsung memeluk pinggang istri ke duanya dari belakang.
"Aku merindukanmu sayang."
Arsen mengecup singkat leher istrinya.
"Mas tumben pulang cepat?"
Sekarang memang masih pukul 15.00WIB, biasanya Arsen palang pukul 17.00WIB.
"Iya sayang."
Kinar membalikan tubuhnya, ia sangat terkejut saat melihat wajah suaminya yang ke dua pipinya bekas pukulan, bahkan sudut bibir suaminya ada sisa darah.
"Mas ini kenapa?"
Kinar bertanya sambil memegang sudut bibir suaminya.
"Tidak kenapa-napa sayang."
Kinar menatap mata suaminya dengan penuh menyelidik.
"Jangan-jangan mas bercinta dengan wanita bersuami, itu buktinya jadi bonyok seperti pukulan terbakar cemburu!"
Arsen menggeleng pelan, menurut ia aneh sekali pikiran istri ke duanya.
"Ini karena pukulan Alex."
Pada akhirnya Arsen jujur, ia tidak suka istri ke duanya itu menuduh yang tidak-tidak.
Kinar yang mendengar jawaban dari suaminya ia sangat terkejut kalau Alex pelakunya.
"Memang mas salah apa sampai Alex emosi?"
"Alex marah karena mas menyembunyikan pernikahan kita sayang."
"Alex sudah tau?"
"Iya, sepertinya Alex menyuruh orang untuk mencari tahu, Alex marah karena mas seenaknya menjadikan sayang istri simpanan."
"Nah bagus itu, kalau perlu Alex buat burung mas biar tidak hidup, biar tidak bisa making love sekalian."
Setelah mengatakan itu Kinar langsung pergi, sedangkan Arsen diam mematung bebarapa saat, menurut ia jahat sekali ucapan istri ke duanya itu, bahkan tadi Riko ingin menendang burungnya, dan sekarang istri ke duanya ingin burung ia tidak hidup.
Setelah itu Arsen berjalan mengikuti istri ke duanya. Kinar langsung mengambil obat p3K.
"Ayo aku obatin."
Arsen mengangguk pelan, ia mengikuti istri ke duanya yang lebih dulu duduk di sofa.
"Sini tahan dikit mungkin perih."
Arsen mengangguk pelan. Kinar langsung mengobati suaminya dengan perlahan sambil di tiup.
Arsen tersenyum saat melihat perlakuan manis dari istri ke duanya, memang ucapan istri ke duanya tadi sangat pedas, tapi ternyata istri ke duanya itu sangat perhatian juga.
"Jangan senyum-senyum mas, sudah babak belur juga masih bisa senyum."
"Habis kamu imut sayang."
"Gombal!"
Kinar selsai mengobati luka suaminya, ia merapihkan kembali kotak p3K itu, lalu langsung menyimpan kembali di laci.
Setelah itu Kinar langsung duduk di samping suaminya lagi.
"Mas sudah telpon Tiara?"
"Buat apa? Lagian Tiara tidak akan aktif kalau sedang pemotretan, harus Tiara dulu yang menghubungi mas."
Kinar mengangguk saja, tapi di hatinya ada rasa iri, suaminya begitu membebaskan istri pertamanya, tidak seperti ia yang banyak aturan.
"Mas, aku mau kerja juga boleh?"
Kinar juga menginginkan kebebasan seperti istri pertama suaminya, apa lagi ia juga bosan kalau terus di rumah dan kalau bertemu lagi sama Alex, ia mau menjawab apa kalau Alex bertanya tentang pernikahannya.
"Tidak, mas hanya ingin sayang menjadi istri mas seutuhnya. Mas hanya ingin saat pulang ada yang menyambut, saat mau berangkat ada yang mengantar sampai samping mobil, mas tidak mau seperti duda yang kemana-mana sendiri."
Kinar menghela nafas berat.
"Iya sudah kalau tidak boleh."
Tiba-tiba saja ponsel Kinar yang ada di meja bergetar.
Dret... Dret...
Sebelum Kinar mengambil ponselnya, suaminya lebih dulu mengambil ponselnya.
Arsen melihat nama yang menelpon di ponsel istri ke duanya, ia menghela nafas berat saat yang menelponnya Alex, lalu ia langsung mengangkat panggilan telpon itu.
"Ada apa Lex? Bukan'kah tau kalau Kinar itu istri orang? Ngapain masih telpon? Yang singel sama banyak!"
Alex tau suara siapa itu, membuat ia di sebrang sana mengepalkan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang ponsel.
"Setidaknya Alex tidak menjadi lelaki pengecut! Alex cinta sama Kinar, tentu Alex buktikan padanya, bukan seperti kakak! Kakak adalah lelaki pengecut! Kalau Alex jadi kakak, Alex sudah memakai dress saja seperti wanita, karena lelaki pengecut seperti kakak, tidak pantas di panggil lelaki!"
Setelah mengatakan itu Alex memutuskan sambungan telponnya sepihak, ia bahkan tanpa pamit karena tidak mau berbicara lebih banyak dengan kakaknya.