NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:85.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Dia ...Cinta

Bab 23

 

Langit membaca kembali informasi yang dia dapatkan terkait kejadian malam itu. Malam kelam di mana Eru kehilangan papi dan Cinta ditinggal orangtua selamanya. Ada kala Eru harus tahu kejadian sebenarnya. Ia tidak setuju dengan memisahkan Eru dan Cinta, semua akan terungkap. Hanya persoalan waktu.

Sore tadi Akbar kembali menghubunginya karena Eru dan Cinta terlihat semakin akrab.

“Ayah mau aku bagaimana? Eru sudah dewasa, kita pisahkan dia semakin mempercepat dia tahu segalanya dan itu tidak baik.”

“Lakukan apapun?”

“Maksud Ayah, memecat Cinta?”

“Ayah ingin melindungi Eru. Apa kamu pikir Eru tidak akan kecewa saat tahu gadis yang dia suka ternyata korban kecelakaan ulah dari papinya.”

“Apa Ayah sadar kalau kedekatan Eru dan Cinta karena campur tangan Tuhan. Mungkin Tuhan mau semua ini terungkap.”

Langit menarik nafas mengingat percakapan dengan Ayahnya. Iya, semua karena takdir. Pintu ruangan diketuk, istrinya yang datang.

“Sudah datang?”

Meilan menggeleng. Langit menghampiri istrinya mengajak duduk di sofa dan merangkulnya. Mereka menunggu kedatangan Maura, yang diminta datang malam ini.  

“Sebenarnya ada masalah apa? Kenapa tante Maura di panggil kemari, harusnya kita yang temui beliau.”

“Sengaja, biar Eru tidak tahu. Sementara biar tante Maura yang tahu duluan atau mungkin dia sudah tahu.”

Meilan semakin tidak mengerti, ia mengernyitkan dahi karena heran. Asisten rumah tangga menyampaikan kalau Maura sudah tiba. Pasangan itu beranjak menemui mami Eru -- sang tante. Basa basi di awal pertemuan, Maura heran karena ia diundang Langit dengan pesan tanpa Eru tahu.

“Ini ada apa ya, tante bingung. Mana Eru tidak boleh tahu.”

Langit menjelaskan alasan mengundang Maura, permohonan maaf kalau yang dibicarakan nanti kembali menyinggung atau membuat wanita itu bersedih.

Maura menarik nafas saat kejadian malam itu kembali di ungkap, tidak bisa menyangkal saat Langit mengatakan mendiang suaminya melaju dengan kecepatan tidak biasa karena emosi. Akbar dan Artha mengadakan pertemuan keluarga dan baru tahu kalau orangtua mereka sudah menyerahkan surat wasiat pada kuasa hukumnya. Artha tidak terima karena campur tangan sepupu dan keluarga besar dari ayah mereka ikut campur dengan usaha keluarga. Bukan ingin menguasai, tapi bermaksud melindungi.

“Paman Artha ingin menghentikan pengacara opa untuk mengembalikan surat wasiat itu kembali ke opa. Aku benar ‘kan?”

Maura mengangguk pelan. “Pamanmu tidak serakah, ia tidak ingin sepupu dan adik dari opa ikut campur di perusahaan. Mereka hanya benalu. Malam itu jalanan licin karena hujan deras dari siang. Aku sudah ingatkan, tapi Artha dikuasai emosi. Eru menangis melihatku panik. Artha ikut menenangkan Eru dan … motor itu terpental. Kami terkejut, kemudi dibuang kiri dan kami menabrak pohon.” Maura menjelaskan dengan suara lirih, pandangan kosong mengingat lagi kejadian itu. Bahkan kedua matanya sudah berkaca-kaca.

Meilan berpindah duduk di samping Maura, mengusap punggung wanita itu berusaha menenangkan.

“Kamu bilang, korban itu ….”

“Iya tante. Dimotor itu sama seperti kalian. Sepasang orang tua dan anak kecil. Kalau Eru kehilangan papinya, bocah itu kehilangan orangtuanya.”

Maura menutup mulutnya terkejut. Ia baru tahu kalau ada yang selamat. Malam itu hanya fokus pada suami dan anaknya.

“Kamu yakin?”

“Sangat yakin tante. Kejadian malam itu senyap, semua karena campur tangan Ayah. Tidak ingin ada tuntutan apalagi sampai mencoreng nama besar keluarga. Ayah mengurus semua termasuk ganti rugi dan biaya hidup bocah itu.”

Maura mengusap dad4, selama ini ia merasa Eru menjadi korban dari kejadian mengenaskan itu. Ia sudah kehilangan suami dan putranya menjadi yatim. Nyatanya ada yang lebih tragis.

“Ayah bahkan membiayai pendidikan anak itu sampai sarjana termasuk menyiapkan pekerjaannya,” jelas Langit.

“Memang seharusnya begitu, untung ada ayahmu. Tante mana kepikiran yang begini, sudah berlalu puluhan tahun tidak ada inisiatif cari tahu.”

Langit menegakkan tubuhnya lalu menghela pelan. “Tante tahu siapa anak itu? Anak yang harus kehilangan orangtuanya?”

Maura mengernyit dan menggeleng. Kenapa pula Langit malah bertanya, sudah pasti ia tidak tahu.

“Anak itu sudah dewasa, dia perempuan. Malah Eru kenal dengan dia.”

“Eru kenal? Kamu serius Langit?”

Langit mengangguk yakin. “Selama ini dia diurus oleh kerabatnya. Kakak dari ibunya. Sampai akhirnya kerja di Jakarta. Anak itu … Cinta. Gadis yang dicintai Eru.”

“Apa?”

***

 Eru keluar dari mobil sambil membuka ponsel melangkah menuju beranda, menaiki anak tangga. Membuka room chat dengan gadis yang dicintainya. Tadi berpisah di lobby setelah memastikan Cinta sudah naik ojek. Sebenarnya gatal untuk mengajak pulang bersama, toh ia dijemput malah kendaraannya begitu nyaman. Namun, ia masih menutupi statusnya. Belum saatnya terbongkar pun dengan Cinta.

...Cinta_Cuantik...

Udah sampe?

^^^Udah dari tadi, langsung mandi^^^

Ya, telat dong. kalau tadi sambil vc, seru kayaknya

^^^Makin me-sum^^^

^^^otak kamu harus disterilkan^^^

VC ya, udah kangen lagi

^^^😏^^^

 

Eru terkekeh memasuki rumahnya. Sepi, memang biasa sepi, tapi kali ini tidak ada suara posesif mami menyambutnya pulang.

“Den,” sapa bibi.

“Mami belum pulang?” Bukan wanita karir, tapi Maura disibukan dengan kegiatan sosial juga pertemanan dengan sesama istri pengusaha. Geng sosialita mungkin.

“Tadi sore baru jalan. Den Eru mau makan sekarang?”

“Aku mandi dulu, bik. Siapkan saja, sambil tunggu mami.”

“Baik den.”

Menaiki anak tangga menuju lantai dua, Eru menghubungi Maura. Agak lama baru dijawab.

“Halo, Mih. Lagi dimana?”

Terdengar isakan di ujung sana.

“Mih? Mami … nangis?” tanya Eru, tangannya memegang handle pintu kamar, terdiam memfokuskan pendengarannya.

“Nggak, mami nggak pa-pa,” sahut Maura di ujung sana dengan suara lirih dan serak. “Kamu sudah pulang?”

Eru menarik nafas. “Mami dimana, biar aku jemput?”

“Tidak usah. Ini sudah mau pulang. Kita bertemu di rumah ya.”

Panggilan berakhir sepihak. Eru menghubungi supir maminya.

“Halo pak, lagi dimana?”

“iya Den Eru. Saya di rumah Pak Langit, eh ini Ibu sudah keluar. Sudah dulu ya, den,”

“Om Langit,” ucap Eru.

 

1
Rahmawati
nah kan karma dibayar tunai
Iccha Risa
waduh seremm bet kecelakaannya, mungkin ini pantas diterima atas kejahatan pak Akbar terhadap adik dan keponakanny
'Nchie
jangan langsung dibikin mati g seru😀biar akbar rasakan penderitaan banyak harta tapi tidak bisa menikmati nya..bikin dia tidak bisa bangun tapi dia sadar🤭
Wahyuni Abuzar
mam phooos kaan..di bayar kontan jalur karma 🤣🤣
mmh nengmuti
jgn sampai mati ke enakan mending d buat cacat parah aja biar merasakan sengsara
Setyowati Setyowati
karma di bayar instan kalau ini
Hiro Yoshi
horeeeeee kualat koe barrr🤭
Turwaty suketi
Modiaaaar kau akbar👍
juwita
jgn di buat mati dl Thor biar dia merasakan sakit klo lgsg mati ke enakan buat si akbar
Novi Tasa
sukurrr mati koe
Shee_👚
biar kamu merasakan apa yang di rasakan artha dan eru. kalau perlu kamu langsung mati di tempat😤
Shee_👚: bener, biar dia nangis darah sekalian
total 4 replies
Shee_👚
sukurrrrr.
akhirnya kau merasakan sakitnya di hantam truk, harusnya tadi tronton sekalian biar langsung end🤣🤣
Shee_👚
pulang dan berharap dapet pelukan hangat dari keluarga, serta mendukung perbuatan jahatmu?? dasar gila😏
mereka masih waras dan bisa berpikir yang bener.

tutup mulut mbah mu😤
Shee_👚
ternyata ini semua hanya karena akbar merasa iri karena opa lebih sayang artha😏
Shee_👚
langit tau niat modus mu itu Kris, jadi di mengantisipasi sebelum terjadi badai kedua🤭
gina altira
bikin lumpuh aja lah Akbar biar kapok
Shee_👚
modus aja nemenin mami pada hal mau nikung cinta dari eru🤣🤣
Shee_👚
kamu gak tau aja kang kalau eru yang lebih berkuasa 🤣
Shee_👚
sirik bilang bos🤣
Leli Suryani
karma dibayar tunai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!