NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2. PENGHINAAN

Liora tidak langsung menjawab.

Ia berdiri di tengah ruang tamu Montclair, punggungnya tegak, kedua tangannya terlipat rapi di depan tubuhnya yang selama ini dianggap memalukan. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja dijadikan tumbal.

"Baik. Aku terima," kata Liora akhirnya.

Satu kata itu membuat semua orang terdiam.

Count Bernard mengerutkan kening. Seolah ia mengharapkan tangisan. Protes. Permohonan. Apa pun, selama itu menunjukkan bahwa Liora masih bisa ditekan.

Namun tidak ada.

Liora hanya menunduk sopan ke arah utusan istana. "Sampaikan pada Yang Mulia Kaisar," ucapnya datar, "bahwa keluarga Montclair menerima perintah itu."

Utusan itu tampak sedikit terkejut, tetapi segera mengangguk. "Upacara pernikahan akan dilaksanakan sebulan dari sekarang."

Satu bulan.

Waktu yang singkat untuk memersiapkan pernikahan, bahkan untuk bangsawan yang biasa bahkan sampai satu tahun persiapan.

Setelah utusan itu pergi, keheningan di ruang tamu tidak lagi terasa resmi. Ia berubah menjadi sesuatu yang lebih tajam, lebih pribadi.

"Kenapa kau terlihat begitu pasrah?" Countess Irene memecah suasana, nada suaranya dingin. "Seolah kami melakukan kejahatan besar padamu."

Liora mengangkat wajahnya. Matanya tenang, nyaris kosong. "Bukankah memang begitu?"

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipi Liora.

Kepala gadis itu terhuyung ke samping, rambutnya terurai. Rasa perih menyebar cepat, panas, memalukan. Beberapa pelayan menahan napas. Tak satu pun bergerak.

"Jaga mulutmu," bentak Count Bernard. "Kau akan menikah dengan Duke. Itu kehormatan."

"Kehormatan bagi siapa?" tanya Liora lirih.

Count Bernard menatapnya tajam. "Bagi keluarga ini."

Liora menatap Count dingin ketika mendengar ucapan itu. Tentu saja untuk keluarga dan bukan untuk Liora sendiri. Memang sejak kapan keluarganya ini peduli padanya.

Sera berdiri di dekat tangga, menonton dengan ekspresi cemas palsu. "Kakak, jangan memperburuk keadaan. Ayah dan Ibu juga sedang tertekan."

Liora menoleh ke arah adik tirinya itu. Tatapan mereka bertemu.

Dan di mata Sera, Liora melihatnya ... bukan rasa bersalah, melainkan kelegaan.

Dasar jalang licik, batin Liora.

Kabar pernikahan itu menyebar lebih cepat dari api di musim panas.

Di dapur, para pelayan berbisik tanpa menurunkan suara.

"Duke Ravens itu jenderal perang, kan?"

"Katanya dia membunuh musuh dengan tangannya sendiri."

"Dan Lady Liora yang akan menikah dengannya?"

"Kasihan Duke harus menikahi wanita gendut sepertinya."

Kata kasihan diucapkan sambil tertawa kecil.

Setiap langkah Liora di koridor kastil diiringi pandangan merendahkan.

Gaun yang dipakaikan untuk pengukuran pernikahan terlalu sempit di pinggang dan lengan, seolah sengaja dipilih untuk memerjelas setiap lekuk tubuh Liora.

"Berdirilah lebih lurus," kata pelayan penjahit dengan nada jengkel. "Kalau Nona tidak bisa mengontrol tubuh sendiri, setidaknya jangan menyulitkan kami."

Jarum menusuk kulitnya tanpa permintaan maaf.

Liora tidak mengeluh. Tidak bergerak. Ia hanya menatap bayangannya di cermin tinggi, sosok besar dengan wajah pucat dan mata hijau yang kini terlihat lebih tua dari usianya.

"Gaun ini terlalu polos," komentar Countess Irene dari kursi dekat jendela. "Tapi ya sudahlah. Tubuh seperti itu tidak akan terlihat anggun dengan apa pun."

Sera tertawa kecil. "Setidaknya Duke tidak akan berharap banyak."

Kata-kata itu disambut tawa pelan para pelayan.

Liora menunduk. Bukan karena malu, melainkan karena ia menyadari sesuatu.

Mereka tidak akan berhenti.

Tidak hari ini.

Tidak setelah pernikahan.

Tidak pernah, karena memang seperti itu tabiat menjijikan mereka.

Malam hari membawa bisikan yang lebih gelap.

Di kamar kecil dekat dapur, dua pelayan senior berbicara sambil melipat kain.

"Katanya Duke Ravens tidak pernah menyentuh wanita kalau tidak ia kehendaki."

"Lalu bagaimana dengan Nona Liora?"

"Siapa yang mau menyentuh tubuh sebesar itu?"

Tawa pelan kembali terdengar.

"Jangan heran kalau Duke meninggalkannya di malam pernikahan."

"Atau bahkan menceraikannya langsung."

Liora berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka. Ia tidak masuk. Tidak pergi.

Ia hanya berdiri, mendengarkan.

Setiap kata masuk ke dalam diri Liora dengan rapi, seperti disusun satu per satu, lalu disimpan. Bukan untuk dilupakan, melainkan untuk diingat.

Karena Liora tidak merasa ingin membela diri. Tidak perlu ... untuk saat ini.

Ia tidak mau menghabiskan energi hanya untuk melabrak para pelayan itu, walau Liora sangat ingin menjambak rambut mereka.

Tentang Duke Alaric Ravens, cerita-cerita itu semakin liar.

Ia disebut The Iron Duke, pria yang tak pernah tersenyum di medan perang, yang memimpin pasukan dari barisan depan, yang tidak ragu memenggal pengkhianat di depan umum.

Ada yang mengatakan ia tidak punya istri karena semua wanita takut padanya.

Ada yang mengatakan ia menolak semua perjodohan karena ia tidak percaya cinta.

Ada pula yang berbisik bahwa ia hanya menikah karena perintah Kaisar, dan akan membenci siapa pun yang menjadi istrinya.

"Wanita malang, tapi itu balasan karena dia hanyalah wanita jahat yang tidak tahu diri," ucap seseorang suatu malam di kediaman Count.

"Wanita gendut, seharusnya mengurung diri saja di dalam kamar," sahut yang lain.

Liora mendengar semuanya.

Dan di tengah semua itu, tidak satu pun yang bertanya bagaimana keadaan dan juga perasaan Liora.

Namun sama seperti mereka, Liora juga tidak peduli.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti hukuman yang diulang.

Pelayan tidak lagi menyembunyikan kekasaran mereka. Makanan Liora sering datang terlambat, atau terlalu banyak. Selalu terlalu banyak.

Dan setiap kali Liora mencoba menolak, seseorang akan berkata, "Bukankah Nona menyukainya? Makan yang banyak agar Anda tidak pingsan saat pernikahan nanti, tapi jangan kebanyakan karena nanti gaun Anda bisa robek."

Ya, penghinaan seperti itu semakin jadi.

Sera sering datang ke kamarnya dengan senyum manis.

"Kakak terlihat pucat," kata Sera suatu pagi, meletakkan sepiring kue di meja. "Makanlah. Kau butuh tenaga untuk pernikahan. Aku sengaja menyuruh koki kita membuatkan makanan manis yang enak."

Liora menatap kue itu lama. Dari aromannya saja Liora tahu betapa manis kue itu, membuatnya mengernyit ngilu membayangkan Liora memakannya.

"Aku tidak lapar," tolak Liora.

Sera mengerutkan kening, lalu tersenyum lagi. "Jangan begitu. Kau akan terlihat semakin buruk kalau tidak makan. Akan sangat baik kalau kau makan banyak."

Sera pergi, meninggalkan aroma manis yang membuat perut Liora mual.

Malam itu, Liora muntah. Karena entah kenapa makanan selalu datang dan Liora sampai dipaksa makan baik oleh pelayan sampai oleh ibu tiri dan adik tiri Liora.

Di hadapan cermin, Liora membuka lengan bajunya dan menatap memar-memar lama yang belum sepenuhnya hilang, bekas cubitan, dorongan, hukuman kecil yang selalu dianggap pantas.

Ia menyentuh luka-luka itu pelan. Lalu mengangkat wajahnya.

Di mata yang menatap balik pada cermin itu, tidak ada air mata.

Hanya satu pemahaman yang akhirnya tumbuh dengan jelas:

Jika dunia ini telah memutuskan untuk menjadikannya korban, maka ia akan belajar bertahan, bahkan jika itu berarti melangkah sendirian ke sisi monster bernama Duke Alaric Ravens.

Namun entah kenapa, Liora tidak sepenuhnya takut.

1
yeni kusmiyati
woowww
Anonim
Cerita yg wow sekali. Big thumbs up for you, author. Ditunggu karya berkelasmu yg lainnya ya ☺️☺️☺️☺️
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak, semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
Nunaaa Naa
💕💕💕
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Aaahhh kasihan Elaraa, gurunya kok gitu juga sih.
Blum tau aja kalian kehebatan Elara
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Yeaay tamat akhirnya
Cerita yang seruuu, kerenn 🥰🥰

next lanjut baca sekuel ttg elara 🤗
Samson Tobuali
bagusss cerita nya menarik,sampai terakhir pun menarik.ngga monoton selalu ada aja yang bikin jantung copot,sedih nya dapet,deg deg an nya dapet,komedinya juga dapet.dan jangan lupa bintang utamanya liora sama alaric wahhh mantapp banget.pkoknya rekomendasi bangett ceritanya the best
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wow Elaraa kau pnya kekuatan tersembunyi pasti nanti kamu akan jadi ksatria yg hebat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kemana istri nya Arram
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Whaaa Aaron sudah nikah juga teenyataa
jodohnya Lala nih kayaknya Auron
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Part yang sangat bikin menghatu biru meneteskan bnyak air mata kebahagiaaan 😍😍🥰
Dreamland Township
Bukankah kaisar saudara duke? trus knp para bangsawan menyebut "saudara duke (yg perempuan)" bkn saudara kaisar?
Dreamland Township: I mean ibu Rowan bkn saudara kaisar?
total 1 replies
soloasliakuh
aku deg2ansumpah...ini cerita hidup bangettt thorrr
Nur Rachma sakinah
halo kak aku izin kak🙏

mohon bantu an nya & dibaca yuk kisah nya menarik dan jarang banget.

Judul : Toleransi Membuatku Jatuh Cinta

tentang keluarga kaya raya muslim yang menjodohkan anak perempuan nya dengan seorang putra mahkota thailand.

romantis, komedi , toleransi nya dapat banget.
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin gideon sepusing apa kalo tau bayi nya ada 2 😆 1 alaric aja pusing ini dapet bonus 2 lagi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah urusan ape, ga ikutan nikmatin apa2 di selama liora di rumah nya kok ujug2 di suruh ikutan nanggung hukuman nya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gimana sih ni keluarga masa ga akrab nya se ga akrab itu, dia gatau apa2 soal liora yg katanya anak nya, ini isteri sm anak nya di penjara masa dia juga ga ada yg ngasitau 😂 jatohnya bukan kayak keluarga tp tetangga RT RW ini mah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
berasa nonton avenger end game wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener bener setara dr segala sisi suami isteri ini wkwk mantep banget suami isteri ini 👏🏻
Nenti iis Fatimah
seperti sengaja dibuat gemuk agar tak menarik
Al Fatih
Baru mampir kaka,, baca komen para readers,, jadi penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!