NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebetulan Yang Sama

"Hari ini saya ingin berikan apresiasi pada teman kita yang telah berhasil menjawab semua soal yang saya berikan." ucap pak Don dengan bangga.

"Yura, kamu berhasil.. " ucapnya sambi memberi tepuk tangan.

"Ta-tapi ini bukan seratus... " seru Kara memecah suasana meriah itu.

Bukan Yura yang memegang kendali atas bukunya sendiri, melainkan Kara yang sejak tadi sudah menguasai buku itu.

Yang lain tiba-tiba heboh ingin memastikan sendiri apa yang diucapkan oleh Kara, sedangkan Yura terlihat tidak peduli. Ia tetap memasang wajah tenangnya, tidak penasaran sama sekali.

"Benar, bukan seratus. Tapi ini beneran namamu ra.. " Seru yang lain lagi.

"Aaa tertukar kali!"

" Wah, aku tidak menyangka si primadona itu gak tau apa-apa." mulai muncul ejekan halus.

" Dia hanya mengandalkan kecantikan nya.. " _semakin panas.

Suasana kelas menjadi riuh karena penemuan yang baru ini. Selama ini mereka hanya tahu jika Yura anak kelas sebelah itu siswi tercantik, tidak dengan nilainya.

"Ssstt, semuanya kembali kekursi masing-masing.. " Seru pak Don.

Yura sendiri baru menyadari jika nama itu benar-benar sama. Hanya Yura, tanpa nama belakang.

Dirinya tidak memakai nama belakang jelas karena sang Ayah sudah tidak ada sejak ia lahir. Pun sang Ibu juga memilih menutupi semuanya.

Ia menjadi begitu penasaran akan orang lain, karena biasanya ia tidak pernah terpengaruh oleh orang lain seperti halnya Liam. Seketika lamunannya terganggu karena bel istirahat berbunyi.

"Yura, buku mu sepertinya tertukar. Nanti tolong tukarkan ke kelas sebelah ya, "

"Oh ya, berhubung karena nama kalian sma, jadi saya akan panggil kamu Yura b mengikuti ruang kelas kamu. " lanjut pak Don.

Yura mengangguk dengan patuh. Rasa penasarannya pun semakin menjadi. Alhasil ia segera keluar sambil membawa buku tugas nya.

Tepat saat dirinya keluar dari kelas, seseorang memanggil namanya. "Yura..."

Siswi cantik itu berjalan mendekat.

"Hai, kenalkan namaku Yura,,," Tak lupa ia memberikan senyum hangatnya.

Yura b terpaku menyaksikan siswi cantik dihadapan nya. Ternyata apa yang dikatakan teman-teman sekelasnya benar. Yura a memang sangat cantik.

"Buku kita tertukar kan,? " Ia dengan ramah tersenyum sambil mengembalikan buku Yura b.

Senyum nya sangat murni dan tulus, sangat berbeda dengan label kesombongan yang sempat ia dengar dari beberapa orang.

"Boleh kita berteman ra? Aku senang sekali bisa mengenal seseorang yang memiliki nama yang sama denganku, " ucapnya tanpa memberi jeda.

Ia tak seperti bertanya, melainkan meminta dengan penuh ketulusan. Yura b yang sejatinya memiliki hati yang lembut tentu tak bisa menolak permintaan itu.

Ia menyambut tangan itu dengan senyum yang tak kalah tulusnya. Entah mengapa, saat pertama kali mendengar suaranya saja, Yura b seolah merasakan sesuatu didadanya yang sulit untuk dijelaskan.

Liam yang sejak tadi ada disana seolah tak terlihat, hanya bisa bengong dan menatap keduanya bergantian.

"Kenapa dengannya begitu mudah, sedangkan denganku sendiri selalu marah-marah? " Ia sungguh bingung.

Yura b memilih untuk menyambut Yura a daripada mendengar kata-kata teman kelasnya yang mengatakan Yura a sombong.

"Oh ya, kata Liam kamu selalu duduk di atap saat istirahat. Kita ikut yah? "

Yura a begitu antusias mengungkapkan keinginannya tapi langsung dicegat oleh Liam.

"NO!!, sungguh big no. " ucapnya dengan sangat tegas.

"Ih apaan sih Liam, kan ke atap doang. " sungut Yura a.

Yura b yang melihat kekhawatiran diwajah Liam seperti nya dapat mengerti situasinya. Ia pun mengambil sikap menengahi kedua sejoli itu.

"Kita ikut Liam aja deh ya,, " ucapnya dengan pelan, takut perkataan nya dapat menyinggung Yura a.

"Oke, taman belakang.. " ucap Liam sambil berjalan didepan.

"Kamu pasti sudah lihat nilaiku ya, memalukan sekali bukan? " Yura a memulai obrolan setelah mereka duduk.

"Kamu cantik banget deh ra, " ia kembali menambahkan.

"Kamu pasti sudah dengar tentang aku sebelum nya kan? "

"Kenapa langsung terima permintaan ku? "

Yura a sangat banyak bicara, namun Yura b sama sekali tidak terganggu. Lagi-lagi kenyataan ini semakin membuat Liam mengerutkan keningnya.

"Seandainya tadi kamu bicara padaku dengan nada sombong, mungkin aku akan percaya pada berita buruk itu.. " jawab Yura b jujur.

"Sejujurnya aku tidak ingin berteman dengan siapapun kecuali Liam."

"Tapi takdir berkata lain, namamu berhasil membuat rasa penasaran ku tersenggol. Karena itu aku ingin sekali menemuimu.. " ungkap Yura a.

"Aku sakit ra, itu alasanku menjaga jarak dari orang-orang. "

"Pada akhirnya semua akan jadi sia-sia, tapi dengan mu tidak.. "

"Kamu berbeda ra, aku sudah banyak mendengar tentang mu dari Liam. "

Yura b memandang gadis disamping nya itu dengan intens. Jantung nya memompa dengan begitu kencang seolah dirinya baru saja memenangkan lomba lari jarak jauh.

"Nih, aku bagi dengan kamu,, "

Yura a menyodorkan bekal yang ada ditangan nya.

"Aku harus makan tepat waktu sesuai dengan alarm yang sudah diatur oleh dokterku. " ucapnya.

Tak ada gurat kesedihan, karena ia begitu lihai menyembunyikan nya. Image dirinya yang terkenal sombong ia manfaatkan dengan sebaik mungkin.

Yura b tak banyak bicara, ia masih dirinya yang biasa. Hanya saja ada yang berubah sedikit, ia jadi lebih banyak tersenyum membuat mata Liam tak kunjung berpaling.

Kedua gadis itu pun tak lupa untuk saling berbagi kontak masing-masing. Itu juga menjadi kesempatan bagi Liam untuk mencuri kontak Yura b dari ponsel Yura a.

...****************...

Hari-hari berlalu dengan sendirinya, waktu membantu melupakan masa lalu walau tidak mungkin sepenuhnya lupa. Hanya sebagai pengingat, bahwa hari ini tetap muncul apapun yang terjadi.

Hubungan kedekatan antara Liam, Yura a dan b semakin terlihat. Banyak teman sekelas Yura b yang mempertanyakan gosip tersebut.

Ada yang murni penasaran, ada juga yang terang-terangan membenci hal itu.

"Tak kusangka, orang-orang kota memang suka tidak tahu malu dan sombong. "

"Benar, mereka memang se frekuensi.. " timpal yang lain.

"Pantas saja saat pertama kali dia datang ke kelas ini, wajah nya sangat tidak bersahabat.. "

Kara yang ikut mendengar suara-suara jahat itu merasa ini sudah sangat keterlaluan. Yura yang ia lihat tidak begitu.

Namun Yura tetap menyuruhnya tenang, tidak baik melawan orang-orang yang didalam hati nya hanya kebusukan dan hal negatif.

"Tapi seluruh sekolah akan menggunjingkanmu ra, mungkin hari ini masih gosip-gosip itu masih di dalam kelas kita saja. Besok-besok pasti akan menyebar dengan cepat. "

"Tidak apa-apa Kara,,, "

"Aku tidak takut, "

"Yaudah deh, aku disini kok dukung kamu. " Akhirnya Kara mengalah. Bagi nya segala ketidak adilan harus ditegakkan, namun untuk masalah yang satu ini, ia harus belajar lagi dari Yura.

"Sebenarnya aku tahu apa rahasia Yura a.. "

Yura yang sedang menulis buku catatannya segera menghentikan kegiatan nya, Bisikan maut Kara berhasil membuatnya membulatkan matanya.

"Dia mengidap penyakit terminal, kemungkinan tidak bisa sembuh. Itu yang ku baca dari buku... "

"Apa itu,? "

"Nih" Kara mengeluarkan sebuah buku tebal yang ia dapatkan dari sang Ayah yang kebetulan menjadi salah satu dokter yang menangani Yura a.

Sesungguhnya Yura tahu jika Yura a sedang sakit, tapi dia tidak pernah berani menanyakan apa sakit yang diderita sahabatnya itu.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!