Mempunyai istri yang cantik,baik dan kaya raya tidak mampu membuat seorang laki laki setia kepadanya. Terlebih setelah tahu bahwa anaknya mengidap sebuah penyakit langka yang membuat Bella bertahan pada pernikahan yang telah hancur.
Silahkan saja Mas menikahi wanita itu aku pun tak perduli Mas.
Jerit Bella dengan suara yang keras..
Konflik rumah tangga itu terungkap setelah Bella beberapa kali melihat Alan bermain gila dengan seorang wanita muda bernama Farah.
Aku tak akan pernah mau untuk meninggalkanmu karena kamu istriku..
"Jika aku kau anggap istri lantas apa yang telah kamu sembunyikan mas di balik punggungku selama ini?
Bella pun semakin kehilangan kesabarannya terlebih dalam menghadapi sikap Alan.
Bella masih mencoba bertahan untuk sang anak,namun satu tahun kemudian anaknya pun meninggal dan dengan pintarnya Bella mengubah semua hartanya kembali menjadi miliknya.
Mampukah Bella keluar dari pernikahan yang begitu menyakitkan ataukah Bella akan kembali memaafkan Alan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 22
Bella seakan belum ikhlas atau justru tak pernah ikhlas kehilangan Alan namun Bella juga sadar ada Tasya yang membutuhkan dirinya,dan Bella tetap harus kuat untuk putrinya Bella..
Tak bisa di pungkiri dia pernah terluka karena di khianati namun akan sangat sakit rasanya jika yang mengkhianati pun meninggalkan dia untuk selamanya..
"Mas aku pasti akan melanjutkan hidup seperti yang kamu minta. Dan aku juga janji secepatnya akan menemui Ayah ke Bandung sebagai istrimu dulu aku tak sempat mengenal mereka biarlah kini setelah kamu gak ada aku akan tetap menjaga mereka seperti yang kamu inginkan tenang kamu disana Mas insyaallah aku akan belajar ikhlas."
Bella pun mengambil air wudhu kemudian sholat supaya hati dan pikirannya pun tenang tak lupa juga Bella memohon agar Alan bisa tenang disana dan juga tak lupa Bella mendoakan Tasya supaya selalu sehat..
Pada pagi harinya Bella menelfon Dewi sebagai asistennya untuk meminta menemaninya ke Bandung.
"Assalamualaikum pagi Wi,Wi kamu bisa menemaniku ke Bandung gak aku mau ketempat saudara bersama Tasya. Kan kamu juga asli Bandung pasti gak mungkin aku nyasar."
"Baik Bu Bella akan saya siapkan semuanya maksudnya kendaraan dan keperluan Ibu dan Non Tasya yang lainnya. Kebetulan saya belum pernah bertemu Non Tasya apakah dia menyukai sesuatu biar nanti saya beli buat bekal di perjalanan." jawab Dewi dengan lembut..
"Iya Wi untung kamu ingetin maaf saya lagi banyak fikiran jadi gak konsen. Tasya paling suka dengan sushi tapi dengan isian telur,wortel sama sosis aja ya Wi soalnya itu makanan kesukaannya sejak kecil. Sama kamu beli beberapa susu UHT ya buat Tasya."
Dewi tiba tiba saja teringat dengan sang kakak Alan yang sudah hampir satu Minggu tak menemuinya bahkan dimana Alan tinggal pun Dewi tak tahu alamatnya..
"Mungkin kebetulan saja." ucap Dewi tiba tiba..
"Kamu kenapa Wi? apanya yang kebetulan?" tanya Bella lirih..
" Gak ada Bu Bella ya sudah saya siap siap sekarang dua jam lagi saya sampai di rumah Ibu." jawab Dewi lalu mematikan sambungan telfonnya..
Bella pun langsung bersiap dan kemudian mengatakan kepada Tasya bahwa mereka akan kerumah kakek di Bandung. Tasya sangat senang sekali setidaknya Tasya bisa melupakan sejenak tentang kematian Ayahnya dan hal itu tentu saja membuat Bella sedikit lega melihat Tasya yang nampak senang...
Tepat dua jam kemudian Dewi pun sampai di rumah Bella,saat Dewi melihat Tasya dia melihat seperti sedang menatap sang kakak apa ini sebuah kebetulan atau sebuah firasat entahlah..
"Siang Bu apa sudah siap?" tanya Dewi dengan senyuman yang manis..
"Sudah Wi,oh ya Tasya sayang ini namanya Tante Dewi ayo sekarang Tasya salim dulu sama Tante."
Tasya pun mengikuti ucapan sang Bunda,Tasya mencium tangan Dewi dan menciumnya dengan lembut.
"Anak pinter,ya sudah ayo sekarang kita berangkat saja biar samapi Bandung gak kemalaman." ucap Dewi kemudian mengandeng tangan Tasya dengan lembut.
Dewi merasakan ada ikatan antara dirinya dan juga Tasya, Dewi berpikir kebetulan dia mau ke Bandung jadi bisa sekalian jenguk Ayahnya dan Dewi juga mau bilang bahwa dia akan segera bercerai.
"Wi kamu kenapa? Ada masalah kalau emang ada kamu boleh kok curhat sama saya?" tanya Bella yang sedari tadi memperhatikan Dewi bengong..
"Gak ada kok Bu,oh iya Bu mumpung di Bandung nanti saya mau minta izin menjenguk Ayah saya apa di perbolehkan?" tanya Dewi sedikit ragu. .
"Tentu saja boleh ya sudah gak apa apa kamu jangan sedih lagi senyum." ucap Bella padahal dirinya sendiri sedang berada di titik hancurnya.
terimakasih 🙏🏼