NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Manja Jadi Kebiasaan

Waktu mengalir bagai air yang tenang, membawa perubahan-perubahan kecil namun berarti di dalam istana kecil mereka.

Setelah momen manis di bukit senja itu, dinding-dinding kecanggungan di antara keduanya runtuh seutuhnya.

Fatimah yang semula selalu bersikap kaku dan penuh sungkan sebagai seorang santriwati, kini mulai bertransformasi.

Sifat aslinya sebagai gadis berusia dua puluh tahun yang membutuhkan sandaran perlahan muncul, terutama saat berada di dalam rumah, jauh dari pandangan dunia luar.

Pagi itu, hujan rintik-rintik sisa semalam menyisakan hawa dingin yang cukup pekat di sudut kota.

Fatimah baru saja menyelesaikan zikir pagi setelah salat Subuh. Ia melangkah ke dapur dengan mengenakan gaun selutut berwarna lavender yang anggun.

Namun, alih-alih langsung menyalakan kompor untuk memasak air, langkah kakinya justru berbelok menuju ruang kerja suaminya.

Pintu ruangan itu terbuka sedikit. Di dalam sana, Rayhan sudah duduk di balik meja kerjanya yang besar, fokus menatap layar laptop sembari memeriksa laporan keuangan bulanan beberapa cabang perusahaannya.

Wajah pria tiga puluh delapan tahun itu tampak serius, dengan guratan tegas seorang pemimpin yang tak ingin ada kesalahan sekecil apa pun dalam bisnisnya.

Fatimah mengetuk pintu kayu itu pelan. "Mas Ray..."

Panggilan baru itu mengalir begitu renyah dari bibir Fatimah. Sejak beberapa hari lalu, ia memberanikan diri mengubah panggilan formal "Mas Rayhan" menjadi lebih singkat dan akrab.

Mendengar suara sang istri, fokus Rayhan pada angka-angka rumit di layar laptop seketika buyar.

Sorot matanya yang semula tajam langsung melunak, digantikan binar hangat yang teramat teduh.

Ia menatap Fatimah yang kini berjalan mendekat dengan anggun, menampilkan wajah polosnya yang tampak sedikit mengantuk dengan bibir yang mengerucut kecil.

"Eh, Ima. Ada apa, Sayang? Dingin ya pagi ini?" tanya Rayhan sembari menggeser kursinya sedikit.

Fatimah tidak menjawab. Alih-alih berdiri di dekat meja seperti biasanya, ia justru melangkah memutari meja kerja besar itu, mendekati sisi kursi Rayhan.

Dengan gerakan yang kini sudah mulai menjadi kebiasaan barunya, Fatimah menarik pelan lengan kaus yang dikenakan suaminya, ia duduk diatas paha suaminya lalu menyandarkan kepalanya di bahu tegap pria itu.

"Mas Ray... tangannya Ima dingin," bisik Fatimah manja, menyembunyikan wajah meronanya di lipatan baju koko yang dikenakan suaminya.

Rayhan tertawa renyah, sebuah tawa yang selalu berhasil mencairkan ketegangan dari penatnya dunia bisnis.

Pria dewasa itu sama sekali tidak merasa terganggu dengan tingkah manja istri kecilnya yang mendadak ini.

Justru, momen-momen seperti inilah yang paling ia rindukan di setiap harinya.

Ia meraih kedua telapak tangan Fatimah yang ramping, menggenggamnya erat dengan kedua tangan besarnya yang hangat, lalu meniupnya perlahan untuk menyalurkan kehangatan.

"Uh, iya... sedingin es ternyata. Sini, biar Mas hangatkan," tutur Rayhan lembut, menarik tubuh Fatimah agar duduk di tepian lengan kursi kerjanya yang luas, lalu merengkuh pundak gadis itu ke dalam dekapannya yang kokoh.

Fatimah memejamkan mata, menikmati kehangatan dan aroma khas parfum gaharu suaminya yang menenangkan.

Sifat manjanya ini tumbuh begitu alami karena Rayhan selalu memberikan ruang yang sangat aman dan luas baginya untuk bermanja.

Di depan Rayhan, ia tidak perlu berpura-pura kuat setelah badai kehilangan Ayah yang sempat meruntuhkan dunianya.

"Mas Ray nanti jam berapa berangkat ke kantor?"

Tanya Fatimah lagi, suaranya teredam di dada bidang Rayhan sembari jemarinya memainkan kancing baju suaminya.

"Jam sembilan nanti, Ima. Kenapa? Mau ikut Mas ke kantor?" goda Rayhan sambil mengusap pelan puncak kepala dan membelai rambut hitam istrinya .

Fatimah menggeleng pelan di dalam dekapan. "ngak mau. Ima di rumah saja, mau buatkan sup ayam hangat untuk Mas Ray nanti siang kalau pulang."

Rayhan tersenyum dalam, mengecup kening istrinya dengan takzim yang mendalam.

Kebiasaan-kebiasaan kecil yang penuh kemanjaan ini menjadi bumbu yang kian memperindah pernikahan mereka.

Di luar sana, Rayhan boleh saja menjadi singa bisnis yang ditakuti dengan tangan dinginnya.

Namun di dalam rumah ini, di hadapan ratu kecilnya, ia hanyalah seorang suami yang rela meluruhkan seluruh otoritasnya demi menjadi pelindung tempat Fatimah bersandar dengan segala kemanjaannya karena Allah.

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!