Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31
Di sebuah rumah besar, terdapat beberapa orang-orang sombong yang tinggal di sana. Mereka terlihat begitu aku dan semena-mena pada para pekerja. Membuat para pekerja terkadang merasa kesal, dan merasa teraniaya.
Hingga, hari ini tiba-tiba saja para pelayan terlihat begitu sibuk hingga tidak bisa melayani mereka.
"Apa yang kalian lakukan, hah?" tanya seorang wanita paruh baya ketika melihat para pelayan masuk ke dalam kamarnya.
Para pelayanan itu terlihat begitu sibuk, ada beberapa yang keluar membawa pakaiannya dari ruang ganti.
"Beraninya kalian!" geramnya melihat hal itu.
Para pelayan tadi mulai ketakutan, karena mereka tahu seperti apa wanita itu.
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan hal ini hah?!" berteriak dengan keras hingga membuat anak dan menantunya juga datang.
"Reno, lihat apa yang mereka lakukan. Mereka mengeluarkan semua pakaian ibu." tunjuknya pada sang putra dengan apa yang para pelayan itu lakukan.
"Sebenarnya ada apa ini? apa yang terjadi?" tanya Reno ketika melihat kamar ibunya seperti ini.
Bukan hanya kamar milik ibunya saja, kamar miliknya dan juga sang adik pun sama. Para pelayan sibuk berkemas. Memasukan barang-barang mereka ke dalam koper.
"Maaf Tuan Reno, kami mendapatkan perintah dari Tuan muda Devano untuk membersihkan seluruh rumah. Karena besok Tuan Muda akan kembali bersama istri dan anaknya."
Deg!
Mereka semua terkejut dengan apa yang dikatakan pelayan tersebut. Devano akan kembali bersama istri dan juga anaknya?
Apa-apaan ini? kenapa mereka tidak mengetahui hal ini.
"Reno, kamu harus melakukan sesuatu. Ibu tidak mau pergi dari rumah ini. Dimana kita akan tinggal? tidak, pokoknya Ibu tidak ingin pergi dari rumah ini, titik!" ucapnya pada sang putra yang tak kalah terkejut dengan berita yang mereka dengar.
Sedangkan istrinya Reno pun sama. Wanita selalu menyombongkan harta yang nyatanya bukan milik dirinya itu tak kalah terkejutnya dengan berita ini.
Devano Garendra, anak pertama dari mendiang ayah mertuanya itu tiba-tiba saja menyampaikan pesan bahwa dia akan kembali dan tinggal di rumah besar ini. Lalu di mana mereka akan tinggal.
"Hentikan! aku bilang hentikan!" teriak wanita tua itu ketika melihat mereka kembali bekerja mengemasi barang-barangnya.
"Berhenti ku bilang, berhenti!!!" teriaknya semakin menjadi-jadi, karena dia tidak terima dengan hal itu.
Reno yang melihat ibunya seperti itu hanya bisa menariknya dan berusaha menenangkannya. "Lepaskan ibu Reno! biar ibu beri pelajaran pada mereka semua! berani-beraninya mereka melakukan hal ini!" geram ibunya melihat semua itu.
"Sayang, bagaimana ini? aku tidak ingin pergi dari rumah ini. Tidak, Bagaimana jika teman-temanku mengetahuinya? aku kan sesuatu, aku tidak ingin pindah!" ucap istrinya yang semakin menambah beban pikiran Reno saat ini.
Bukan hanya ibu dan istrinya saja, tapi adik perempuannya juga ikut-ikutan. Wanita itu memaksanya untuk mencari cara agar mereka tidak keluar dari rumah ini.
Karena rumah ini adalah sumber dan pondasi utama bagi kesombongan mereka semua. Apa yang akan dikatakan orang-orang di luar sana jika sampai mereka keluar dari rumah ini. Tidak! dia tidak akan membiarkan hal itu semua terjadi.
"Kak, lakukan sesuatu. Aku tidak ingin pergi dari rumah ini. Aku-"
"Diam! aku bilang semua diam!" sentak Reno yang mulai frustrasi menghadapi mereka semua.
Ibunya, istri dan juga adiknya ini benar-benar membuat kepalanya mau meledak. Di saat-saat penting seperti ini mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi mereka, dan gengsi yang mereka bangun selama ini.
"Kita tunggu sampai dia datang. Apa yang dia inginkan." ucap Reno pada mereka.
Untuk saat ini hanya itu yang bisa mereka lakukan, karena nyatanya semua yang ada di sini memang milik Devano Garendra. Pewaris utama dari mendiang ayahnya.
Anak pertama ayahnya dari mendiang istrinya terdahulu sebelum menikah dengan ibunya.
"Ibu tidak akan pergi dari rumah ini! ibu akan menghadapi Devano!" ucapnya penuh dengan keyakinan bahwa dia tidak akan pernah pergi dari rumah ini.
Mau ditaruh di mana wajah dan harga dirinya jika sampai teman-temannya tahu bahwa dirinya beserta anak-anaknya diusir dari rumah.
"Sedangkan Devano, Ibu harap kamu bisa mengurusnya!" lanjut sang ibu.
Sementara itu, Rendra terlihat kesal saat melihat istrinya yang baru saja keluar dari ruang ganti.
Kemarin, mereka sudah menikah dan Alice hanya ingin pernikahan sederhana saya. Yang penting sah, karena begitu banyak yang harus mereka pertimbangkan. Terutama Neil.
"Kenapa?" tanya Alice ketika melihat tatapan suaminya.
"Berapa usia mu sekarang?" tanya Rendra pada istrinya.
"Aku?" jawab Alice dengan tatapan bertanya.
"Ya, berapa usiamu sekarang?" tanya Rendra lagi.
"Aku 27 tahun dan bulan depan akan memasuki tahun ke 28. Memangnya kenapa?" tanya Alice balik pada suaminya.
"Kenapa kau terlihat seperti anak gadis yang belum menikah? Bahkan kau sama sekali terlihat tidak seperti seorang ibu yang memiliki seorang putra yang berusia 7 tahun." gumam Rendra terlihat kesel melihat penampilan istrinya.
"Oh, aku memang sudah cantik sejak lahir!" jawab Alice penuh kesombongan membuat Rendra terlihat semakin kesal mendengarnya.
Tapi, jika dipikir-pikir memang benar. Bahwa Alice itu cantik!
***