NovelToon NovelToon
Bos Galak Jadi Papa

Bos Galak Jadi Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Pernikahan rahasia / Pernikahan Kilat / CEO / Romansa
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

"Lu ngapain tidur di samping gue?"

Gimana jadinya, kalau tiba-tiba bos mu yang galak kebangun di samping kamu tidur? Nggak kebayang, kan? Mana malah disalahpahami sama warga dan dikira udah berbuat mesum. itulah yang terjadi sama Galuh. Seorang single Mom yang berjuang untuk bertahan hidup. Yuk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Galuh menahan napas sekuat tenaga. Tubuhnya kaku ditempelkan ke dada bidang Ranu. Pelukan itu begitu erat, persis seperti saat Ranu memeluk guling tadi dalam tidurnya. Pipi Galuh terasa panas membara sampai ke telinga. Ia memberanikan diri melirik ke belakang perlahan. Wajah Ranu tampak tenang, tapi kelopak matanya perlahan terangkat.

Jantung Galuh rasanya mau copot. Ia langsung memalingkan wajah.

"Mas..." suaranya nyaris tak terdengar.

Ranu berkedip beberapa kali, baru sadar siapa yang ada di pelukannya. Ia mengerutkan kening pura-pura bingung.

"Kamu... kenapa ada di sini? Kenapa ada di kamarku?"

Galuh menoleh lagi, matanya membelalak kaget. "Harusnya aku yang tanya begitu, Mas! Tadi kan aku tidur di sofa ruang tengah. Apa Mas yang bawa aku ke sini?"

Ranu terdiam sejenak. Sebenarnya dia tahu betul dialah yang diam-diam memandang, menggendong Galuh ke atas dan menaruhnya di sini. Tapi entah kenapa tiba-tiba rasanya malu dan gengsi untuk mengaku.

"Ah... enggaklah. Ngapain aku bawa kamu ke sini," ucap Ranu memalingkan wajah. "Mungkin kamu sendiri yang jalan tidur sampai ke sini. Siapa tahu."

Galuh melongo. "Jalan tidur? Aku nggak pernah begitu lho, Mas!"

"Ya entahlah," Ranu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Kamu kan tidur, jadi enggak sadar kalau udah jalan ke sini."

"Mas Ranu kan juga tidur. Gimana bisa tau?"

"Aku bilang mungkin. Mungkin, Galuh. Sudah, tidur lagi saja."

Galuh menatapnya sekilas. Rasa malunya meluap seketika. "Ya sudah kalau begitu. Aku kembali saja tidur di sofa atau ke kamar Arkan."

Ia bergegas bangun, menarik selimut dan melangkah cepat keluar pintu. Ranu menatap punggungnya yang menjauh, lalu memukul pelan keningnya sendiri. "Bodoh Ranu, kenapa nggak diakui saja sih? Jadi pergi kan dia."

Sepanjang lorong, dada Galuh berdegup kencang sekali. Benarkah dia jalan tidur? Rasanya mustahil. Ia masuk ke dapur, menuang air putih dingin dan meminumnya sampai habis beberapa gelas untuk menenangkan diri.

Belum selesai gelas terakhir ditaruh, suara langkah kaki terdengar mendekat. Galuh menoleh kaget.

"Astaga! Ya ampun, Mas Ranu! Bikin kaget aja sih!?"

"Kenapa? Kamu pikir aku hantu?" Ranu berdiri di ambang pintu dapur sambil mengusap perutnya.

Galuh mendekus pelan, "Kenapa nggak tidur lagi? Malah nyusul ke sini?"

"Perutku keroncongan," keluh Ranu. "Biasanya kalau bangun tengah malam begini memang lapar. Ada nggak makanan sisa semalam?"

Galuh memeriksa lemari dan kulkas, lalu menggeleng. "Nggak ada, Mas. Tadi malam habis semua. Mau masak mie instan ya?"

Ranu langsung menolak. "Jangan mie, tiga hari ini kita sudah makan mie terus. Masak apa yang ada saja."

"Ya sudah aku buatkan tahu goreng sama telur ya?"

"Boleh."

Galuh segera menyalakan kompor. Suara wajan mendesis memecah keheningan malam. Ranu duduk di kursi makan memperhatikan gerak-gerik istrinya. Tak lama dua piring berisi nasi hangat, tahu garing dan telur dadar tipis tersaji di meja. Mereka makan berdua perlahan, rasanya nikmat sekali meski sederhana.

"Enak ya," gumam Ranu. "Biar sederhana masakan kamu selalu enak."

Galuh tersenyum tipis. "Terima kasih, Mas."

Mereka pun mulai bercerita.

"Gimana Arkan di sekolah?"

"Kenapa tiba-tiba nanya?"

"Nggak boleh?" tanya Ranu menoleh.

"Kan bisa nanya sendiri sama dia."

"Oh, enggak boleh berarti."

"Bukan gitu, Mas..." Galuh menghela napas pelan. Lalu membuka suara lagi. "Dia... Udah makin pinter. Nulis, baca, dan gambarnya makin bagus. Dia tadi sempat pamerin hapalan dia."

Ranu tertawa kecil, "Gitu ya? Dia pasti bangga banget deh."

"Iya."

"Oi ya. Minggu depan, acara Arkan gimana?"

"Aku akan datang. Boleh kan, Pak Ranu? Kasih ijin gitu?" tanya Galuh.

"Boleh. itu bisa diatur. Tapi... Kita cuma datang gitu aja?"

"Yah, biasanya sih, ada lomba-lomba gitu, dan orang tua atau wali ikut serta."

"Hmm gitu ya?" Ranu manggut-manggut. "Yah, Arkan seenggaknya bikin pikiran ku agak fresh dari hal nyebelin di kantor."

"Apa, mas?"

"Keributan di lobi tadi."

"ohh, Cindy?"

"Heeemm. Dia terlalu... Yah kamu taulah. Aku enggak suka sama cewek yang terlalu menuntut dan mengejar. Kayak... Kamu tau? Nggak ada harga yang buat aku pengen bayar dengan usahaku sebagai lelaki."

Galuh diam.

"ini salah mama juga sih. Ngapain pake jodohin segala. Padahal aku juga udah nolak. Sekarang, mama jadi harus nanggung konsekwensinya sendiri."

"konsekwensinya?"

Ranu mengangguk, "Heemm... Dia ribut sama temannya, mamanya Cindy."

"Oohh..." kata Galuh pelan. "Aku jadi enggak enak. Mama sampai berantem begitu gara-gara aku dan Mas."

Ranu menatap mata Galuh lekat-lekat. "Bukan gara-gara kamu. Tapi karena Mama yang gegabah."

Suasana jadi hening.

"Udah selesai, Mas? Aku mau nyuci piring," kata Galuh seraya berdiri.

"Nggak usah. Biar dikerjain mbak Siti aja besok. Ayo tidur," balas Ranu ikut berdiri.

"Nggak papa, Mas. Kasian Mbak Siti besok. Akhir-akhir ini pagi dingin banget," tolak Galuh. Lalu mulai mencuci piring.

"kamu ini... Bandel banget ya?"

"bandel gimana?" tanya Galuh balik, menoleh walau tangan masih menggosok piring.

"Ya ini... Udah dibilang kerjaan Mbak Siti, tapi tetep aja dikerjain sendiri."

Galuh terkekeh pelan, "ya nggak papa."

Tatapan Ranu berubah lembut sekaligus membara. Ia meraih tangan Galuh, menariknya perlahan mendekat. Sebelum Galuh sadar, bibir Ranu sudah mendarat di bibirnya.

Ciuman itu awalnya pelan, tapi seketika berubah sangat rakus. Seolah Ranu benar-benar lapar, bukan hanya soal makanan. Galuh sempat terengah-engah tak sanggup mengimbangi. bibir Ranu menjalar ke leher lalu turun ke dada, meninggalkan bekas kemerahan di sana. Galuh meluruh lemas di pelukannya malam itu.

Keesokan paginya Galuh bangun agak terlambat. Ia buru-buru masuk ke kamar mandi dan terbelalak saat bercermin. Leher dan bagian dadanya penuh dengan bercak merah samar. Wajahnya langsung memerah. Padahal mereka belum sampai melakukan hubungan suami istri sepenuhnya, tapi bekas itu sangat jelas.

"Aduh bagaimana ini," gerutunya panik. "Hari ini harus kerja, kalau dilihat orang pasti salah paham."

Ia mencoba menutupinya setebal mungkin dengan alas bedak dan cushion. Bekasnya memudar tapi masih terlihat samar jika diperhatikan dekat.

"Moga mereka nggak mikir aneh-aneh tentangku."

Berangkatlah mereka berdua ke kantor. Begitu masuk lobi, tatapan semua karyawan langsung tertuju pada Galuh. Bisik-bisik halus terdengar di mana-mana.

"Lho lihat deh lehernya..."

"Iya ada bekas merah-merah gitu."

"Heh! Siapa yang bikin?"

"iya, ya. Dia kan nggak ada suami."

"Pacarnya?"

"Galuh emang punya pacar?"

"Nggak taulah."

"apa jangan-jangan Pak Ranu."

"Masa sih?"

"Dasar wanita murahan."

"Bisa saja memang pak Ranu. Jadi affair atasan dan sekretaris nya?"

"Mungkin juga..tau nggak? Kemarin kan heboh Pak Ranu dan Cindy bertengkar."

"Iya. Aku juga dengar. Katanya mereka dijodohkan."

"Ah, pantas saja Pak Ranu dan Cindy dekat akhir-akhir ini."

"Dan pak Ranu digoda sekretaris sendiri."

"Astaga..."

"Menggoda bos saja kerjanya."

Akan tetapi, walau bisikan itu mengiringi langkah keduanya, tak satupun yang mendengar dengan jelas. Baik Galuh, ataupun Ranu hanya menganggapnya hal yang tak penting... Sampai nanti akhirnya mungkin... Jika sesuatu terjadi...

1
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
karyawan julid bukannya kerja malah ghibahin istri bosnya pula minta dihempaskan ke planet Mars kyaknya klo tau faktanya bakal nyesel tuhh mereka🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
Ranu omes...🤣🤣🤣
Sri Wahyuni
gaassss juga kak up nya😍
Cinta_manis: siap kak. tunggu ya🙏😍
total 1 replies
Sri Wahyuni
wah sudah dapat lampu Hijau....gasss Ranu 🤣
Cinta_manis: iya, tuh 🤭
total 1 replies
delis armelia
kirain udh mau gol gawang
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 nanti ya kak
total 1 replies
Sastri Dalila
😅😅
Cinta_manis: makasih komennya kak🙏
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
pasangan yg bikin gemes🤣🤣
eh malah bumer udah minta mantunya cepetan hamil, ayo di gas ranu jgan kelamaan 😂😂
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 iya tuh
total 1 replies
imel
pelan pelan Buu🤣🤣🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
delis armelia
ayo ranu gol gawang
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Wkwkwk mama Anggun langsung gercep to the point suruh bikin Galuh hamil setelah dijulidin mamanya Cindy emang bener sih harus buktikan ya Ma kalo anak Mama bibitnya premium sekali semburrr langsung jadi kembar nnti🥳
Kiki Sugiarti
bagus ceritanya saya suka
Cinta_manis: makasih kaka bintang 5nya😍
total 1 replies
sutiasih kasih
up banyak" thor
Cinta_manis: 😭😭😭tunggu ya kak. next time dicoba🙏
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor ceritanya bagus bgt aku suka..😍
Cinta_manis: makasih kak😍🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
lanjutkan thor....
double up
Cinta_manis: heheh, tunggu ya, kak. doblenya🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
ap g makin klepek" nntinya si Ranu.... dpt istri hatinya baiknya g ktulungan...
Cinta_manis: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Cinta_manis: makasih kk🙏
total 1 replies
Rahma Lia
lanjut kesini setelah Yuda,,
Sastri Dalila
👍👍👍
Cinta_manis: cihuy! makasih bintang 5nya kak😍🫰
total 1 replies
Sastri Dalila
🤣🤣
Cinta_manis: kena juga si Ranu 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!