NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan CEO

Malam Pertama Dengan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Kayla hancur saat tunangannya, Damar, ketahuan selingkuh dan menghina dirinya sebagai wanita “mandul”. Dikhianati keluarga sendiri, ia kabur dalam keadaan terluka hingga tanpa sadar menghabiskan malam dengan seorang pria asing di hotel. Tanpa ia ketahui, pria itu adalah Adrian, CEO dingin dan berkuasa yang kemudian menjadi atasan barunya di hotel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

"Apa? Dia hamil?" Mata Fendi langsung melotot ke arah Saraswati. Wajahnya yang semula penuh senyum seketika berubah merah karena marah.

Tubuh Saraswati ikut bergetar. Matanya membelalak menatap hasil USG yang masih tergeletak di atas meja. Ia benar-benar baru mengetahui bahwa Kayla sedang mengandung. Selama ini ia sama sekali tidak pernah menyadari perubahan pada putrinya.

"Kalian membohongiku!" bentak Fendi sambil menghentakkan telapak tangannya ke meja. "Aku tidak mau tahu. Pokoknya kembalikan uangku!"

"Ka Fendi, dia pasti bohong!" Arif buru-buru menyela. "Kayla itu mandul. Mana mungkin dia bisa hamil? Dia pasti cuma mengarang cerita supaya tidak jadi menikah sama Kakak."

Ucapan Arif membuat wajah Fendi kembali berbinar. Kemarahan yang tadi memenuhi wajahnya perlahan menghilang.

"Astaga... kalian bikin aku kaget saja," katanya sambil terkekeh pelan.

Fendi kembali menatap Kayla dengan senyum menjijikkan yang membuat wanita itu semakin muak.

"Tenang saja, Kayla. Kak Fendi sudah punya anak. Kak Fendi juga tidak akan memaksa kamu punya anak lagi."

Senyumnya semakin lebar. Kumis yang sebagian telah memutih tampak bergerak mengikuti seringai yang memenuhi wajahnya.

Namun senyum itu tidak bertahan lama.

Tiba-tiba wajah Kayla memucat. Perutnya terasa bergolak hebat. Ia buru-buru menutup mulut, lalu membungkukkan badan. Beberapa kali ia muntah, tetapi tidak ada apa pun yang keluar selain cairan bening karena perutnya memang kosong sejak siang.

Melihat kejadian itu, wajah Fendi kembali berubah.

"Dia benar-benar hamil!" bentaknya dengan mata melotot. "Kurang ajar kalian semua! Aku tidak mau tahu. Kalian harus mengembalikan seluruh uangku. Kalau tidak, akan kubunuh kalian semua!"

Dalam kemarahannya, Fendi menyapu semua makanan yang ada di atas meja hingga berjatuhan ke lantai. Piring, gelas, dan mangkuk pecah berserakan. Tangannya bahkan meraih kue ulang tahun yang dibawa Kayla untuk merayakan ulang tahun ibunya, lalu menginjak-injaknya tanpa rasa kasihan hingga hancur berantakan.

Kayla hanya mampu menatap kue itu dengan mata berkaca-kaca. Sejak awal ia membelinya dengan penuh harapan. Ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa kepada ibunya, berharap hubungan mereka bisa sedikit membaik. Namun kini, harapan itu ikut hancur bersama kue yang telah remuk di bawah telapak kaki Fendi.

Suasana rumah berubah kacau. Saraswati berdiri dengan wajah pucat penuh ketakutan. Arif dan Niko pun sama-sama panik. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menghentikan amukan Fendi.

"Pokoknya dalam dua hari uangku harus kembali!" bentak Fendi sambil melangkah menuju pintu keluar.

"Tunggu... tunggu dulu, Fendi!" teriak Saraswati sambil berlari mengejar, lalu menggenggam lengan pria itu erat-erat. "Jangan pergi dulu. Aku pastikan Kayla akan menggugurkan kandungannya. Aku juga rela mengurangi uang maharnya."

Fendi berhenti melangkah. Ia menoleh perlahan ke arah Saraswati dengan sorot mata penuh perhitungan.

"Baik," katanya tegas. "Gugurkan kandungannya. Setelah itu uang mahar yang kuberikan tinggal sepuluh juta rupiah."

Rahang Saraswati langsung mengeras hingga terdengar bunyi gemeretak. Dadanya terasa sesak. Dari tiga puluh juta rupiah yang sudah berada di tangannya, kini ia harus merelakan dua puluh juta menguap begitu saja. Kemarahan dalam dirinya semakin memuncak, seluruhnya ia arahkan kepada Kayla.

Arif memegangi kepalanya frustrasi. Sejak tadi ia sudah membayangkan berbagai kesenangan yang akan dibeli menggunakan uang itu. Bahkan sebagian sudah ia rencanakan untuk berjudi. Kini semua angan-angannya hancur dalam sekejap.

"Daripada tidak dapat sama sekali," batin Saraswati sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

"Baik," katanya akhirnya dengan nada berat. "Sepuluh juta... sepuluh juta juga tidak apa-apa."

"Bagus!" sahut Fendi puas. "Kalau begitu, sekarang juga cepat gugurkan kandungannya!"

Wajah Kayla seketika kehilangan warna. Bibirnya bergetar hebat. Ia tidak pernah membayangkan ibu kandungnya sendiri akan menyetujui permintaan sekejam itu tanpa sedikit pun merasa bersalah.

Tanpa berpikir panjang lagi, Kayla membalikkan badan lalu berlari sekuat tenaga keluar dari rumah. Air matanya akhirnya jatuh tanpa mampu lagi dibendung.

"Dia kabur!" teriak Fendi dengan wajah merah padam. "Cepat kejar dia!"

Saraswati, Arif, Niko, dan Fendi langsung berhamburan keluar rumah. Mereka mengejar Kayla yang terus berlari menyusuri jalan tanpa berani menoleh sedikit pun ke belakang. Saat itu hanya ada satu keinginan di dalam benak Kayla—menyelamatkan dirinya dan bayi yang sedang tumbuh di dalam kandungannya, apa pun risikonya.

"Berhenti kamu, anak durhaka!" teriak Saraswati sambil terus berlari mengejar Kayla yang sudah berada cukup jauh di depan.

"Adik kurang ajar! Berhenti kamu!" teriak Arif. Napasnya sudah tersengal-sengal, tetapi ia tetap memaksa mengejar Kayla sekuat tenaga.

Beberapa saat kemudian, Arif akhirnya berhasil menyusul Kayla. Tanpa belas kasihan, ia mencengkeram pergelangan tangan adiknya dengan kasar, lalu mendorongnya hingga terhuyung. Kayla kehilangan keseimbangan dan jatuh keras ke tanah. Kepalanya membentur aspal, membuat pandangannya berkunang-kunang dan telinganya berdenging hebat.

"Ada apa ini?" tanya seorang warga yang kebetulan melintas. "Jangan pukuli saudara sendiri. Tidak baik melakukan hal seperti itu."

"Diam!" bentak Arif tanpa melepaskan genggamannya. "Dia hamil di luar nikah. Sebagai kakaknya, aku cuma mau memberi pelajaran supaya sadar."

Mendengar penjelasan itu, beberapa warga yang semula hendak membantu akhirnya saling berpandangan. Mereka mulai ragu untuk ikut campur karena mengira persoalan tersebut adalah urusan keluarga.

"Kalau begitu cepat bawa dia ke rumah sakit, lalu gugurkan kandungannya," usul Niko dengan wajah dingin.

"Ngapain ke rumah sakit? Buang-buang uang saja," sahut Fendi. Ia menoleh ke sekitar, lalu mengambil sepotong balok kayu yang tergeletak di dekat pagar. Tanpa ragu, balok itu disodorkan kepada Saraswati. "Pakai saja ini."

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Saraswati menerima balok kayu tersebut. Namun gemetar itu bukan karena iba, melainkan karena amarah yang telah menguasai dirinya.

"Dasar anak durhaka!" bentaknya. "Sudah hamil anak berandalan, masih berani melawan orang tua. Hari ini aku akan memberi kamu pelajaran!"

"Bu, jangan begitu!" seru seorang ibu yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu dari kejauhan. "Apa pun masalahnya, tidak boleh menyakiti perempuan yang sedang hamil."

"Diam!" bentak Saraswati sambil menoleh tajam. "Aku ibu kandungnya! Aku yang membesarkannya dengan susah payah. Setelah besar, dia malah membuat malu keluarga."

Perempuan itu hanya bisa terdiam. Ia ingin membantu, tetapi jumlah mereka tidak seimbang. Di hadapannya ada tiga orang lelaki dewasa yang berdiri mengelilingi Kayla. Ia tidak berani mengambil risiko seorang diri.

"Dasar adik durhaka!" bentak Arif.

Ia kembali menyerang Kayla dengan kasar hingga tubuh wanita itu terguling di atas jalan. Kayla berusaha melindungi perutnya dengan kedua tangan, sementara rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya.

Niko ikut melangkah maju. Dengan wajah tanpa belas kasihan, ia kembali menyerang Kayla hingga wanita itu semakin sulit bangkit. Kayla meringkuk, berusaha melindungi kandungannya dari setiap serangan yang datang bertubi-tubi.

"Minggir kalian semua!" bentak Saraswati sambil mengangkat balok kayu tinggi-tinggi.

Kayla yang sudah babak belur hanya mampu menatap ibunya dengan pandangan buram. Sudut bibirnya robek hingga darah perlahan mengalir membasahi dagunya.

Balok kayu itu terangkat tinggi, siap diayunkan.

"Aku mengandung anak orang terkaya di kota ini!" teriak Kayla dengan sisa tenaga yang dimilikinya. "Kalau terjadi sesuatu pada kandunganku, kalian semua pasti akan menyesal!"

"Cih!" Arif meludah ke samping. "Perempuan mandul dan murahan seperti kamu mana mungkin disukai laki-laki kaya!"

Ia kembali menyerang Kayla tanpa sedikit pun mempercayai ucapannya.

"Arif, minggir!" bentak Saraswati. Ia kembali mengangkat balok kayu itu, bersiap menghantam tubuh Kayla yang sudah tidak lagi memiliki tenaga untuk melawan.

Dalam kepanikan, tangan Kayla yang gemetar merogoh tasnya. Dengan susah payah ia mengambil ponsel, lalu menekan nama Adrian. Untungnya panggilan itu langsung tersambung.

"Pak Adrian... tolong saya..." bisik Kayla dengan suara yang hampir tak terdengar.

Pada saat yang sama, sebuah serangan keras kembali menghantam tubuh Kayla hingga ponsel di tangannya terlepas dan meluncur beberapa meter menjauh.

"Argh..." jerit Kayla lirih. Tubuhnya mulai kehilangan tenaga.

Di ujung sambungan telepon, hanya suara napas Kayla yang tersengal dan teriakan-teriakan dari kejauhan yang terdengar jelas.

"Adrian..." bisik Kayla "Tolong aku... selamatkan anak kita..."

1
Ariany Sudjana
Linda juga sama, apa ga ada niat untuk mencari kebenaran dulu? malah mau saja percaya dengan omongan pelacur murahan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Lina, dan mau saja dibodohi sama perempuan sampah seperti Rina... katanya orang kaya, tapi bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
berarti Kayla anak kandungnya Linda yang hilang itu ya? semoga Adrian bisa menemukan siapa orang tua kandungnya Kayla, dan membungkam mulut si pelacur murahan Rina, juga Lina itu
Ariany Sudjana
kenapa bab 28 dan 29 isinya sama?
Adi Sudiro
wanita 2 menjijik kan apak mereka anak kandung..?
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kalian itu, Rina, Mila, sama saja, sama-sama pelacur dan kalian harusnya dibunuh saja, karena sudah mengusir istri bos. mampus kalian🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!