Ziana menikah di usia muda karena tragedi di malam perpisahan SMA. Masa depannya hancur dan Neneknya mulai membencinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebodohan Ziana
Zara menatap kepergian Ziana dengan sedih. Ia tak percaya, jika dirinya tak berarti di mata Ziana. Padahal Zara adalah seorang sahabat terbaik yang selalu melindungi Ziana dari keisengan Lisa.
Akhirnya Zara punya keberanian dan mengejar Ziana.
"Tunggu....!"
Ziana menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Mau apa lagi? belum puaskan kau membuat aku bertengkar dengan suamiku..." Teriak Ziana.
Zara menghampiri dan menggelengkan kepalanya. "Aku dan Rendi tidak ada hubungan apa-apa! Kami hanya menyusun rencana agar kamu bisa percaya jika Lisa dan bara itu orang jahat." Jawabnya dengan jujur.
Ziana menyunggingkan senyumnya. "Aku tak menyangka, kalian punya rencana jahat untuk menjebak bara dan Lisa," ujarnya.
Zara tak bisa menahan emosinya dan melayangkan tamparan di pipi Ziana dengan keras.
"Kau keras kepala Ziana..! Rendi lelaki yang baik tapi kau tak mempercayai ucapannya. Asal kau tahu, Bara adalah lelaki yang telah membuat hidupmu hancur dan Lisa adalah orang mengambil Vidio tersebut." Teriak Zara yang sudah habis kesabaran.
Ziana terdiam dan ia menggelengkan kepalanya. "Zara aku tak tahu kau sepicik ini! Kau menuduh Bara dan Lisa hanya untuk mencari aman. Aku kecewa sama kamu dan mulai saat ini hubungan kita berakhir." Jawab Ziana dengan air mata yang mengalir di pipi.
Zara sudah tak peduli lagi, Ia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikir Ziana.
"Terserah...! Dalam kasus ini aku tidak di rugikan, bukalah matamu lebar-lebar dan jangan sampai kau masuk ke dalam jebakan yang sama." Ucap Zara memperingati Ziana.
Ziana terdiam dan Zara pun pergi. Tapi ia pun menoleh dan memberikan pesan terakhir.
"Ingatlah...Bahuku akan selalu ada untukmu, meskipun kau tak menginginkannya." Tutur Zara dengan sedih dan pergi.
Ziana menangis dan ia terduduk di tanah. Ia tak percaya, persahabatannya hancur karena hal seperti ini.
"Zara, kuakui kau selalu hadir untukku. Tapi kenapa, kau hadir di antara aku dan Rendi. Jika saja, Lisa tak memberikan Vidio kebersamaan kalian. Mungkin aku selamanya akan terbodohi oleh dirimu yang sok baik." Batinnya yang merasa terluka karena di khianati.
Ziana akhirnya pulang ke rumah dan Rendi pun juga sudah ada di sana. Mereka tampak diam, meskipun keduanya saling berhadapan.
Ziana duduk di tepi ranjang dan mengingat Ucapan Zara.
"Bara yang telah memperkosaku...! Heh, lucu sekali..." Ujarnya sambil tersenyum sendiri.
Rendi dari kejauhan mendengar semua itu. "Jadi kau tak percaya akan ucapan Zara?" Tanya Rendi dari kejauhan.
Ziana seketika menoleh dan tersenyum. "Aku tak menyangka, kau ikut membela Zara."
Rendi membuang nafas dengan kasar. "Ziana, jangan sampai kau salah memilih. Dengan ucapanmu ini, terlihat jelas kalau kau tak percaya akan ucapan Zara." Tutur Rendi.
Ziana menghampiri Rendi dan duduk depannya. "Kau mencintai Zara...?" Tanya Ziana.
"Apa maksudmu?" Tanyanya ketus.
Ziana tersenyum. "Aku sudah mengetahui segalanya, kau tak ingin menyentuhku karena kau selingkuh dengan Zara di belakangku. Aku tahu, Zara memanglah gadis yang cantik dan Ia tak sekotor diriku." Ucap Ziana sambil mengelus lembut pipi sang suami.
Rendi menghempaskan tangan Ziana dari pipinya. "Lebih baik kita pisah ranjang, agar kau bisa berpikir jernih." Tuturnya dingin sambil melenggang pergi.
Ziana menghentikan langkah Rendi dan Ia meraih tangannya. "Aku tak mengizinkan kau pergi. Aku tidak rela, kau pergi ke tempat Zara."
Rendi terpancing emosi dan mendorong tubuh Ziana hingga terjatuh ke sofa.
"Aku muak sama kamu! Kau terlalu bodoh untuk menjadi istriku..." Teriak Rendi sambil melenggang pergi.
Ziana nampak menangis tersedu-sedu, tangannya memegangi dadanya sendiri.
"Sakit...hatiku benar-benar sakit! Kenapa kau harus hadir di hidupku? jika akhirnya kau juga yang mendapatkannya!" Ucapnya sambil menangis.
hiks... hiks...hiks...
Ziana terus menangis karena Rendi tak kembali. Hingga mentari pun sudah muncul, mata Ziana terlihat sembab dan wajahnya pucat.
Ia hanya terduduk di ranjang dan memikirkan masa-masa indah bersama Rendi. Air matanya nampak sudah tak bisa keluar lagi, ia merasa jika air matanya sudah kering karena semalaman ia tak berhenti menangis.
Hari sudah menjelang siang, Marcell nampak heran karena anaknya belum juga keluar Ndari kamar. Akhirnya Marcell berjalan menuju kamar Ziana dan segera menghampiri.
Tok...Tok...Tok...
Marcell mengetuk pintu dan memanggil Ziana.
"Sayang ini sudah siang, kenapa kamu belum bangun!" Tuturnya sambil mengetuk pintu.
Sepi, tak ada sahutan dari dalam. Akhirnya Marcell membuka pintu dan Ia pun masuk ke dalam. Marcell menatap Ziana dari kejauhan, Ia nampak khawatir dan segera menghampiri.
"Sayang, kau kenapa...?" Tanyanya panik.
Ziana langsung memeluk Marcell dengan erat, Ia menangis kembali meskipun tak bersama dengan air mata.
"Pa...Rendi selingkuh dan dia pergi...!" Rengek nya.
Marcell nampak terdiam, Ia tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Sayang, Rendi tidak mungkin melakukan itu. Dia adalah lelaki yang baik dan Papa bisa melihatnya." Jawab Marcell mencoba meyakinkan.
Ziana menggelengkan kepalanya dan memberikan handphone kepada Marcell.
"Ini buktinya pa, Rendi selingkuh dengan Zara sahabatku sendiri." Tuturnya.
Marcell mengambil handphone dan segera menonton video tersebut. Ia terlihat mengerutkan keningnya dan tersenyum.
"Ziana, apa kalian bertengkar hanya karena Vidio ini?" Tanyanya.
Ziana menganggukkan kepalanya. Marcell menghela nafas panjang dan mengerutkan keningnya.
"Sayang, mereka kan cuma ngobrol. Lagi pula mereka tidak bermesraan." Ucapnya.
"Tapi pa, mereka terlihat bahagia dan tersenyum bareng. Aku juga melihat sendiri, mereka mengobrol dengan asyik." Jawab Ziana dengan kesal.
"Vidio ini masih wajah. Apakah kau tidak pernah seperti ini bersama Bara. Kalian bersahabat dan jika orang lain melihat kalian bisa dituduh sedang berpacaran." Ucap Marcell meyakinkan.
Ziana terdiam dan Ia menganggukkan kepalanya. "Benar juga, aku dan Bara malah lebih dari ini," batinnya.
Marcell menggenggam tangan Ziana. "Sekarang papa tanya, dari mana kamu mendapatkan Vidio ini?" Tanyanya.
"Dari Lisa, Pa!"
Marcell tersenyum. "Kamu terlalu polos Ziana! Seharusnya kamu berhati-hati dengan Lisa, sepertinya dia tak suka jika kamu bersama dengan Rendi."
ini yang membuat ziana beruntung dapat Rendy
*Rendy bertanggung jawab dan menurun aib ziana
*Rendy berjuang untuk ziana
*Rendy berkorban untuk ziana
*Rendy menjadi suami terbaik untuk ziana
*Rendy menerima ziana apa adanya
*Rendy selalu memaafkan kesalahan ziana
*dan masih banyak lagi
tapi Rendy belum beruntung dapat ziana
*benar orang lain tapi belum membuktikan diri dia pantas diperjuangkan
*istri egois tidak sadar kelakuannya tapi dia selalu menyalahkan suami
*tidak peka terhadap perasaan suami
*lebih percaya pria lain
*kontak fisik, ciuman bahkan berhubungan dengan pria lain dia seakan tidak merasa bersalah pada auaminya yang dia pernah disentuj orang lain selain suaminya
*pembangkang
*selalu melawan
*selalu menuduh suaminya pada dirinya banyak melakukan kesalahan fatal
*karena salah paham dia marah besar pada suami, tidak mau memaafkan suaminya dan minta cerai, tapi tidak sadar kesalahannya lebih parah, sampai tubuhnya dijamah pria lain
*belum ada perjuangan ziana untuk suaminya
*belum ada pengorbanan ziana untuk suaminya*belum ada hal spesial ziana untuk suami
kalau mau novel ini jadi novel adil, sekarang tugas author buat ziana jadi istri yang terbaik untuk Rendi, buat Rendy merasa beruntung dapat ziana,
Ngapain jadi pelakor...🥵🥵😡😡😡😤😤😤
akan rumit rumah tangha klw yg satu selalu mengalah
dan yg satu egois..😴😴😴😔😔😔😔🙈🙈🥺🥺