NovelToon NovelToon
Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Rate 18+
Mohon bijak memilih bacaan 🙏🙏🙏

Sakit yang terdalam adalah yang tidak terlihat oleh mata. Bagai tombak yang menusuk jantung, tetapi tombak itu tidak terlihat. Namun, dapat dirasakan di dalam hati.

Elena harus terlibat pernikahan dengan pria asing yang ditemuinya di hutan pegunungan, walaupun pernikahannya diawali dari suatu kesalahpahaman, Merrik memperlakukan dia dengan baik. Namun, semua itu hanyalah kamuflase. Kepalsuan cinta Merrik membuatnya tidak mempercayai laki-laki lagi.


Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Akan kubawa rasa sakit ini seumur hidupku. Seandainya waktu bisa diputar, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalmu.
~Elena

Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu karena ku yakin dilubuk hatimu masih mencintaiku.
~Merrik

Jangan lupa tap like, love, vote dan berikan komentar untuk memberi support pada othor.

Happy reading di novel kedua Age Nairie 🥰

Follow juga
IG : Age_Nairie
FB : Age Nairie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 Bimbang

Steven masuk ke dalam kamar Elena, pintu kamar yang sedikit terbuka membuatnya menatap anaknya yang sedang melamun menatap keluar jendela. Steven mencoba mendekatinya. "Eleanor." Panggil Steven.

Elena menoleh. "Ya, Dad."

Steven duduk di samping Elena. "Merrik masih ada di depan gerbang, dari kemarin tidak meninggalkan rumah ini."

Elena menoleh, teringat semalam hujan lebat. "Dari kemarin tidak pulang?" tanya Elena.

Steven hanya menganggukkan kepalanya. "Apa keputusanmu? Memaafkannya atau melepaskannya?"

Elena terdiam, bimbang harus memilih memaafkan atau melupakannya. Dia masih sangat mencintai Merrik tapi juga membencinya. Tanpa sadar mengelus perutnya. Teringat janin di dalam perutnya.

Steven melihat Elena tidak berbicara. "Kamu pikirkan dulu, aku akan menyuruhnya pulang. Jika sudah ada jawaban beritahu Daddy." Tanpa menunggu jawaban Elena, Steven meninggalkan kamar Elena menuju pintu gerbang. Steven melihat Merrik yang masih berdiri dengan wajah yang pucat. "Merrik!" Panggil Steven.

Merrik menoleh. "Om."

"Pulanglah!"

"Aku ingin bertemu Elena. Aku tidak akan pulang sebelum bertemu dengannya."

"Kamu ingin bertemu dengannya seperti ini?" Steven menunjuk Merrik dengan dagunya.

"Maksud Om, aku diperbolehkan bertemu dengan Elena?" tanya Merrik tidak percaya.

"Aku tidak bilang seperti itu! Tapi, El sedang mempertimbangkannya. Aktifkan saja ponselmu, jika dia bersedia menemui mu, dia akan menghubungimu. Sekarang pulanglah!" Steven berbalik dan meninggalkan Merrik sendiri. Berpikir apakah tindakan yang dia lakukan benar adanya. Dia akan memberikan keputusan mutlak di tangan Elena. Namun, jika Merrik menyakiti Elena lagi dia pasti tidak akan pernah memaafkan nya.

Merrik berlari menuju hotel tempat dia menginap, mengambil charger ponselnya dan mengisi baterai ponselnya. Dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, memesan makanan untuk mengembalikan staminanya. Dia terlalu bahagia mendapat kabar Elena akan mempertimbangkan hubungan mereka.

...*********...

"Dari mana saja?" tanya Amel saat melihat Steven masuk.

"Menemui Merrik."

"Untuk apa menemuinya?"

"Menyuruhnya pulang."

"Terus dia mau?"

"Aku bilang, jika El akan mempertimbangkan hubungan mereka."

"Tidak bisa! Aku tidak ingin El kembali padanya! Sayang, cepat kita pergi menjauh dari pria itu! Aku tidak mau El menderita lagi, anak kita terlalu polos!" Amel tetap pada pendiriannya untuk tidak menerima Merrik.

"Amel, kita sudah pernah gagal melindungi El. Dia hidup tanpa kita selama belasan tahun, selama itu, Eleanor tidak merasakan kasih sayang orangtuanya. Apa kamu ingin cucu kita juga mengalami sepeti yang El alami?" ucap Steven.

"Apa kamu lupa apa yang telah dilakukan pria itu pada El?" jelas Amel.

"Dari cerita El, Merrik tidak pernah melakukan kekerasan fisik padanya."

"Tapi kamu harus ingat, dia meracuni anak kita! Dia memperlakukan anak kita hidup bagai di penjara."

Steven terdiam. "Bagaimana jika kita minta El yang memutuskannya saja."

"Tidak perlu minta El yang putuskan! El itu lugu, dia bisa di bohongi oleh pria brengsek itu. Aku tidak mau tau, kita harus pergi secepatnya!" Keputusan Amel sudah bulat untuk menjauhkan Merrik dari Elena. Dia sangat membenci Merrik. Bahkan untuk menyebut namanya saja Amel tidak sudi.

Merrik menatap ponselnya berharap ada suara dering. Namun, tidak ada sama sekali panggilan dari Elena, dia meletakan ponselnya di samping telinga, sangat berharap Elena menelponnya. Hingga akhirnya terlelap. Keesokan paginya Merrik terbangun, langsung memeriksa ponselnya, sama tidak ada notifikasi Elena menelponnya. Merrik tidak sabar, dia putuskan untuk menunggu di rumah Elena. Dia melajukan mobilnya, berdiri di luar gerbang, menunggu penghuni rumah ada yang keluar.

"Kamu sudah siap?" tanya Amel pada Elena.

"Berapa lama kita akan tinggal di Australia?" tanya Elena.

"Kita akan menetap di sana dan tidak kembali lagi ke sini."

Elena hanya menunduk, matanya mulai berkaca-kaca. Tidak tau apakah keputusannya benar atau tidak. "Kuatkan dirimu, Mommy janji akan membuatmu dan anakmu bahagia." Tegas Amel.

Steven melihat anak dan istrinya. "Sudah siap?"

"Ya," ucap Amel.

Mereka masuk ke dalam mobil, sang sopir melajukan mobil nya menuju bandara. Steven duduk di samping sopir, Elena dan Amel ada di kursi penumpang belakang.

Merrik masih setia menunggu di depan gerbang. Melihat pintu gerbang terbuka, Semakin dekat mobil berjalan menuju keluar. Mencoba menerka siapa orang yang ada di dalam mobil. Saat mobil melewatinya, tepat saat Elena bertatapan dengan Merrik. Merrik langsung reflek mendekat pada mobil. Memukul kaca mobil dan meneriakkan nama Elena. "Elena, kita harus bicara, keluarlah!" Mobil terus berjalan melambat.

"Apa aku harus berhenti, Tuan?" tanya sang sopir pada Steven.

"Lanjut saja!" Amel menggantikan Steven menjawab pertanyaan sang Sopir.

Elena melihat dari kaca spion yang menampakan Merrik mengejar mobilnya. Elena meneteskan air matanya lagi.

Merrik berhenti berteriak, dia masuk ke dalam mobilnya dan mulai mengikuti arah mobil Elena. Merrik mencoba menjaga jarak aman selama proses pengejaran. Hatinya mulai panik saat melihat mobil yang ia kejar menuju ke sebuah bandara. Hatinya tidak karuan, takut sesuatu yang buruk akan terjadi.

Elena beserta orangtuanya turun dari mobil dan mulai memasuki lobby bandara. Merrik berlari mengejar Elena. "Elena!" panggil Merrik dengan nafas yang memburu.

Setelah mendengar namanya dipanggil, Elena menoleh mencari sumber suara. Dia melihat Merrik sedang mengatur nafasnya. Kakinya maju selangkah, namun lengannya dicekal oleh Amel.

"Elena!" Panggil Merrik lagi, dia tidak akan membiarkan Elena pergi darinya. "Kumohon, dengar penjelasanku dulu!"

"Sudah tidak ada yang perlu di jelaskan lagi," ucap Elena.

"Tidak, banyak yang harus kamu dengar! Tolong dengarkan aku. Aku mencintaimu, jangan pergi!" ucap Merrik memelas.

"Jangan dengarkan dia, jika salah memilih keputusan, kamu akan menyesal!" ujar Amel menatap Elena.

"Dengar kan kata hatimu! Dia layak atau tidak dimaafkan." Tambah Steven.

"Pria jika sudah sekali berbohong maka akan ada kebohongan selanjutnya." Bisik Amel. Seperti sudah mengakar, Amel benar-benar menganggap Merrik sampah masyarakat dan tidak ingin Elena berhubungan dengannya lagi.

Elena mulai melangkahkan kakinya berbalik dan berniat meneruskan langkahnya menuju pintu masuk bandara. Langkahnya terhenti kembali saat Merrik meneriakkan namanya lagi.

Merrik terus memanggil namanya sampai Elena kembali menoleh pada nya. "Elena, jangan membohongi dirimu bahwa kamu mencintai ku. Jika kamu tidak mencintaiku maka kamu tidak akan memakai gelang itu!" ucap Merrik tegas, dia sangat yakin bisa meluluhkan hati Elena kembali.

Elena langsung terdiam, menyentuh gelang yang melekat pada tangan kirinya. Melihat ukiran nama Melena, nama untuk anak perempuan mereka. Perlahan Elena berbalik kembali menatap Merrik.

Ada senyum di wajah Merrik, dia mengangkat pergelangan tangannya, menunjukan bahwa ia juga memakai gelang yang serupa. Merrik berjalan perlahan mendekati Elena. "Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku tau aku bersalah, tapi pernikahan itu nyata, banyak saksi yang mengetahui kita adalah pasangan suami istri." Merrik menatap penuh harap pada Elena dan bukan lagi tatapan mengintimidasi.

...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰...

1
Nuriati Mulian Ani26
wzhhhh
Sastri Dalila
✔️✔️✔️✔️
Tri Wulandari
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
pengen getok ..curiga Mulu
Endang Sulistia
sabar Dion...
Endang Sulistia
😄😄
Endang Sulistia
sempat2 nya si merik...
Fitri Riyani
karya ke 3 mu ya aku baca Thor..
dan ketiga nya 👍
kak othor sangat menguasai masing-masing bidang profesi dengan penjabaran detail.

terlambat mampir aku nya, ternyata sudah lama up nya
semangat berkarya thor
Age Nairie: Wah, terima kasih, Kak. ,🙏🥰😍😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Age Nairie: Makasih 🙏🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
diawal kayae usia el 18 kurang 4 bulan..
atau aku yang gagal focus ya
Age Nairie: Usia Elena selisih setahun dari usia aslinya. Nenek yang menemukan, nembak usia Elena lebih tua setahun, karena turunan bule , jadi Elena lebih tinggi dari balita di desa itu. Udah dijelaskan oleh Amel (Ibunya Elena) tapi lupa di bab berapa 😁
Mangkannya Amel benci banget sama Merik, soalnya ternyata pas menikah sama Elena usianya belum genap 17 tahun 😁
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih kak Author, ceritanya bagus 😍😍😍😍❤️❤️❤️
Age Nairie: Terima kasih, Kak 🙏🥰😘😘
total 1 replies
melting_harmony
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏☺️🥰
total 1 replies
Alfatia Desi
orang bodoh dan tolol mah ya kaya simerik tuh
Age Nairie: Emang pemeran utama pria yg nyebelin si Merrik, Kak.
total 1 replies
Ainul Yaqin
🤣🤣🤣bisa aeeee thor
jadiii klo pembaca bc tiap hari ... samaaaa dong lgi sedeng ....😆😆
Age Nairie: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Nurafni Zalfaalituhayu
mau nya enak doang tuh laki2 apa nga mikir apa perasaan wanita .....dah sepah di buang ...bucin baru nyaho
etin eka susanti
mau enaknya aja ya pak☹️
AnaZa O
mati ajalah merrik thor, tanggung
Age Nairie: yah.. udah tamat Kak 😁
total 1 replies
Esi Ana
😍😍
Age Nairie: Terima kasih Kak 🙏🥰😍😘
total 1 replies
Lufirhmdw
luar biasa!! alur cerita nya sangat bagus dan tidak bertele-tele, saya sangat puas!!
Age Nairie: Terima kasih Kak 😊
total 1 replies
May Keisya
ya ampun sengaja bgt drmh ga ada mknan biar ada alesan buat ktmu aisley....CEO ko ky ga pny uang🤣🤣🤣🤣
Age Nairie: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!