Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duda Kaya
Aku berjalan menuju dapur karena rasa haus menyerangku, sedangkan ellen,dia sudah berangkat kerja, dan seperti biasa aku di rumah sendiri dengan segala fasilitas yg ada
Aku membuka kulkas dan aku lihat ternyata stok bahan makanan agak menipis.
"Ah.. Mungkin jalan jalan ke pasar seru, aku juga dah lama tidak keluar rumah" Kataku dalam hati..
Akupun segera berganti pakaian, sekarang aku memakai dress hitam sebawah lutut, aku mengkerly rambutku, memakai make up tipis, dan paripurna lah kecantikanku..
"Semoga saja aku bertemu dengan jodoh kaya raya" Kataku sambil tersenyum di depan cermin karena jujur aku sungguh mengagumimu tubuhku sendiri.. Sudah lama sekali aku tidak melihat wajah dan tubuhku sempurna ini, aku melenggak lenggok di depan cermin dengan senyuman tergambar jelas di wajahmu, senyuman kehagaaan atas kecantikanku yang telah kembali..
"Hallo" Aku menelfon ellen..
"Iya beb, ada apa? "
"Aku mau ke pasar, mau ingin aku belikan apa? "
"Jangan keluar rumah! Aku tidak mau kulitmu terbakar sinar matahari" Bentaknya..
"Beb, sudahlah memang aku vampire. Aku dah pakai sunscreen,dah aku lindungi aset ku sebaik mungkin. "
"Aku cuma tidak ingin kulit kusam kembali lagi. Ya sudah Hati hati.. Tolong belikan aku buah semangka saja, yang kuning tanpa biji. Uangnya di almari ku. "
"Aku Pakai uangku saja, anggap saja aku yang traktir. "
"Hahaaha.. Kamu tu punya uang berapa paling cuma bisa buat beli tempe"
"Beb! " Bentakku.
"Iya iya maaf.. Hati hati. Naik taksi saja, jangan pakai motor.. Panas"
"Em.. Baiklah"
Aku menutup sambungan telfon ku..
Akupun segera bersiap siap berangkat, dan aku kembali bercermin untuk mengagumi diriku sendiri..
"Istri buruk rupamu sudah pergi mas" Ucapku dalam hati..
Aku berjalan ke luar rumah dan banyak orang melihatmu karena kecantikanku dan juga kulitku yang putih terbalut kan dress warna hitam semakin membuat warna kulitku kontras dengan warna bajuku..
Aku sungguh senang, aku merasa wanita paling cantik di dunia ini..
**
Aku menunggu taksi hampir 5menit dan akhirnya datang juga taksi itu.
Setelah aku stop akupun segera masuk ke dalam.
"Pak, ke pasar terdekat " Ucapku singkat.
"Baik nyonya"
Aku tersenyum saat di panggil nyonya, apa sudah cukup pantas aku di panggil nyonya.. Hahaha...
Dan ternyata pasar itu dekat sekali, karena cuma 5menit sudah sampai.
Ketika sudah sampai aku segera membayar dan turun dari taksi..
Hiruk pikuk pasar yang sudah lama tidak aku rasakan membuat rasa seru mengelilingiku..
Aku berjalan perlahan tanpa tujuan, karena akupun belum menentukan apa yang ingin aku beli, sekarang aku hanya ingin jalan jalan setelah 2 minggu aku di sekap oleh ellen.
Namun ketika aku sedang menikmati jalan jalan aku mendapati seorang ibu ibu yang sedang duduk memegangi pergelangan kakinya, dan dia juga meringis kesakitan, namun yang membuatku agak tercemgang, dari sekian banyak orang berlalu lalang, tidak satupun ada yang menolongnya...
Akupun berjalan mendekati wanita itu..
"Ada apa tante? " Kataku sambil duduk jongkok di depan nya..
"Kakiku terkilir " Jawabnya lirih..
"Boleh aku memijitnya, semoga agak mereda sakitnya"
Dia lalu memandangku dengan tatapan aneh..
"Kenapa tante? Kenapa tante melihatku dengan tatapan seperti itu? "
"Kenapa kamu menolongku? "
"Kenapa? Apa harus ada kata kenapa jika harus menolong orang. Kita sesama manusia memang harus saling tolong menolong tante.. Tante tu lucu deh. " Kataku sambil memijit pergelangan kakinya..
Namun ekspresi wajahnya seketika sumringah lalu dia tersenyum..
"Bisa antar aku pulang, aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku. "
"Tante kesini naik apa? "
"Aku naik mobil.. "
"Em.. Tante bisa berjalan ke mobil tante? "
Dia menggelengkan kepalanya..
"Tolong ambilkan mobilku di parkiran sana, kamu bisa mengendarai mobil? "
"Bisa... "
"Ambillah" Sembari dia memberikan kunci mobil padaku..
"Apa tante percaya padaku? "
"Em..kenapa aku harus curiga padamu? "
"Karena mungkin aku orang yang baru tente kenal"
Dia menjawab dengan anggukan dan senyuman.
Aku pun berjalan menuju tempat parkir mobil yang cukup jauh dari lokasiku tadi.
Akhirnya aku sampai di sana dan segera memencet tombol kunci..
Tit tit..
Dan mataku tiba tiba terbelalak ketika alarm mobil itu berbunyi pada mobil sedan sport berwarna merah menyala dan sungguh itu harganya aku tahu sangatlah mahal.
Seketika aku agak ragu mengendarai mobil itu, karena sudah hampir 5tahun aku tidak pernah sama sekali mengendarai mobil, dan ini aku langsung di suruh mengendarai mobil mewah. Nyaliku seketika ciut.. Namun jika aku tidak mengendarainya siapa yang akan mengantarkan tante itu pulang..
Aku berfikir sambil berjalan mendekati mobil yang sudah lama aku impikan itu..
Setelah sampai di dekat mobil itu, aku membelai mobil yang selalu aku doakan semoga aku di beri kesempatan untuk memilikinya itu.
"Ah.. Kapan lagi aku bisa mengendarai mobil impianku ini, aku juga cukup mahir kalau masalah mengendarai mobil" Gerutu ku dalam hati.
Dengan segala tekad aku masuk dan segera menghidupkan mesin mobil tersebut..
BRUMMM
BRUMMM
BRUMMM.
suara knalpot mobil itu, dan seketika aku menjingkrak jingkrak kegirangan... Kegirangan karena masih tidak percaya aku bisa mengendarai mobil ini.
Setelah aku cukup selesai beruforia dengan mobil itu, aku segera mengendarai mobil tersebut dengan sangat berhati hati.. Dan benar saja kemahiranku belum hilang sama sekali. Dan dengan mudahnya aku menyesuaikan mobil itu dengan caraku mengemudi.
Aku segera keluar dari tempat parkir dan menjemput tante tadi.
Sesampainya di sana aku segera turun dan memapah tante itu masuk ke dalam mobil. Setelah semuanya selesai aku segera masuk kembali..
"Tante rumahnya mana, dan maaf aku orang baru di kota ini, jadi aku tidak tahu arah sama sekali "
"Lurus saja nanti ada pertigaan belok kiri" Ucapnya..
Akupun segera melajukan mobilku ke arah yang tante tujukan tadi..
"Kamu asli darimana? " Tanya tante itu padaku..
"Dari klaten tante"
"Lalu ke kota ingin mencari kerja, atau jenguk saudara? "
"Sebenarnya aku ingin mencari pekerjaan, namun aku tidak bisa karena terkendala ijazah.. Jadi entah aku bisa mendapat perkerjaan disini atau tidak.. "
"Kamu cantik. "
"Terima kasih tante. "
"Tante biasa pergi sendiri ke pasar dengan mobil ini? "
"Iya.. Ini fasilitas dari majikanku. "
"Hah!! " Aku sangat terkejut..
"Fasilitas majikan mobil seperti ini? " Lanjutku sambil membelalakkan keduamataku..
"Iya, majikanku cukup royal hingga tantepun difasilitasi mobil ini, bahkan dia memberi kartu kredit dan gaji perbulan hampir 8juta belum termasuk bonus"
Aku melongo mendengar semua perkataan tante itu..
"Wah.. Masih membutuhkan karyawan apa tidak tante??"
"Emmm.. Maksud kamu.? "
"Ya mungkin saja aku bisa kerja disana"kataku sambil tersenyum kearahnya..
"Kamu gadis yang sangat cantik mau kerja sebagai asisten rumah tangga? "
"Kecantikan tidak bisa untuk melamar pekerjaan tante" Jawabku lirih..
Namun dia menjawab dengan senyuman.. Entah apa yang sedang dia fikirkan..
Hampir 20 menit kami sampai di depan sebuah rumah yang tertutup dengan pagar yang cukup tinggi.
"Buka" Ucap tante itu di sebuah aplikasi di handfonya dan seketika pintu gerbang pun terbuka..
Dan sekali lagi aku terbelalak melihat semua ini..
Akupun segera masuk di sebuah rumah dengan pekarangan yang sangat luas, yang di tumbuh oleh rerumputan hijau dan beberapa pohon yang berbentuk rapi yang aku yakin itu memang di desain agar berbentuk seperti itu. Di depan rumahnya pun ada sebuah air mancur besar yang sungguh membuatku terpesona...
Setelah tepat di depan pintu aku di suguhkan rumah mewah yang sangat indah dan megah.
Rumah dengan unsur serba kaca, dan mempunyai tinggi 2 lantai membuatku sesaat terpana melihat ini, bahkan rumahku di jogja pun tidak sebanding dengan rumah mewah ini..
"Ayo masuk. " Kata tante itu sembari mempersilhakn masuk..
"Lo.. Kaki tante sudah sembuh?, tanyaku ketika melihat tente itu berjalan perlahan..
" Sudah agak mendingan. "Ucapnya..
Aku pun segera masuk ke dalam rumah yang semakin membuatku terbelalak ketika memasukinya..
Rumah mewah yang sangat berbau aroma terapi langsung membuai indar penciuman ku, bersih, rapi, indah, megah, mewah, banyak kata yang ingin aku ucapkan untuk menggambarkan rumah tersebut Dan ketika aku melihat lihat di sekeliling, aku melihat foto yang terpampang jelas, foto seorang laki laki yang sangat tampan berpakaian toxido dengan tatapan tajam dan Ya Tuhan ada manusia setampan itu. Aku berhenti dan menatap dalam dalam foto laki laki yang ada di hadapanku itu..
"Itu majikanku tuan muda Alvin sebastian stelle" Ucap tante itu karena mungkin melihatku terpana dengan sosok itu..
"Apa dia sendiri tinggal disini? "
"Em.. Dia sendiri. "
"Apa dia tidak belum mempunyai seorang istri? " Tanyaku kembali..
"Dia duda"
"Hah!! Apa!! Orang sekaya, seganteng, sekeren ini duda! " Tanyaku dengan sangat terkejut mendengar pernyataan tante itu..
"Iya.. Dia di tinggal pergi istrinya"
"Hah!! Wanita bodoh mana yang meninggalkan laki laki sesempurna ini"
"Dia pergi kepada laki laki lain"
"Andai aku mempunyai suami seperti ini tidak mungkin aku berpaling, bahkan sekelas mas bayu yang pelit dan kasar saja aku setia, apa lagi dengan dia pasti aku akan pasrahkan seluruh hidupku untuknya. " Kataku dalam hati.
"Apa dia jawaban dari doa ku ya.. Dapat suami duda kaya raya.. " Ucapku kembali dalam hati sambil menatap kembali foto laki laki bernama Alvin sebastian ini....Semoga..