NovelToon NovelToon
Secangkir Kopi Tanpa Gula

Secangkir Kopi Tanpa Gula

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Raka harus menikah mendadak dengan Laras setelah calon istrinya, Rara, kabur. Demi menjaga masa depan putrinya, ayah Laras mewajibkan surat perjanjian pranikah yang membuat Raka merasa tertekan dan membenci pernikahan ini. Meski Laras sangat mencintainya dan berharap membina rumah tangga, Raka tetap dingin, kasar, dan tak bisa melupakan Rara. Namun, Laras bertekad meluluhkan hati suaminya dan mengubah pernikahan yang bermula dari keterpaksaan ini menjadi penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

David dan Fitri baru saja pulang dari rumah sakit setelah memeriksa kandungan. Keduanya tersenyum bahagia mendengar kabar bahwa janin yang dikandung Fitri tumbuh sehat dan kuat. Mereka kini melaju santai menuju rumah, penuh harapan akan masa depan.

Tanpa mereka sadari, sejak keluar dari halaman rumah sakit ada mobil yang terus mengikuti dari jauh. Pengemudi mobil itu adalah Rara, wanita yang kebetulan juga berada di tempat yang sama. Rasa sakit hati yang mendalam membuatnya gelap mata, timbul keinginan untuk melenyapkan pasangan itu dari dunia ini. Ia mengemudikan mobil barunya, hasil tabungan yang dikumpulkan selama bertahun‑tahun saat masih berpacaran dengan Raka. Dulu Raka selalu mengirimkan uang setiap bulan, memenuhi segala keinginannya tanpa banyak tanya.

“Kalau aku tidak bisa memilikinya, maka tidak ada wanita lain yang boleh memilikinya juga. Aku akan mengirim kalian ke neraka. Jangan pernah berpikir bisa hidup bahagia setelah merusak nasibku,” teriak Rara dalam mobilnya, penuh amarah.

Ia menyesali keputusannya dulu meninggalkan Raka demi rayuan David. Kini ia sadar, seharusnya ia tetap bertahan, menikah dengan Raka, dan hidup nyaman tanpa kekurangan apa pun.

Dengan kecepatan tinggi ia terus mengejar mobil David. Namun David mulai curiga. Ia sadar kendaraan di belakangnya tak lepas dari ekor sejak mereka meninggalkan rumah sakit, dan semakin ia mempercepat laju mobilnya, mobil itu pun ikut mempercepat.

David melirik Fitri yang sedang asyik memainkan ponsel, rasa cemas mulai menyusup di dadanya. Melihat persimpangan di depan, ia langsung membelokkan kendaraannya tajam berharap bisa melepaskan diri. Rara makin marah saat sadar gerak‑geriknya ketahuan.

“Dasar licik, bagaimana dia tahu aku sedang mengikutinya?” umpatnya sambil menekan pedal gas sekuat tenaga.

Amarah membuatnya tak lagi bisa mengendalikan kemudi. Mobilnya melesat tak terarah, lalu dengan keras menabrak kendaraan lain yang sedang lewat di depannya. Bunyi benturan menggelegar, mobil yang ditabrak terlempar hingga menabrak pembatas jalan. Rara tertegun melihat kerusakan yang parah, ragu apakah penumpang di dalamnya selamat. Melihat warga mulai berlarian mendekat, ia segera memutar arah dan kabur karena takut tertangkap. Mobilnya hanya sedikit penyok dan masih bisa dipakai.

Di kejauhan David menghentikan lajunya sejenak, terkejut melihat kejadian itu.

“Mas, ayo kita bantu mereka,” ajak Fitri dengan wajah sedih melihat kondisi mobil yang tertabrak.

Namun David justru kembali menekan gas, mengejar mobil Rara yang kabur. Fitri merasa kesal karena suaminya tak mau menolong, padahal ada orang yang mungkin terluka parah. Sebenarnya David juga merasa kasihan, namun ia yakin warga yang mulai berkerumun akan segera membantu korban. Ia lebih memilih mengejar pelaku yang melarikan diri, bertekad memastikan siapa orang yang berniat melenyapkannya itu.

*****

Di tempat lain...

Raka dan Laras kini sudah sampai di sebuah restoran mewah, bersiap menikmati makan siang seperti yang dijanjikan pagi tadi. Raka merasa sangat bahagia karena istrinya menepati janji untuk menyusul ke kantor, sehingga ia tak perlu lagi menahan rindu seharian.

“Kamu mau pesan apa, sayang?” tanyanya sambil membuka buku menu.

Karena tak ada jawaban, Raka menoleh dan mendapati Laras sedang melamun jauh. Ia memang sudah menyadari ada yang berbeda sejak kedatangan istrinya tadi; Laras tampak lebih pendiam dan murung, seolah ada beban berat yang disembunyikan.

“Sayang, kenapa melamun begitu?” tanyanya lembut sambil menepuk pelan lengan istrinya, hingga Laras tersentak kembali ke dunia nyata.

“Ada apa, Kak?” jawab Laras dengan wajah terkejut.

“Kamu sedang memikirkan apa? Kalau ada masalah, ceritakan saja sama aku,” bujuk Raka.

“Tidak ada apa‑apa, Kak. Aku hanya kangen Mama dan Papa,” jawab Laras pelan.

Meskipun tak mengungkapkan yang sebenarnya, ia tak berbohong. Sejak tadi pagi, perasaan rindu pada kedua orang tuanya terasa makin kuat, disertai firasat tak enak yang tak bisa dijelaskan. Raka berusaha mengalihkan topik agar istrinya kembali ceria, namun di tempat lain, keadaan sedang berubah buruk.

Sedangkan Di lokasi kecelakaan, warga mulai berkerumun mengelilingi mobil yang hancur parah.

“Cepat panggil ambulans dan polisi! Sepertinya korban terluka sangat parah,” seru seorang warga.

Tak ada yang berani bergerak menolong lebih dulu karena posisi korban terjepit di dalam kendaraan. Mereka hanya bisa menunggu dengan rasa iba hingga bantuan datang. Tak lama kemudian polisi dan ambulans tiba, mengevakuasi semua korban dan membawanya segera ke rumah sakit. Kondisi mereka sangat memprihatinkan; dua orang sudah tak sadarkan diri dan berlumuran darah, sementara satu korban masih sadar meski menderita luka parah di kaki.

1
helena
lanjuttt thor😍
Atik's: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!