NovelToon NovelToon
Immortal Fire

Immortal Fire

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Xianxia / Action / Fantasi Timur
Popularitas:45.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amelia Citra

Namaku Liu Ying. Seperti yang kau tahu, namaku berarti kunang-kunang. Tetapi arti sebuah nama tidak bisa mengubah nasib dan takdir, tidak dapat mengubah fakta bahwa dunia hendak memenjarakanku dengan tidak adil.

Kesepian dalam keramaian, amarah, dendam, ambisi, impian, kerinduan dan kekuatan. Aku tahu aku dilahirkan untuk memilih persimpangan jalan.

Seperti hakikatnya seekor kunang-kunang, akan aku jelajahi setiap inci dunia ini. Aku akan menemukan keabadian, kebebasan serta segala hal yang seharusnya menjadi milikku.

Akulah pendar panas kemerahan, aku membakar segalanya. Aku mentari temaram di ngarai kematian, aku kawah dendam dan kebencian.

Akulah Api Keabadian.

*
*
*

Jangan lupa Vote, Like dan Komentar! 🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Sekte Seribu Matahari

"Ampun, Guru. Murid tidak berhasil mencuri kapsul informasi dari Biro Heise, mohon Guru memberi hukuman," ucap seorang gadis muda yang dikenal sebagai Zhu Yin.

Zhu Yin merupakan murid ke -19 sekte Seribu Matahari. Sedangkan orang yang dipanggilnya sebagai guru adalah Hu Furong, kepala sekte Seribu Matahari.

Sekte Seribu Matahari baru berdiri sekitar 14 tahun, berdiri setahun setelah tragedi Sungai Darah berakhir. Meski bisa dianggap sekte baru, kekuatan sekte ini cukup diperhitungkan di dunia persilatan. Mereka terkenal sebagai sekte penganut aliran hitam yang sukses menghasilkan murid-murid berbakat setiap tahunnya.

Mereka terletak didaerah yang sangat terpencil dan sulit untuk ditemukan, mereka juga memiliki jurus yang terkenal mematikan. Tak ada orang dari Sekte manapun yang berani mengusik sekte itu, meski terkadang bertemu dan saling bertarung saat sekte Seribu Matahari yang tengah mengacau di pemukiman warga.

Hu Furong, sebagai Matriark memiliki jurus Gerhana Matahari Berdarah yang konon sangat mematikan. Ia kini terlihat tidak senang mendengar kabar dari muridnya.

Wanita paruh baya itu menggeram marah dan menghempaskan pot bunga yang ada di sampingnya hingga hancur berkeping-keping.

"Tidak berguna! Pasukan selemah itu saja tidak dapat ditaklukkan?!"

Teriakan wanita itu menggema di ruangan, membuat siapapun yang mendengarnya hampir kehilangan pendengaran. Suasana menjadi mencekam, tak ada yang berani mengeluarkan suara dari kerongkongan mereka.

"Yin'er, apa yang sebenarnya terjadi padamu sehingga membuat orang-orang itu dapat lolos begitu saja. Bukankah kemampuanmu meningkat pesat akhir-akhir ini?"

Zhu Yin menunduk takut. "Ada seseorang yang menggagalkan rencana kita, seorang gadis yang tampak bukan berasal dari sekte besar."

"Dan kau kalah?!" kata-kata itu lebih tepatnya pernyataan menghujam bak anak panah.

Zhu Yin mengangguk takut, sang guru bisa disamakan dengan harimau yang siap menerkamnya hidup-hidup.

"Murid telah mengecewakan Guru, mohon memberikan hukuman." Zhu Yin menunduk dalam-dalam, tak berani menatap wajah sangar gurunya.

"Tapi Murid menemukan sesuatu yang mengejutkan yang mungkin akan berguna bagi Guru..."

Zhu Yin menggantungkan kalimatnya membuat Hu Furong menaikkan alis. "Apa itu?"

"Saat Murid bertarung dengan orang yang menolong pasukan dari Biro Heise, Murid menemukan bahwa orang itu dapat menyerap energi Yang milikku tanpa terluka."

"Selain itu, suhunya juga mendadak menjadi panas bagai besi yang disepuh sesaat setelah dia menerima serangan Pembakar Jantung."

Mendengar itu, Hu Furong menjadi terkejut bukan kepalang. Pasalnya jurus Tapak Pembakar Jantung berisi sepuluh cincin energi panas yang dilepaskan secara langsung untuk melukai organ Vital yang ada di balik rusuk seseorang, jarang ada yang mendapat efek kecil akibat serangan itu.

"Yin'er, dimana kau bertemu dengan orang ini?" tanya Hu Furong agak ragu.

"Di samping penginapan yang ada di pinggiran kota Liang, dia tampak seperti orang yang bepergian."

Hu Furong segera memanggil beberapa pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk berangkat ke Kota Liang secepatnya.

"Kalau tidak terlambat, mungkin orang itu berada di sekitar Hutan Kaca. Kita harus benar-benar memastikan apakah orang itu adalah anak yang kucari selama ini."

Zhu Yin tidak terlalu faham dengan apa yang dibicarakan Hu Furong. Setelah dipersilahkan pergi, ia langsung berniat kembali ke kediamannya.

Namun ia dihentikan oleh salah seorang murid yang lebih tua darinya beberapa tahun.

"Yin-Mei, ternyata kau sudah kembali dari tugas. Bagaimana hasilnya?" ucap gadis itu sambil memeluk lengan Zhu Yin.

Dia adalah Yang Liu yang juga merupakan murid di Sekte Seribu Matahari, ia juga merupakan senior Zhu Yin.

"Kau bercanda, Liu Jiè-jie. Apakah kau tidak lihat ekspresi Guru saat terakhir kali?"

Gadis yang dipanggil Liu itu tertawa kecil. "Tidak apa adik Yin, seseorang terkadang bisa gagal dalam menjalankan tugas. Guru mungkin hanya sedikit kecewa saja."

Zhu Yin mengangguk lesu. Ini adalah tugas pertamanya, tapi ia malah gagal mendapatkan pengakuan gurunya. Semuanya karena orang pengacau itu. Jika saja orang itu tidak terlalu ikut campur dengan urusannya, Zhu Yin mungkin akan mendapatkan pujian dari gurunya.

Zhu Yin kembali teringat dengan ucapan gurunya mengenai seseorang yang dicari, ia berniat menanyakan hal itu kepada Yang Liu.

"Oh iya, Kak. Aku sempat mendengar Guru menyebut-nyebut soal 'Anak Yang Dicari' selama ini, apakah kau mengetahuinya."

Yang Liu langsung menarik lengan Zhu Yin ke tempat yang agak sepi, baru kemudian memberikan jawaban.

"Guru tidak suka jika kita terlalu ikut campur dalam masalahnya," ucap Yang Liu setengah berbisik.

"Konon menurut cerita yang kudengar, Guru sedang mencari anak pilihan langit yang hilang sejak lima belas tahun lalu. Katanya anak itu merupakan anak kandung dari Leluhur Huo, dia memiliki kekuatan yang fantastis dan bisa menjadi senjata sekte untuk menggenggam dunia."

Zhu Yin menatap Yang Liu bingung. "Apakah sampai sehebat itu? Tapi orang yang kutemui malam itu tidak memiliki ilmu yang begitu hebat, dia nyaris amatiran."

Mendengar itu, Yang Liu hanya terkekeh pelan. Ia segera mengajak Zhu Yin kembali ke asrama murid, gadis itu juga berpesan kepada adik seperguruannya agar tidak membicarakan urusan Hu Furong yang galaknya melebihi singa.

***

Zheng Tian terus berlari menjauh dari hutan itu, tak lupa Liu Ying yang mengikutinya dari belakang. Tampak gadis itu mulai sempoyongan, di dadanya juga masih tertancap belati milik Lang Ziyi.

Jika saja bukan karena Qinggong, mereka mungkin tidak bisa berlari sejauh ini. Zheng Tian segera memelankan larinya saat melihat Liu Ying yang terlihat kelelahan.

"Kau masih bisa tahan, kan?" ucap Zheng Tian berhenti sempurna sambil mengatur nafas.

Liu Ying mengangguk, wajahnya sudah memucat dan darah sudah mulai mengalir dari sela antara belati dan kulitnya. Gadis itu menjatuhkan dirinya dalam posisi berlutut.

Melihat itu Zheng Tian langsung membawa gadis itu bersender di batang pohon.

"Tahan sebentar, kita sudah dekat dengan kota."

Zheng Tian mengambil beberapa sapu tangan dari bungkusan kainnya dan menyerahkannya kepada Liu Ying.

"Lepaskan dulu benda itu dari sana, racunnya akan cepat menyebar jika posisinya begitu."

Liu Ying langsung menerima sapu tangan itu kemudian membelakangi Zheng Tian. Dengan sekali sentak, ia menarik belati kecil itu dari bahunya, darah langsung mengalir deras dari celah besar yang dihasilkan. Liu Ying langsung menyumpal celah daging yang menganga itu.

Zheng Tian meringis memandangi punggung Liu Ying yang tampak menahan rasa sakit, namun ia cukup kagum dengan ketahanannya menahan teriakan.

"Anak Muda, kau masih bisa jalan kan?" tanya Zheng Tian ragu.

Liu Ying berbalik menatap wajah tua itu kemudian mengulurkan tangan. "Tarik aku berdiri, berlari satu dua jam tidak akan membuatku mati."

.

.

.

Haii-! Gimana kabar kalian? Semoga selalu sehat dan dimudahkan segala urusannya. Jadi Author Cici mau mengumumkan bahwa judul Novel Pendekar Api Abadi (Shuāng Jiàn Shì) akan diubah demi kepentingan kontrak, ya.

Untuk menebus kesalahan Author yang telah lama tidak Update, hari ini Author kasih bonus Double Up untuk kalian.

Wo ai nimen ♡ ♡

.

.

.

...Nihao! Jangan lupa Vote, komentar dan share cerita ini ke temen-temen kalian, Oghey!?...

1
Debu Merah
kakek gak punya otak
amelia citra
Rinduuu
凹凸不平衡
author tidak tau sistem sekte, ada penyusup pasti ada peringatan , pasti pertempuran di kaki gunung , peyusup harus melewati mayat ratusan org br bs msk aula sekte. bila msk sekte segampang masuk dapur bkn sekte namanya msk susah keluar jauh lebih susah, bodoh amat sm penyusup 1 org ngak sangup 100org keryokan ngak bs 1000. kecuali bs niup seluling 24 jam tanpa henti br bs selamat.
amelia citra: Mohon bimbingannya kak, saya amatir. Cerita ini juga masih dalam proses revisi agar lebih rampung dan bagus. Semoga dengan adanya saran dari kakak, cerita ini akan terus berkembang untuk ke depannya.
total 1 replies
凹凸不平衡
gaje serba tiba2, tindakan tanpa alasan yg jelas
Lan zhi
🍮
Lan zhi
🍦
Lan zhi
🍨
Lan zhi
🍧
Lan zhi
🍖
Lan zhi
🌮
Lan zhi
🎂
Lan zhi
Lan zhi
🍬
Lan zhi
🍭
Lan zhi
🍰
Lan zhi
🍩
Lan zhi
🍫
Lan zhi
🍵
Kick The BroTher pinkyboy Tv Original fun
Lanjut
♠Mahesha♠
uurraaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!