NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama yang Terdengar Familiar

Sha Nuo tetap duduk dengan santai. Senyumnya belum sepenuhnya hilang dari wajahnya.

"Hahaha..."

Ia menggeleng pelan.

"Namaku Sha Nuo. Aku hanyalah seorang pendekar pengelana."

Jawabannya terdengar begitu ringan, seolah tidak memiliki beban sedikit pun. Namun Yuang Dao sama sekali tidak mengendurkan kewaspadaannya.

"Sha Nuo..."

Nama itu diulang perlahan di dalam benaknya.

Ia mencoba mengingat seluruh tokoh kuat yang ia kenal di dunia persilatan. Namu tidak ada. Ia benar-benar belum pernah mendengar nama tersebut.

Justru itulah yang membuatnya semakin waspada. Pria sekuat ini seharusnya mustahil tidak memiliki nama di dunia persilatan.

Tatapan Yuang Dao kembali menajam.

"Aku tidak peduli siapa dirimu. Tetapi... jangan lagi mendekati Tuan Muda Gao Rui."

Suara itu terdengar jauh lebih dingin dibandingkan sebelumnya.

"Anggap ini... peringatan pertamaku."

Ia berhenti sejenak.

"...dan juga yang terakhir."

Suasana tempat itu kembali menjadi sunyi.

Sha Nuo tidak segera menjawab. Ia hanya memandang Yuang Dao beberapa saat. Kemudian...

Srett...

Ia perlahan bangkit dari bangku taman. Langkahnya terdengar pelan. Hingga akhirnya ia berhenti tepat di depan Yuang Dao. Jarak mereka kini begitu dekat. Cukup dekat hingga keduanya dapat merasakan napas satu sama lain.

Sha Nuo menatap lurus ke mata Yuang Dao. Senyum di wajahnya telah menghilang.

"Tidak ada... seorang pun di Kekaisaran Zhou ini... yang berhak mengaturku."

Nada suaranya tidak keras. Namun setiap katanya terasa begitu berat.

Tatapan Yuang Dao sama sekali tidak bergeser.

"Kalau begitu... jangan salahkan aku nanti."

Keduanya terus saling menatap.

Tanpa disadari tangan kanan Sha Nuo perlahan bergerak. Berhenti tepat di atas gagang pedang yang tergantung di pinggangnya. Di saat yang sama, tangan Yuang Dao juga perlahan berada di gagang pedangnya sendiri.

Angin malam kembali berembus. Daun-daun berguguran pelan. Suasana taman berubah mencekam.

Beberapa tamu penginapan yang sedang berjalan melewati lorong taman mulai menghentikan langkah mereka. Tatapan mereka langsung tertuju kepada dua pria yang saling berhadapan itu.

"Siapa mereka?"

"Kenapa auranya begitu menakutkan?"

"Jangan bilang mereka akan bertarung di sini..."

Bisik-bisik pelan mulai terdengar. Sha Nuo melirik sekilas ke arah orang-orang yang mulai memperhatikan mereka. Yuang Dao juga melakukan hal yang sama. Sesaat keduanya sama-sama menyadari bahwa perhatian seluruh taman mulai tertuju kepada mereka.

Yuang Dao akhirnya menarik napas panjang. Tangannya perlahan menjauh dari gagang pedang.

"Aku tidak ingin membuat keributan di tempat ini."

Setelah mengucapkan kalimat itu, ia berbalik. Tanpa menoleh lagi, langkahnya perlahan menjauh meninggalkan taman. Tak lama kemudian, sosoknya menghilang di balik lorong penginapan.

Sha Nuo tetap berdiri di tempat. Ia memandang ke arah Yuang Dao pergi beberapa saat. Lalu...

"Haa..."

Ia menghela napas pelan.

"Aku juga tidak berniat membuat keributan."

Sambil menggaruk belakang kepalanya, ia kembali duduk di bangku taman. Tatapannya kembali mengarah ke langit malam yang dipenuhi bintang. Seolah-olah ketegangan yang baru saja terjadi tidak pernah ada sama sekali.

...*****...

Keesokan harinya, sinar matahari pagi perlahan menyinari Kota Weiyang. Jalan-jalan utama kembali dipenuhi para pedagang yang membuka lapak, sementara suara kereta kuda dan para pejalan kaki mulai memenuhi suasana kota.

Di dalam Penginapan Kayu Mawar, aroma makanan hangat memenuhi ruang makan utama. Lan Suya telah duduk di meja makan bersama orang-orang Kelompok Harta Langit. Di hadapannya tersaji bubur hangat, beberapa hidangan pendamping, serta secangkir teh yang masih mengepulkan uap.

Di meja yang sama turut duduk Bai Kai dan Rou Xi. Keduanya menikmati sarapan sambil sesekali membahas jadwal perjalanan mereka beberapa hari ke depan.

Tak lama kemudian, langkah kaki seseorang terdengar mendekat. Yuang Dao berjalan menuju meja mereka. Pria itu segera mengepalkan kedua tangannya memberi hormat.

"Nyonya...."

Lan Suya menganggukkan kepala pelan.

"Senior. Duduklah."

Yuang Dao menggeleng.

"Ada sesuatu yang perlu kulaporkan."

Mendengar nada suaranya yang serius, Bai Kai dan Rou Xi ikut menghentikan aktivitas makan mereka.

Lan Suya pun meletakkan cangkir tehnya.

"Apa yang terjadi?"

Yuang Dao menjawab dengan tenang.

"Tadi malam aku bertemu seseorang."

Lan Suya sedikit mengernyit.

"Seseorang?"

Yuang Dao menganggukkan kepala.

"Pria itu terlihat sangat dekat dengan Tuan Muda Gao Rui."

Ruangan seketika menjadi sedikit lebih sunyi.  Tatapan Lan Suya masih tertuju kepada Yuang Dao.

Saat itulah, Rou Xi yang sejak tadi diam perlahan membuka mulut.

"Senior..."

Yuang Dao menoleh ke arahnya. Rou Xi sedikit memiringkan kepalanya.

"Apakah yang Senior maksud... pria bertubuh besar yang berada di taman semalam?"

Yuang Dao menganggukkan kepala pelan.

"Maksudmu pria itu?"

"Benar."

Rou Xi ikut mengangguk.

"Kalau begitu memang orang yang sama."

Bai Kai langsung menoleh ke arah Rou Xi.

"Kau pernah melihatnya?"

Rou Xi menjawab dengan tenang.

"Aku belum pernah melihat pria itu berinteraksi dengan Tuan Muda Rui."

Ia berhenti sejenak, seolah mengingat kembali kejadian semalam.

"Namun... aku sempat melihat pria itu dari kejauhan ketika melewati taman."

Tatapan Rou Xi perlahan berubah serius.

"Hanya sekilas. Tetapi... aku langsung mengetahui satu hal."

Lan Suya ikut memandangnya.

"Apa itu?"

Rou Xi mengembuskan napas pelan.

"Pria itu sangat kuat."

Suasana meja makan kembali menjadi sunyi. Bai Kai sedikit mengernyit.

"Hanya dengan sekali melihat?"

Rou Xi menganggukkan kepala tanpa ragu.

"Ya."

"Walaupun ia sama sekali tidak memancarkan aura yang berlebihan. Namun justru karena itulah aku menjadi waspada."

Ia perlahan meletakkan sumpitnya.

"Orang-orang kuat sering kali tidak perlu menunjukkan kekuatannya. Cara mereka berdiri. Cara mereka berjalan. Bahkan tatapan mata mereka..."

"...sudah cukup untuk menunjukkan bahwa mereka berbeda."

Tatapan Rou Xi beralih kepada Yuang Dao.

"Sejujurnya... Saat aku melihatnya semalam..."

"...aku merasa ia hampir mirip dengan Senior Yuang Dao."

Ucapan itu membuat Bai Kai sedikit terkejut.

"Bahkan sampai sejauh itu?"

Rou Xi mengangguk pelan.

"Itu hanya firasatku."

Yuang Dao yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara.

"Aku juga memiliki penilaian yang sama."

Semua orang langsung menoleh kepadanya.

Yuang Dao melanjutkan dengan suara tenang.

"Ketika kami saling berhadapan semalam... aku sama sekali tidak mampu melihat kedalaman kekuatannya."

Ia mengingat kembali tatapan Sha Nuo.

"Yang lebih aneh... pria itu tidak terlihat sedang berpura-pura menyembunyikan auranya."

"Melainkan... seolah-olah seluruh kekuatannya telah menyatu sempurna dengan tubuhnya."

Kalimat itu membuat ekspresi Lan Suya semakin serius. Jika bahkan Yuang Dao memberikan penilaian setinggi itu, maka identitas pria itu jelas tidak sesederhana seorang pendekar pengelana.

Lan Suya menatap Yuang Dao beberapa saat sebelum bertanya,

"Senior mengenalnya?"

Yuang Dao menggeleng pelan.

"Tidak. Aku belum pernah melihat ataupun mendengar tentang dirinya sebelumnya."

Jawaban itu membuat alis Lan Suya sedikit berkerut.

Bila bahkan Yuang Dao tidak mengenalnya, berarti identitas pria tersebut memang bukan sesuatu yang sederhana.

"Siapa namanya?" tanya Lan Suya.

Yuang Dao menjawab tanpa ragu.

"Ia memperkenalkan dirinya... bernama Sha Nuo."

"..."

Mendengar nama itu, Lan Suya mendadak terdiam.

"Sha Nuo..."

Ia mengulang nama tersebut pelan. Entah mengapa, nama itu terasa sangat familiar di telinganya. Seolah-olah, ia pernah mendengarnya di suatu tempat.

Namun semakin dipikirkan, ingatannya justru semakin kabur.

"Aneh... aku yakin pernah mendengar nama itu."

"Tetapi... di mana?"

Lan Suya perlahan menggelengkan kepala. Ia benar-benar tidak mampu mengingatnya.

Beberapa saat kemudian, ia kembali memandang Yuang Dao.

"Senior."

Yuang Dao segera mengangkat kepalanya.

"Ya."

Lan Suya berkata dengan nada serius,

"Aku ingin Senior terus mengawasi Gao Rui. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya."

Tatapannya menjadi jauh lebih tegas.

"Aku tidak ingin mengambil risiko."

Yuang Dao menganggukkan kepala.

"Aku mengerti."

Namun Lan Suya kembali melanjutkan,

"Kalau sampai terjadi sesuatu pada Gao Rui... aku tidak akan punya muka untuk menghadap Gurunya."

Ia menghela napas pelan.

"Tuan Boqin Changing telah mempercayakan muridnya kepada Kelompok Harta Langit."

"Selama Gao Rui bersama kita... keselamatannya adalah tanggung jawabku."

Yuang Dao mengepalkan kedua tangannya.

"Tenang saja. Selama aku masih hidup... tidak akan ada seorang pun yang bisa melukai Tuan Muda Gao Rui."

Mendengar jawaban itu, Lan Suya akhirnya menganggukkan kepala pelan.

Meski begitu, entah mengapa, nama Sha Nuo masih terus terngiang di benaknya. Semakin ia mencoba mengingatnya, semakin kuat pula firasat bahwa pria misterius itu bukanlah seorang pendekar pengelana biasa.

1
tariii
👍👍👍👍
Gokil 332
jangan beri tahu biar gregetan nunggui momentumnya berhari hari 🤣🤣🤣
sabian andri
5 bab sekaligus pliiiiis.. 😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀💪💪💪
Ayyasying
bang folbek BG saya penulis baru
Aiby Kushina Uzumaki
jangan heran gitu lho paman nuo coba dong tanya siapa gurunya 😄😄😄
Raju
tanyakan aja lgsg lu muridnya siapa ??
HINATA SHOYO
kasih tau ssh identitas gaoru sma pmn nuo torrr
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!