NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahakarya yang ternoda

Suasana di lorong steril *Sub-Level 0* memeku. Senjata-senjata berteknologi gelombang kejut terarah lurus ke dada Maya dan Rian. Cahaya darurat berwarna kuning berkedip redup, memantulkan bayangan panjang yang mencekam di dinding beton.

"Kau memanfaatkan Dewan Pemulihan hanya sebagai topeng," ujar Maya dengan nada dingin, mempererat genggamannya pada gagang senjata. "Warga Neo-Veridia mengira kalian bekerja untuk membangun kembali rumah mereka, sementara kau sibuk merajut kembali rantai perbudakan ini."

Ketua Varro melangkah pelan, tumit sepatunya berdenting nyaring di atas lantai epoksi. "Manusia adalah makhluk yang rapuh, Maya. Begitu pilar Archivia runtuh, apa yang terjadi? Duka, konflik, ketakutan, dan penderitaan kembali memenuhi jalanan. Kebebasan yang kau perjuangkan hanyalah kekacauan yang tertunda. *Oblivion Prime* bukan sekadar alat penghapus memori... ini adalah kesadaran kolektif murni. Sebuah kecerdasan yang akan mengatur emosi warga agar kota ini tidak pernah hancur lagi."

Varro menatap Rian dengan binar mata seorang fanatik. "Dan Dr. Rian memahami itu lebih baik dari siapa pun. Bukankah begitu, Dokter? Kau merancang sistem ini bukan untuk menyiksa, tetapi untuk menyembuhkan dunia dari penderitaannya sendiri."

Rian melangkah maju, melewati bahu Maya. Maya sempat menahannya dengan hembusan napas cemas, namun Rian memberikan tatapan lembut yang menenangkan.

Rian merogoh saku mantelnya, mengeluarkan tabung logam berlapis baja yang berpendar biru tipis. Matanya menatap inti data *Oblivion Prime* itu, lalu beralih menatap Varro.

"Mungkin pria bernama Dr. Rian yang dulu berpikir seperti itu," kata Rian, suaranya terdengar jernih dan bergetar penuh keyakinan. "Dia berpikir bahwa mencabut rasa sakit dan kesadaran manusia adalah sebuah tindakan kasih sayang. Tapi aku telah hidup selama lima bulan terakhir tanpa masa laluku. Aku melihat warga Distrik Bawah menangis karena kehilangan, tetapi aku juga melihat mereka tertawa secara murni untuk pertama kalinya."

Rian mengepalkan tangannya di sekeliling tabung logam tersebut. "Penderitaan dan duka adalah bagian dari apa yang membuat kita menjadi manusia. Tanpa itu, ketenangan yang kau tawarkan hanyalah kuburan yang sangat luas."

Wajah Varro mengeras. Senyum dinginnya pudar, digantikan oleh kemarahan yang tertahan. "Arsitek yang sentimental. Sungguh ironis. Kau pikir kau punya pilihan, Rian?"

Varro memberi isyarat tangan. Dua prajurit berzirah berat melangkah maju dengan cepat. Namun, sebelum mereka sempat menjangkau Rian, Evan yang berdiri di belakang menyebarkan suar loncat daya (*power surge flare*) yang langsung meledak dalam pijar cahaya menyilaukan dan dengungan frekuensi tinggi.

*Brak!*

Sistem sensorik zirah dan kacamata pemindai para prajurit terkunci seketika oleh gangguan elektromagnetik. Maya memanfaatkan pecahan detik itu untuk bergerak. Ia menerjang prajurit terdekat, melumpuhkannya dengan tebasan cepat, sementara Rian mencengkeram lengan Evan dan menariknya berlari menerobos pintu barikade ruang kontrol utama.

"Tutup pintunya!" teriak Maya seraya menembakkan gelombang kejut ke arah panel pintu eksternal.

*Bzzzt! Brak!*

Pintu baja ruang kontrol membanting turun, mengunci Varro dan pasukannya di luar. Suara hantaman keras dan tembakan gelombang kejut mulai memukul pintu tebal tersebut dari luar.

Rian, Maya, dan Evan terengah-engah di dalam ruang kontrol utama *Oblivion Prime*. Di tengah ruangan yang sangat luas itu, berdiri sebuah tabung kaca raksasa berisi cairan konduktif biru berpendar—jantung server utama yang berdenyut pelan bagaikan raksasa yang tertidur.

"Kita tidak punya banyak waktu," kata Evan panik sambil menatap indikator ketahanan pintu di layarnya. "Pintu itu hanya tahan lima menit!"

Rian melangkah mendekati konsol utama. Tanpa ragu, ia memasukkan tabung *Sub-Level 0* ke dalam kompartemen utama. Layar-layar monitor di sekeliling ruangan mendadak menyala, menampilkan jutaan baris kode yang meluncur deras.

"Apa yang akan kau lakukan, Rian?" tanya Maya mendekatinya.

Rian menoleh pada Maya, menyunggingkan senyum tulus yang menghilangkan seluruh sisa-sisa bayangan kelam Dr. Vance maupun Dr. Rian di matanya.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menggunakan mahakarya ini lagi," kata Rian pelan. "Aku akan menghancurkan sistem ini dari akarnya... bersama dengan seluruh kode akses yang ada di dalam kepalaku."

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!