NovelToon NovelToon
QUEEN, The Single Parent?

QUEEN, The Single Parent?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Anak Yatim Piatu / Angst / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Agustine

Hidup sebagai single parent tidaklah mudah, banyak tantangan dan ujian di dalamnya. Namun, semua itu harus dilalui Riana Aisyah Humairah, yang membesarkan anak seorang anak diri, Kaila Humairah, sepenih jiwa raga untuk kebahagiaannya.

Riana adalah korban kekerasan rumah tangga dan keegoisan sang suami, Arsyid. Hingga ia tidak peduli lagi akan cinta seolah kata itu hilang dalam kamus hidupnya.

Riana pun memutuskan membawa sang buah hati ke Negara Ginseng, Korea Selatan. Di sana ia berhasil menjadi seorang arsitek dan bertemu CEO muda sekaligus pelukis ternama, Kim YeonJin.

Kim YeonJin hadir di antara banyak perbedaan, salah satunya kepercayaan. Ia yang juga menjadi korban broken home memahami kepelikkan dan kesusahan Riana, sampai rasa kagum itu hadir.

Mampukah kisah mereka berkembang ke hal lebih baik di balik perbedaan melingkupi keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33

...Masa lalu menyadarkan jika sejatinya kita masih mempunyai masa depan yang cerah....

.......

Riana merasa tidak enak jika terus berdiam diri di sana tanpa melakukan sesuatu. Terlebih pertanyaan YeonJin tadi belum sempat dijawab. Ia pun berinisiatif membuat kopi untuknya. Perlahan kaki mungil yang terbungkus sandal ruangan itu mendekati pintu kayu bercat coklat di lantai bawah.

Satu persatu anak tangga ditapaki. Ia terkesan melihat barang-barang antik yang dimiliki CEO art collection tersebut. Tidak lama berselang ia tiba di sana lalu membuka pelan pintu yang menghubungkan YeonJin dan dirinya.

Ia kembali terkesima saat matanya menatap begitu banyak lukisan yang terpajang di ruangan berbentuk kotak ini. Ia sempat terdiam mengagumi lukisan demi lukisan yang diciptakan Kim YeonJin. Hingga dirinya lupa tujuan awal kedatangan.

“Riana?” panggil pria itu menyadarkan. Ia tersentak lalu masuk ke dalam dan meletakan segelas kopi di meja kecil di sudut ruangan.

“Saya membawakan kopi untuk Anda.”

Kembali YeonJin tidak menyukai caranya berbicara.

“Sudahlah Riana tidak ada pamanku di sini. Jangan formal begitu aku tidak suka.” Jujurnya seraya menoleh padanya sekilas.

Riana hanya mengangguk dan berjalan melihat-lihat lebih dekat lukisan yang ada di sana. YeonJin pun kembali berkonsentrasi dengan kegiatan menggambarnya.

“Aku datang ke sini ingin memberikan jawaban atas pertanyaanmu tadi,” jelasnya. YeonJin masih diam menunggu ucapan selanjutnya.

“Kenapa aku melakukan semua ini? Karena aku ingin membalas semua kebaikanmu. Selama ini kamu sudah sangat baik terutama pada Kaila. Sebagai tanda terima kasih, aku berusaha keras merancang sebuah rumah untukmu.”

Detik itu juga YeonJin benar-benar menghentikan kegiatannya dan menatap lukisan yang belum beres ia kerjakan.

“Aku harap kamu bahagia bersama Hyerin lalu mendapatkan anak-anak yang lucu. Aku yakin kamu pasti menjadi sosok ayah yang bertanggungjawab,” Riana terus berceloteh.

YeonJin merasakan ketidaksukaan dalam hatinya mencuat begitu tajam. Ia tidak sanggup mendengar penuturan tulus dari Riana. Ia tidak bisa menikahi wanita itu terlebih sekarang dirinya sudah menjadi seorang muslim. Ia sudah berbeda keyakinan dengan Hyerin.

“Aku mohon jangan melanjutkan perkataanmu. Aku tidak suka.” Suaranya terdengar meninggi. Riana menoleh dan di balik punggungnya ia tersenyum sekilas.

“Meskipun kamu tidak menyukainya. Aku harap kamu bisa bahagia bersama Hyerin. Kalau begitu aku permisi.” Riana pun kembali pergi meninggalkannya sendirian.

Mendengar pintu tertutup YeonJin menghempaskan kuas dalam genggamannya lalu mengusap wajahnya gusar. Ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi sekarang.

“Astaghfirullah haladzim Ya Allah,” gumamnya.

Setelah keluar dari ruangan YeonJin, Riana merasakan sesak dalam dada. Ia tidak tahu kenapa, yang jelas hal itu sangat mengganggu. Buru-buru ia pun pergi dari rumah itu untuk menjemput Kaila mengingat hari mulai beranjak malam.

...***...

Jimin tidak menyangka hari ini atasannya itu kembali menghilang dalam pekerjaannya. Sedari tadi ia terus mencari keberadaannya yang sulit ditemukan. Ia pun memtuskan untuk membanting stir menuju suatu tempat. Ia yakin jika sosoknya ada di sana.

“Karena selama ini aku tahu hyung banyak menghabiskan waktu bersama bocah itu,” gumamnya yakin.

Selang beberapa menit kemudian mobil mewahnya berhenti tepat di depan gedung apartemen. Ia pun keluar hendak masuk ke dalam. Namun, sebelum kakinya melangkah bola matanya menangkap bayangan seorang anak kecil yang tengah berjalan.

Ia semakin menyipitkan kedua matanya untuk memperjelas siapa gerangan anak itu. Hingga….

“Kaila?”

“Paman Jimin? Sedang apa paman di sini?”

Jimin mengerutkan dahi tidak mengerti melihatnya sendirian.

“Paman mencari appa YeonJin. Paman pikir Kaila bersamanya.”

Kini giliran gadis kecil itu yang menatapnya heran. “Seharian ini Kaila tidak melihat appa YeonJin. Bahkan sudah hampir satu bualn ini appa tidak menemui Kaila.”

Jimin semakin tidak mengerti dan juga penasaran apa yang tengah diperbuat sahabatnya itu.

“Ahh begitu yah. Dan kenapa Kaila sendirian, mana eomma?”

“Kaila bosan menunggu mamah jadi pulang sendiri,” jawab anak itu seraya terkekeh pelan.

“Ya ampun kamu berani sekali. Kalau begitu paman akan menemanimu menunggu eomma. Ayo masuk sebentar lagi malam.” Ia pun menggandeng anak itu menuju apartemennya.

Sedangkan di tempat yang berbeda, pria berdarah Asia Tenggara ini baru saja menyelesaikan pertemuannya kembali dengan salah satu pengusaha properti di Negara Ginseng ini. Sudah hampir satu bulan lamanya ia berada di sana. Ia senang usahanya bisa berkembang pesat karena kerjasama tersebut.

Selama itu pula ia mencari-cari keberadaan sang mantan istri. Hari ini waktu menjawab rasa penasarannya. Dalam genggaman tangannya ia melihat sebuah alamat yang tertuang dalam secarik kertas putih. Ia tersenyum simpul tidak sabar ingin segera bertemu dengannya.

“Sampai bertemu nanti Riana. Aku harap kamu bisa menerimaku dengan baik.” Gumamnya lalu memutar kunci mobil dan meninggalkan gedung perkantoran.

...***...

YeonJin yang baru menyelesaikan lukisan barunya kembali meninggalkan ruangan. Ia melihat keadaan rumahnya gelap gulita. Buru-buru ia pun menyalakan saklar lampu untuk menerangi setiap ruangan. Ia juga merasakan keheningan yang mendera.

Perlahan kedua kakinya menaiki anak tangga untuk mencapai lantai atas. Ia pun langsung menuju dapur mencari segelas air putih untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Setelah meneguknya hingga tandas tatapannya mengarah pada meja bundar. Dahinya mengerut saat melihat benda pipih tergeletak begitu saja di sana.

Tringg!!

Layar yang menyala itu memperlihatkan satu notifikasi masuk. Tangan putihnya terulur untuk melihatnya.

“Sarah? Sarah? Tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama ini. Bukankah itu nama guru Kaila sekaligus sahabatnya Riana? Jadi, ini ponsel dia?” gumanya berpedapat.

“Kalau begitu aku harus mengembalikannya, kenapa dia ceroboh sekali bisa melupakan benda sepenting ini.” Ia pun bergegas meninggalkan rumah.

Sedangkan wanita itu baru saja tiba di kediaman Sarah. Selesai membayar ongkos taksi ia langsung menekan bel rumah untuk menjemput sang anak.

Tidak lama kemudian pintu terbuka. Sarah mengerutkan dahi bingung melihat kedatangannya.

“Aku baru saja mengabarimu jika Kaila sudah pulang.”

“Pulang? Dengan siapa?” tanyanya khawatir.

“Tadi gurunya mengabariku jika Kaila diantar pulang dengan bus sekolah. Katanya mulai hari ini anak-anak akan diantar jemput,” jelasnya kemudian. Riana pun bisa bernapas lega. Sarah tersenyum sekilas dan menatap ke dalam bola matanya.

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu,” ucapnya. “Ayo masuk dulu.” Ajaknya kemudian. Tanpa menolak Riana pun mengikuti langkahnya.

Di bawah langit malam ini masa lalu seorang Riana akan terungkap. Cerita kelam yang membuatnya trauma akan sebuah pernikahan. Kata cinta seolah menghilang dalam kamus hidupnya. Riana tidak bisa mempercayai perasaan itu lagi. Baginya tidak ada cinta sejati di dunia ini. Ia sudah mengubur dalam-dalam perasaan menyusahkan itu. Ia tidak ingin mengualngi kesalahan yang sama. Pernikahan karena paksaan dari orang lain ternyata memberikanya luka menganga. Tidak bisa sembuh dalam waktu singkat.

Mungkin butuh waktu seumur hidup ia bisa melupakannya. Karena luka yang ditorehkan pria itu terlalu dalam dan menyakitkan. Itulah kisah cinta yang pernah ia alami.

1
Maryana Fiqa
aku sudah pernah baca tapi kembali rindu lg kembali ke sini 👍👍
Agustine: maa syaa Allah, Alhamdulillah makasih banyak yahhh 🙏🏻😁🩷🩷🩷
total 1 replies
Wini Hilal
jelasin aja knp gk BS ketemu lg
Wini Hilal
anak bayinya siapa yg jaga
Hardinik Akbari
ceritanya sangat bagus, cm percakapan antar pemeran sangat sedikit, lebih banyak prolog author.....☺️
Agustine: ehehehe makasih banyak kak, iyaaa kak suka keasikan nulis narasi 😅😅
total 1 replies
Tuty Tuty
Luar biasa,,, alur cerita nya sangat manis aku suka thor 👍👍👍👍👍
Agustine: Maa syaa Allah, Alhamdulillah, makasih banyak kak udah suka 🙏🏻😆🥰
total 1 replies
falea sezi
mending cari krja lain aja yeonjin g bakal bs lepas dr tunangan toxic nya karena uang perusahaan uang ortu wanita alias. laki. g tegas kayak gini malah bkin sakit hati aja
MakBarudakh
Novel yang narasinya selalu luar biasa
Keren kamu Thor...
Karyamu sungguh luar biasa...
Semoga sukses selalu untuk author...
Agustine: aamiin aamiin makasih banyak kak buat doanya, doa terbaik juga buat kkanya 🤲🏻😊🤗🤗
total 2 replies
MakBarudakh
Hheeehhh gak Ayah.. gak Paman..
Sama2 bandot tua bau tanah nan serakah menyebalkan..
MakBarudakh
Dari Bab awal sudah baper thooorr...
narasi2nya bener2 nyesek...
Agustine: ehehehehe makasih makasih banyak kak 🙏🏻😆
total 1 replies
MakBarudakh
Ooohh memang laknat kakek bau tanah satu ini
Rasa mau ngulek jntungnya
Bener2 ngehempas mental anak kecil, ga ad hati😡😡😡
Agustine: iyaaa tau tuh kak 🤭🤭😅
total 1 replies
MakBarudakh
Bapak Laknat😡
Agustine: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Aamiin..
Walau fiksi...Mak merinding bacanya ..
Terharu..
Agustine: Maa syaa Allah, Alhamdulillah makasih makasih banyak 🙏🏻😍🥰
total 1 replies
MakBarudakh
Kalimat demi kalimat mu selalu dalam dan keren Thor...
Agustine: maa syaa Allah, jazakallah khairan kak terharu sangat 🙏🏻😍😆
total 1 replies
MakBarudakh
Aq sampai bs merasakan sakit yg dirasakan YeonJun
Walau sekedar membaca narasi..

Luar biasa authornya
Pandai ngacak2 perasaan reader
Agustine: Alhamdulillah, maa syaa Allah, jazakallah khairan kak 🙏🏻😍🥰
total 1 replies
MakBarudakh
Jujur sj SM YeonJin atuh Jimiiiiin
Ga usah ditutupi
Agar BS sama2 menghadapi si tua bangka itu
Agustine: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
MakBarudakh
Arsyad memang psicho kutukupret
Agustine: emang kak 🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Ooaallaaah Syiiid... Syiiid..
Mbo ya eliiiing kamu tuuuh...

Hhhh tak sentil jantungmu Syiiiid
Agustine: sentill aja kak 😅😅🤭
total 1 replies
MakBarudakh
Arsyid psikopat kau..
Geram rasanya..
Agustine: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
Serius Thor
Dr bab awal sj, ni air mata rasanya ngalir tanpa diminta
Rasanya sakit banget Thor..
Agustine: Ehehehe sabar yah kak semoga gak keterusan nangis nya 🤧🤧
total 1 replies
MakBarudakh
muncullah orang jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!